
El berlari di lorong rumah sakit sambil menelpon Jack,
El "Halooo, Bro.. dimana kalian, apa Angel masih bersama mu??"
Jack "Tidak, kami sudah kembali ke kamar masing-masing, ada apa... apa sesuatu terjadi??
El "Tolong bawa Angel ke Taman segera, aku menunggu kalian, sampai ketemu nanti. Tutt tuut tuut.... " El mematikan ponselnya kemudian pergi menuju taman kota.
Jack " Haloo haloo... akhh sial, dasar kunyuk "
Jack pun segera menuruti perintah El namun tetap penasaran apa yang terjadi, dan pergi memanggil Anggel.
"tok tok tok" Jack mengetuk pintu kamar Angel.
"Angel, ini aku jack bisa keluar sebentar, ada hal yang ingin kusampaikan" Teriak jack dari luar.
Angel yang belum bisa tidur karena mengingat momen tadi pun merasa malu untuk memperlihatkan wajahnya.
Angel hanya menyahut dari dalam kamar.
"Ya bang ada apa, aku sudah mau tidur bisa besok saja menyampaikannya??"
Jack pun salah tingkah mendengar jawaban Angel. Jack mengerti kalo Angel masih malu-malu terhadapnya.
"El menyuruh kita menemui nya di taman sekarang, dia sedang menunggu kita"
Jack pun menjelaskan situasinya.
mendengar itu, Angel langsung keluar dan menemui Jack.
"Ada apa, kenapa kak El memanggil kita?"
tanya Angel kemudian menutup pintu kamarnya.
"Aku juga gk tau, sebaiknya kita temui saja dia mungkin ada hal penting yang ingin disampaikannya" jawab Jack.
"Kalau begitu aku ambil jacket dulu, diluar cuaca dingin" Angel ingin masuk lagi kedalam kamar, namun Jack menahannya.
"Ahh lama, pakai punya ku saja", Jack membuka jacket yang sedang dikenakannya dan memakaikannya pada Angel kemudian membawanya pergi.
Angel terpesona dengan perhatian Jack kepadanya dan hanya menurut saja dibawa pergi oleh Jack.
**********
Di taman, El sudah menunggu dengan cemas.
El masih belum percaya diri untuk memberitahu Angel bahwa dia adalah Kakak nya. El takut Angel akan sedih karena telah dibiarkan hidup sendiri selama ini.
El merasa bersalah pada adiknya itu.
Jack dan Angel pun tiba, dan langsung memanggil El yang sedang berdiri membelakangi mereka.
"Hoii kunyuk, kami sudah tiba." Jack menegur El.
"Ouh, hai kalian.. sini duduk" El menawarkan mereka duduk dibangku taman tempat El menunggu.
__ADS_1
Angel dan Jack kemudian duduk.
"Ada apa kak memanggil kami tiba-tiba kesini??" Angel bertanya pada El yang terlihat masih ragu-ragu.
El pun diam sebentar dan menatap Angel dengan tajam. Jack heran melihat tatapan itu namun hanya membiarkan dan memperhatikan saja.
El pun memberanikan diri berbicara pada Angel
"Angel, coba perhatikan wajah ku. Apakah kamu ingat sesuatu?"
Angel bingung dengan pertanyaan El yang aneh, tapi tetap menatap wajah El sambil mencoba mengingat sesuatu.
"Wajah kakak baik-baik saja, aku tidak ingat ada luka diwajah kakak." Jawab angel dengan polosnya.
Jack tertawa mendengar jawaban polos bidadarinya itu.
"Hei kunyuk, dasar brengsek... kami jauh-jauh kesini hanya untuk mendengar itu?? Yang benar saja... sudah jangan bercanda.. cepat katakan ada apa??" ucap Jack meledek El.
"Aisshh, diam dulu ini urusan ku dan Angel" El membentak Jack.
"Ookeh silahkan, aku diam saja" Jack mengalah dan membiarkan El melanjutkan pertanyaannya.
"Angel, apa kamu sama sekali tidak mengingat aku??"
Mata El mulai berkaca-kaca, karena sedih adiknya tidak mengingat dia.
Angel memperhatikan lebih dalam lagi dan mencoba mengingat sesuatu.
Hanya butuh waktu sebentar, Angel akhirnya mengingat El karena pernah melihat sorot mata itu. Sorot mata yang terpuruk dalam kesedihan ketika Ibu mereka meninggal dunia.
Angel mulai menitikkan Air mata setelah benar-benar mengingat El adalah kakaknya.
"Kakak... kakak El."
Angel pun berdiri dan segera memeluk El. El pun membalas pelukan Angel dengan penuh kasih dan kerinduan yang teramat dalam.
Mereka terhanyut dalam pelukan itu, Angel menangis terharu, karena dia bertemu dengan kakak nya. El juga menangis sejadi-jadinya karena dia juga menemukan Adiknya.
