Finding Love

Finding Love
Bagian 19 -= Cinta kita =-


__ADS_3

"Saying I love you 


Is not the words I want to hear from you 


It's not that I want you 


Not to say, but if you only knew 


How easy it would be to show me how you feel 


More than words is all you have to do to make it real 


Then you wouldn't have to say that you love me 


'Cause I'd already know 


What would you do if my heart was torn in two 


More than words to show you feel 


That your love for me is real 


What would you say if I took those words away 


Then you couldn't make things new 


Just by saying I love you


More than words 


La di da, da di da, di dai dai da


Pagi hari yang cerah, mentari bersinar indah dan udara masih segar. Angel duduk di Loby menikmati musik yang sedang diputar oleh recepsionist resort itu. Angel menunggu El dan Jack yang masih belum selesai berkemas.


Pagi ini mereka akan kembali kerumah, sementara Elsa dan bibi Mei masih dirumah sakit menemani Boby.


Tidak berapa lama, El datang dan bergabung bersama Angel. Mereka duduk dan menikmati teh yang dihidangkan pelayan.


"Dimana Jack kak?? Kenapa dia lama sekali??"


Angel membuka pembicaraan dengan Kakaknya itu.


"Sebentar lagi dia turun, Gimana tidur mu dek??" El menanya Angel balik.


"Haaahh, tidur ku nyenyak sekali kak, Nyaman rasanya setelah aku bertemu kakak, heheh." Angel kemudian memeluk kakaknya itu.


El juga mencium kening Angel, kehangatan begitu terasa pada kedua kakak beradik itu.


Tidak berapa lama, Jack pun datang.


Jack terlihat menyembunyikan sesuatu dibalik tangannya.


Jack berusaha agar Angel tidak melihatnya, dan bergegas duduk disamping Angel.


Jack kemudian menyerahkan setangkai Mawar Putih yang disembunyikannya tadi kepada Angel.


"Aku harap kau mengerti, kalau aku sungguh-Sungguh jatuh cinta pada mu. Mawar ini sebagai tanda Hatiku ku serahkan padamu. Maukah kau jadi Kekasihku."


Angel terpesona dengan keberanian Jack, menyatakan cinta nya di depan orang banyak terutama didepan El kakaknya.


El hanya diam menikmati musik yang sedang diputar. Dia tidak ingin mengganggu momen Bahagia adik dan sahabatnya itu.


Angel malu-malu, Wajahnya semakin merona. Dia tak mengira akan ditembak saat itu.


Dengan senyum tipis yang mempesona bercampur bahagia, Angel menerima bunga itu. Jantungnya berdegup kencang.


Jack lebih bahagia lagi setelah Angel menerima cintanya. Dia bangkit dari kursinya dan berteriak.


"Kalian semua yang disini jadi saksi, Aku mencintai wanita ini. Dia Kekasihku... yeeeeeahhh"


Angel semakin malu karena tingkah kocak Jack mengekpresikan kebahagiaannya.


Semua orang bertepuk tangan dan memberi selamat pada mereka berdua.


El pun mulai bicara serius pada Jack, dan menatapnya tajam.


"Broo, sudah cukup senang-senangnya, aku akan memberitahu mu hal yang lebih penting."


Jack bingung dengan ekpresi El yang sangat serius itu. Baru saja dia merasa bahigia,kini harus menghadapi keseriusan El.


"Aisshh, mengganggu saja, cepat katakan apa itu??" Jack sedikit kesal.

__ADS_1


"Sebelumnya Kau harus berjanji, tak akan pernah membuat Angel bersedih, bahkan setetes Air mata tak boleh keluar dari matanya karena mu" El melanjutkan perkataannya.


Jack semakin penasaran kenapa El begitu serius soal hubungannya dengan Angel.


"Ya ya ya ... tanpa kau katakan, itu sudah jadi tujuan utama ku, Kebahagiaan Angel adalah prioritas" jawab Jack.


El sedikit lega dan melanjutkan pembicaraan.


"Angel adalah Adikku"


Mendengar itu Jack terkejut, Wajahnya pucat dan ketakutan. Jack langsung menghayal kemasa depan, jika suatu saat Angel bersedih karena dia, tamatlah riwayat Jack.


Jack pun memberanikan diri bertanya pada El,


"Apa yang kau katakan bro, jgan bercanda ah"


El terus menatap wajah Jack, menandakan kalau dia tidak bercanda. Jack pun hanya diam dan tidak tau harus berkata apa lagi.


