Finding Love

Finding Love
Bagian 10 -= Hari yang menyebalkan =-


__ADS_3

Pagi yang cerah, mentari bersinar begitu indahnya. Bias cahaya menembus sela sela awan putih dilangit.


Udara begitu segar, pagi yang sempurna untuk memulai hari.


Elsa baru saja bangun dari tidurnya, dia duduk dan meregangkan otot ototnya diatas kasur.


"Hoaahhmmm, selamat pagi dunia"


Elsa bergumam sambil menahan mata yang masih terasa berat.


Dia beranjak dari kasur dan langsung menuju kamar mandi. Dia segera beres beres karena akan berangkat kerja.


Tiba-tiba dia teringat bibi Mei yang menginap dirumahnya malam itu.


Elsa keluar dan mencari cari keberadaan bibi Mei, karena tak melihatnya saat dia bangun.


Saat di halaman depan rumah, dia akhirnya menemukan bibi Mei yang sedang sibuk dengan gerobaknya.


"hufftt, syukurlah.. aku kira bibi sudah pulang. Aku kan sudah berjanji mengantar bibi pulang."


bibi Mei tidak terlalu mendengarkan Elsa dan terus fokus pada gerobaknya.


Elsa penasaran dan mendekati Wanita tua itu.


"Ada apa bi, ada masalah dengan gerobak bibi?"


Elsa memperhatikan gerobak itu dan melihat penyebab bibi Mei fokus. Ternyata Ban gerobak bibi Mei kehabisan udara. Mungkin ban nya bocor.


Elsa kemudian menenangkan bibi Mei dan menawarkan untuk masuk kedalam rumah.


"Ban gerobak bibi bocor, sebaiknya ditinggal saja dsini nanti saya antar bibi pulang. Kita masuk dulu bibi, bibi pasti belum sarapan"


Mereka pun masuk kedalam rumah.


Elsa masuk kamar mandi lagi dan bibi Cuma duduk diruang tengah menunggu Elsa selesai.


                                   ******************


Elsa dan bibi tiba dirumah, Karena tidak bisa parkir didepan rumah bibi, Elsa memarkirkan mobilnya agak jauh dari rumah bibi Mei.


Saat turun dari Mobil, bibi Mei menyuruh Elsa menunggu sebentar karena ingin membeli Susu kaleng segar untuk anaknya. Elsa teringat obrolan mereka tadi Malam kalau anak bibi Mei lebih tua 2 tahun dari Elsa namun dia sangat suka susu, seperti bocah saja.


Bibi Mei segera menyebrang menuju mini market seberang jalan. Sembari menunggu Elsa mengambil Ponsel dari dalam tasnya dan membaca berita terupadate hari itu.


Seorang pria datang mendekati Elsa, badannya tinggi dan besar, kepalanya botak, ototnya kekar dan wajanya penuh bekas luka. Tampang bringas seorang preman tak bisa terlepas dari pria itu.


Elsa gemetar dan ketakutan namun berusaha menyembunyikan kekhawatirannya dengan pura pura cuek dan terus menatap ponselnya.


Pria itu semakin mendekat dan semakin dekat dengan Elsa dan tiba tiba reaksi yang tak terduga terjadi.


Elsa dan pria itu langsung terduduk berbareban dan Elsa berteriak gemetar meminta ampun.


"Tolong pak ampuni saya, jangan lukai saya saya akan menyerahkan barang barang berharga saya" Elsa menagis ketakutan menutup wajahnya.


Pria itu tidak bergeming, dia diam dan menatap Elsa dengan tajam. Elsa pun merasa heran, kenapa pria itu tidak menyentuhnya.

__ADS_1


Saat berpaling dan membuka wajahnya,Elsa menatap wajah pria itu dengan takut takut. Pria itu hanya tersenyum kepadanya.


"Ini barang milik mu Nona, kau menjatuhkannya dan tidak menyadarinya"


Pria itu ternyata memungut sesuatu dari samping kaki Elsa. Barang milik Elsa yang terjatuh ketika mengeluarkan ponsel dari tasnya.


Elsa pun merasa kikuk saat itu. Dia bingung harus merasa marah atau meminta maaf karena sudah berburuk sangka.


Mereka kembali berdiri dan saling menunduk memberi hormat. Elsa pun menerima barang miliknya dan menutupnya dengan tangan dari pria itu kemudian memberi hormat lagi dan mengucapkan terimakasih.


Pria itu pun pergi sambil tersenyum merasa lucu setelah berpamitan pada Elsa.


Elsa pun bisa lega setelah pria itu semakin menjauh, dan kembali kefokus utama yaitu barang nya yang jatuh.


"Ada apa non, kenapa Kamu menatapi itu?"


bibi Mei mengagetkannya.


"Ouh, bibi sudah selesai belanjanya... ini bukan apa apa, hanya barang pribadi bi" elsa malu malu kemudian memasukkan kembali kedalam tasnya.


Bibi Mei melihat sedikit bungkusan barang tersebut. Ternyata sebuah pembalut berukuran kecil.


"Hehe, kita sesama wanita tak usah malu malu karena itu, saya juga pernah mengalaminya ketika masih muda" Bibi mei tertawa dengan tingkah Elsa.


