
Siang ini El, Jack dan bibi Mei sedang patroli diwilayah sekitar rumah Elsa sekalian ingin menjemput gerobak yang tertinggal.
Jack berkeliling mengitari komplek, sementara El dan bibi Mei menuju rumah Elsa.
"El, coba kamu lihat pagar rumah Nona baik hati itu, kalau pintunya terbuka kamu langsung masuk saja. Gerobak ku, kutaruh dipojokan pagar dan langsung bawa kesini."
bibi mei memerintah El karena dia letih berjalan berkeliling.
"Baik bu, aku segera kembali"
El segera pergi kerumah itu.
El membuka pintu pagar besi rumah itu perlahan, kemudian masuk dan memeriksa Gerobak mereka.
El berjongkok dan memeriksa gerobak nya, Dia memeriksa dengan teliti.
Jack yang sedang berkeliling bertemu dengan Elsa yang kebetulan mau pulang kerumahnya.
Jack mencoba menggoda Elsa, namun Gagal.
Elsa mengabaikan nya dan berlalu begitu saja.
Elsa membuka Garasi rumah yang berada di sisi lain.
Setelah memarkirkan Mobilnya, Elsa tidak memperhatikan ke arah halaman depan.
Dia berjalan perlahan fokus ke dalam tasnya, dia mencari cari kunci rumah yang lupa ditaruhnya dimana.
Sambil berjalan memeriksa tasnya, sesuatu terjadi.
"Gedubrakkkk"
Elsa menabrak El yang baru saja berdiri setelah selesai memeriksa gerobaknya.
El langsung menangkap Elsa agar tidak terjatuh, Elsa jatuh di lengan El yang kekar itu.
Tatapan mereka bertemu, suasana romantis terjadi seketika. Wajah Elsa merona karena ketampanan pria dihadapannya itu.
El juga terpana dengan kecantikan Wanita dipelukanya itu bak Bidadari.
Sesaat mereka merasakan darah mereka mengalir deras, jantung mereka berdegup kencang.
"Perasaan apa ini?"
pikir mereka dalam hati,
"Siapa kamu??"
mereka bertanya dalam hati masing masing.
"Gedubraakkkk" El melepas kan Genggaman nya karena panik dan kikuk.
Elsa terjerembab ke tanah dan mengerang kesakitan.
Dia marah dan kesal kepada pria itu karena melepasnya.
"Aduhhh bokong ku"
Elsa mengelus elus bokongnya yang kesakitan.
El panik tidak tahu harus bagaimana, El hanya terdiam kebingungan melihat Elsa di tanah menahan sakit.
Dia merasa bersalah dan ingin membantu Elsa berdiri. Namun Elsa yang terlanjur marah mengambil apa saja yang ada didekatnya untuk melempar El.
Melihat itu El segera kabur, berlari menemui ibunya mencari pertolongan.
Elsa tidak membiarkan El begitu saja, Dia berdiri kemudian mengejar El dan berusaha melemparnya.
Namun karena El lebih cepat, lemparan Elsa tidak mengenai El. Yang ada Lemparan Elsa malah mengenai Wajah Jack yang tiba tiba saja muncul.
Elsa terkejut melihat lemparan nya mengenai wajah Jack. Elsa mendekati Jack dan berusaha meminta maaf karena sudah melemparnya.
"Maaf bg, aku gk sengaja. Aku mau melempar sibrengsek yang sana" Elsa memohon maaf pada Jack.
Melihat itu Jack mencuri kesempatan menggoda Elsa.
Jack berakting pura pura Kesakitan dan meminta Elsa memeriksa nya.
__ADS_1
"Awww aduhhh, sakit sekali aww aww.... "
Jack pura pura mengerang.
Elsa pun bingung harus bagaimana dan segera memeriksa Jack karena khawatir.
Jack memanfaatkan momen itu untuk mendapat perhatian Elsa.
Elsa curiga setelah memeriksa Jack, tidak ada luka serius tapi kenapa Pria itu begitu kesakitan.
Elsa pun dengan sengaja mencubit telinga Jack.
Di kejauhan, El dan bibi Mei melihat Elsa dan Jack sedang ribut.
Bibi Mei dan El mendekati mereka untuk menyelesaikan keributan itu.
"Ada apa ini, kenapa kalian ribut?"
Bibi Mei melerai mereka dan memisahkan mereka.
"Ouh bibi, syukurlah bibi datang... pria brengsek ini menipu ku bi"
Elsa mencoba mendapat pembelaan dari bibi Mei.
El hanya diam bersembunyi dibalik punggung ibunya.
Jack juga langsung tengkurap agar wajahnya tidak terlihat bibi Mei.
"Hei berandal, kenapa kamu jahat pada nona ini, apa yang sudah kau lakukan, cepat berdiri dan minta maaf pada nona ini."
Bibi mei membentak dan memarahi Jack.
Jack berbalik dan senyum pada bibi Mei
"Hai... bu" jack senyum pada ibu nya.
"Astagahhh... ternyata sikunyuk ini, dasar berandal"
bibi Mei memukul mukul punggung Jack.
El pun tak bisa bersembunyi lagi karena ulah Jack.
El terdorong tepat ke hadapan Elsa. Dia hanya terdiam menunduk karena tak bisa kemana mana lagi.
"yeaahh... kau tidak bisa kemana mana lagi brengsek"
Elsa menahan tangan El agar dia tidak lari lagi.