"Nanti kuceritakan semuanya, sekarang kita harus pulang"


El pun berdiri dan pergi, Jack dan Angel mengikutinya dari belakang.


*********************


Dirumah sakit Elsa dan bibi Mei juga sudah bersiap untuk pulang, Elsa sebenarnya tak ingin meninggalkan Boby, namun Pak Ben pengawal setia Boby juga sudah datang saat subuh. Elsa tidak perlu terlalu khawatir lagi dengan Boby karena sudah dijaga oleh Pak Ben.


Elsa dan bibi Mei pun pergi meninggalkan rumah sakit itu.


"drrtt.. drrtt... drrtt", Ponsel Elsa bergetar. Satu panggilan dari Jack, Elsa pun menerima panggilan itu.


Elsa, "Halo jack, ada apa??"


Jack, "Halo Sa, kami sedang dalam perjalanan pulang kerumah... apa ibu bersama mu??"


Elsa, "Iya, bibi Mei bersamaku, aku juga akan mengantar bibi Mei pulang, sampai ketemu dirumah"


Jack, "Oke baiklah, dahh.. " ,kemudian menutup panggilan itu.


Elsa dan bibi Mei pun segera menuju parkiran dan masuk kedalam Mobil. Saat akan menghidupkan mesin mobilnya, Elsa tak sengaja melihat sesuatu tidak jauh dari tempat mereka parkir.


Sebuah Truk yang sedang melakukan pemuatan barang-barang. Sebuah drum terjatuh dan isinya berserakan ditanah. Bungkusan-bungkusan plastik berisi serbuk berwarna putih dari dalam drum itu cukup banyak. Didalam truk hampir terisi penuh dengan drum yang serupa. Elsa cuma memperhatikan saja dan tidak terlalu peduli.


Dua orang pria yang sedang mengawal pemuatan drum itu pun memukul pria yang menjatuhkan drum itu.


"Hei, hentikan... kenapa kau memukul pekerja ini??" Elsa membentak pria yang memukul pekerja itu.


"Siapa kau, pergi sana... ini bukan urusanmu"


Pria itu mengusir Elsa agar tidak mengganggu pekerjaan mereka.


Elsa semakin Geram, mereka pun bertengkar.


Securty rumah sakit itu kebetulan melihat dan segera berlari dan melerai mereka.


"Ada apa ini, ada masalah apa tolong jangan membuat keributan disini!" Security itu pun menarik Elsa.


"Hei pak, Saya tidak membuat keributan disini, saya cuma mengingatkan sibrengsek itu dan menyuruhnya meminta maaf kepada pekerja ini" Elsa mencoba membela diri.


"Maaf nona, meskipun begitu nona sudah mengganggu pekerjaan mereka. Saya mohon nona segera pergi, Silahkan" Pinta security itu.


Elsa pun menuruti Securty itu dan segera pergi dengan kesal. Elsa berbalik menatap wajah pria brengsek itu kemudian mengancam.


"Kalau kau bertemu aku lagi kau akan menyesal, lihat saja nanti"


Security itu pun membawa Elsa kembali ke mobil Elsa.


Setelah Elsa pergi, Pria yang memukul itu mendatangi security dan bertanya.


"Apa dia tahu soal muatan itu??"


security itu hanya tersenyum,


"Dia melihatnya tapi dia tidak tahu apa-apa"


"Oke baiklah, ayo kembali bekerja"


ucap pria brengsek itu.


Ternyata mereka bekerja sama, mereka adalah komplotan dan sindikat Narkoba.


Isi drum itu adalah paket narkoba jenis Heroin yang akan dikirimkan kesuatu tempat.

__ADS_1


Diperjalanan pulang, Elsa terus mengomel dan membuat bibi Mei tidak Nyaman.


"Dasar brengsek, pria itu benar-benar brengsek." Elsa terus menggerutu.


"Sudahlah non, itu bukan urusan kita, Wajar saja pria itu marah kalau pekerjanya melakukan kesalahan." Bibi Mei berusaha menenangkan Elsa.


"Tapi kan tetap saja... akhhh sudahlah, bikin kesal saja" Elsa mengakhiri kekesalannya sendiri. Melihat itu bibi Mei hanya tertawa.


