
Semenjak Boby dan El bertemu di Rumah Sakit dan sudah saling mengenal, mereka pun semakin akrab. Namun mereka belum terlalu dalam mengetahui masing-masing tentang kehidupan mereka yang sekarang.
Saat ada waktu luang Boby selalu menyempatkan diri untuk bertemu El dan mentraktirnya makan siang. Terkadang mereka pergi minum-minum ke Bar untuk menghibur diri.
Boby yang sangat peduli terhadap El membuat Elsa sesekali cemburu, Elsa merasa kakak nya itu lebih perhatian kepada sahabatnya itu dari pada dirinya.
Pernah sekali Elsa marah dan tidak mau berbicara kepada mereka berdua karena Boby tidak mau pergi menemani Elsa berbelanja. Boby malah memilih untuk bertemu El cuma untuk nongkrong minum kopi seharian. Elsa bahkan benci pada El karena menganggap El sebagai penghalang dan telah mencuri perhatian kakaknya itu.
Boby telah menceritakan kejadian itu kepada El, namun mereka menjadiakan cerita itu sebagai bahan tertawaan.
Hari terus berlalu, Boby dan EL semakin akrab, Jack dan Angel semakin mesra dan Elsa masih tetap sibuk dengan pekerjaannya. Deadline tugas yang diberikan Bos nya sudah hampir tiba, sementara Elsa belum mendapatkan apa-apa.
Malam ini, Elsa sedang sibuk dengan laptopnya, dia berusaha membuat sebuah artikel mengenai DIstrik Nol yang sempat dia kunjungi. Elsa penasaran dengan cerita Pak Yuan pemilik kedai kopi yang pernah dikunjunginya. Elsa juga teringat akan pesan pak yuan agar tidak melanjutkan tindakannya karena Elsa akan mendapat bahaya. Elsa semakin penasaran kemudian memikirkan cara agar bisa menyelinap ke Wilayah itu dan mencari informasi.
Elsa memutuskan untuk berpura-pura menjadi salah satu warga diwilayah itu. Dia akan mengubah dandanannya menjadi seperti Gembel di Distrik itu. Elsa mempersiapkan semuanya malam itu, mulai dari pakaian, makeup dan Wig dia persiapkan.
Setelah mempersiapkan semua perlengkapannya, Elsa pun tidur dan berharap besok semua rencananya berjalan lancar.
*********
Disudut halaman rumah tempat biasa El membereskan barang bekasnya, El sedang duduk termenung memikirkan semua hal yang dialaminya beberapa bulan ini. Dia bertemu dengan Elsa yang ternyata Adik sahabat nya saat masih kecil dulu. Dia juga bertemu Boby ketika menguntit wanita-wanita itu dan menyelamatkan nyawa Boby. El terlihat berpikir sangat keras, sepertinya takdir membawa mereka bertemu kembali. El belum mengerti sama sekali kenapa dalam waktu yang begitu singkat mereka berpisah, dan dalam waktu bersamaan mereka semua dipertemukan kembali.
Karena terlalu bingung dan merasa bodoh sendiri, El pun segera pergi menuju suatu tempat. El pergi sendirian tanpa pamit kepada orang-orang dirumah itu.
Setelah sampai ketempat tujuannya, El berdiri sebentar dan menatap gedung itu. Dia ragu-ragu apakah disana dia akan menemukan jawaban dari pertanyaannya. Setelah memutuskan, EL pun masuk ke dalam Gedung itu. Gereja, adalah tempat El biasa melepaskan segala beban yang ada dipikirannya.
El duduk di bangku barisan paling belakang, dia menatap salib yang terpajang ditengah Altar dan mulai menceritakan isi hatinya. El mengawali ceritanya dengan kisah nya dimasa kecil, masa yang cukup pahit baginya. Kehilangan Ibu yang dia sayang dan Ayahnya yang tak pernah memberi kabar karena tidak pernah terdengar lagi. mengingat semua itu El mulai meneteskan air mata. El menangis mengenang semua masa lalunya itu.
Dari belakan seorang Pastor yang kebetulan sedang bersiap melakukan aktifitasnya mendengar curahan hati El, dia merasa tersentuh dan segera menghampiri El. Pastor itu duduk tidak terlalu jauh dari samping El kemudian berdoa. EL menyadari seseorang duduk disampingnya kemudian melihat, ternyata seorang pastor yang sedang berdoa.
Pastor itu pun selesai berdoa dan melihat kearah El yang juga sedang melihatnya. Pastor itu pun mulai membuka pembicaraan.
