
Boby yang masih dirawat di rumah sakit sedang menunggu El di kamarnya. Dia sudah memikirkan banyak hal setelah mendapat pertolongan dari El di Cafe itu.
Boby berencana untuk menjadikan El sebagai Pengawal pribadinya, mengingat kemampuan El melumpuhkan orang yang menikamnya.
Sedang asik menghayal, Boby dikejutkan suara pintu yang terbuka. Boby menatap ke arah pintu dan tersenyum.
"Permisi Tuan, Saya Dani orang yang tadi siang diCafe" El masuk kamar boby dirawat dan memberi hormat.
"Ya ya ya.. aku sudah menunggu mu dari tadi, terimakasih sudah mau datang, silahkan duduk."
Boby senang dan menjamu El dengan ramah.
"Tapi sebelumnya, saya minta maaf dan sekaligus berterimakasih kepada tuan. Pemberian tuan di resort itu terlalu berlebihan, saya enggan menerimanya karena tidak terlalu berjasa pada tuan." El mencoba memberi penjelasan betapa sungkannya dia menerima pemberian Boby, kalau bukan karena Elsa, El pasti sudah menolak hadiah itu.
"Dan Maaf kan saya, jika tuan berencana memberi sesuatu lagi saya tidak bisa menerimanya Tuan" El meneruskan perkataannya.
"Ouhh tidak tidak tidak, jangan salah paham Tuan Dani, saya ikhlas memberi itu. Itu hanya ucapan terimakasih yang tidak bisa saya sampaikan dengan kata. Tapi jika karena hal itu Tuan Dani merasa sungkan saya juga meminta Maaf karena membuat tuan Dani merasa sungkan."
Setelah saling meminta maaf, El pun mencoba mencari tahu kenapa ada orang yang ingin melukai dia.
"Kalau boleh tau, Tuan terlibat masalah apa hingga ada orang yang ingin melukai anda?"
"Kalau dilihat lihat, anda bukan tipe orang suka membuat masalah"
Boby hanya tersenyum dengan pertanyaan El, seperrinya apa yang dia rencanakan akan berjalan mulus.
Boby pun mulai menceritakan siapa dia dan kisah hidupnya.
"Saya hanya seorang pengusaha, saya menjalankan perusahaan milik Ayah tiri saya, Karena pemilik sebenarnya adalah Adik tiri ku.
Namun karena ibu ku ingin menguasai semua harta warisan ayah ku, adikku tidak dilibatkan dalam hal itu.
Kami pergi ke Amerika sejak aku masih kecil, Adikku tidak ikut dibawa karena ibuku tidak suka dengannya.
Adikku di biarkan hidup disini, namun diberikan beberapa pelayan untuk menjaganya hingga Dewasa.
Namun hal buruk menimpa Para pelayan itu, saat usia ku dan adikku beranjak dewasa.
Para pelayan itu pergi karena keluarganya membutuhkan mereka. Akhirnya adikku Hidup sendirian dan tidak ada komunikasi lagi dengan Ibuku. Hanya aku yang tahu keberadaan Adikku."
Setelah mendengarkan Kisah Boby, El mulai teringat akan masa lalunya, Namun dia ragu dengan ingatannya.
Tapi El semakin penasaran, dan membuatnya ingin Mendengar lebih jauh tentang Boby.
"Kalau boleh tau siapa nama Anda Tuan?"
Tanya El lagi..
"Ouh maaf soal itu, saya belum memperkenalkan diri.
Nama saya Boby Juan, Saya berasal dari sini namun sejak kecil tinggal di Amerika bersama ibu saya."
Boby memperkenalkan dirinya.
"Salam kenal tuan Boby, Daniel Eduardo panggil saja El". El juga memperkenalkan diri.
Mereka saling tatap dan memikirkan sesuatu, rasa penasaran dan sebuah ingatan yang samar-samar terlintas di pikiran mereka.
"Nama ini begitu Familiar, dimana aku pernah mendengar nama ini?" pikir mereka.
Setelah beberapa saat, mereka pun mengingat satu sama lain.
"Boby... kau kah itu??" El bertanya agak ragu.
"Daniel.., El... kau kau kauu.... ", ucap Boby namun El langsung menghampiri Boby dan memeluk sahabatnya itu.
"Ternyata kau teman ku, Lucu sekali kita dipertemukan seperti ini, hahaha ... " Boby merangkul El karena rindu.
Mereka pun bercerita masa lalu mereka yang membuat mereka terpisah.
El menceritakan tentang Ibunya yang sudah meninggal Dunia dan Ayahnya yang tidak pernah ada kabar. El juga menceritakan kalau dia juga datang kerumah Boby waktu itu.
