Finding Love

Finding Love
Minta Restu untuk Mengkhitbah Ning Zahwa


__ADS_3

Bakda sholat jumat di masjid komplek pesantren, Zaki dibuat senang tapi sekaligus juga terkejut karena tiba-tiba gadis pujaan hati nya mengirimkan pesan melalui chat bahwa besok putra sulung ayah Yusuf itu diminta untuk datang ke kediaman kyai Hasanuddin.


"Assalamu'alaikum bang Zaki. Abang besok diminta abi untuk datang ke rumah, bisa kan?" Tanya Delia.


"Iya dik, insyaAllah bisa." Balas Zaki, "kok dik Lia sudah pulang? Bukan nya, wisuda dik Lia masih dua minggu lagi ya?" Lanjut Zaki bertanya.


"Iya bang, eyang jatuh sakit dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit," balas Delia.


"Eyang sakit apa dik? Moga eyang lekas sehat kembali," tanya dan doa Zaki untuk eyang nya Delia.


"Paru-paru bang, aamiin. Makasih doa nya," balas Delia, "udah dulu ya bang, aku cuma mau menyampaikan pesan itu dari abi. Assalamu'alaikum," Delia mengakhiri percakapan nya melalui pesan chat tersebut.


"Wa'alaikumsalam dik Lia, sampai ketemu besok," balas Zaki, seraya mengulas senyuman manis.


Zaki menatap layar ponsel nya, "Bismillah, insyaAllah Zaki siap," lirih Zaki, meyakinkan diri nya sendiri. Pemuda itu masih saja menatap layar ponsel nya, dan senyum di bibir nya semakin mengembang.


Ya, tanpa terasa,,, sudah hampir satu tahun Zaki belajar di pesantren Nurul Ulum milik kyai Abdullah tersebut. Zaki belajar dibawah gemblengan langsung gus Umar, yang mengajari pemuda itu dengan berbagai macam ilmu agama.


Gus Umar tidak hanya mengajari Zaki ilmu nahwu dan shorof ataupun juga bahasa Arab, tetapi gus Umar juga mengajari putra sulung ayah Yusuf itu dengan berbagai macam disiplin ilmu agama lain nya. Tentunya, selain pelajaran yang telah didapatkan Zaki melalui pengajian diniyah dan pelajaran yang di dapat dari kyai Abdullah setiap bakda dhuha, di pondok pesantren tersebut.


Karena kecerdasan nya, Zaki dapat menguasai dengan baik setiap materi pelajaran yang disampaikan oleh gus Umar. Zaki pun telah lancar membaca kitab kuning, sesuai dengan tantangan yang diberikan oleh abi nya Delia.


Selama hampir satu tahun itu, Zaki hanya pulang ke Jakarta sekali yaitu saat momen lebaran dan semua keluarga nya berkumpul di kediaman keluarga daddy Rehan Alamsyah.


Selama menuntut ilmu yang hampir genap setahun itu, Zaki juga belum pernah bertemu dengan adik kandung gus Umar yaitu Laila. Karena selama itu pula, Laila tak pernah pulang ke rumah sebab kesibukan nya di kampus jelang akhir kuliah.


Laila yang disibukkan dengan mengikuti KKN dan kemudian lanjut mengerjakan skripsi, membuat bungsu kyai Abdullah itu memilih tidak pulang dan jika rindu atau kehabisan uang saku,,, gadis periang itu akan meminta orang tua atau sang kakak, untuk mengunjungi nya di kosan.


Bahkan terkadang, jika gus Umar ada kuliah sabtu minggu,, Laila meminta sama sang kakak agar mengajak serta sang istri, yang merupakan sahabat karib nya itu untuk menginap di kosan Laila.


Nyai Robi'ah juga beberapa kali mengunjungi putri nya hingga seharian penuh, karena ada saja yang diminta oleh bungsu putri dari kyai Abdullah tersebut jika sang umi berkunjung. Laila kadang-kadang mengajak umi nya untuk belanja ke mall, dan sesekali sekedar mengajak sang umi jalan-jalan di taman kota sambil jajan bakso kegemarannya.


Gadis berkulit putih dan berhidung bangir seperti gus Umar yang selalu bersikap manja dengan kakak nya itu juga sibuk mencari beasiswa, dan saat ini Laila tengah mempersiapkan diri untuk dapat melanjutkan kuliah S2 di luar negeri menyusul sang pujaan hati.


"Zak, kok awakmu klecam-klecem dewe koyok wong sing lagi kasmaran?" Suara kang Bukhori yang tiba-tiba masuk kedalam kamar, mengalihkan perhatian Zaki dari layar ponsel nya. __"Zak, kok kamu senyam-senyum sendiri kayak orang yang lagi kasmaran?"__

__ADS_1


"Iyo kang, aku lagi seneng banget iki," balas Zaki, yang sedikit banyak, sudah bisa berbicara bahasa Jawa.


"Ono opo Zak? Po awakmu entuk lotre?" Tanya kang Bukhori, dengan asal. __Apa kamu dapat lotre?__


"Lotre ki opo tho kang?" Zaki balik bertanya, dengan mengernyitkan kening.


__Lotre adalah bentuk perjudian yang melibatkan penarikan banyak hadiah__ Wikipedia.


"Lotre kuwi judi Zak," balas kang Baharuddin, yang tau-tau sudah ada di ambang pintu kamar entah sejak kapan.


