Finding Love

Finding Love
Bagian 20 -= Cinta kita II =-


__ADS_3

"Jeg jeg jeg...." suara mesin alat cetak obat sedang bekerja didalam sebuah gedung tua. Beberapa pekerja sedang sibuk memindahkan barang-barang dari dalam truk. Beberapa pria lainnya sedang sibuk membungkus produk mereka yang sudah selesai diproduksi. Seorang pria mengenakan setelan rapi berwarna hitam terlihat sedang sibuk menelepon. Dia adalah Roy, salah satu pengawal kepercayaan Arfat.


"Haloo bos, saat ini produksi kita lumayan banyak, sebaiknya stock digudang segera kita habiskan agar barang kita tidak menumpuk, Bahan kiriman dari Liong juga sudah tiba dan sedang diturunkan".


"Oke Bos... oke, baiklah... akan saya kerjakan segera, sampai ketemu nanti malam Bos".


Roy pun mengakhiri pembicaraannya dengan Arfat, kemudian pergi menuju ruangan Kepala produksi. Roy menyampaikan pesan dari Arfat kepada Kepala Produksi itu. Arfat berpesan agar Stock lama mereka digudang segera diedarkan, agar mereka dapat memproduksi barang baru.


Peredaran Narkoba di wilayah itu cukup masif, target mereka adalah para pelajar dan remaja yang sedang dalam masa pubertas. Akibatnya banyak korban berjatuhan karena barang haram tersebut. Tindak kriminal yang dilakukan anak dibawah umur meningkat setiap tahunnya, akibat peredaran Narkoba yang dikelola oleh Arfat.


Arfat memanfaatkan kekuasaanya sebagai salah satu orang berpengaruh dalam bisnis Negara itu. Dia menjadi bandar Narkoba dan menutupinya dengan menjadi Pebisnis. Hampir semua perusahaan di Negara itu dia masuki. Mulai dari perusahaan makanan, property, otomotif, rumah sakit, dan lainnya.


Arfat memanfaatkan kerja samanya sebagi Pemegang saham disebuah rumah sakit sebagai kedoknya dalam menjalankan bisnis Haramnya itu. Agar mempermudah dia dalam pemasokan bahan-bahan kimia pembuat Obat terlarang itu. Arfat jarang terlihat diruang publik, itu karena dia sudah mengatur semua bisnisnya dengan Rapi, Jika suatu saat Bisnis Haramnya itu terbongkar, dia bisa mencuci tangan dari masalah itu.


*****************


Sementara itu Elsa sedang sibuk bekerja, dia masih harus melanjutkan tugas yang diberikan Bos nya. Elsa terus mencari Informasi tentang lingkungan hidup dari daerah-daerah yang dia rasa berpotensi untuk diliput.


Usaha Elsa tidak sia-sia setelah cukup lama mencari informasi tentang daerah yang layak untuk diliput. Dia tidak membung-buang waktu dan langsung mencari orang yang bisa menjadi nara sumbernya dan bekerja sama dengannya.


ELsa masuk kedaerah itu dan melihat wilayah yang sangat kumuh. Sangat tidak layak dihuni oleh manusia. Sampah berserakan dimana-mana, Jalanan dipenuhi orang-orang yang meminta-minta. Pemandangan itu membuat hati Elsa Pilu, apalagi saat dia melihat seorang ibu yang terduduk di pinggir jalan, beralaskan karton bekas sambil menggendong anaknya yang masih kecil.


Elsa memarkirkan mobilnya disebuah kedai yang menjual kopi. Kedai itu cukup bersih dibandingkan bangunan-bangunan lainnya didaerah itu. Elsa masuk kedalam Kedai dan memesan minuman nya. Sembari menikmati kopinya dia mencari info tentang distrik itu di internet. Setelah membaca cukup lama, Elsa menemukan info tentang sejarah Distrik itu.


Distrik itu dinamakan Distrik Nol, Warga yang disana adalah Imigran dari negara negara tetangga yang bekerja saat proyek pembangunan kota itu. Karena Proyek selesai, para pekerja itu tidak bisa pulang akibat Gaji mereka tidak sepenuhnya dibayarkan. Perusahaan yang merekrut mereka pun menutup mata setelah proyek selesai, bahkan tidak mau tahu tentang masalah itu. Para warga harus hidup sebagi Imigran gelap tanpa kejelasan, mereka bertahan hidup dengan mengemis dan mengepul barang-barang bekas.


Beberapa imigran itu ada yang sukses karena pandai dalam mengatur keuangannya saat bekerja dulu. Salah satunya adalah pemilik kedai kopi itu, Pria tua berusia sekitar 50an yang masih terus berjuang demi bertahan hidup.


Sudah sejak lama Pemerintah ingin menghancurkan distrik itu dan membangun ulang semua wilayah itu. Namun kerena warga selalu melakukan perlawanan pemerintah tidak bisa langsung bertindak. Jika pemerintah bertindak langsung, maka akan terjadi kerusahan dan pasti memakan korban, belum lagi media yang akan memberitakan kejadian itu ke Publik yang bisa membuat citra pemerintahan menjadi buruk. Jadi selama ini Pemerintah menutupi tentang status Distrik itu dari Publik.


