
Usai resepsi pernikahan Zaki dan Laila, malam harinya, keluarga besar Alamsyah dan Antonio berpamitan hendak pulang ke tempat kakek Ilyas terlebih dahulu. Tempat bersejarah dimana Zaki dan Laila bertemu, tanpa saling tahu bahwa ternyata keluarga keduanya sudah saling mengenal dengan sangat baik.
Sebenarnya Zaki dan Laila ingin ikut serta ke yayasan pendidikan kakek Ilyas bersama keluarganya, sekaligus untuk mengenang masa-masa dimana keduanya hanya bisa saling melirik dan menyimpan rasa dalam hati, tanpa berani mengungkapkan perasaan karena trauma masa lalu masing-masing.
Kala itu, Zaki yang tak mau lagi menjalin kedekatan dengan seorang gadis, sebelum dirinya meminta restu pada orang tua si gadis terlebih dahulu dan Laila yang tak berani berharap lebih pada Zaki karena takut akan mengalami kegagalan serupa yaitu ditinggal menikah.
Karena hal itulah, ketika mendengar dari Adnan bahwa Zaki pulang ke Jakarta dan hendak mempersiapkan pernikahan, Laila menjadi uring-uringan sendiri. Padahal ustadz tampan yang telah berhasil mencuri hati Laila itu sedang mempersiapkan pernikahan untuk mereka berdua.
Kini, semua telah berakhir dengan indah. Mereka berdua telah disatukan dalam ikatan pernikahan yang suci dan dengan cara yang paling manis.
Zaki merasa menjadi pemuda yang paling beruntung, karena dengan mudah bisa mendapatkan restu dari kyai Abdullah. Padahal sebelumnya banyak sekali yang ingin meminang Laila, bahkan sebagian dari mereka adalah dari kalangan santri yang tak diragukan lagi keilmuan agamanya.
Begitu pun dengan Laila, putri bungsu kyai Abdullah itu pun merasa menjadi wanita yang paling beruntung karena dipilih oleh santri kesayangan sang abah. Pemuda yang meski berasal dari keluarga yang kaya raya, namun tetap rendah hati dan tidak menyombongkan diri.
"Jadi ikut enggak, Bang Zaki?" tanya sang bunda Fatima memastikan, ketika melihat putra dan menantunya itu malah terdiam dan saling memandang.
"Enggak usah aja Bun, lusa kami kan harus berangkat umroh. Kasihan nanti Ning Laila kecapekan," balas Zaki, yang disetujui oleh Laila dengan mengangguk.
"Maaf ya Bun, InsyaAllah sepulang dari umroh kami akan langsung ke sana," timpal Laila.
Bunda Fatima mengangguk, "baiklah Nak, jaga kesehatan kalian dan segera berikan kami kabar bahagia," pinta bunda Fatima, seraya tersenyum hangat.
"Pasti Bun," balas Zaki dengan senang hati, sedangkan sang istri tersenyum malu.
Setelah berpamitan dengan keluarga kedua pengantin baru dan keluarga kyai Abdullah, keluarga besar Zaki beserta keluarga kakek Burhan pun segera meninggalkan kediaman mertua putra sulung ayah Yusuf tersebut.
__ADS_1
Zaki segera menuntun sang istri menuju kamar untuk beristirahat, karena dari pagi sang istri sudah mengantuk dan juga kelelahan akibat gempuran darinya semalam. Belum lagi, acara resepsi dengan banyak tamu yang hadir, yang mengharuskan mereka berdua untuk berlama-lama berdiri menyalami para tamu undangan.
Setibanya di dalam kamar, Laila langsung membersihkan diri di kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan gaun tidur hadiah dari Aida. "Ck,,, ada-ada aja sih mbak Aida, kasih kado gaun gini amat. Udah kurang bahan, tipis lagi," gerutu Laila, sambil mematut dirinya di depan cermin kala Zaki sedang berada di kamar mandi.
