Finding Love

Finding Love
Bagian 15 -= Masa lalu di Masa depan =-


__ADS_3

"Duk duk duk ...." terdengar suara pukulan dari halaman belakang rumah, El sedang berolahraga karena tidak ada aktifitas rutin yang harus dikerjakan.


Bibi Mei juga sedang kepasar berbelanja keperluan mereka sehari hari. Jack juga belum bangun dari tidurnya.


"Angel adikku ku, aku akan merawat mu. Maafkan kakak sudah menelantarkan mu selama ini. Aku berjanji tak akan membiarkan mu sendiri lagi."


El mengucap di Dalam hati dan matanya memerah berlinang air mata. El menyesal telah meninggalkan Adiknya hidup sebatang kara dan berakhir menyedihkan, dia tak sanggup membayangan kan Angel bertahan hidup selama ini.


El pun melampiaskan amarahnya dengan berolah raga, agar energi emosinya yang berlebihan bisa dia keluarkan.


Jack yang terganggu suara gaduh yang ditimbulkan El segera bangun dan menemui El.


"Broth, Pelan pelan dikit lah, aku masih ngantuk ni"


Sambil menahan matanya yang masih berat dia menatap wajah El.


Jack mengenali raut wajah datar itu, wajah yang selalu menakuti jack jika El marah.


"Oke oke, lanjut brothh, aku masuk lagi"


Jack takut dengan tatapan wajah El.


El pun menyadari ketakutan sahabatnya itu, dan menegur Jack.


"Hey kunyuk... bawakan aku air minum ya" El mencoba menenangkan diri agar Jack tidak khawatir.


"Ambil sendiri" Jack menolak dan langsung masuk ke kamar mandi.


"Sialan kau" ucap El kemudian meneruskan olahraganya.


Tiba tiba Elsa muncul, Bersama Angel.


Mereka terpesona melihat El yang sedang berolahraga, tubuh kekar El terlihat, ototnya membius perhatian Elsa. Keringat yang membasahi tubuh El melengkapi betapa perkasanya Pria itu.


"Hei... Nona jahat, sadarlah"


El sudah berdiri dihadapannya dan menyadarkan Elsa dari Lamunannya.


Elsa pun kikuk karena tak kuasa menahan malu tertangkap basah menikmati pemandangan indah itu. Wajahnya merona dan suaranya terbata bata.


"Aa.. a iya, ada apa.. kemana ??"


Elsa mengucapakan sembarang kata karena kikuk dihadapan El. Angel hanya tertawa melihat ekspresi Elsa yang kocak itu.


El pun mengabaikan Elsa dan bertanya pada Angel,


"Ada apa, kenapa dia kembali kemari??"


Angel juga bingung ingin menjawab apa, sebenarnya Elsa yang meminta  dia untuk menemani Elsa kerumah itu. Sebelumnya Elsa sudah datang saat Pagi hari untuk membawa Angel Shoping.


"Ouh itu, eh anu... Elsa membawa aku karena tidak ada kegiatan, jadi kami memutuskan ingin pergi jalan jalan bersama bibi"


Angel mengarang alasan seadanya.


El pun mempercayai Elsa dan menyuruh mereka masuk rumah dan menunggu bibi Mei kembali dari Pasar.


"Waaaaaaaa" terdengar teriakan sesaat mereka berdua masuk kedalam Rumah. El Segera menyusul dan mencari tahu ada apa didalam rumah.


Elsa dan Angel sedang tertunduk dan menutup wajah mereka, karena tak sengaja Melihat Jack yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya mengenakan sebuah handuk untuk menutupi kemaluannya.

__ADS_1


Jack yang kaget saat Elsa dan Angel masuk membuat handuknya terlepas dari genggamannya.


EL yang melihat situasi itu segera melempar Jack dengan bantal dari atas kursi.


"Dasar Cabul, sana pergi" El kesal melihat tingkah kocak Jack yang sangat malu itu.


Jack pun lari menuju kamar mereka dan segera berpakaian. Elsa dan Angel pun sudah sedikit tenang dan duduk diruang tamu menunggu Bibi mei kembali dari pasar.