Jack yang melihat itu pun kebingungan kemudian memisahkan mereka karena cemburu.
"Hei hei hei.. apa-apaan ini, berani-beraninya kamu memeluk Angel sembarangan."
Mereka pun melepas pelukannya dan Angel hanya tertawa malu melihat reaksi Jack.
El tidak peduli pada Jack dan mendorong Jack menjauh.
El pun mengajak Angel duduk dan bercerita tentang semua mulai dari Awal.
Setelah bercerita panjang lebar, El pun berjanji pada Angel.
"Dek, maafin Kakak, aku tidak menyangka aku egois. Aku membiarkan mu hidup sendiri. Maafin kakak dek, sekarang Kakak akan menjaga dan merawatmu. Aku gk akan membiarkan mu sendiri lagi. Kakak akan selalu bersama mu." El membelai rambut adiknya itu.
Sementara itu Jack sedang tertidur karena bosan menunggu mereka yang asyik bercerita.
"Kak, aku juga ingin memberitahu sesuatu. Tapi jangan marah ya? Kakak harus janji"
__ADS_1
Angel memberi jari kelingkingnya pada El sebagai tanda Perjanjian.
El hanya tersenyum melihat tingkah adiknya itu kemudian mengikuti kemauan Angel untuk janji kelingking.
"Aku suka pada Jack kak, dan besok mungkin Jack akan mengungkapkannya pada ku."
Angel tersipu malu-malu mengatakan hal itu pada El.
El hanya tersenyum mendengar pengakuan Adiknya itu.
"Hahah, Jack.... ternyata dia berani juga menggoda adik ku, cari mati dia ini"
Ucap jack dalam hati.
"Okeh, Kakak tidak masalah dek, kebahagiaan Adikku adalah prioritas utama ku mulai detik ini heheh" El pun tertawa.
El percaya pada Jack untuk memacari adiknya karena El lebih tahu mengenai Jack, meski tampan dan kaya raya, Jack bukan play boy dan jack laki-laki yang setia. Itu sebabnya El tidak khawatir soal hubungan mereka nantinya.
"Makasih kak, semoga hubungan kami baik-baik saja kedepannya" Ucap Angel penuh harap.
"Baiklah mari kita pulang, Besok hari yang mendebarkan buat Adikku. Awas saja jika Angel ku ini tidak bahagia, Kuhabisi kau Jack"
Ucap El ke arah Jack yang sedang tertidur itu.
Mereka pun membangunkan Jack agar segera pergi dari situ karena malam semakin larut.
Sementara itu di rumah sakit, Elsa belum juga puas bertemu dengan Boby. Elsa berencana menginap di rumah sakit menemani kakaknya yang sedang dirawat.
Elsa teringat pada bibi Mei yang sudah tertidur di kursi, Elsa bermaksud membangunkannya dan mengantar pulang, namun karena bibi Mei sudah sangat nyenyak Dia mengurungkan niatnya itu dan membiarkan bibi Mei tidur.
"Kak, bagaimana kabar ibu??"
Boby kaget mendengar pertanyaan Elsa, dia bangga pada adikknya itu. Meski perlakuan ibunya tidak pernah baik kepadanya, namun Elsa tetap peduli dengan kabar ibunya.
"Ouhh, ibu baik-baik saja dek, ibu sekarang hanya sibuk mengurus perusahaan. bahkan sampai lupa dengan kita hahaha." jawab Boby sambil tertawa agar Elsa tidak mengingat masa lalu dan perlakuan buruk Ibunya selama ini.
Mereka pun terus mengobrol, bercerita tentang keseharian mereka dan tentang kisah cinta mereka.
"Dek, apa kau punya pacar??" Jack bertanya dan bermaksud memberitahu kalau El yang dia kenal sekarang adalah El di masa kecilnya. Sosok yang mengubah Elsa menjadi seperti sekarang ini, menjadi pribadi yang ceria dan bersahabat.
"Kalau kau tidak punya, mungkin kau bisa memulai dengan El" Boby melanjutkan perkataannya.
Mendengar itu, Elsa langsung pura-pura menolak namun dalam hatinya dia juga berharap El menyukainya.
"Ahh, aku gk suka sama dia, dia bukan tipe ku"
jawab Elsa namun tersipu malu.
"Hahah, tunggu saja sampai kau tahu siapa dia sebenarnya" Boby tertawa mendengar jawaban adiknya itu.
Setelah cukup lama mengobrol, akhirnya mereka pun tidur.
Sebelum tidur, Boby dan Elsa berdoa agar besok menjadi hari pertama yang bahagia bersama kakaknya dan menjadi awal untuk kebahagiaan hari- hari selanjutnya.
*** bersambung ***
__ADS_1