Setelah membaca semua info tentang Distrik itu, Hati ELsa tergerak untuk membongkar keburukan pemerintah yang telah menutupi keadaan di Distrik itu.


"Permisi Pak, bisa kesini sebantar??" Elsa memanggil Pak Yuan pemilik kedai kopi itu.


"Ya.. ada apa Nona, ada yang bisa saya bantu?" Pak Yuan pun mendatangi meja Elsa.


"Silahkan duduk pak, saya ingin sedikit bertanya-tanya tentang Distrik ini??" Tanya ELsa sambil mempersilahkan Pria tua itu Duduk.


"Kenalkan pak, saya ELsa.. saya seorang reporter" Elsa menyalam pria itu dan memperkenalkan diri.


"Ouh.. saya Yuan Seng, saya pemilik Kedai ini. Ada keperluan apa nona dengan saya??" tanya pak Yuan penasaran.


"Begini Pak, saya mendapat tugas dari Bos saya untuk membuat sebuah liputan tentang lingkungan, saya ingin memohon bantuan bapak untuk memberi saya informasi mengenai Distrik ini, nanti bapak akan saya bayar." Elsa menjelaskan tujuannya kepada Pak Yuan.

__ADS_1


Medengar penjelasan Elsa, Wajah Pak yuan berubah murung dan terlihat sangat sedih. Dia mengingat masa-masa yang telah dilaluinya. Sejak berusia 18 Tahun, dia sudah menjadi Imigran ditempat itu sebagai salah satu pekerja. Dia berhenti bekerja setelah berusia 36 tahun, dan memulai Usahanya. Saat itu Proyek masih berjalan mulus, tanpa ada masalah... dan para pekerja hidup berkecukupan, Hingga tiga tahun kemudian Proyek berakhir. Para pekerja berharap ada Proyek selanjutnya dan membuat mereka bertahan dinegara itu menunggu proyek baru, Namun hingga saat ini Proyek itu tidak pernah ada lagi.


Pak Yuan menceritakan kisah hidupnya itu kepada Elsa tanpa melewatkan hal-hal penting. Elsa yang mendengar cerita itu merasa iba dan tersentuh hatinya. Elsa berjanji akan menguak kebenaran tentang distrik itu ke publik dan mengajak seluruh penduduk memberikan perhatiannya kepada distrik itu.


Namun Pak Yuan mengingatkan Elsa sebelum mengakhiri pembicaraan mereka.


"Nona, Saya sangat berterima kasih dengan niat baik nona, tapi saya rasa semua itu akan sia-sia. Sebaiknya Nona berhenti dan tidak usah melanjutkan nya."


Elsa heran dan kebingungan dengan perkataan pak Yuan itu, dan kembali bertanya.


"Kenapa berkata seperti itu Pak, apa ada masalah dengan itu pak?"


"Saya khawatir pada Nona, jika ingin selamat sebaiknya nona berhenti sampai disini saja" Ucap pria tua itu kemudian pergi meninggalkan Elsa dari mejanya.


Elsa hanya diam dan kebingungan, Elsa pun membayar pesanannya dan segera pergi dari tempat itu. Sepanjang perjalanan pulang ELsa terus memikirkan maksud perkataan dari Pria tua itu. Dia belum mengerti kenapa Pria tua itu melarang dia dan mengkhawatirkan dia.


************************


Dirumah bibi Mei, Jack dan Angel sedang bersiap-siap pergi kesuatu tempat, El melihat mereka yang sedang kasmaran itu dengan rasa bahagia. Adiknya kini menjadi gadis manis dan dijaga oleh sahabatnya. El menyapa mereka.


"Wahhh, pasangan ini, tidak sopan sekali kalian didepan ku, memamerkan kemesraan kalian seperti ini, haah.. "


"Maaf bro, kami tidak melihat ada orang disitu, mata ku cuma bisa melihat bidadari ini, hehe " Jack menggombal Angel dan membuat angel malu. 


"Dasar kunyuk, jangan terlalu lama diluar, kalau pulang bawakan aku dan Ibu makanan." teriak El pada mereka.


Jack mengacungkan Jempol kepada El kemudian masuk kedalam mobil lalu pergi.


Jack membawa Angel ke rumah nya karena telah berjanji pada ibunya akan membawa kekasihnya dan memperkenalkannya. 


"Kita mau kemana Yank??" tanya Angel.


"Aku ingin mengenalkan mu dengan seseorang, Kamu tidak usah takut.. dia orang paling baik diDunia ini setelah El dan bibi Mei, heheh" Jack meyakinkan Angel.


"Ouh, begitu baiklah aku ikut Sayank aja" Kata Angel menutup pembicaraan mereka.


Sepanjang jalan Angel terkesima dengan pohon-pohon dan bangunan-bangunan yang mereka lewati. Rumah mewah dikiri kanan jalan menandakan mereka sedang berada diwilayah orang-orang kaya.


