Finding Love

Finding Love
Bagian 2 -= Anak yang Malang =-


__ADS_3

Diruang tengah rumah itu, sinyonya masih berbaring manja di sofa.


Pintu terbuka, seorang anak masuk diikuti pelayan dan seorang supir.


"Ma, aku pulang " bocah hanya melintas dari hadapan ibunya dan langsung menuju kamar. Bobi adalah anak tiri tuan Reinhard. Dia dibawa dengan ibunya setelah ibunya menikah dengan Reinhard.


"Ouh sayangkuu kamu sudah pulang, langsung makan ya.. di meja sudah siap makanan untuk mu sayang",


sambil berbaring ibunya menyapa Bobi yg tidak mengacuhkan ucapan ibunya.


Pelayan dan sopir itu hanya terdiam melihat situasi itu. Kemudian pergi meninggalkan ruangan itu melanjutkan pekerjaan nya.


Tidak berapa lama, Bobi kemudian keluar dari kamarnya, ditangan nya terdapat bungkusan berwarna biru. Dia diam-diam menyelinap menuju kamar Elsa dan masuk kedalam.


Ibunya yang sedang berbaring tidak menyadarinya, dia hanya sibuk dengan perawatan wajah nya.


Bobi membuka pintu kamar Elsa, sedikit saja dan melihat Elsa sedang tertunduk memeluk erat bantalnya. Kemudian Bobi masuk dan mendekati Elsa dan berjongkok di hadapan Adik tirinya itu.


"Dek, kenapa nangis?" Boby menyapa adiknya.


Elsa menaikkan kepalanya dan menatap wajah Bobi dihadapannya. Perasaannya campur aduk dan tidak tahu harus berkata apa, dia hanya menangis tersedu sedu dan menundukkan kepalanya lagi.


Bobi duduk disamping Elsa dan memeluknya lalu mengusap air mata di pipi Elsa.


"Jangan menagis lagi dek, abang bawa makanan kesukaan mu dari sekolah, bibi kantin menjual kue enak ini khusus untuk mu." lalu menyodorkan bingkisan itu.


Elsa kemudian berhenti menangis dan sedikit sesengukan dia meraih kue dari kakak tirinya itu lalu memakannya.


Boby yang sangat baik itu pun menyadari kalau Elsa menangis pasti karena perbuatan ibunya. Boby kemudian meminta maaf pada Elsa atas perlakuan ibunya.


"Dek maaf kan Ibu yah, dia pasti jahat padamu. Tapi jangan sedih, aku akan disamping mu melawan ibu." Bobi meyakinkan adiknya itu kemudian memeluknya.


Elsa pun sedikit lega, paling tidak dia punya kakak tiri yang baik alih-alih ibu tirinya yang tidak perduli kepadanya.


"Boneka ku Hilang kak, aku sudah cari kemana mana tapi gak menemukannya." Elsa memelas dihadapan Bobi.


"Tunggu sebentar, aku akan tanya bibi. Mungkin dia tau dimana Boneka mu "


Bobi kemudian pergi.


Tidak berapa lama, Bobi datang lagi bersama bibi setelah menceritakan keadaan Elsa.


Bibi Wati langsung memeluk Elsa penuh kasih dan membelai rambut Elsa. Dia sangat sayang kepada Elsa seperti anak sendiri.


"Maafin bibi ya nona ku sayang, bibi lupa ngasih tau sama nona, Boneka nona tadi bibi Cuci karena bibi lihat dia sedikit kotor. maafin bibi ya".


Elsa pun lega setelah mengetahui yang sebenarnya, dan tersenyum. Mereka semua tersenyum bahagia.


"Ouh iya, Nona mau makan apa?, bibi pasti masakin yang enak buat Nona"


bibi menawarkan pada Elsa.


"Aku tidak mau makan lagi, kakak sudah membawakan kue kesukaan ku yang enak dari sekolahnya. Bibi mau?"


Elsa menyodorkan Satu bungkus kue itu pada pelayan itu.


"Wahh... Nona baik sekali, ini pasti sangat enak, Makasih nona ku sayang "


Pelayan itu menerima kue dari Elsa dan langsung melahapnya. Mereka tertawa bersama dengan bahagia.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu kamar Elsa terbanting, ibunya datang dan menatap wajah Elsa dengan geram.


Mereka bertiga kaget dan tertegun, Pelayan yang ketakutan itu langsung berdiri dan membungkuk kepada nyoya itu. Bobi pun tidak bisa berbuat banyak karena masih terkejut.


"Hey anak sialan"


teriak ibu tiri nya


"Berani beraninya kau ambil makanan Anakku,"


kemudian mendekati Elsa dan merampas kue yang sedang Elsa genggam.


Elsa yang ketakutan hanya bisa pasrah dan airmata pun membasahi pipinya.


Melihat itu Bobi membentak ibunya,


"Mamah, itu memang punya ku. Tapi aku sudah memberikan nya pada adik"


"Apahh,Adik??"


memegang keningnya dan menatap wajah Bobi.


"Hahaha, dia bukan adik mu, aku tidak pernah melahirkan nya." tertawa mengejek Elsa.


"Cukup mah, aku tidak suka melihat mama jahat sama Elsa".


Bobi pun pergi meninggalkan mereka.


"Wah wah wah, anakk ku tunggu... bobii tunggu mamah, bobii ku sayangg "


mengejar bobi keluar dari kamar.


"Yang sabar ya Non, Percayalah... kesabaran nona akan berbuah manis suatu saat nanti, bibi tidak akan membiarkan Nona sendiri"


Pelayan itupun meneteskan airmata dan terus menenangkan Elsa di pelukannya.