"Kalau enggak aku pakai, nanti Abi kecewa lagi. Tadi kan Abi yang minta, agar aku pakai gaun hadiah dari mbak Aida ini," Laila nampak menimbang-nimbang.
Tepat disaat yang sama, Zaki keluar dari kamar mandi dan menatap sang istri dengan pandangan terpana. Suami sah Laila itu bahkan sampai lupa berkedip menyaksikan keindahan di depan mata, meski semalam keindahan tersebut telah dilihatnya bahkan telah dirasakan oleh Zaki hingga berkali-kali.
Padahal tadi sewaktu di pelaminan, Zaki telah berjanji pada dirinya sendiri bahwa malam ini dia tidak akan menggoda istrinya.
"Maaf Umm, jika aku melanggar janjiku sendiri. Semua ini salah mu Umm, kenapa kamu memiliki keindahan tubuh yang menggoda ku," bisik Zaki dalam hati, seraya menelan saliva nya.
Sementara Laila pun menatap sang suami dengan penuh kekaguman, Zaki yang hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggang, membuat dada bidang yang ditumbuhi bulu-bulu halus serta roti sobek di perut ustadz tampan tersebut terpampang nyata di hadapan Laila.
"Subhanallah, suamiku kenapa malam ini terlihat semakin tampan ya? Sungguh sayang, jika malam ini kami melewatkan kebersamaan hanya dengan tidur bersama." gumam Laila seraya tertawa dalam hati, menertawakan kenakalan pikirannya sendiri.
Zaki mendekati Laila yang masih berdiri terpaku di depan cermin, suami tampan Laila yang masih mengenakan handuk itu meraup pipi sang istri dengan lembut dan menatap istrinya dengan penuh cinta.
Perlahan namun pasti, Zaki mulai mendekatkan wajah dan kemudian menyatukannya dengan penuh perasaan. Segala rasa mereka curahkan bersama, rasa cinta, rasa sayang dan rindu, serta rasa saling memiliki.
Pemuda gagah nan tampan rupawan itu mulai menuntun sang istri menuju pembaringan tanpa melepas pertautan mereka berdua, dengan perlahan Zaki merebahkan diri dan membiarkan tubuh ramping sang istri menindih tubuh kekarnya.
Setelah puas menikmati manisnya bibir tipis istrinya, suami Laila itu menjauhkan sedikit wajah sang istri dan dengan lirih berkata. "Aku milikmu sayang, lakukan apa pun yang kamu mau." Zaki menatap sayu netra bening Laila.
Laila tersenyum seraya menggelengkan kepala, "modus ah, endingnya tetap Abi yang keenakan."
__ADS_1
Zaki terkekeh kecil, "memangnya, Ummi enggak merasakannya? Terus, yang semalam bilang 'lebih cepet lagi Bi', siapa?" goda Zaki, yang membuat pipi putih Laila merona merah.
"Apaan sih Abi," Laila mengerucutkan bibir, hingga membuat Zaki semakin gemas dan langsung melahap bibir merah merekah sang istri.
Kedua insan yang saling dimabuk cinta itu kembali bergulat di atas empuknya ranjang pengantin, lelah yang melanda tubuh seharian tak lagi dirasakan. Keduanya berlomba untuk saling memberikan kehangatan, kenikmatan dan kebahagiaan untuk pasangan halalnya.
Bersama-sama mereka berdua menggapai indahnya syurga dunia dan merasai kenikmatan yang hakiki...
πΈπΈπΈπΈπΈ Alhamdulillah End π₯°π₯°
Terimakasih atas semua dukungan kalian, no protes & no debat yah ππ
InsyaAllah Kita masih akan terus bertemu, dengan kisah menarik yang lain π€π€
Yang belum mampir di cerita terbaruku ;
@ Om Doni dan Lili
@ Melati dan lika liku kehidupannya...
Mampir yah ππ
Give away nya InsyaAllah akhir bulan ππ
Salam hangat dan sayang buat kalian semua ππ
__ADS_1
Stay Healthy
Stay Happy ππ