Finding Love

Finding Love
Bagian 13 -= Adikku =-


__ADS_3

Jack membawa El kesebuah butik terkenal di kota itu, Jack ingin merubah penampilan sahabatnya itu.


Pakaian terbaru dan limited edition dibelikan jack untuk El. Rambut El juga ditata oleh Hairstylist terkenal dengan model terbaru.


Hasilnya El menjadi tampak seperti seorang model, dari penampilan yang biasa biasa saja menjadi sosok pria sempurna. Bahkan Jack terkagum kagum melihat penampilan El. Karyawan di Salon juga terpesona dengan penampilan baru El.


Jack cukup puas dengan hasil perubahan El, kemudian membawa El menuju Bar tempat Gadis Impiannya bekerja. Jack sengaja membawa El karena tidak berani menemui Gadisnya itu seorang diri. itulah kenapa penampilan El harus dia rubah.


Setelah membayar semua tagihan, Mereka pun bergegas pergi. Jack memacu mobil nya dengan kecepatan tinggi karena tidak sabar ingin bertemu Gadis pujaannya itu.


Setelah tiba di Bar, Jack memarkirkan Mobilnya di Parkiran utama tepat didepan pintu masuk Bar agar semua orang melihat mereka.


benar saja, ketika mereka turun dari mobil semua mata tertuju pada mereka berdua.


karena ketampanan dan aura pria sejati yang mereka pancarkan.


"Whatsaappp brooo" Jack mencoba sok Akrab dengan petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk.


El hanya mengikuti Jack dari belakang karena tidak terbiasa dengan situasi seperti itu, namun dia mencoba beradaptasi.


Jack masuk ruang VIP dan memanggil pelayan untuk memesan minum. Jack tahu.. kalau VIP adalah ruangan yang hanya dilayani oleh pelayan pelayan khusus. Dia berharap yang datang adalah Gadis pujaannya Angel.


Seorang wanita datang membawa pesanan mereka


"Permisi tuan tuan, ini pesanan anda"


wanita itu meletakkan pesanan Jack diatas meja.


Jack menatap wajah Wanita itu, dia kecewa karena bukan Angel yang datang melayani mereka.


Jack pun menanyai Pelayan itu karena penasaran


"Maaf nona, kenapa bukan Gadis yang biasa disini yang melayani kami??" jawab Erna kemudian pergi dari situ.


El Terkejut mendengar nama itu, lamunannya kembali ke masa kecilnya. Dia teringat pada adiknya yang sudah sangat lama ditinggalkannya.


Dia merindukan adiknya itu.


Jack tiba tiba mengagetkan El dari lamunannya,


"Broth, kau tahu gk.. soal aku dikantor Polisi kemaren, itu karena aku menghajar pria pria brengsek yang mencoba melecahkan Pelayan disini. Namanya Angel.. dia cantik sekali broth, Hahaha aku jatuh cinta padanya" Jack menjelaskan dengan bahagia kepada El.


"Ouh, ha ha.."


El menegak minuman digelasnya kemudian bertanya pada Jack,


"Siapa nama pelayan itu??"


"Kalau gk salah dengar, tadi pelayan itu bilang namanya Angel, Wahh namanya Bagus sekali seauai dengan orangnya" Jack menjawab El dengan semangat menunjukkan reaksi orang yang sedang jatuh cinta.


"Sudah berapa lama kau kenal dengannya??"


El bertanya lagi


"Hei kunyuk, kenapa menginterogasi aku, kau penasaran ya?? Jack menggoda sahabatnya itu.


"Brengsek, aku cuma bertanya"

__ADS_1


El pun kembali menegak minuman digelasnya.


Mereka pun menikmati suasana dibar itu, lantunan musik Dj yang menggetarkan jantung membuat Jack dan El nyaman.


Setelah beberapa jam mereka dibar, dan banyak minuman sudah mereka habiskan El mengajak Jack untuk pulang karena sudah sedikit mabuk.


El pun memundak Jack dan keluar dari Bar itu setelah membayar tagihan mereka.


Saat diluar Jack ingin muntah, El segera melepas jack dan melemparnya agar tidak terkena muntahan Jack.


Jack pun berlari ke lorong disamping Bar untuk memuntahkan isi perutnya.


Setelah puas mengeluarkan cairan diperutnya Jack pun merasa lega, kesadarannya mulai pulih.


Saat mengangkat kepala, tidak jauh dari situ Jack melihat sekumpulan Pria sedang menyudutkan seorang gadis. Sepertinya mereka ingin melukai gadis itu.


Ketika Jack mempeehatikan dengan seksama, ternyata Gadis itu adalah Gadia impiannya.


Jack langsung naik Pitam, Emosinya meledak dengan keadaan setengah sadar Jack berlari, melompat dan menendang pria pria berandalan itu.


Perkelahian pun terjadi, Jack berhasil menjatuhkan beberapa orang, namun karena kondisinya yang tidak Fit akibat mabuk, Jack berhasil dikalahkan dan terkapar dihadapan Angel yang terduduk ketakutan. Angel semakin sedih ketika pria yang berusaha menolongnya sudah kalah dan terluka diwajah nya.


Jack dan Elsa saling menatap, Jack hanya tersenyum pada Angel yang menangis melihat keadaan jack.


"Jangan menagis nona, kau pasti akan baik baik saja. Jangan menagis ... jangan menangis" Ucap Jack kemudian pingsan.


Angel pun langsung mengangkat kepala Jack dan menaruhnya di pangkuannya. Dia berusaha menyadarkan Jack kembali.


Namun pria pria berandal yang sudah kelelahan itu ingin mengakhiri Jack. Mereka berusaha menarik jack dari pangkuan Angel.