"Nak, Kesedihan yang kau alami dimasa lalu mu pasti memiliki Alasan, dan sekarang kau sudah tumbuh menjadi seorang Pria dewasa. Air matamu itu sangat disayangkan jika terbuang sia-sia".
El terkejut mendengar perkataan pastor itu, dia heran kenapa pastor itu seakan-akan mengerti dengan perasaanya saat ini. El mencoba menenangkan diri kemudian memberanikan diri pada pastor itu.
__ADS_1
"Bapa Pastor, kenapa kau membicarakan sesuatu yang sedang saya rasakan?? Apakah pastor tahu kesedihan yang kualami ini??" El serius menanyai Pastor itu.
Pastor itu pun tersenyum dan menjawab pertanyaan El dengan santai.
"Maaf kan saya nak, tadi saya mendengar semua curahan hatimu dibelakang, maafkan saya hehe".
El pun senyum dan tertawa mendengar jawaban polos itu, karena sempat mengira kalau Pastor itu punya kekuatan khusus yang bisa membaca pikiran.
"Ternyata begitu, haha" lanjut El kemudian.
"Jadi apa sebenarnya masalah mu nak?? coba beritahu saya, mumgkin saya bisa membantu memberi sedikit pengalaman saya saat muda dulu!" Pastor itu menawarkan diri untuk menjadi teman curhat El.
El merasa ragu namun percaya kepada pastor itu, paling tidak dia memiliki teman untuk berbagi kisah. El menceritakan semuanya dari dulu sampai sekarang. Pastor itu pun mendengarkan dengan baik.
"Saya bingung pastor, Apa yang harus saya lakukan sekarang??" El pun mengakhiri ceritanya dan memberi satu pertanyaan kepada pastor itu.
Pastor itu mencoba memberi sedikit saran dan kesimpulan, yang menurut dia mungkin berguna untuk El.
"Mungkin kalian sudah ditakdirkan harus bersama selamanya. Kau, Adikmu, sahabat mu itu dan Adiknya. Pasti ada sesuatu di masa lalu yang mengikat kalian. Saran saya sebaiknya kau memulai dengan hal kecil dulu, misalnya selalu menjaga adikmu dan adik sahabat mu, dan kembali menjalin hubungan baik dengan sahabat mu itu. kau harus tetap berada disisi mereka dan mencari tahu, tentang mereka yang sekarang ini. Agar ikatan kalian semakin erat."
El bisa memahami semua yang dikatakan pastor itu, dan memutuskan akan melakukan seperti yang dikatakan pastor itu. El pun tersenyum setelah mendengar saran dari pastor itu kemudian mengucapkan terimakasih lalu pergi.
***********
Pagi hari yang cerah, Elsa sudah bersiap dengan rencana yang sudah disusunnya dengan rapi tadi malam. Elsa menutup pintu pagar rumahnya dan berjalan menuju Halte. Diperjalanan dia melihat Jack dan bibi Mei yang sedang berkeliling memungut barang-barang bekas dan segera menghampiri mereka.
Elsa diam-diam mendekati El dari belakang, sementara itu bibi Mei sudah melihat Elsa. Elsa memberi kode pada bibi Mei agar berpura-pura tidak melihat Elsa.
"Hoiiiiii, hahahah " Elsa mengagetkan El dari belakang dan tertawa.
El terkejut dan hampir terjatuh karena kaget, El berbalik dan ternyata orang itu adalah Elsa. Dalam hati El sudah geram dan ingin menghajar orang yang mengagetkan nya itu. Namun yang dia lihat adalah wajah cantik yang selalu membuat dia merasa kikuk.
"Serius sekali kalian bi, apa kabar bibi??" Elsa menyapa dan tersenyum pada bibi tanpa merasa bersalah pada El.
"Seperti biasa nona Elsa, kami sedang berkeliling mencari barang-barang bekas" jawab bibi Mei
__ADS_1
"Ouh.. pasti seru sekali, aku ingin ikut tapi aku sedang bekerja, maaf kan aku ya bibi tidak bisa membantu" kata Elsa pada bibi Mei.
"Tidak apa-apa bibi Mei, Nona pergi saja bekerja... jangan khawatirkan kami.. tidak apa-apa Nona." Bibi Mei juga enggan jika Elsa membantu mereka.
"Mau kemana kau??" kata El tiba-tiba dan membuat Elsa canggung.
"Aku ingin ke Sebuah Distrik, aku akan melakukan sebuah penelitian disana, tempat itu sangat misterius dan membuat aku penasaran dengan sejarahnya. Kenapa kau bertanya ??"
Elsa membalas pertanyaan EL dan membuat El agak malu.
