
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba di mana Akan di adakannya turnamen basket ball di sekolahan Nya Rara
" Tck Tuh anak kenapa lama sekali sih " Ujar Latika Malas
Sedangkan Rara hanya tersenyum, memang Wulan sudah dari tadi dia didalam kamar belum keluar juga pada hal Turnamen nya sebentar lagi akan dimulai
" Woe Wul, Lu jadi pergi apa Ngga sih " Teriak Latika
" Iya, Bentar " Jawab Wulan sambil membuka pintu kamarnya
" Akhirnya Tuan Putri kita selesai juga Berdandan " Ujar Latika Tersenyum
Sedangkan Wulan menunduk malu saat Mendengar Ucapan Latika
" Dan Sayang sekali tuan Putri kita akhirnya Berubah jadi Kodok Setelah ia Berdandan Selama Lima Jam " Sambung Latika Sadis
Dan secepat kilat Wulan langsung Melempar tas nya kearah Latika
" Sudahlah ayo berangkat, kalo tidak kita akan ketinggalan babak Pertama " Ujar Rara sambil Memakai sepatunya
" Rara, Wulan, Latika disini " Teriak Ayla sambil Melambaikan tanganNya dan ada juga David yang sedang tersenyum
" Ayo ke sana " Ujar Latika
Saat mereka sampai di tempat duduk tiba-tiba David berkata
" Ra Kamu duduk disini " Ujar David sambil tersenyum
" Ngga Vid aku duduk di sini saja "
" Eitss, lu mau kemana Ra duduk sana di tempat nya David " Ujar Wulan cepat sambil mendorong Rara agar duduk di dekat David
Rarapun terpaksa duduk di samping David
" Ini Minuman dan Sandwich , Pasti kamu Belum sarapan kan " Ujar David sambil tersenyum lembut
" Terimakasih David " Ujar Rara sambil tersenyum manis
__ADS_1
Tanpa mereka sadari di bawah Lapangan, Rayhan sudah memperhatikan Rara sejak Rara masuk
" Kau Berubah Ra, kau berubah lebih cantik dan hanya satu yang tidak berubah darimu dan itu sangat membuatku muak, yaitu kamu sangat suka membuat hatiku sakit " Ujar Rayhan sambil mengepalkan tangan nya
Pritt ..( Suara peluit )
" Eh lihat babak pertama sudah mulai " Ujar Wulan bersemangat
" Tapi tunggu dulu Ra coba kamu liat di sebelah kiri Ketua Tim sekolah yang baju putih itu,
Ko, kaya kenal yah " Ujar Wulan
Rara pun langsung melihat ke arah Lapangan dan betapa kagetnya ia saat orang yang dimaksud Wulan tadi adalah Rayhan
Saat Rara sibuk melihat Rayhan Tiba-tiba Rayhan juga menatapnya, Namun Rayhan Tidak tersenyum melainkan ia Menyeringai melihat wajah kaget Rara
" Oh Ra itukan Rayhan " Ujar Wulan kaget
" Kenapa si Berengsek itu bisa ada di sini " Tambah Wulan sambil menatap marah ke arah Rayhan
Turnamen pun dimulai
" Bukan Hanya kenal bahkan kenal banget pula, dia itu teman Kami waktu SMP dan dia salah satu pria yang pernah dekat dengan Rara, namun dia hanya pria Berengsek yang tidak tau di untung " Ujar Latika Menahan kesal
Benarkah apakah Orang yang bernama Rayhan itu sangat berengsek sampai bisa membuat Latika dan Wulan Se marah itu dan bahkan membuat Rara diam seribu bahasa " Ujar David di dalam hati sambil melihat Rayhan Yang lagi menggiring bola basketnya
" Jika dia masalalu yang ingin Rara lupakan, aku siap membantu Rara untuk menjauhi pria itu namun jika Rara masih menyimpan perasaan untuk dia , apa yang harus aku lakukan ? aku tidak mungkin melepaskan Rara sekarang karna aku sangat menyukai Rara " Ujar David dalam hati
Setelah Turnamen, Akhirnya hal yang ditunggu² pun datang yaitu Pembagian Poin dan Tim Rayhan menang sehingga berkesempatan mengikuti lomba akhir