"ya sudah ayo kita kerumah!",


mereka pun pergi dari situ.


Saat membuka pagar, mereka disambut Jack yang sedang menyirami bunga bibi Mei. Jack kaget kemudian kabur masuk kedalam Rumah. Jack panik karena bibi Mei membawa seorang Gadis Cantik, sementara itu jack sedang tidak berpakaian. Dia hanya mengenakan pakain seadanya. Celana kolor dan sendal jepit.


Bibi Mei tidak pernah merasa risih dengan mereka jika berkelakuan seperti anak kecil. Bibi Mei sudah menganggap Jack seperti Anaknya sendiri.


"Ahh, sial... pagi ini kacau sekali"


Elsa bergumam dalam hatinya.


"Bibi sudah sampai dirumah, saya mohon pamit ... saya takut terlambat kerja"


Elsa pun buru buru pergi karena tak ingin mengalami hal tidak enak lagi.


Saat Elsa berjalan menjauh, El yang baru terbangun karena jack Gaduh didalam rumah keluar dan ingin tahu apa yang terjadi.


Bibi Mencoba mengejar Elsa namun Elsa sudah menjauh dan hampir mencapai mobil nya.


"Nona, nanti saya mampir lagi kerumah nona mengambil Gerobak saya" Bibi mei meneriaki Elsa.


Elsa hanya melambaikan tangan memberi kode pada bibi Mei bahwa dia mendengar bibi Mei.


El yang masih menahan kantuk ikut keluar dan mencoba melihat siapa yang diteriaki ibunya.


Namun Elsa sudah sempat masuk mobil dan segera pergi dari situ memacu Mobilnya dengan kencang.


"Siapa itu buk?" El menanya ibunya.


"Wanita baik itu yang membantu Ibu tadi malam dan memberi tumpangan" Bibi mei menjelaskan semuanya pada El.

__ADS_1


"Ouh iya ibu lupa sesuatu, Ibu belum tau siapa namanya" bibi Mei menepuk jidatnya.


Bibi mei menghela nafas panjang dan mengerutu,


"Apakah aku setua ini, sampai lupa hal yang cukup penting, tapi sudahlah lain kali jika bertemu aku akan menanyakan namanya." Kemudian masuk membiarkan El yang sedari tadi sedang kesal padanya.


El mengikuti ibunya masuk sambil mengomel


"Ibu dari mana saja tadi malam, kenapa tidak pulang, ibu tau seberapa khawatirnya aku. Ibu aku hampir mati karena kehilangan ibu" El langsung memeluk ibunya itu.


"Hei hei Bocah kunyuk, Aku baik baik saja.. kau tidak usah khawatir dengan ku, sekarang lepaskan tangan mu."


Bibi mei berusaha melepas pelukan El yang menghambat gerakannya.


"gk mau, aku gk mau, aku kangen ibu" El merengek manja dan terus memeluk ibunya.


"Pletaaak"


Bibi Mei meraih sapu didepannya dan memukul kepala El karena keras kepala tidak mendengar perintah ibunya itu.


"Aduhh sakit ibu,"


El terpaksa melepas tangannya dan mengusap usap kepalanya yang terkena pukulan.


Sebenarnya pukulan ibu itu tidak mempan pada El, tapi demi mencuri perhatian ibunya El harus berakting pura pura kesakitan.


Tapi bibi Mei pergi dan mencuekin nya.


"Buk, aku sayang ibu... i love you ibu" El meneriaki ibunya itu untuk menggodanya. Dia memandangi ibunya itu dan mengucap syukur dalam hati. Ibunya baik baik saja.


Tidak lama kemuadian Jack keluar dari dalam rumah dengan pakaian Rapi.


"Hei hei hei.... Apa apan baju itu, itu kan punyaku ***" El kaget dan memarahi Jack


"Kemana nona cantik itu, tadi dia disini bersama Ibu"


Jack kebingungan dan mencari cari Gadis cantik itu.


"Nona Pantat mu... gk da nona nona disini, yang ada berandalan memakai baju Rapi seperti orang gila, cepat lepaskan itu" El bangkit dan mengancam Jack.


Jack yang ketakutan langsung berlari ke dalam Rumah dan meminta perlindungan Bibi Mei.


"Ibuuuuu... tolong aku, sibodoh ini Jahat padaku"


Jack berteriak meminta tolong masuk kedalam rumah.


El hanya tertawa melihat sahabatnya itu, dia menganggap Jack seperti adiknya sendiri.


Tiba tiba dia teringat dengan Gadis yang datang bersama Ibunya dan pergi tiba tiba berlari seperti orang Gila.


"Dasar Gila, tidak punya sopan santun"


El bergumam dalam hati lalu masuk kedalam Rumah ikut bergabung dengan ibu dan Jack. Seperti biasa mereka membuat gaduh dan memberi kebahagiaan pada ibu mereka itu.


begitulah hari hari mereka jika berkumpul dan bercanda bersama, Keluarga kecil sederhana, namun Bahagia dan penuh keceriaan.

__ADS_1


nikmatilah kebahagiaan mu, karena bisa saja 5 menit kemudian Kemalangan pun tiba.


*** bersambung ***


__ADS_2