Boby juga demikian, dia menjelaskan semua yang terjadi pada waktu itu.
Mereka tak sadar, air mata menetes di wajah mereka.
__ADS_1
"ouh iya bob, bagaimana kabar Adik mu? Siapa namanya, aku cuma ingat waktu itu kita panggil dia cha cha" Tanya El agar memecah suasana sedih itu.
"Adik tiri ku, adik yang paling kusayang... Namanya Elsa Cristy Reinhard, dia juga tinggal disini namun aku belum mengunjunginya setelah kembali minggu lalu." Belum selesai memberitahu El.. perkataan Boby sudah dipotong oleh El.
"Sebentar Bob, Elsa Cristy Reinhard... hmm, baru-baru ini aku pernah mendengar nama itu." El mengingat ingat kembali nama itu.
"Tentu saja kamu sering mendengar nama itu, dia kan Reporter Stasiun TV terbesar, barangkali kamu lihat dia di TV", sahut Boby kemudian.
El semakin penasaran dan menanyai Boby.
"Bob, dimana tempat tinggalnya sekarang?"
Boby mencoba mengingat alamat yang pernah Elsa berikan.
"Kalau tidak salah di Jalan. Cempaka putih No.13, ada apa El kelihatannya kau penasaran sekali?"
Boby mulai curiga dengan tingkah El dan terus memperhatikan El yang sedang memikirkan sesuatu.
Kemudian El mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Halo... haloo, hei Kunyuk.. cepat datang kesini, aku dirumah sakit ,lantai 3 Ruangan Mawar, cepat... !!"
El langsung mematikan panggilannya.
"Siapa itu El??" tanya Boby ikut penasaran.
"Kita tunggu saja, semoga tebakan ku kali ini benar" El menatap Boby dengan penuh yakin.
***********
"Bibi, aku pergi sebentar Tadi El menelpon dan menyuruh aku segera datang, sepertinya penting"
Elsa memberitahu bibi Mei situasinya.
"Ini sudah malam, kemana berandal itu akan membawa mu aishhh", Bibi mei sedikit kesal.
"Kerumah sakit Bi, El sedang dirumah sakit, aku pergi dulu ya" Elsa pun pergi meninggalkan bibi Mei sendiri.
"Hah.. Rumah sakit?? tunggu aku nona Elsa.. aku ikut"
Bibi Mei terkejut mendengar perkataan Elsa kemudian mengejarnya agar ikut bersamanya.
"Ada apa, kenapa mereka berlari" pikir Jack dalam hati.
Jack pun meneriaki mereka, "Hoii... mau kemana terburu-buru??"
Namun Elsa dan bibi Mei berlalu begitu saja.
Jack dan Angel tinggal berdua dan bingung mau ngapain lagi. Mereka pun berpamitan dan masuk ke kamar masing-masing. Namun seperti tidak ingin berpisah, Jack terus menatap Angel memasuki kamarnya dan membuat wajah Angel merona.
"Aku masuk ya", kata Angel malu-malu kemudian membuka pintu kamarnya.
Jack pun senyum dan berjalan mundur menuju kamarnya sambil terus memandangi Angel.
Sebelum Angel masuk, Jack yang sedang jatuh cinta langsung menghampiri Angel lagi.
Jack meraih tangan Angel, disandarkanya bahu Angel ke tembok. Jack menatap wajah Angel dalam-dalam dan penuh cinta.
Angel hanya bisa pasrah dalam posisi itu dan tidak bisa bergerak. Wajahnya semakin merona tepat dihadapan wajah Jack.
Jack mendekatkan wajah nya pada wajah Angel kemudian berkata,
"Selama aku hidup, banyak cinta yang datang dan pergi dari ku, semua itu karena aku tidak tertarik dengan mereka. Tapi saat pertama kali melihat mu, Aku tidak berdaya. Aku suka pada mu dan tak bisa memalingkan pandangan ku dari mu. Aku hanya berharap suatu saat aku bisa lebih menyukai mu dan jatuh cinta padamu. Hari ini, kau telah memberi aku kesempatan untuk mengenalmu lebih jauh, dan akhirnya aku mengerti kalau aku benar-benar mencintaimu. Kau adalah bidadari ku... mau kah kau menjad... "
belum selesai Jack mengutarakan isi hatinya Angel langsung memeluk Jack dan...
"cuuup"
Angel mencium pipi Jack dan segera mendorong Jack keluar dari kamar itu, kemudian menutup pintu kamarnya.
Jack terdiam, seperti orang bodoh dan bingung. Dia hanya berdiri seperti patung, tatapannya kosong, bibirnya tersenyum tipis.