Salah seorang pria kemudian membekap Jack dan mengeluarkan pisau dari sakunya dan ingin menikam jack.


Namun yang dia temui sangat mengejutkannya, emosi El membara beribu ribu kali lipat, Dia melihat sahabatnya akan segera di Tikam.


El meneriaki Para berandalan itu,


"Hoi ****, lepaskan tangan mu dari nya jika masih ingin melihat matahari esok pagi"


Berandalan itu kaget mendengar El dan berbalik melihat asal suara itu.


Para berandalan itu pun berubah haluan, kini mereka akan berhadapan dengan El.


"Ciihhh, satu lagi mangsa" mereka pun berlari kearah El dan berusaha mengkeroyok El.


El hanya berdiri, Satu persatu para berandalan itu ditumbangkannya. Hanya dalam hitungan menit... Ke 10 berandalan itu sudah Tumbang dengan luka luka disekujur tubuhnya.


Tinggal satu orang lagi tersisa, berandal yang ingin menikam Jack. El kemudian berjalan perlahan mendekat.


Saking takutnya, berandal itu pun pergi berlari menyelamatkan diri.


Angel yang sedari tadi hanya menangis dan memeluk Jack tidak sadar dengan kejadian barusan. Setelah El mendekati Mereka Angel terkejut, dia mengira El salah satu berandalan itu.


"Ampun i aku tuan, aku akan menyerahkan diri ku pada mu, tapi tolong selamatkan pria ini" Isak tangis kesedihan Angel membuat El menetaskan air mata yang sangat dalam. Dia menatapi wajah Gadis dihadapannya itu.


El pun mengangkat tubuh Jack dan membawanya, Dan Angel mengikuti nya dari belakang.


El menghubungi kantor polisi dan rumah sakit agar membawa jack untuk dirawat. Sementara itu Polisi juga membawa dan akan menahan para berandalan itu karena sudah membuat onar dan melukai Angel.

__ADS_1


Setelah semua pergi, hanya tinggal El dan Angel di parkiran. El tidak sanggup melihat Kondisi Angel. dia terus meneteskan airmata. Sesekali dia mengusapnya agar tidak terlihat menyedihkan dihadapan Angel.


"Bang, makasih sudah menolong kami. Aku akan membalas kebaikan mu katakan saja apa yang abang mau" Angel memecahkan keheningan malam itu.


El kaget mendengar perkataan Angel dan tak kuat lagi menahan airmatanya, kesedihannya semakin menjadi jadi.


El berbalik dan langsung memeluk tubuh mungil Angel, dia memeluk erat adiknya itu dan airmata membasahi pipi El.


Angel yang kebingungan pun hanya terdiam dan membiarkan El memeluknya.


Angel merasakan pelukan itu sedikit berbeda, kehangatan dan belaian tangan di pundak nya terasa seperti kasih sayang yang pernah dia rasakan dulu.


Angel tidak ingin mengingat masa lalunya yang pahit itu dia hanya berusaha menenangkan El yang terus saja menangis dan memeluknya.


                                        **************


El kemudian membawa Angel menuju rumah sakit tempat jack dirawat sekalian ingin memeriksa Angel , barangkali ada luka serius yang dia dapat ketika berandalan itu melukainya.


El memanggil Dokter dan meminta perawatan dan pemeriksaan terbaik untuk Angel.


Angel pun merasa sungkan namun tak bisa menolak karena El memaksa.


Sementara Angel diperiksa, El mendatangi ruangan tempat  Jack dirawat.


El kaget mendapati Jack yang sudah sadar dan duduk diatas tempat tidur sedang asing mengobrol dengan perawat yang sedang memeriksanya.


"Oiikkk brooth, kau sudah datang" Jack melambaikan tangannya pada El yang baru saja masuk.


Perawat itu pun meninggalkan mereka berdua dan memberi kesempatan pada El menjenguk sahabatnya itu.


El mendekati jack kemudian menempeleng kepala jack


"Baru tadi pagi kau ku ingatkan, sekarang malah berulah" El menasihati Jack dengan kesal namun kasihan melihat kondisi  jack yang babak belur.


"Maaf broth, aku tidak tega membiarkan Gadis itu, asal kau tahu saja.. dia lah Gadis yang kumaksud... aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama kami, hanya saja pertemuan kami selalu tidak pada momen yang baik." Jack menjelaskan keadaan malam itu.


"ngomong ngomong, gimana keadaannya nya, gadis itu apa dia baik baik saja?"


Jack bertanya karena khawatir pada Gadis itu,


"Angel ... namanya Angel, dia baik baik saja, dokter sedang memeriksanya. gk usah berlebihan kali lah bro" El menenangkan jack.


"Syukurlah, kau sendiri gmna??"


jack bertanya lagi.


"Tak usah khawatir kan aku, pikirkan saja luka diwajah mu ini" El menjahili jack dan mencolek perban diluka jack.


Mereka tetap bercanda dan ceria meski baru saja mengalami perkelahian dan mendapat luka.


Semua itu tidak ada apa apanya dibanding masalalu mereka ketika di pasukan khusus dulu.


"Sreerrrtt" Pintu ruangan Jack dirawat terbuka, Angel masuk untuk melihat keadaan Jack. Dia terus khawatir pada jack dan ingin berterima kasih telah menyelamtkannya. Angel ingin membalas kebaikan Jack yang mau berkorban demi dirinya yang hanya seorang pelayan bar.


Angel berdiri dan membungkuk memberi salam, Jack terpesona dengan Angel yang cantik jelita itu. Dia tidak sadar dan terus menatap wajah Angel.


Angel juga menjadi malu malu dan wajahnya merona karena terus dipandangi Jack dengan Tatapan yang dalam.

__ADS_1


*** bersambung ***


__ADS_2