Rarapun langsung meninggalkan tempat duduknya saat Ia melihat Rayhan sedang bersenang-senang merayakan kemenangan mereka
Rara yang pergi tidak luput dari penglihatan Rayhan
" Ketua Kau mau kemana ? " Tanya salah satu teman Basket nya
" Ke toilet, tangkap " Ujar Rayhan sambil melempar bolanya
__ADS_1
" Ra tunggu " Ujar Rayhan sambil Mempercepat Langkah nya untuk mendekati Rara, Namun Rara tidak memperdulikan nya
" Aku bilang Berhenti " Kata Rayhan Sambil Meraih tangan Rara dan langsung mengurungnya ke tembok
" Ada apa denganmu Ra, Aku memanggil mu dari tadi,, apa kau tuli Ha " Ujar Rayhan sambil menahan Kesal
" Minggir rayhan, aku tidak punya urusan dengan mu " Ujar Rara dingin
" Kamu tidak, Tapi aku punya " Ujar Rayhan sambil menatap dalam mata Rara
" Ra aku ingin jelasin sesuatu, Waktu itu Aku dan Kristal Bukan Kristal Menjebak ku, ia ingin hubungan Kita Renggang " Ujar Rayhan Meyakinkan
" Itu bukan Penjelasan Rayhan " Kata Rara sambil Tersenyum pahit
" lebih baik kamu minggir dan diantara kita berdua sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan Rey, Aku sudah Menutup Semua kemungkinan untuk kita bersama jadi menyerah lah " Ujar Laura Mendorong ketika Rayhan Lengah dan langsung berjalan melewati Rayhan yang terteguh karna mendengar ucapan Rara tadi
" Tunggu " Kata Rayhan Dingin
Rarapun Terdiam ditempat dan langsung melihat ke arah Rayhan
" Aku peringatkan Ra " Ujar Rayhan Di lain Waktu jangan pernah mengucapkan hal yang menyakiti ku seperti tadi, Aku anggap kamu tidak pernah MengucapkanNya " Kata rayhan sambil menghembuskan nafas beratnya
" Dan Satu lagi yang perlu kau tau aku tidak menginginkan ciuman Kristal yang menjijikan itu Ra, dia yang Mencium ku, Andai saja kau lebih lama melihat kami mungkin kau akan liat bagaimana saat aku mendorong keras kristal dulu "
" Aku tidak akan memaksa mu sekarang, Aku tau kamu sulit untuk mempercayai ku, namun aku mohon kepadamu jangan menjauh dariku biarkan aku memenangkan mu kembali Maka dari itu jangan menutup kemungkinan untuk kita bersama Ra " Ujar Rayhan Panjang lebar
Rayhan pun langsung Pergi sambil Mengusap Kepala Rara
Saat Rayhan Pergi Rara masih berdiri di tempat, sampai Akhirnya Rara tidak bisa lagi menahan tangisannya
" Hiks Kenapa kau Datang Rey, hiks Kenapa ? saat aku sudah mulai melupakan mu, Hiks saat aku ingin memulai lagi dengar orang lain ke kenapa kau harus kembali " Ujar Rara pelan sambil terus mengeluarkan air matanya
Namun tanpa Rara sadari, David Dari tadi melihat Interaksi nya dengan Rayhan dan bahkan ia mendengar apa saja pembicaraan nya
" Jadi Rara putus dengan Rayhan karna Rayhan selingkuh dan sekarang Rayhan ingin Kembali di sisi Rara " Pikir David
" Dasar Berengsek, Aku tidak akan membiarkan Rara jatuh ke lubang yang sama, Sebenarnya aku berniat melupakan Rara sedikit demi sedikit jika Rara benar-benar ada perasaan kepadanya " Ujar David dalam hati
__ADS_1
" Namun Sekarang aku menghapus semua pemikiran gila ku Tadi, dan yang paling penting sekarang aku tidak akan membiarkan Pria itu mendekati Rara barang sedikit pun " Tambahnya sambil Mengeram marah
David pun langsung meninggal kan tempat itu dan berjalan kembali ke lapangan Basket