Kesedihan dan kepedihan akan menjadi bunga yang indah jika kita menyiraminya dengan kasih sayang dan cinta.


***********


Di pos Security malam itu, Pak Budi ayah Daniel (El) sedang berjaga bersama temannya Jhon. Mereka dapat giliran menjaga pos pintu masuk gerbang perusahaan. Suara musik rock samar-samar terdengar dari pemutar musik tua di dalam pos.


Pak budi dan Jhon sedang menikmati kopi hangat yang menemani mereka berjaga.


"Heyy Bro..., siapa orang diparkiran itu?"


tanya Budi pada Jhon yang sedang berbaring menikmati rokok di bangku pos.


"Ouh, mereka teman wakil direktur, aku juga baru pertama kali melihatnya disini" sambil menyeruput kopinya.


"Tahu dari mana kamu mereka teman wakil direktur?"


tanya Budi curiga sambil membuka daftar tamu yang berkunjung mencari nama tamu itu.


"Itu yang dikatakan Asep sebelum ganti giliran jaga tadi sore" Jawab Jhon lagi.


"Ouh begitu.!!??"


Budi yang masih penasaran membolak balik daftar tamu ditangannya, penasaran dengan daftar tamu yang tertulis. Tidak ada tamu yang berkunjung menemui wakil direktur hari itu.

__ADS_1


Karena penasaran, Budi pun mendatangi orang-orang diparkiran itu bermaksud menyapa.


"Selamat malam bapak-bapak, sedang menunggu siapa yah kalau boleh tahu??"


tanya budi dengan sopan.


Orang-orang itu hanya diam dan tidak mengacuhkan Budi. Mereka pun serentak menatap nya. Perasaan Budi tidak enak, namun dia selalu siap dalam situasi apa pun.


Seorang dari pria itu mendekati nya, dengan gerakan mencurigakan.


Namun tiba tiba pintu mobil di depan nya terbuka. Wakil direktur keluar dari dalam mobil. Budi melirik sedikit ke dalam mobil dan melihat sesuatu yang mengejutkannya.


Didalam mobil ada Pak Reinhard yang sedang terduduk lemah, dan yang membuat Budi kaget adalah perut Direkturnya berdarah seperti bekas tusukan. Budi terdiam tak bisa berkata kata, dia terkejut bukan main.


Pak Arfat (Wakil direktur) menarik dan membawa Budi ke pojokan. Mereka membicarakan sesuatu yang sepertinya sangat rahasia. Arfat kemudian memberi sebuah tas berisi uang yang banyak kepada Budi. dia hanya terdiam karena masih Syok mengalami situasi itu.


Orang orang itu pun pergi dari situ dan meninggalkan Budi yang hanya terdiam tak bergeming di parkiran itu. Tangan nya gemetar meraih tas itu dan membawanya ke Pos jaga. Jhon melihat Budi yang tiba-tiba aneh dan terlihat pucat itu heran dan bertanya,


"Ada apa bro, kau melihat hantu ya.. hahaha"


jhon menggoda Budi.


Budi menatap jhon dengan wajah gemetar dan bicara terbata bata.


"Pak Reinhard dibunuh, Wakil direktur. Aku harus pergi ke Kantor Polisi melaporkan kejadian ini, ini adalah uang pemberian Pak Arfat sebagai tutup mulut."


membuka tas itu dan menunjukkan pada jhon.


"Astagahh, apa yang harus kita lakukan" jhon panik hampir menangis mendengar perkataan budi.


"Tenang kan diri mu jhon, aku tidak akan melibatkan mu, aku hanya ingin tahu pendapat mu apa yg harus kulakukan".


Jhon semakin panik dan ketakutan menutup telinganya,


"Maaf jhon, aku tidak mau terlibat dengan semua ini, aku tidak tahu apa-apa. Aku akan menutup mulut "


jhon yang ketakutan pun pergi dari situ.


Budi yang masih kebingungan pun menenangkan pikiran nya, kemudian mengejar Jhon.


Dia menangkap jhon dan mengajaknya mengobrol.


"Aku akan ke Kantor polisi dan melaporkan semua ini, kau tidak akan kulibatkan. Tapi satu permintaan ku, Kau harus tetap diam dan berperilaku seperti biasa agar orang tidak mencurigaimu, dan simpan semua rekaman CCTV"


Jhon yang ketakutan pun mengangguk, lalu Budi pergi dengan segera membawa tas itu dari pos.


Didalam tas itu ternyata ada alat penyadap yang sudah disiapkan orang-orang pak Arfat.


Mereka mendengar pembicaraan Budi dan Jhon di Pos. Namun hanya itu yang mereka dapat.


Diperjalan Budi menuju kantor polisi, tiba-tiba sebuah mobil yang melaju kencang menabraknya dari belakang. Sepeda motor yang budi kendarai terhempas ke Aspal, Budi terpelanting menghantam pinggiran Trotoar. Kepala nya membentur Aspal dengan keras. Budi terkapar dan bersimbah darah, kepala nya retak dan sekujur tubuhnya luka, Tulang rusuk nya banyak yg patah, dan nyawanya melayang seketika ditempat.


Mobil yang menabrak itu, sempat berhenti sejenak kemudian seorang pria turun dan memungut tas yang dibawa Budi kemudian berdiri mengamati jasad Budi kemudian pergi.


Ayah El pun meninggal Dunia,...


Perbuatan jahat dan terkutuk akan melahirkan Iblis lain yang lebih dari Iblis.


*** bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2