"aahh, anu,, itu.. aku hanya bertanya saja" jawab El dengan canggung. Sebenarnya El ingin memulai perhatiannya kepada Elsa. El juga mulai suka dengan Elsa yang ternyata adik sahabatnya dan teman yang baru sekali dia temui saat masih kecil. Sekarang Elsa sudah dewasa dan tumbuh menjadi gadis yang Baik, Cantik, Pintar dan Pemberani.
"Ya sudah aku pergi dulu , dadah bibi Mei sampai ketemu lagi..." ELsa pun pergi setelah berpamitan pada bibi Mei.
El dan bibi Mei juga meneruskan pekerjaan mereka, sementara bibi mei akan beranjak El terus menatap Elsa yang berjalan menjauh. Bibi mei kesal denga El yang kehilangan fokus dan menjewer telinga El. El mengerang kesakitan, Elsa berbalik dan melihat mereka karena mendengar teriakan El. Elsa tertawa melihat bibi Mei yang memperlakukan El seperti bocah kecil. El pun tersenyum kepada Elsa di kejauhan, ELsa membalas senyuman El dan melambaikan tangannya.
***********
Distrik Nol pagi ini terlihat sepi, tidak banyak aktifitas terlihat disepanjang jalan. Toko-toko juga banyak yang tutup. Di jalan masuk distrik itu sedang berdiri beberapa pria dengan setelan hitam. Badan mereka besar dan kekar, wajahnya tidak menunjukkan sedikitpun keramahan. Mereka sedang berjaga diarea itu seperti tim keamanan profesional. Penduduk yang keluar masuk diperiksa satu-persatu oleh mereka.
Didepan sebuah bangunan yang cukup tua terparkir beberapa mobil dan juga dikawan beberapa pria seperti dipintu masuk. Didalam bangunan itu sedang ada aktifitas yang dikerjakan penduduk sekitar. itulah kenapa area itu terlihat sangat sepi.
Penduduk sedang bekerja paruh waktu kepada salah seorang Bos yang sedang berkunjung kesana, mereka dipekerjaan sementara untuk menyusun kardus-kardus besar kedalam bangunan itu. Beberapa pekerja yang melakukan kesalahan langsung dipukul oleh penjaga keamanan disitu. Pak yuan juga ikut membantu disana sebagai tambahan penghasilannya. Kedai kopinya sepi akhir-akhir ini dan dia memutuskan bekerja paruh waktu pada Bos itu.
Elsa tiba di Distrik Nol itu saat tengah hari, sebelumnya dia telah mempersiapkan penyamarannya dan menyelipkan kamera kecil di bajunya. Elsa melihat area itu sangat sepi dan toko-toko tutup. Elsa penasaran dan segera masuk lebih jauh lagi ke area itu. Elsa menuju kedai kopi pak yuan.
Ditengah jalan dua orang preman datang mendekati Elsa, mereka ingin menjahati Elsa. Mereka memojokkan Elsa dan menahannya. Elsa yang tidak bisa berbuat apa-apa pasrah saja dengan keadaannya. Dia mencoba berteriak namun mulutnya langsung didekap pria itu.
Namun preman itu tidak menemukan apa-apa dari Elsa, karena Elsa memang sudah mempersiapkan diri dan hanya menyamar menjadi seperti penduduk biasanya. Mereka pun pergi meninggalkan Elsa karena tidak mendapatkan apa-apa.
Elsa yang sedang ketakutan itu bergegas pergi berlari menuju kedai kopi Pak yuan.
Setibanya disana Elsa kaget melihat Kedai kopi itu sedang tutup, Elsa melihat kesana kemari barangkali pak yuan ada didalam. Tidak berapa lama, Pak yuan kembali dari pekerjaan paruh waktunya sambil mengelus-elus pipinya menahan rasa sakit. Ternyata Pak yuan mendapat pukulan dari penjaga pekerjaan mereka itu.
Pak Yuan kaget melihat Elsa yang sedang berdiri didepan kedainya dan menatapnya. Pak yuan takut Elsa meminta informasi lagi darinya. Dia takut jika ketahuan Elsa akan membongkar kenyataan sebenarnya Distrik itu ke publik, maka Preman-preman bayaran disana pasti tidak akan tinggal diam. Selain mengkhawatirkan dirinya dia juga mengkhawatirkan Elsa. Gadis baik yang berusaha mencari keadilan itu akan terluka jika ketahuan oleh pihak pihak yang berkuasa di Area itu dan orang-orang yang terlibat dengan Distrik Nol.
__ADS_1
Elsa dan pak Yuan hanya berdiri dan saling tatap...
*** bersambung ***