Situasi nya sangat kacau, Keributan yang benar benar kacau.
**************
Beberapa jam kemudian didalam rumah Elsa.
Jack dan El sedang disidang oleh bibi Mei.
mereka duduk berdampingan dilantai, seperti anak kecil yang sedang kena marah.
Jack dan El hanya menunduk tidak berani menatap wajah bibi Mei karena mereka sedang disidang.
"Kalian berdua, dasar berandal... kalian harus minta maaf pada nona ini"
"kalian sudah melakukan kesalahan yang fatal, Nona ini sudah baik pada ku, tapi lihat apa yang kalian lakukan padanya"
Bibi mei terus mengomeli mereka berdua.
"Maaf kan kami Nona baik hati" Jack langsung meminta maaf agar segera dilepaskan dari hukuman.
"Apa katamu, Nona baik hati?? cihh.. Namaku Elsa
E L S A, reporter paling Terkenal di negeri ini, ingat itu"
Elsa menyombongkan dirinya.
Jack merasa lucu dengan tingkah Elsa dan nyengir.
Bibi Mei juga kaget melihat sifat elsa yang berubah 180' dia tak mengira, Gadis itu punya selera humor yg sedikit menyebalkan.
__ADS_1
"Nona Elsa, maafkan aku dan anak anak berandal ini, kami sudah banyak merepotkan nona"
bibi Mei juga meminta maaf pada Elsa atas ulah mereka.
"waduhhh, gk papa kq bi, ini bukan salah bibi... bibi tenang saja"
Elsa mencoba menenangkan bibi Mei
" Ngomong ngomong , kayaknya aku pernah lihat mereka deh bi, dimana yah" Elsa menjelaskan dan mencoba mengingat ingat kembali.
El langsung mengangkat Wajahnya dan coba memperhatikan lagi dengan baik baik wajah Elsa.
Tiba tiba mereka saling tatap karena sudah mengingat pertemuan mereka.
"Kamu ..." mereka sama sama saling menatap karena sudah mengingat.
Reaksi mereka berubah, terjadi serangan balik.
Elsa menjadi malu dan merasa bersalah, sementara El menatap tajam wajah Elsa.
El memberitahu ibunya,
"Buk, wanita ini orang jahat, dia sudah mengejek dan berburuk sangka padaku dan jack"
Elsa panik dan mencoba membela diri dihadapan bibi Mei.
"Bukan begitu bi, Aku bisa menjelaskan yang sebenarnya"
Setelah menjelaskan yang sebenarnya, Bibi mei hanya tertawa.
"Hahaha, ternyata begitu. ya sudahh.. kalian sudah impas, jadi jgan bertengkar lagi. Cepat baikan"
bibi Mei menarik tangan mereka berdua dan menyatuknnya sebagai tanda penyelesaian masalah mereka.
Akhirnya mereka berdamai setelah berdebat beberapa saat, semua terjadi hanya karena kesalah pahaman.
Saat akan berpamitan pulang, bibi mei mengatakan pada Elsa, jika butuh bantuan mereka siap kapan saja membantu Elsa.
Elsa menerima tawaran bibi Mei dengan senang hati, Selain keluarga bibi Mei yang baik, dia mulai penasaran dengan El. Sepertinya Elsa menyukai El sejak mereka saling pandang didepan rumah tadi.
"Kami permisi pamit non, jaga diri nona, jgan lupa jika butuh sesuatu langsung saja hubungi Putra ku."
Bibi Mei meyakinkan Elsa lagi.
"Iya buk, saya pasti memberitahu nanti, hati hati dijalan ya bu" Elsa melambaikan tangan kearah Bibi Mei.
Mereka pun berpisah saat itu.
*************
Disebuah Pemukiman dekat sebuah pabrik, dua orang pria baru saja berhenti dan memarkirkan truknya di pinggir jalanan pemukiman itu.
Mereka mengeluarkan beberpa Drum dari dalam truk, kemudian membuang isinya ke parit dipinggir jalanan itu. Aliran parit itu cukup deras sehingga membawa hanyut cairan yang dibuang ke dua pria itu.
Setelah membuang semua isi truk itu, mereka pergi dan membawa semua drum kosong itu.
Dari kejauhan, salah seorang penduduk melihat aksi kedua pria itu dan sempat merekamnya dengan ponsel.
Kemudian pria itu pergi karena takut ketahuan.
***************
Malam pun tiba, seperti biasa El membereskan barang bekas hasil mereka hari ini. El hanya seorang diri, sementara bibi mei sudah beristrahat dan tertidur diruang tengah karena kelelahan seharian ini.
Sementara Jack belum kembali dari Rumah Ayahnya sejak mereka berpisah sore hari.
Jack merindukan ibunya dan ingin bertemu, sekalian meminta jajan.
Saat mengemasi barang barang bekasnya, El teringat dengan momen pelukan nya dengan Elsa siang tadi. El senyum senyum sendiri mengingat momen itu.
Sementara Elsa juga tidak bisa tidur karena terus terbayang bayang pada wajah El. Dia mencoba mengingat ingat kembali jauh sebelum mereka bertemu tadi siang sepertinya dia sudah pernah bertemu dengan El. Namun usaha nya sia sia, dia tak bisa mengingatnya.
Elsa pun segera tidur, karena besok harus kembali bekerja.
Takdir sudah mengikat, kita hanya bisa melepasnya jika kita tidak menyukainya
*** bersambung ***
__ADS_1