Jack menuju sebuah Gerbang besar dan tinggi, jack membunyikan Kalkson mobilnya. Gerbang itu terbuka dan segera masuk kedalam. Rumah Mewah itu adalah rumah Ayah dan Ibu kandung Jack.


"Okeh kita sudah sampai, sebentar aku akan membukakan pintu untuk kekasihku,heheh" ucap jack sambil tersenyum pada Angel.


Jack pun turun lalu berlari kesamping dan segera membukakan pintu mobil untuk Angel. Jack menyodorkan tanganya dan mempersilahkan Angel untuk turun. Jack menggandeng tangan Angel dan membawanya masuk ke dalam rumah. 

__ADS_1


Angel terkagum-kagum melihat rumah itu, dia meragukan apakah itu benar rumah Jack. Tapi karena Jack terus menggenggam tanganya, Angel hanya bisa ikut kemana Jack berjalan.


"Bundaaaaa, Bundaaaa.... aku kembali, Bunda dimana??" Jack berteriak-teriak memanggil ibunya didalam rumah.


Salah seorang pelayan keluar dari dapur kerena mendengar suara berisik itu, dan langsung memberi hormat setelah melihat Jack, Majikan mereka.


"Selamat datang tuan" Membungkuk dan memberi salam.


"Dimana Bunda, kenapa rumah sepi sekali??"Jack bertanya pada pelayan itu.


"Nyonya sedang pergi bersama teman-temanya sejak Sore, sedangkan Tuan baru saja pergi" Pelayan itu menjelaskan situasinya.


"Ouh, begitu ya sudah ... tolong buatkan minum untuk kami ya bik!, ouh iyaa.. kenalkan Angel bi, Dia Kekasihku... hehehe," Jack memamerkan Angel pada pelayannya.


Pelayan itu pun memberi hormat pada Angel, Angel juga membalas pelayan itu dan memberi hormat.


"Yok kita ke Kamar ku, kita disana saja menunggu Ibu ku pulang." Jack menarik tangan Angel dan membawanya nya menuju Kamarnya. Angel kaget ketika Jack akan membawanya ke Kamarnya, dan langsung melepaskan tangan Jack. Wajah Elsa berubah pucat dan ketakutan. dia terdiam dan menatap Jack.


"Ada apa sayang, ?? " Jack memperhatikan  Angel kemudian mengerti,


"ahhh... anuu, maaf sayang maksud ku bukan seperti itu, tadi itu ... aduh, bagaimana menjelaskannya ya... Maaf sayang aku tidak bermaksud." 


Jack bingung bagaimana menjelaskan maksud nya membawa Angel ke kamar. Angel salah paham dengan perkataan Jack, dan takut di apa-apain di kamar. Apalagi mereka masih baru pacaran, meski saling mencintai... ada batasan-batasan yang harus mereka jaga.


Tiba-tiba Ibu Jack datang, dengan beberapa belanjaan ditangannya. Ibu jack tidak menyadari Ada Jack dan Angel disitu, dia sibuk mengangkati tas belanjaannya. Jack pun langsung menghampiri Ibunya dan membantu membawa barang barang itu.


"Ehh,,, " Ibu jack menatap Jack, 


"Ahhhh, sayang ku,,, kamu pulang, " Ibu jack pun memeluk dan menciumi putranya itu seperti mencium seorang anak kecil. Jack merasa malu diperlakukan seperti bocah oleh ibunya di depan Angel. Jack berusaha memberitahu ibunya dengan berbisik dan mengedip-ngedipkan mata bahwa ada Angel kekasihnya disitu sedang memperhatikan mereka.


Ibu jack bingung melihat tingkah Jack dan segera menyadari maksud Jack. Ibu jack terkejut dan langsung melepas pelukannya dari Jack setelah melihat Angel yang cantik dan imut berdiri memandangi mereka sambil tersenyum menahan tawanya.


"Maaf... siapa Dia sayangg??" ibu jack bertanya pada Jack dengan perasaan masih terkejut dan sedikit malu.


"Dia Kekasih ku bunda", ucap Jack.


"Haaaaahhhhhh" Ibu Jack terkejut dan tidak percaya melihat sosok Angel yang sedang berdiri di hadapannya itu. Dia terus menatapi Angel dan memastikan kalau apa yang dia lihat itu hanya sebuah Ilusi. Dia tidak percaya Jack membawa Angel kerumah mereka dan memperkenalkannya padanya.


"Dasar Anak kurang ajar, berani sekali kamu ya.... " Ibu jack memukul-mukul pundak Jack dan membuat jack kesakitan dan berteriak minta ampun.


Tapi Ibu Jack tidak memperdulikan teriakan Jack dan terus memukuli Jack.


Jack berlari menghindari pukulan ibunya dan bersembunyi dibalik punggung Angel, rumah itu menjadi gaduh akibat perang sengit antara Ibu dan Anak.

__ADS_1


*** bersambung ***


__ADS_2