Jack kemudian tersadar dari lamunannya, dia bahagia setelah menyadari momen indah yang baru saja dia alami.
Jack yang kegirangan mendapat ciuman dari Angel pun berteriak didepan pintu itu.
__ADS_1
"Angel aku mencintaimu, aku sunguh mencintaimu.. akuuu.. mencintaimuu..."
sambil berjalan mundur ke arah kamar nya.
"Bruak..." Jack menabrak seorang House keeping resort yang sedari tadi memperhatikan Jack seperti orang gila.
Angel yang mendengar suara gaduh itu kemudian keluar dan melihat ada apa diluar.
"Maaf kan saya tuan", Kemudian mengumpulkan barang-barang yang terjatuh.
Angel tertawa melihat jack yang terduduk menahan sakit di bokong nya karena terjatuh.
Spontan Jack berdiri, dan pura-pura kuat agar tidak malu dilihat oleh Angel.
Jack berdiri kemudian senyum pada Angel kemudian masuk kedalam kamar.
Angel hanya tertawa melihat tingkah lucu pria yang disukainya itu kemudian menutup pintu kamarnya.
Jack yang juga sudah masuk kamar dan meloncat-loncat kegirangan di atas kasur, dia tidak menyangka akan mendapat ciuman dari Angel.
Angel juga hanya tersenyum malu-malu di atas kasurnya mengingat semua perkataan Jack padanya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Sreeett", pintu ruangan Boby dirawat terbuka...
"El.. kamu tidak apa-apa?"
Elsa yang sedang khawatir itu pun langsung masuk dan berteriak.
Boby dan El terkejut melihat Elsa, mereka hanya memandangi Elsa yang juga terkejut setelah melihat kedua Pria itu.
"Kakak,??? ... " Elsa terkejut melihat kakak tiri nya yang sedang dirawat.
"Cha-cha...??" Boby juga kaget melihat Adiknya yang tiba-tiba muncul.
Elsa dan Boby kemudian menatap wajah El dengan tajam. Mereka terheran-heran kenapa semua kebeteluan ini terjadi. Boby hanya tertawa setelah melihat Elsa dan El sudah saling mengenal.
Sebaliknya, Elsa marah melihat El karena mengira Kakaknya terluka karena El.
Tapi Elsa berusaha menahan amarahnya kemudian menghampiri kakaknya.
"Kakak, ada apa ini...?? kenap kakak dirawat??" Elsa sedikit khawatir melihat kondisi Boby yang terduduk datas kasur itu.
"Ahh, gk usah khawatir cha, ini bukan apa-apa.
apa kabar mu dek??" Boby berusaha menenangkan adiknya itu dan memeluknya.
"Aku tidak baik-baik saja setelah melihat kondisi kakak, kenapa kakak tidak mengabari aku? Kakak jahat kakak bodoh !!"
Elsa marah-marah dipelukan kakaknya itu, kemudian meneteskan air mata.
Boby merasa lega setelah melihat Kondisi Elsa yang baik-baik saja. Boby juga sangat bersyukur kalau Elsa juga berteman dengan El sahabatnya. Paling tidak dia tidak perlu khawatir dengan keselamatan adiknya itu.
Melihat momen itu, El teringat masa lalunya. Ternyata dugaannya selama ini mengenai Elsa yang sekarang benar. Dia adalah Elsa kecil yang pemalu, adik sahabat nya Boby.
El tidak tahu harus bersedih atau bersyukur setelah dipertemukan dengan orang-orang di masalalunya.
Disatu sisi, El ingin melupakan kenangan pahit di masa lalunya. Disisi lain El sudah bertemu dengan orang yang sangat dirindukannya. Angel. Sementara rindu nya pada adiknya adalah bagian dari masa lalu yang pahit itu. Ditambah lagi, El mulai menyukai Elsa setelah bertemu pertama kali didepan rumah Elsa.
El benar-benar bingung bagaimana selanjutnya.
"Hoi," bibi Mei mengejutkan El dengan menepuk pundaknya.
"Ada apa?? kenapa kamu seperti orang kebingungan??"
"ouhh aah anu ehhm... " El kebingungan karena dikagetkan bibi Mei.
El kemudian bertanya pada bibi Mei,
"Dimana Angel bu??"
"Angell??? Kenapa dengan Angel dia baik baik saja dipenginapan bersama Jack... Ada apa nak?? tanya bibi Mei kebingungan.
Kemudian El bergegas pergi dan meninggalkan mereka di Rumah Sakit itu.
__ADS_1
"Nanti ku jelaskan bu" kata El kemudian pergi.
*** bersambung ***