
Diperjalanan menuju tempat yang Elsa maksud, Mereka sedang bernyanyi ria mengikuti musik yang mereka mainkan di pemutar musik.
Mereka begitu senang, menikmati perjalanan mereka.
Setelah sampai ditujuan, mereka pun segera berlari lari dan menikmati suasana disana.
Elsa membawa Angel dan bibi mei bermain ke Pantai karena Elsa belum pernah merasakan kesenangan bersama orang orang dia rasa dekat dengan nya.
Angel dan bibi Mei berlari duluan menuju air dan bermain main dengan ombak. Elsa memandangi kedua wanita itu dan tersenyum.
"Makasih buat kalian, sudah mau menjadi teman ku" ucapnya dalam hati kemudian bergabung dengan mereka.
Sementara itu, El dan Jack baru saja tiba dan mulai mencari cari keberadaan ketiga wanita itu.
Mereka menyusuri sepanjang Pantai yang cukup lengang itu dengan teliti.
Akhir nya mereka menemukannya dan sembunyi agar bisa memantau kegiatan wanita wanita itu.
El yang sedari awal malas dengan ajakan jack itu mau tak mau mengikuti tingkah Jack.
Karena bosan dan merasa yang melakukan sia sia, El meninggalkan Jack diam diam dan pergi mencari sebuah cafe kecil untuk beristrahat.
Tidak jauh dari pantai itu, El memasuki cafe sebuah resort di Pantai itu.
Setelah memesan Minum, dia duduk di dekat kaca yang menghadap langsung ke pantai. Dari situ dia bisa melihat keberadaan Wanita wanita itu.
Saat sedang menikmati minumannya, El tidak sengaja mendengar 2 orang pria yang sedang mengobrol di belakangnya.
"Bos, Saat ini Pembeli dan Liong masih berkeliaran karena berhasil lolos dari penyergapan waktu itu, Kemampuan kita masih kurang kuat untuk bisa menangkap dan menghabisi kelompok kriminal itu.
Apa sebaiknya kita sewa orang khusus untuk menangani masalah ini??" Ben mencoba memberi saran pada Bosnya.
"Kalian adalah tim terbaik soal keamanan, apa kau punya kenalan yang lebih hebat dari tim kalian??" Boby meragukan Ben namun sedikit menerima saran pengawalnya itu.
"Saya akan mencarinya bos, kita bayar dia sebanyak yang dia mau jika berhasil menghancurkan kelompok Liong dan menangkap pembeli itu"Ben berusaha meyakinkan bosnya.
Sejenak Boby memikirkan saran dari Ben, namun sepertinya dia tidak berani memutuskan.
"Begini saja, kita tunggu situasi berikutnya. Jika semakin memburuk maka kau harus segera menemukan orang yang pas untuk tugas itu" Boby memberikan Ide lain pada Ben.
"Baik bos, akan saya lakukan seperti yang bos perintahkan" Ben pun segera pergi setelah mendengar ucapan bosnya.
Setelah Ben pergi, seorang Pria yang tak dikenal mendekati Boby. Pria itu menggunakan pakaian serba hitam dan menutup wajahnya dengan penutup wajah.
"Jeeb " Pria itu menikam Boby yang sedang duduk membaca surat kabar. Boby tergeletak bersimbah darah.
El yang sedang asik menatap keluar dikagetkan kejadian itu. Sontak El bereaksi dan segera menghentikan Pria itu agar tidak kabur.
"Hey kau, jangan ikut campur ini bukan urusan mu"
pria itu memperingti El agar tidak terlibat.
El merasa iba melihat pria itu menahan sakit diperutnya yang berdarah akibat tikaman pria itu. Tanpa pikir panjang El langsung menyerang pria itu.
El tak memberi ampun dan mematahkan jari jari pria itu. Akhirnya Penjahat itu tak berdaya ditangan El.
Sementara itu, Para pengunjung dicafe itu sedang panik dan berusaha menghubungi Ambulans dan polisi.
Setelah polisi dan ambulans datang, kedua pria itu dibawa. Jack pun segera pergi setelah memberi kesaksian.
__ADS_1
Dari kejauhan Jack, bibi Mei, Angel dan Elsa melihat keramaian di cafe itu karena sepertinya terjadi sesuatu.
Mereka pun pergi kesana karena penasaran sekalian ingin beristirahat.
Didepan pintu kafe diantara kerumunan orang orang,
El sedang membantu supir ambulans menaikkan Boby dan menutup pintu Ambulans itu.
"El, apa yang kamu lakukan disini, sejak kapan kau tiba disini??" Elsa yang penasaran terus menyerang El dengan pertanyaan pertanyaan nya.
El kaget melihat Elsa berada di hadapannya.
"Ouh itu, ahh .. iya.. hmm ", El bingung ingin berkata apa.
Jack tiba tiba datang dan membantu El.
"Kami kebetulan lewat sini jadi kami singgah sebentar.. heheh"
Elsa meragukan alasan Jack,
"Hmm, begitu.. ya sudah. Tapi ini kenapa ramai ramai?" Elsa bertanya lagi.
"Ouh, tadi ada seorang pria menikam orang lain. Aku hanya membantu menangkap pria itu, kebetulan aku duduk dekat dengan mereka." El menjelaskan situasinya.
Elsa tiba tiba bereaksi dan medekati El dengan khawatir, matanya berlinang dan terus memeriksa tubuh El karena dia khawatir El terluka.
