
"dumm dummm dummmm"
alunan musik dance menggema seisi ruangan sebuah Bar dan pengunjung menari dengan semngat. Mereka melompat lompat mengikuti irama musik yang dimainkan Seorang DJ.
Salah satu pegawai wanita bar itu sedang berjalan diantara para pengunjung membawa minuman pesanan beberapa pria di room VIP.
Dia berdesakan dengan orang orang yang sedang menari, namun karena profesionalisme dalam bekerja dia berhasil mencapai ruangan VIP itu.
"Permisi tuan, ini pesanan anda"
dia pun meletakkan beberapa gelas dan botol minuman diatas Meja tamu itu.
Saat akan kembali ke Dapur, salah seorang Pria diruangan itu menarik tangan Wanita itu dan membuat dia terjatuh di pangkuan pria genit itu.
Dia mencoba membujuk dan merayu wanita itu agar menemani dia minum.
Sontak wanita itu segera berdiri kembali dan menghindar menjauh dari pria itu. Wanita itu segera pergi dari ruangan itu dengan perasaan takut.
Pria itu merasa tak senang karena pelayanan dari wanita itu tidak memuaskan dia. Dia meneriaki pelayan itu,
"Hei Jalang, berani sekali kau menolak kebaikan ku"
Wanita itu mengabaikan ucapan pria itu dan segera pergi.
Wanita itu meneteskan air mata saat tiba di dapur, salah seorang temannya melihat Wanita itu dipojokan sedang menangis. Dia mendekati temannya itu dan menanyakan kenapa dia menangis.
"Hei, Angel ada apa... kenapa kamu menangis"
Dia mencoba menenangkan Angel dan membelai rambutnya.
"Tidak apa-apa Na, tadi mata ku kelilipan"
Angel berusaha menutupi kesedihannya dari temanya itu.
Namun Erna tau, Angel pasti mendapat perlakuan buruk dari salah satu tamu mereka yang membuat Angel sampai menangis.
Tapi dia tahu pasti kalau itu adalah resiko mereka sebagai pelayan dibar itu. Mereka harus bersabar jika ingin tetap bekerja dan mendapatkan uang.
Wajar jika banyak Pria yang tertarik pada Angel, sosok Angel seperti Bidadari.
Wajahnya cantik, putih bersih, tubuh nya ramping dan seksi. Badanya proporsional, Payudara dan bokongnya montok. Hampir keseluruhan tubuh Angel dalam kategori sempurna.
Apalagi dia bekerja sebagai pelayan di bar, mereka diharuskan memakai pakaian seksi dan terbuka agar para pengunjung betah.
Meski begitu, Angel tidak pernah mau menjual tubunya hanya demi uang. Dia berusaha sekuat tenaga agar tidak mengalami hal paling ditakuti semua wanita.
"Ya sudah, kamu istrahat saja dulu, biar aku yang menggantikan mu" Erna menawarkan bantuan pada Angel.
"gk usah Na, aku gk enak nanti kalau ketahuan sama bos" Angel berusaha menahan temannya itu.
"Sudah gk papa, tenang saja... nanti aku yang mengurus itu" Erna kemudian pergi meninggalkan angel.
***************
Di kediaman Tuan Togar ayah Jack sedang ada pertemuan dengan kolega kolega Ayah jack. Mereka sedang membicarakan Bisnis.
Jack masuk kedalam rumah, dan melintas dari ruangan tempat Ayah jack sedang rapat bersama kolega koleganya.
"Hei kunyuk, Berani sekali kamu datang kerumah ini.. kamu bahkan tidak menunjukan sopan santun mu"
__ADS_1
Ayah jack membentaknya namun jack mengabaikannya ...
"Dimana ibu, aku merindukan nya"
Jack diam sebentar tanpa menatap wajah Ayahnya.
"Dasar kunyuk, aku juga Ayah mu, kenapa kau hanya merindukan Ibumu??" Ayah jack merasa kesal karena tidak dirindukan oleh anak satu satunya itu.
mendengar itu Jack hanya diam dan melanjutkan berjalan keruangan lain tempat ibu Jack biasa bersantai.
Akhirnya dia menemukan Ibunya di serambi belakang sedang minum teh dan mengobrol dengan seorang wanita seumurannya.
"Bundaaaa.... " Jack berteriak manja mendekati ibunya.
ibu Jack terkejut bercampur bahagia melihat putranya kembali kerumah.
"Anakku.... sayang"
ibu Jack pun berdiri dan menyambut pelukan Anaknya itu.
Mereka melepas rindu setelah cukup lama tidak bertemu.
Setelah puas melepas rindu, ibu Jack memperkenalkan Wanita yang bersamanya pada Jack.
"Kenalkan putri teman ibu, namanya Rani dia calon tunangan mu" ibu jack dengan bangga mengenalkan Rani pada Jack.
Jack hanya menjabat tangan Rani dan tidak menatapnya. Dia lebih fokus pada ibunya.
"Rani ini seorang Direktur loh, dia yang mengurus perusahaan ayanya. Dia juga lulusan Universitas ternama di Amerika, lihag wajahnya... cantikan??"
