
"Teng teng teng..." , tanda jam pelajaran di sekolah El sudah dimulai dan para murid yang sudah berada diruangan masing-masing. Hari itu Boby sahabatnya belum muncul juga, El pun tidak terlalu memikirkannya lagi.
Meski didalam hatinya dia merindukan sahabatnya itu, sahabat di sekolah yang selalu baik padanya dan tidak pernah memandang rendah dirinya.
Pak Bambang masuk ke ruangan kelas, "Selamat pagi anak-anak, Bapak ada pemberitahuan pada kalian. Maaf sebelumnya Bapak lupa memberitahukan kalian karena salah seorang teman kalian tidak bisa hadir karena beberapa alasan. Jadi hari ini dia sudah datang, namun ini untuk yang terakhir kalinya. Bapak mohon kepada kalian semua jangan nakal ya..."
"Mari nak, silahkan masuk! ", ucap pak Bambang ke arah pintu kelas.
Diluar sudah ada Boby yang menunggu Pak Bambang menyelesaikan pengumuman kepada teman-teman nya. Boby masuk kedalam kelas dan menyapa teman teman nya.
"Selamat pagi teman-teman, aku mau pamit sama kalian. Soalnya keluarga ku akan pindah ke kota lain, dan aku bersekolah disana. Terimakasih selama ini sudah menjadi teman yang baik buat ku." ucap Boby menyampaikan pemberitahuannya.
El hanya terdiam dan tidak menyangka, dia kebingungan kenapa mendadak sekali Boby harus pindah. Saat Boby akan meninggalkan ruangan kelas itu, El berteriak pada Boby,
"Bob nanti sepulang sekolah aku main kerumah mu ya?!"
Boby melihat teman nya itu dan mengiyakan permintaan El lalu pergi dari situ, El cukup senang karena mendapat ijin dari sahabatnya itu.
Setelah bel pulang sekolah, EL bergegas menuju rumah Boby. Rumahnya cukup jauh dari sekolah, kurang lebih 10 menit perjalanan naik bus kota. Namun El adalah anak pemberani. Berada di Lapangan adalah hal yang biasa baginya. Akhirnya El tiba dirumah Boby, setelah cukup lelah berjalan dari perhentian bus menuju rumah Boby.
__ADS_1
Ternyata El sudah ditunggu, seorang satpam mempersilahkan El masuk dan mengantarkan ke dalam rumah menemuai anak majikan nya.
El dan Boby saling menyapa, mereka terlihat sangat akrab jika mengingat stsatus sosial mereka yang sangat berbeda jauh.
Saat mereka asik bermain, Elsa yang baru bangun dari tidur siang keluar dari kamar nya. dan melihat kakak nya besama seorang teman. Elsa heran melihat situasi itu, tidak biasanya teman Boby datang bermain kerumah mereka. Ini baru pertama kalinya seorang teman berkunjung kerumah mereka.
Boby yang melihat adik tirinya keluar langsung menyapa,
"Dek sini dek, teman abang datang. Dia satu sekolah sama aku . Ayok main sama-sama "
Elsa mendekati mereka, dan duduk disebelah kakak nya sambil memperhatikan EL. Dia terlihat canggung karena baru pertama kali orang asing bermain bersama mereka.
"El kenalkan adikku, namanya Elsa Chrsty Reinhard." sambil menyuruh Elsa menyodorkan tangan nya untuk berjabat sebagai tanda perkenalan.
Elsa yang malu-malu langsung kembali ke balik punggung Kakak nya dan terus memperhatikan El. Boby memahami keadaan adiknya itu karena jarang bertemu orang asing bahkan hingga berkenalan.
"Elsa, jangan dibelakang ku lah, kita main sama-sama, kamu duduk disebelah EL, gk usah takut El teman kakak yang baling baik. Dia pintar, dan baik kq. Kamu ingat kue yang selalu kakak bawa dari sekolah, kue kesukaan mu itu punya El, ibunya membuat kue untuk dijual." Boby membujuk Elsa.
Mendengar itu, El langsung menggoda dan meyakinkan Elsa untuk tidak malu kepadanya.
__ADS_1
"Ooouhh, Elsa sukak sama kue Ibu aku..., Oke besok aku bawakan buat Elsa yang baaaanyaakkkk sekali, hehehe gimana Elsa mau kan?" sambil senyum menatap Elsa.
Elsa langsung bersemangat ketika mendengar soal kue dan kata "baaaaanyaaakkk" yang dibicarakan EL. Dia pun senyum dan memberanikan diri untuk ikut bermain bersama.
Tak terasa hari semakin sore, dan El pun berpamitan untuk pulang. Boby dan Elsa mengantar El hingga Gerbang depan rumah mereka.
" Aku pamit pulang ya Bob, cha... besok aku datang lagi main sama kalian", ucap EL sambil memberi hormat.
"Makasih kakak sudah datang kerumah dan bermain bersama kami. Besok jangan lupa bawakan Kue yang kakak EL janjikan ya... aku menunggu kakak sampe datang besok. Oke kak.."
Elsa menagih janji El, karena hanya sedikit waktu saja mereka sudah sangat kompak. El, Boby dan Elsa menjadi teman saat mereka sudah berkenalan dan bermain bersama. Saat mereka bermain Elsa sempat berkata kepada mereka kalau EL dan Boby harus tetap berteman selamanya hingga tua nanti. Elsa juga mengatakan pada EL agar tetap mau menjadi teman nya meski suatu saat Elsa melakukan kesalahan pada El, karena hanya El teman yang dimilikinya.
El juga menerima permintaan Elsa itu dan berjanji akan menjadi seperti yang Elsa mau. Bahkan mereka memberi nama panggilan masing masing sebagai tanda pertemanan dan hanya mereka yang boleh mengucapkan panggilan itu.
Elsa di panggil Cha cha, Boby dipanggil Kue dan Daniel dipanggil Codok. Panggilan ini menjadi simbol ke akraban mereka dan akan mereka gunakan saat mereka bertemu.
Setelah berpamitan, El pun pergi dari rumah itu. Elsa terus melambaikan tangan kepada El hingga El menghilang di tikungan jalan perumahan mereka.
Elsa sangat senang bertemu EL. Orang pertama yang bisa membuatnya berinteraksi dengan orang lain yang baru pertama kali dijumpainya. Elsa berjanji didalam hatinya, jika dewasa nanti EL akan tetap bersamanya dan terus bersamanya.
__ADS_1
Mungkin raga kita berpisah, tapi hati kita terikat di kebahagian yang sama.
*** bersambung ***