First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Renggang


__ADS_3

" Benarkah itu ? " Tanya Rara ke Rayhan sambil menoleh ke arah Rayhan


" Tidak, itu tidak benar Ra, aku tidak pernah menyukainya " Ujar Rayhan serius sambil memegangi tangan Rara meyakinkan


" Oh apakah kau perlu bukti, Baiklah karna kau benar-benar Sangat membutuhkan bukti biar aku kasih kamu buktinya " Ujar Kristal sambil mengacak-acak isi tasnya


" Tidak Perlu " Ujar Rara sambil berdiri dari duduknya, sedangkan Rayhan kalang kabut saat melihat ekspresi kecewa dari muka Rara


" Ra kumohon dengarkan penjelasan ku dulu " Ujar Rayhan sambil memegangi tangan Rara kuat-kuat


" Tck, Kau mau tetap di sini, Bersyukur lah karna aku masih berbaik hati tidak menyirami mu dengan air, seperti yang di lakukan Orang-orang pada umumnya saat bertemu dengan Pelakor " Ujar Kristal Tersenyum Sinis


Mendengar Ucapan Kristal, Rarapun tidak jadi pergi dan ia langsung duduk kembali ke kursinya


" Hah, tadinya aku ingin pergi tapi mendengar Ucapan mu, Aku jadi Ragu kalau kau benar-benar memiliki Hubungan khusus dengan Rey " Ujar Rara Santai sambil menatap kristal


" Mungkin saja kan, itu semua hanya rumor " Tambah Rara sambil Tersenyum


" Dan aku rasa rumor itu terjadi karna kau yang begitu murahan, yang terus-menerus mengikuti Rayhan dimanapun Rey berada, Apakah aku benar Nona Kristal " Ujar Rara Tersenyum Culas


" Kau " Ujar Kristal Menunjuk Wajah Rara


" Kendalikan dirimu Nona, Aku sudah bilang jangan pernah menunjuk-nunjuk Wajah ku " Ujar Rara tajam sambil menepis kasar Tangan Kristal


" Benar Ra, Semua Yang kau Ucapkan itu benar, dia yang terus-menerus mengikuti ku sampai-sampai Siswa-siswi di sekolahku salah paham " Ujar Rayhan Sambil Tersenyum lega kearah Rara


" Untuk Rara Percaya kalau aku tidak mungkin memiliki hubungan dengan Kristal " Ujar Rayhan Lega sambil menggenggam tangan Rara


" Rey " Ujar Kristal dengan nada tinggi saat Rayhan Menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi


" Apa ? Bukankah aku benar kau yang begitu tidak punya kerjaan, yang selalu mengikuti ku dimanapun aku pergi " Ujar Rayhan Balik menatap Kristal malas


Kristal pun langsung berdiri dari kursinya dan tanpa sepatah katapun ia pergi dari Cafe tersebut


Dan Setelah Kristal benar-benar pergi, Tiba-tiba Rara langsung Menepis kasar tangan Rayhan yang menggenggam tangannya


" Jangan Kau pikir aku tidak marah denganmu Tuan Rayhan " Ujar Rara tajam


" Ra aku bersumpah aku tidak memiliki Hubungan apapun dengan kristal, dia yang terus-menerus mendekatiku " Ujar Rayhan dengan terus mencoba memegang tangan Rara yang terus menghindari tangannya

__ADS_1


" Itu tidak Menjelaskan kenapa kau tidak Membantah rumor antara kau dengan kristal Rey " Ujar Rara Kesal


" Karna aku pikir itu tidak penting Ra " Ujar Rayhan Jujur


" Dan Ke tidak Pentingan yang kau ucapkan itu menjadi penghalang antara hubungan kita Rey " Ujar Rara serius


" Aku tidak mau di Cap sebagai Pelakor " Ujar Rara lagi


" Tapi Ra, kau bukan Pelakor " Ujar Rayhan


" Aku benar-benar mencintaimu " Tambah Rayhan dengan Mata yang memerah takut kehilangan Rara, Sedangkan Rara hanya diam Tidak bisa melanjutkan Ucapannya karna ia bisa lihat betapa rapuhnya seorang Rayhan


" Lebih baik Aku pulang Rey " Ujar Rara mengalihkan pembicaraan


" Aku antar " Ujar Rayhan sambil memegangi tangan Rara


" Tidak Usah Rey, Aku bisa naik taksi " Ujar Rara sambil berbalik menjauhi Rayhan