El membuatkan mereka Teh agar tidak terlalu bosan menunggu Bibi mei.


Tidak berapa lama bibi mei pun kembali, dengan seabrek belanjaan di tangan nya.


El langsung datang menghampiri bibi mei dan membantu membawa belanjaan itu.


"Aduh pinggangku,..." Bibi mei pun segera masuk.Di dalam rumah sudah ada Angel dan Elsa.


"wah.. ada nona nona, ada sesuatu yang nona Elsa butuhkan??" Bibi mei menyapa mereka.


"Hai bibi, apa kabar??" Elsa menyapa bibi mei sambil tersenyum


"AKu ingin membawa bibi mei kesuatu tempat dan menghabiskan waktu disana, Angel juga ikut ya" Elsa membujuk Angel agar ikut bersama mereka.


Angel hanya menurut saja, karena dia juga tidak tahu harus ngapain hari itu.


"Kalian mau kemana?" Tiba tiba Jack keluar dari kamar dan menanyai mereka.


"Bukan urusan mu" Jawab bibi Mei menghentikan Jack yg suka kepo itu.


"ahhh ibu.... Aku juga pengen tau" Jack membujuk bibi mei dengan tingakah bocahnya.


"Kami ingin pergi kesuatu tempat, dan menghabiskan waktu disana" ucap Elsa kemudian.


Setelah Elsa, Angel dan bibi Mei pergi Jack segera memberitahu El kalau wanita wanita itu sedang merencanakan sesuatu dan pergi ke suatu tempat.


"Broth ayo kita ikuti mereka, mereka pasti bersenang senang dan tidak mengijinkan kita ikut" Jack mencoba merayu El.


"Ahh sudahlah, itu urusan wanita... jgan terlalu ikut campur" El tidak tertarik dengan ajakan Jack.


"Ayolaah brothh," Jackk terus membujuk El hingga akhirnya El menyerah pada sahabatnya itu.


Jack sangat senang dan bergegas mengambil kunci mobilnya.


Mereka pun pergi dan mengikuti Wanita wanita yang belum jauh itu pergi.


                                 ********************


"Dor... dorr... dorr....", suara tembakan memecah kesunyian di sebuah Gudang tua. Seorang bos Mafia sedang mengeksekusi Bawahannya. Kakinya ditembak dan dibiarkan terluka.


"Kau tau ini akan terjadi padamu kan?" Bos mafia itu pun mengingatkan Bawahanya itu.


Pria yang ditembak itu hanya menangis menahan sakit akibat kakinya tertembus peluru dari senjata Bos nya.


"Maa aafkan ssa ayya Bos, tolong kasih satu kesempatan lagi", Pria yang terluka itu memohon belas kasihan dari Bos nya itu.


Bos itu pun mendekati Pria yang terluka itu dan membisikkan sesuatu, 


"Baiklah, ini kesempatan terakhir mu, kau ku beri satu bulan, segera bereskan wilayah itu. Jika gagal kali ini, Kau dan keluargamu akan berakhir di Neraka." bos itu mengancam pria itu kemudian pergi bersama pengawal nya meninnggalkan gudang itu.


Pria yang terluka itu pun hanya bisa pasrah dengan keadaanya dan segera menghubungi sahabatnya agar menjemputnya dan membawa dia kerumah sakit.

__ADS_1


                                *********************


Di tempat lain, Boby sedang bersantai di Balkon tempat dia tinggal. Sebuah panggilan masuk keponselnya.


Boby mengangkat panggilan itu namun hanya mendengarkan dengan seksama.


Raut wajah Boby segera berubah Masam saat mendengar panggilan itu, Boby membanting ponselnya kemudian memanggil pengawalnya yang berjaga disekitarnya.


" Segera bereskan tuan Liong, dan jangan sisakan satu orang pun. Libatkan Polisi setempat untuk membantu kalian agar tidak terjadi hal yang terlalu parah."


Boby memberi perintah dan Segera beranjak dari situ.


