Finding Love

Finding Love
Bagian 7 -= Pertemuan =-


__ADS_3

25 tahun kemudian...


"Prank... brukk, bruakk... prankk...", suara gaduh di dalam bar, beberapa Pria sedang berkelahi dengan satu orang pria.


Perkelahian yang tidak seimbang 1 lawan 8, namun Jack bisa mengalahkan beberapa diantaranya. Luka-luka memenuhi wajah mereka semua.


Perkelahian itu berhenti setelah Jack ditahan 2 pria yang menjadi lawannya.


Para pengunjung bar yang sedari tadi panik dan bergegas menelepon Polisi akhirnya bisa tenang setelah Polisi tiba dan segera mengamankan mereka kemudian dibawa pergi ke kantor polisi.


Dikantor polisi mereka diperiksa dan dipaksa untuk berdamai. Meski dikantor Polisi mereka tetap ribut dan hampir berkelahi lagi.


"Kalau kalian tidak bisa tenang saya akan menjebloskan kalian kedalam penjara"


ucap Polisi yang memeriksa mereka dengan wajah marah dan nada mengancam.


"Berandalan seperti kalian hanya menyusahkan kami saja."


kemudian kembali duduk di kursinya dan melanjutkan pemeriksaan.


"Pak, saya hanya memukul empat orang, saya korban pak, mereka yang memukul saya duluan",


Jack mencoba membela diri dihadapan Polisi itu.


"Kami tidak memukulnya pak, kami hanya menahan dia."


balas seorang pria tak mau kalah.


"Brengsek ini, kau pantas dipukul"


sahut Jack lagi.


"Sudah, sudah jangan ribut lagi. Coba saya dengarkan penjelasan kalian ada apa sebenarnya",


Polisi itu pun melerai dan mendengarkan penjelasan pria itu.


"Kami hanya menggoda wanita pelayan di Bar itu, Tapi pria ini datang tiba-tiba seperti orang gila dan menyerang kami" Pria itu menceritakan situasi palsu dan menatap Jack dengan ejekan.


"Apa benar begitu saudara Jack??"


tanya polisi itu lagi.


"Benar pak, tapi mereka tidak menggodanya dengan baik, mereka melecehkan wanita itu pak"


Jawab Jack mencoba meyakinkan polisi itu.


Mereka kembali ribut, dan Polisi itu semakin stress dibuat nya.


"Kalian semua brengsek, masukkan mereka ke Sel sementara"


polisi itu menyuruh anggotanya membawa mereka semua kedalam sel.


"Panggil wali kalian kesini jika ingin dikeluarkan segera." Polisi itu mengakhiri pemeriksaannya sambil menahan kesal karena menghadapi mereka.


                                 ********


"Drttt drrttt drrttt ..... "


ponsel bibi Mei bergetar, satu panggilan dari nomor baru masuk ke Ponselnya.


Bibi Mei mengangkat panggilan itu.


"Halo.. halo, siapa ini.. ini sudah larut kenapa masih menelpon"


bibi Mei membentak orang dibalik telepon itu karena kesal istrahatnya terganggu.


"Bibi... ini aku Jack, bisa tolong bicara dengan Dani. Tolong bi.. ini sangat penting" Jack memohon pada bibi Mei.


"Dasar berandal, apalagi yang kau perbuat kali ini. Menyusahkan orang saja"

__ADS_1


bibi Mei ngedumel kemudian turun kebawah memberikan ponselnya kepada Daniel


"Nak, ini ada panggilan dari sibodoh itu,... katanya penting" kemudian menyerahkan Ponselnya.


Daniel yang sedang membereskan pekerjaan nya membantu bibi Mei kemudian menerima ponsel itu.


"Halo.. ada apa Jack," ucap El


El kecil dirawat oleh bibi Mei setelah El pergi meninggalkan kampungnya. Bibi Mei menemukan El di stasiun kereta waktu itu ketika memungut Karton bekas kemudian membawa El pulang.


Hingga dewasa El sudah menganggap Bibi Mei sebagai ibunya, begitu juga sebaliknya.


El Pernah tergabung dalam Militer dan menjadi Pasukan Khusus paling di takuti diNegara itu. Informasi mengenai mereka sangat dirahasiakan oleh pemerintah. Namun mereka dibubarkan setelah sebuah insiden yang merusak Citra El dan fitnah yang dia terima. Saat di Pasukan dulu, dia berteman dengan Jack, mereka sangat Akrab.


Bahkan ketika El dipecat, Jack juga mengundurkan diri demi sahabatnya itu.


Sebenarnya Jack adalah anak konglomerat, ayahnya pengusaha Jual beli mobil sport impor dan juga menjadi salah satu ketua gangster kecil diwilayahnya.


Namun Jack tidak pernah mau pamer atau mengandalkan kekuatan orangtuanya. Dia ingin hidup mandiri dan mengikuti sahabatnya itu.


Bahkan dulu ketika ayah jack memasukkan dia ke Militer, jack sempat menolak. Namun karena tidak berdaya dia terpaksa menjalani keinginan Ayahnya itu.


Tapi tidak semua Hal buruk yang dia dapatkan selama di Militer, bahkan dia bersyukur karena Militer itu dia bertemu dengan El.


El juga bersyukur bertemu dengan bibi Mei, karena telah merawat dan membesarkan dia dengan baik. El bisa masuk militer karena kerja keras dan usahanya sendiri. sebagian besar Gaji El selama dimiliter dia sumbangkan ke sebuah Yayasan Yatim Piatu.