Ibu jack terus saja mendekatkan dia pada Rani
"bundaa, aku mau minta uang dan memakai mobil, aku sedang jatuh cinta pada seorang gadis, dia itu gadis impian ku"
Jack tidak berbasa basi pada ibunya, dia berbicara blak blakan meski sedang dijodohkan dengan wanita disampingnya.
Ibu jack merasa tidak enak pada Rani yang juga mendengar perkataan Jack.
Ibu jack pun membawa nya keruangan lain, karena merasa tidak enak pada Rani.
"Kamu ini gimana sih, hargai dikit donk perasaan Rani, jangan terang terangan didepannya, kasihan dia" Ibu jack menasihati putranya itu.
"Ayolah, bu... aku tidak suka dijodoh jodohkan, lagian aku sudah punya pacar."
jack berusaha mengalahkan niat ibunya itu.
"Ahhh, sudahlah... yang penting coba saja dulu dengan Rani, mungkin kalian bisa cocok" ibu jack melakukan perlawanan dan berusaha meyakinkan Jack.
Ibu jack pun meninggalkan putranya itu, tapi tiba tiba berhenti. Rani berdiri dihadapannya dan sudah mendengar pembicaraan mereka.
"Sepertinya Jack sangat merindukan Tante, sebaikanya aku pulang saja, aku permisi ya tan"
Rani memohon pamit dan langsung pergi.
Ibu jack tak bisa berkata kata dan hanya membiarkan Rani pergi.
Jack pun langsung mendekati ibunya manja seperti anak ayam. Dia terus memohon kepada ibunya agar diberikan uang dan mengijinkan membawa salah satu mobil dari rumah itu.
Karena ibu jack sangat menyayangi putra semata wayangnya itu, dia pun mengalah dan memberikan Jack kartu kredit Unlimited dan mengijinkan membawa sebuah mobil.
__ADS_1
Jack sangat bahagia karena ibunya sangat perhatian padanya, dia terus menciumi pipi ibunya itu.
Sebelum pergi, Ibu jack berpesan agar segera membawa Pacarnya kerumah dan mengenalkan nya pada Ayah dan ibunya.
Jack hanya senyum ketika pergi meninggalkan rumah itu.
Ibu jack pun langsung menemui suaminya dan menyampaikan kabar bahagia itu.
Mendengar itu, Ayah jack sangat senang dalam hatinya. Namun agar tidak terlihat lemah dia berusaha bersikap tegas menutupi kebahagiaannya didepan istrinya.
Meski begitu, ibu Jack tahu dan mengerti betul sifat Suaminya itu dan membiarkan Suaminya tetap menjaga wibawanya.
*************
"tinn tinn tinnnnn, brumm brumm brummm"
Terdengar suara bising dari klakson dan knalpot mobil yang sedang parkir disamping rumah bibi Mei.
Jack sedang berusaha pamer dan memancing El keluar melihat nya.
Benar saja, El yang sedang bersantai di halaman rumah merasa terganggu dan langsung keluar rumah.
El ingin menghajar orang itu jika tidak berhenti melakukan kebisingan itu.
El melihat mobil sport mewah itu, sebuah Lamborgini terbaru terparkir disamping rumahnya.
El mendekati mobil itu dan mengetuk jendela nya.
"Permisi bung, bisa tolong turunkan kaca nya, saya ingin bicara" El berusaha berlaku sopan.
Jack tertawa kegirangan di dalam mobil karena berhasil menjahili sahabatnya itu.
Karena tak kunjung menurunkan kaca mobil itu, El kembali kedalam rumah dan mengambil sebuah kayu balok besar. El bermaksud menakuti pemilik mobil itu.
Melihat El keluar membawa sebuah balok, jack ketakutan dan langsung keluar.
"Surpiseeee" ucap jack karena takut mobilnya dihancurkan.
El semakin marah dan kesal karena dia sudah dijahili sahabatnya itu.
El berpura pura akan menghantam mobil itu dengan kayu balok ditangannya.
Jack yang ketakutan langsung berlutut dihadapan El dan memohon maaf.
Dia melihat wajah El yang penuh Emosi, dia tahu betul bagaimana El jika marah. Sudah lama sekali dia tidak melihat raut wajah itu.
El akan berubah menjadi seperti Iblis jika ada yang meremehkannya.
El kemudian kembali kedalam rumah dan melemparkan kayu itu ke tempat sampah.
Jack yang ketakutan langsung merangkul El dan meminta maaf.
"Broth, yang tadi itu ca becanda kan, kau gk beneran mau menghancurkan mobil itu kan, itu mobil mahal loh, jika lecet sedikit saja mungkin kau akan dapat masalah yg lebih besar" Jack mencoba mengambil hati El.
El kemudian meminta jack berjanji untuk tidak melakukan hal bodoh lagi. Jack pun berjanji pada El untuk tidak melakukan nya lagi.
Mereka pun masuk kedalam rumah dan menemui bibi Mei, jack juga sudah membawa oleh oleh khusus untuk bibi Mei.
Kemarahan membuat kita lupa, dan membangkitkan iblis dari dalam jiwa.
__ADS_1
*** bersambung ***