Pengawal itu pun segera pergi setelah mendapat perintah dari Bos nya.


pengawal setia Boby itu pun menemui kepala Polisi kenalan nya untuk memberi tahu situasi yang sedang mereka Alami.


"Bro, bos mendapat info kalau Geng tuan Liong akan mengadakan transaksi diwilayah kami, mereka sengaja melakukan itu agar bos Boby terjebak. Saya ingin meminta bantuan Kepolisian untuk membereskan masalah ini, dan kalau boleh kami ingin terlibat dan membantu Kepolisian menangkap para penjahat itu." Ben menjelaskan situasi nya kepada Polisi itu.


"Baiklah, ini adalah masalah besar aku akan mempersiapkan pasukan dam media, Kalian cukup berjaga jika ada Geng mereka yang mencoba kabur" Polisi itu pun menyepakati permintaan Ben.


Mereka pun Berangkat menuju Lokasi yang sudah ditargetkan dan mempersiapkan jebakan untuk Geng Liong.


Waktu transaksi pun tiba, Semua polisi dan geng Ben sudah bersiap untuk menangkap target mereka. 


3 Buah mobil masuk ke wilayah itu dan parkir, beberapa pria bersenjata turun dan langsung mengambil posisi masing masing. Tidak berapa lama, Muncul lagi beberapa Mobil dan mendekati wilayah itu.


Dari dalam mobil turun Tuan liong, kepala Gangseter Liong membawa sebuah Koper besar. Para pengawal yang sudah dilengkapi senjata pun segera mengikuti Bosnya dari belakang.


Dari mobil yang pertama tiba itu pun keluar seorang Pria, dia juga membawa sebuah Koper berisi sejumlah Uang. Pria itu adalah Arfat.


"Apa kabar mu?" Ucap Liong pada Arfat dari Kejauhan tempat dia berdiri.


Arfat hanya tersenyum sinis dengan ramah tamah Liong, Arfat tidak suka berbasa basi dan ingin segera menyelesaikan pertemuan itu.


Memerintahkan salah satu pengawalnya melihat Isi Koper itu untuk memastikan bahwa itu adalah barang pesanan yang ingin dibelinya.


Setelah diperiksa, Pengawal itu memberi kode bahwa barangnya pas, dan tidak diragukan lagi.


Arfat pun Segera mendekati Liong membawa koper Berisi uang itu dan menyerahkannya pada Liong.


Saat mereka sedang dalam situasi tegang itu, Polisi yang sudah bersiap di lokasi segera mengejutkan mereka dan menyruh mereka tetap diam.


Seluruh wilayah itu segera di Blok oleh pasukan polisi, tidak menyisakan celah agar para penjahat itu bisa lolos.


Namun hal yang tidak diduga terjadi, Para penjahat itu melakukan perlawanan dan menembaki para polisi itu. Baku tembak pun tak terhindarkan. Para Pengawal boby yang tidak dilengkapi senjata segera menyelamatkan diri. Namun beberapa ada yang ikut membantu Polisi yang terkena tembakan.


Korban pun terus berjatuhan, Sementara Liong dan Arfat berhasil melarikan diri.


beberapa Petugas polisi terluka dan tak ada yang tewas karena telah mempersiapkan diri dengan perengkapan keselamatan. sementara dari Pihak Liong dan Arfat jatuh korban yang tewas dan terluka parah.


Polisi itu pun mengumpulkan mereka lalu dibawa pergi ke kantor polisi untuk di tahan.


Tidak jauh dari Wilayah itu, Boby baru tiba dan berhenti dan memperhatikan situasi disana.


Boby menelpon salah satu Pengawalnya yang dia tugaskan memberikan laporan tentang situasi itu.


"Halooo bos, Situasinya kacau, Anggota Geng mereka banyak yang tewas, namun Liong dan Pembeli itu berhasil lolos, tapi kami sudah mengenali wajahnya. Pihak kepolisisan juga akan segera mengusut kasus ini lebih dalam" Ben menjelaskan Situasi disitu.


"tut tutt tut" Panggilan pun berakhir dan Boby segera pergi dari situ.

__ADS_1


*** Bersambung ***


__ADS_2