Sisanya dia berikan kepada bibi Mei untuk keperluan sehari hari.


Setelah dikeluarkan dari pasukan, El menjalani hidupnya dengan membantu bibi Mei mengumpulkan barang barang bekas untuk dijual kembali ke pusat daur ulang.


El, Jack dan bibi Mei menjadi seperti sebuah keluarga setelah mereka bertemu.


"Bro.., bantu aku sekarang juga aku ditahan dikantor polisi, mereka meminta wali datang untuk membebaskan aku, cepat ya bro"


Jack meminta tolong kepada El.


El hanya mematikan panggilan itu kemudian pergi mengembalikan Ponsel bibi Mei.


Kemudian kembali dan melanjutkan pekerjaaan nya, membereskan barang bekas untuk dijual besok Pagi.


                           *************


Esok paginya,


Pagi yang cerah, cuaca sangat menyegarkan untuk memulai beraktifitas. El sudah bersiap siap didepan rumah dengan gerobaknya penuh dengan Karton bekas yang siap dijual.


Bibi Mei juga sudah selesai dengan pekerjaan nya didapur, mempersiapkan sarapan untuk mereka berdua.


"Nak, ayo sarapan dulu ibu sudah buatkan roti kesukaan mu"


bibi Mei memanggil El dari dapur.


El yang pendiam itu kemudian langsung masuk mematuhi perintah ibunya.


Setelah selesai sarapan El pun pergi menjual barang bekas digerobaknya. Isinya lumayan banyak kurang lebih 150 Kilogram beratnya.


Namun bagi El yang fisiknya sangat bagus, itu tidak ada apa apanya. Dia menarik gerobak itu dengan santainya.


Setelah selesai menjual Karton itu, El bergegas ke Kantor Polisi tempat Jack sahabatnya ditahan.


Setelah masuk Ke dalam El kemudian membungkuk memberi hormat kepada setiap Petugas yang ada.


Polisi pemeriksa Jack melihat El dengan curiga, karena tampilan El yang sederhana dan agak kucel.


"Hei kau, kemari... ada urusan apa?"


Polisi itu memanggil El.


"Ada apa kau disini, apa kau ingin melapor?"

__ADS_1


tanya polisi itu setelah El mendekat.


"Saya Wali Jack komandan, dimana dia?" jack bertanya dengan sopan namun Tegas.


"ouh, jadi kamu Wali berandalan itu, tunggu sebentar, silahkan duduk"


Polisi itu melayani El dengan baik.


tidak berapa lama Jack keluar didampingi beberapa petugas, tangannya masih di ikat.


"Ouh, Daniel ku... penyelamatku.. akhirnya kau datang..."


Jack tiba-tiba menangis dan memeluk El seperti bocah yang merindukan ibunya.


El malu-malu dan merasa risih segera melepaskan pelukan sahabatnya itu.


Jack yang manja itu kemudian mengingatkan Polisi itu, kalau Sahabatnya itu juga bekas pasukan Khusus di Militer.


Namun sebelum Jack berbicara panjang El langsung membungkam mulut jack.


"Berapa denda yang harus saya bayarkan agar si bodoh ini bisa keluar pak"


tanya El kepada Polisi itu.


"250.000 untuk denda keributan dan 20.000 karena merusak kursi saya"


jawab Polisi itu.


El terkejut mendengar penjelasan polisi itu dan menatap Jack dengan Marah namun kasihan.


Jack hanya tersenyum manja memohon agar El tidak marah dan segera menebusnya.


El menarik nafas dalam-dalam menahan diri mencoba bersabar karna ulah sahabatnya itu.


Setelah selesai membayar denda akhirnya mereka di izinkan keluar.


Di depan pintu Kantor Polisi, El memberikan uang 30.000 kepada Jack.


Jack kaget dan bahagia karena diberi uang setelah melakukan kesalahan namun tetap diperhatikan.


"Wah, kamu memang sahabat ku yang terbaik"


Jack menerima uang itu dan menatap nya dengan kegirangan kemudian memeluk El dan mencoba menciumnya.


El mengelak dan mendorong Jack karena merasa risih, namun tetap tersenyum. Jack juga hanya tertawa kegirangan.


"Itu uang sisa penjualan ku pagi ini setelah seminggu mengumpulkan barang bekas. Selebihnya sudah kuberikan kepada Polisi itu.


Ibuku mungkin akan Marah dan membunuhku. Sebaiknya kau yang memberikan uang itu pada ibu dan menjelaskan situasinya"


El menjelaskan pada Jack, dan Jack tiba-tiba terdiam dan gemetar ketakutan.


Dia menatap El dan hampir menangis.


"Broth,... Mungkin aku juga akan Mati, sebaiknya kau dampingi aku sebelum ajalku tiba"


jack kemudian tertunduk lemas.


El tertawa melihat reaksi sahabatnya itu kemudian merangkulnya.


"Baiklah, Sebelum kau mati.. kau mau makan apa, kali ini aku yang traktir"


El mengejek Sahabatnya itu.


"Aku mau makan Lontong bi Narti" ucap jack kemudian mereka pergi dari situ. El hanya tertawa dan mereka berjalan berangkulan kemudian pergi.


Sahabat akan selalu mengerti satu sama lain


*** bersambung ***

__ADS_1


__ADS_2