"Lho, kan itu dosa kang? Agama kita melarang judi dan mengharamkan nya kan?" Tegas Zaki.


"Dosa kan enggak kelihatan, jadi ya masih banyak saja orang yang tetap melakukan judi. Coba saja kalau dosa itu terlihat, dan beban nya berat di pundak,, pasti orang-orang akan ramai-ramai meninggalkan dosa." Ucap kang Bukhori dengan terkekeh kecil.


Zaki dan kang Baharuddin ikut terkekeh, seraya mengangguk-angguk.


"Tadi itu, kamu lagi mikir opo tho Zak? Sampai senyum-senyum sendiri, dan ndak lihat ada orang masuk kamar?" Kembali kang Bukhori menanyakan apa yang dilihat nya tadi.


Zaki menggeleng, "enggak kok kang, temen tadi kasih kabar. Katanya, sekarang dia lagi liburan dan ada di rumah. Zaki besok di suruh main ke sana," balas Zaki, yang tak ingin berterus terang kepada teman-teman satu kamar nya itu.


"Lumayan jauh kang, sekitar satu jam perjalanan," balas Zaki, "ya udah ya kang, Zaki mau menemui kak Umar dulu." Pamit Zaki pada kedua teman nya itu, dan segera berlalu meninggalkan kamar untuk menuju kediaman gus Umar.


Zaki mengayunkan langkah nya dengan sedikit tergesa, agar bisa segera sampai di kediaman gus Umar dan menyampaikan kabar yang menggembirakan sekaligus mendebarkan hati nya itu.


"Assalamu'alaikum,,," ucap salam Zaki seraya mengetuk pintu kediaman gus Umar, sesaat setelah pemuda berpostur tinggi tegap itu mengatur pernafasan nya.


"Wa'alaikumsalam,,," balas gus Umar, seraya membuka pintu dengan lebar. "Dik Zaki? Ayo, silahkan masuk," Gus Umar nampak sedikit terkejut, karena tak biasa nya Zaki berkunjung ke kediaman nya siang-siang seperti ini.


Zaki mengikuti langkah gus Umar masuk ke ruang tamu, "duduk dik," titah gus Umar, dan pemuda yang berselisih usia empat tahun dengan gus Umar itu pun menurut.


Dua pemuda yang sama-sama memiliki paras yang rupawan itu, duduk dengan saling berhadapan.


"Ada apa dik?" Tanya gus Umar, dengan tatapan menyelidik.


"Emm,, anu kak, ee,,," Zaki terlihat bingung, hendak memulai cerita nya dari mana.

__ADS_1


"Katakan saja dik, jangan sungkan." Pinta gus Umar seraya tersenyum, untuk mengurai kegugupan Zaki.


"Hehe,, iya kak," balas Zaki dengan terkekeh kecil, seraya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Barusan dik Delia,,, eh, maksud Zaki ning Zahwa. Dia kasih kabar sama Zaki, agar besok Zaki datang ke rumah untuk bertemu dengan abi nya," terang Zaki seraya menatap gus Umar untuk meminta saran atau pertimbangan.


Gus Umar tersenyum, "lantas, maksud dik Zaki menemuiku untuk apa?" Tanya gus Umar.


"Zaki mau minta saran dari kak Umar," balas Zaki.


Gus Umar mengernyit, "saran? Untuk?" Tanya gus Umar kembali.


"Apa yang sebaik nya Zaki lakukan nanti di sana kak, karena kan kak Umar yang lebih paham dengan keluarga Delia Zahwa?" Balas, sekaligus tanya Zaki.


Kembali gus Umar tersenyum, "dari apa yang pernah dik Zaki ceritakan waktu itu, bukankah abi Hasan hanya menginginkan dik Zaki agar bisa menguasai ilmu membaca kitab kuning?" Gus Umar menatap Zaki, dan Zaki mengangguk-angguk membenarkan.


"Sekarang, kembali ke diri pribadi dik Zaki. Jika dik Zaki yakin sudah mampu menguasai ilmu tersebut, maka datang lah ke sana dengan menegakkan kepala. Buktikan pada abi Hasan, bahwa dik Zaki telah berhasil menyelesaikan tantangan yang beliau berikan dan kemudian mintalah restu beliau untuk mengkhitbah ning Zahwa," lanjut gus Umar, yang membuat hati Zaki semakin mantap.


"Baik kak, terimakasih atas saran nya," balas Zaki dengan tersenyum lebar.


"Sama-sama dik, kakak doakan semoga dik Zaki mendapatkan yang terbaik," doa gus Umar dengan tulus, untuk santri istimewa yang sudah dianggap nya seperti adik sendiri.


"Besok ke sana, dik Zaki mau naik apa? Kalau bareng sama kakak gimana? Tapi kakak langsung ke Semarang, karena ada kuliah sore?" Tawar gus Umar.


"Kak Umar sendiri?" Tanya Zaki.


"Sama istri ku, biasa dik.. adikku yang manja kangen sama sahabat nya," balas gus Umar seraya tersenyum, teringat dengan sang adik yang cerewet dan manja tersebut.


🌸🌸🌸🌸🌸 bersambung 🌸🌸🌸🌸🌸


Aku bawa, karya temen aku lagi bestie,,,


Mampir yah, ke Novel : KEKASIHKU PRIA AMNESIA


Karya Author. Nirwana Asri

__ADS_1



__ADS_2