"Eh, aduhh aw.. , sudah sudah.. aku tidak apa apa."
El mencoba menghindari Elsa karena merasa canggung diperhatikan oleh Gadis cantik itu.
Elsa lega karena dia tidak melihat ada luka di tubuh El. Namun tiba tiba dia kikuk setelah menyadari apa yang dia lakukan, Wajahnya merona menatap El yang terus menatapinya dengan senyum malu malu.
Angel dan Bibi mei hanya tersenyum melihat tingkah malu malu Elsa. Jack juga menggoda El yang juga terlihat malu malu.
Mereka pun masuk kedalam dan bersantai disana, menikmati minuman segar khas daerah itu.
Manager cafe dan seorang pelayan mendekati Mereka dan membungkuk memberi Hormat.
"Selamat siang Tuan, Saya manager dicafe ini.
saya ingin menyampaikan rasa terimkasih Bos kami kepada tuan karena telah menolong dia tadi saat dalam bahaya."
Mereka bingung, namun tetap menerima ucapan terimakasih itu.
Pelayan itu pun menyerahkan beberapa Kartu kepada mereka sesuai perintah bos mereka.
"Tuan, ini adalah kartu untuk menikmati seluruh fasilitas disini, mohon diterima"
Elsa kegirangan dan segera meraih kartu itu, padahal kartu itu diberikan pada El.
Suasana berubah canggung karena tingkah Elsa.
Namun El langsung memecah suasana canggung itu dan bertanya pada manager itu.
"Kalo boleh tahu, kenapa Bos kalian terlibat hal seperti itu??" tanya El penasaran.
"Maaf tuan, kami tidak tahu masalah pribadi Bos. Kami hanya diperintahkan memberi ini pada Tuan"
manager itu menjelaskan lagi.
__ADS_1
Setelah memahaminya, El pun berterima kasih kembali pada manager dan pelayan cafe itu.
"Baiklah tuan, jika butuh sesuatu jangan sungkan memberitahu kami. Kalau begitu kami permisi"
Manager dan pelayan itu pun pergi.
Elsa dan Angel yang kegirangan pun langsung mencoba sehebat apa kartu yang mereka pegang.
Elsa memanggil pelayan dan memesan sebuah menu yang menarik perhatiannya karena penasaran.
Setelah menunggu beberapa saat, Akhirnya pesanan mereka tiba.
Mereka terkejut, para pelayan membawa hidangan lengkap sekelas jamuan makan presiden.
"Wowwww, gilaa" Gumam Elsa dan segera menyantap makanan dimeja itu.
Mereka pun menikmati semua makanan yang dihidangkan dengan lahap.
Bukannya Elsa tak mampu membayar makanan seperti itu, namun karena Elsa yang sedang bahagia dengan momen yang selalu dia damba dambakan membuat dia over.
Namun El, angel dan Jack serta bibi Mei mengerti dengan Elsa karena sudah cukup dekat dengan nya.
Malam pun tiba, mereka memutuskan untuk menginap diresort itu. Mereka juga mendapatkan Kamar yang mewah dan fasilitas yang tidak semua orang bisa dapatkan.
El sedang bersantai di balkon, menatap laut dan menikmati secangkir kopi, sementara Jack sedang mandi dikamar mandi.
Tiba tiba seorang Pelayan mengetuk pintu kamar mereka, El kemudian membuka pintu dan melihat pelayan itu.
"Permisi tuan, maafkan saya... saya diperintahkan memberi ponsel ini untuk tuan" Pelayan itu pun menyerahkan ponsel itu pada El.
El pun mengambilnya dan segera memperhatikan sedang ada sebuah panggilan dilayar.
El memastikan kepada pelayan itu apakah dia harus menjawab panggilan itu.
Pelayan itu pun memohon agar El menjawabnya.
"Halo, siapa ini" El membuka percakapan.
"Halo tuan, saya Boby orang yang tadi siang dicafe. Saya orang yang ditikam itu. Terimakasih telah menangkap penjahat itu, Kalau boleh saya minta sesuatu saya ingin tuan menemui saya dirumahsakit. Ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan tuan"
El yang ragu ragu itu pun menerima permohonan Boby dan bergegas mengikuti pelayan itu menuju lantai bawah.
Diloby, El telah ditunggu seorang pengawal sekaligus orang yang akan membawa El menemui Boby menuju rumah sakit. Mereka berkenalan dan segera menuju rumah sakit.
**************
Selasai mandi Jack terlihat kebingungan karena tak melihat El didalam kamar. Jack segera berpakain dan mencari El. Jack mencari ke kamar para wanita namun tidak menemukan El.
Karena Bosan mencari Jack memutuskan Untuk ikut bergabung dengan para Wanita ke kamar mereka.
Dengan wajah lesu dia masuk ke kamar itu,
"Aku gk nemuin El, kemana ya dia itu??"
"ngapain di pikirin, paling dia sedang berkeliling, sudah sini gabung kita main games, kami juga kurang satu orang ini" Bibi mei menawarkan Jack bergabung.
Mereka bermain berbagai macam games. Siapa yang kalah bermain akan mendapatkan hukuman, meminum segelas penuh bir.
Mereka menghabiskan malam itu dengan bersenang senang didalam kamar. Sementara itu El belum kembali dari Rumah sakit menemui Boby.
__ADS_1
*** bersambung ***