"Ngomong-ngomong apa isi drum itu non, kenapa mereka terlihat waspada?"tanya bibi Mei


"Aku tidak tau bi, mungkin bahan untuk membuat obat dirumah sakit itu", mencoba menebak-nebak.


"Benar, pantas saja pria itu marah dan memukul pekerjanya itu"


sahut bibi Mei.


mereka pun mengabaikan kejadian itu dan meneruskan perjalanan mereka.


Setibanya dirumah bibi Mei, Elsa langsung pergi setelah berpamitan. Dia tidak singgah karena harus kekantor dan membuat laporan pekerjaannya.


Bibi Mei memaklumi Elsa dan membiarkannya pergi.


Elsa melambaikan tangannya dan meninggalkan tempat itu.


Didalam rumah sudah ada Angel dan Jack, sementara El sedang keluar membeli Makanan untuk mereka.


"Hore ibu pulang" Jack berteriak dan berlari memeluk bibi Mei seperti anak kecil.


Bibi Mei langsung menjewer telinga Jack sebelum berhasil memeluknya.


"Aduhh aduuhh sakit bu" Jack merengek kesakitan.


Bibi Mei pun melepaskan jeweranya dan ikut bergabung bersama mereka duduk.


"Bu, aku punya kabar bahagia dan kabar buruk, ibu mau dengar kabar baik dulu atau kabar buruk??" tanya jack pada bibi mei.


"Dasar, kunyuk katakan saja apa yang ingin kau katakan, jangan berbelit belit cepaatt"


ucap bibi Mei pada Jack.


Jack pun menjelaskannya pada bibi Mei.


"Bu, mulai hari ini.. kita punya keluarga baru. dia akan tinggal bersama kita hehehe".


"Hmm.. teruskan", kata bibi Mei.


"Bu sebenarnya Angel adalah adik Kandung El yang sudah lama dicarinya."


Bibi Mei terkejut mendengar perkataan Jack dan tidak percaya.


"Apa?? Jangan bercanda, tak usah mencari alasan agar aku membiarkan Angel tinggal disini. Aku tahu kau menyukainya, jadi alasan mu itu terlalu konyol, dasar kunyuk"


bibi Mei tidak percaya dan mengomeli Jack.


"Ibuu... aku serius, kalau tidak percaya tanya sendiri pada Angel" Jack meyakinkan bibi Mei dan menyuruh Angel memberitahu bibi Mei bahwa dia benar benar Adik El.


"Maaf bibi Mei, Yang dikatakan bang Jack benar, Aku juga baru tahu tadi malam setelah Kak Daniel menceritakan semuanya. Dan aku pun mengingat Kak El adalah Kakak ku."


Angel pun menjelaskan kebenaran yang dikatakan Jack.


"Asatagahhh... jadi begitu, Wahh kalau begitu sekarang kau boleh tinggal disini, karena kau Adik El dan kau menjadi putri ku juga" Bibi Mei tersenyum bahagia dan memeluk Angel.


Angel membalas pelukan bibi Mei dengan hangat dan berterimkasih karena sudah diterima menjadi keluarga mereka.


"Bu, ada satu kabar bahagia lagi..." ucap Jack kemudian.


"Aku dan Angel sudah resmi pacaran... hahaha" Jack tertawa bahagia.


Melihat Jack yang kegirangan itu, bibi Mei mengerjai Jack.


"Hei kunyuk, kata siapa itu kabar bahagia, kau tidak boleh mendekati putri ku ini atau menyentuhnya bahkan menatap nya. Kau bukan tipe nya.. berani sekali kau.. dasar Kunyuk" Bibi Mei pura-pura kasar.


Angel hanya tersenyum mendengar perkataan bibi Mei, sementara itu Jack sedang berlutut memohon-mohon kepada bibi Mei agar di Izinkan memacari Angel.


Bibi Mei tidak kuat menahan tawa dan melihat tingkah Jack.


"Hahahahah, Dasar kunyuk keras kepala... baiklah, tapi ingat pesan ini. Jika putri ku menangis atau bersedih, kau tidak akan ku maafkan."


Bibi mei mengancam Jack.


"Siap Komandan," Jack berdiri dan memberi hormat pada Bibi Mei.

__ADS_1


Mereka tertawa bahagia di rumah itu. Kebahagiaan yang dibawa oleh Angel dan Jack.


*** bersambung ***


__ADS_2