" Aku tidak menerima penolakan " Ujarnya sambil menggenggam tangan Rara


Sesampainya mereka Dirumah Rara, tanpa mengatakan sepatah katapun Rara langsung masuk kedalam rumahnya


" Kenapa Hubungan kita selalu tertimpa masalah seperti ini Rey " Ujar Rara membuka gorden jendelanya sambil melihat Ray yang masih duduk di motornya


Ke Esok kan harinya, Rara pagi-pagi sekali ke sekolah, karna ia tidak mau sampai ketemu lagi dengan Rayhan


" Hay Ra, Tumben kau Pagi-pagi sudah datang " Ujar Ayla menyapa Rara


" Aku hanya sedang Menghindari seseorang " Ujar Rara sambil tersenyum ke arah Ayla


" Syukurlah kalau kau mau menjauhi Berandalan itu " Ujar David Tersenyum senang


" Jangan Bicara seperti itu Vid " Ujar Ayla memperingati


Sedangkan Rara tidak memperdulikan ucapan David, ia hanya melihat ke bawah halaman sekolah, karna Siswa-siswi sudah mulai berdatangan


Dan Saat Rara masih melihat kebawah ia dikagetkan dengan Rayhan yang menatapnya, dengan Cepat Rara langsung mengalihkan Pandangannya ke depan papan tulis, menghindari Tatapan Rayhan


" Baiklah, Anak-anak sekarang duduk di tempat kalian masing-masing karna ibu ingin memberi taukan informasi yang penting " Ujar Guru di atas

__ADS_1


" Minggu depan sekolah kita akan Mengadakan Acara Kemping bersama sebelum Ujian " Ujar Guru dan seketika itupun disambut oleh Sorakan gembira para Murid


Sedangkan Rara, ia tidak menghiraukan Ucapan Guru di atas, pikirannya terus tertuju ke Rayhan


" Apakah caraku sudah benar, Menghindari Rayhan sejauh mungkin " Tanya Rara pada dirinya sendiri


" Ra apa yang kau Pikirkan " Ujar Ayla menyadarkan Rara


" Ah, Tidak kenapa-kenapa Ay " Balas Rara sambil tersenyum lembut


" Kau dengar apa yang di Ucapkan Guru kita tadi, sekolah kita mengadakan Kemping Bersama " Ujar Ayla Semangat


" Senangnya Akhirnya kita bisa Refreshing sebelum Ujian " Ujar Ayla Senang, Sedangkan Rara hanya Tersenyum kecil saat melihat wajah gembira Ayla


" Baiklah, Langsung saja kita mulai pembelajaran nya " UjarNya sambil memulai menerangkan materi yang dibawakannya


Waktu pulang sekolah pun tiba


" Ra, Aku duluan yah soalnya supirku sudah menungguiku dibawah " Ujar Ayla sambil melambaikan tangannya pergi, dan hanya di balas oleh Rara dengan lambaian tangan juga


" Aku juga Ra, pergi duluan, karna Sekarang aku ada les piano " Ujar David sambil membereskan Alat tulisnya


" Dah " Ujar David sambil melambaikan tangannya


" Dah, Hati-hati " Ujar Rara menggelengkan kepalanya saat melihat David yang hampir saja menabrak murid lain


Setelah Membereskan Alat tulisnya, Rara langsung keluar kelas sendirian karna teman-temannya sudah berada keluar duluan tadi, entah kenapa Rara merasa takut saat melihat Lorong sekolah yang begitu sepi


Dan Saat Rara ingin berlari pergi tiba-tiba ada yang menarik tangannya ke dalam kelas


" Rayhan, apa yang kau lakukan " Ujar Rara saat ia tau bahwa orang yang menarik tangannya adalah Rayhan, Sedangkan Rayhan tidak mengeluarkan Suara sedikitpun


" Lepaskan Tanganku Rey " Ujar Rara menarik-narik tangannya


" Diam Ra, Jangan Membuatku Kehilangan kesabaran " Ujar Rayhan


Sesampainya mereka di dalam kelas, Rayhan langsung melepaskan Cengkraman tangannya


" Kau menyakitiku Rey " Ujar Rara sambil mengelus-elus Tangannya yang memerah

__ADS_1


" Menyakitimu, Keh sadarlah Ra, Bukan aku yang menyakitimu, namun kau yang dengan teganya terus menyakitiku " Bentak Rayhan sambil mencengkram Bahu Rara kuat-kuat


__ADS_2