
" Benarkah itu ? " Tanya Rara ke Rayhan sambil menoleh ke arah Rayhan
" Tidak, itu tidak benar Ra, aku tidak pernah menyukainya " Ujar Rayhan serius sambil memegangi tangan Rara meyakinkan
" Oh apakah kau perlu bukti, Baiklah karna kau benar-benar Sangat membutuhkan bukti biar aku kasih kamu buktinya " Ujar Kristal sambil mengacak-acak isi tasnya
" Tidak Perlu " Ujar Rara sambil berdiri dari duduknya, sedangkan Rayhan kalang kabut saat melihat ekspresi kecewa dari muka Rara
" Ra kumohon dengarkan penjelasan ku dulu " Ujar Rayhan sambil memegangi tangan Rara kuat-kuat
" Tck, Kau mau tetap di sini, Bersyukur lah karna aku masih berbaik hati tidak menyirami mu dengan air, seperti yang di lakukan Orang-orang pada umumnya saat bertemu dengan Pelakor " Ujar Kristal Tersenyum Sinis
Mendengar Ucapan Kristal, Rarapun tidak jadi pergi dan ia langsung duduk kembali ke kursinya
" Hah, tadinya aku ingin pergi tapi mendengar Ucapan mu, Aku jadi Ragu kalau kau benar-benar memiliki Hubungan khusus dengan Rey " Ujar Rara Santai sambil menatap kristal
" Mungkin saja kan, itu semua hanya rumor " Tambah Rara sambil Tersenyum
" Dan aku rasa rumor itu terjadi karna kau yang begitu murahan, yang terus-menerus mengikuti Rayhan dimanapun Rey berada, Apakah aku benar Nona Kristal " Ujar Rara Tersenyum Culas
" Kau " Ujar Kristal Menunjuk Wajah Rara
" Kendalikan dirimu Nona, Aku sudah bilang jangan pernah menunjuk-nunjuk Wajah ku " Ujar Rara tajam sambil menepis kasar Tangan Kristal
" Benar Ra, Semua Yang kau Ucapkan itu benar, dia yang terus-menerus mengikuti ku sampai-sampai Siswa-siswi di sekolahku salah paham " Ujar Rayhan Sambil Tersenyum lega kearah Rara
" Untuk Rara Percaya kalau aku tidak mungkin memiliki hubungan dengan Kristal " Ujar Rayhan Lega sambil menggenggam tangan Rara
" Rey " Ujar Kristal dengan nada tinggi saat Rayhan Menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi
" Apa ? Bukankah aku benar kau yang begitu tidak punya kerjaan, yang selalu mengikuti ku dimanapun aku pergi " Ujar Rayhan Balik menatap Kristal malas
Kristal pun langsung berdiri dari kursinya dan tanpa sepatah katapun ia pergi dari Cafe tersebut
Dan Setelah Kristal benar-benar pergi, Tiba-tiba Rara langsung Menepis kasar tangan Rayhan yang menggenggam tangannya
" Jangan Kau pikir aku tidak marah denganmu Tuan Rayhan " Ujar Rara tajam
" Ra aku bersumpah aku tidak memiliki Hubungan apapun dengan kristal, dia yang terus-menerus mendekatiku " Ujar Rayhan dengan terus mencoba memegang tangan Rara yang terus menghindari tangannya
__ADS_1
" Itu tidak Menjelaskan kenapa kau tidak Membantah rumor antara kau dengan kristal Rey " Ujar Rara Kesal
" Karna aku pikir itu tidak penting Ra " Ujar Rayhan Jujur
" Dan Ke tidak Pentingan yang kau ucapkan itu menjadi penghalang antara hubungan kita Rey " Ujar Rara serius
" Aku tidak mau di Cap sebagai Pelakor " Ujar Rara lagi
" Tapi Ra, kau bukan Pelakor " Ujar Rayhan
" Aku benar-benar mencintaimu " Tambah Rayhan dengan Mata yang memerah takut kehilangan Rara, Sedangkan Rara hanya diam Tidak bisa melanjutkan Ucapannya karna ia bisa lihat betapa rapuhnya seorang Rayhan
" Lebih baik Aku pulang Rey " Ujar Rara mengalihkan pembicaraan
" Aku antar " Ujar Rayhan sambil memegangi tangan Rara
" Tidak Usah Rey, Aku bisa naik taksi " Ujar Rara sambil berbalik menjauhi Rayhan
" Aku tidak menerima penolakan " Ujarnya sambil menggenggam tangan Rara
Sesampainya mereka Dirumah Rara, tanpa mengatakan sepatah katapun Rara langsung masuk kedalam rumahnya
" Kenapa Hubungan kita selalu tertimpa masalah seperti ini Rey " Ujar Rara membuka gorden jendelanya sambil melihat Ray yang masih duduk di motornya
Ke Esok kan harinya, Rara pagi-pagi sekali ke sekolah, karna ia tidak mau sampai ketemu lagi dengan Rayhan
" Hay Ra, Tumben kau Pagi-pagi sudah datang " Ujar Ayla menyapa Rara
" Aku hanya sedang Menghindari seseorang " Ujar Rara sambil tersenyum ke arah Ayla
" Syukurlah kalau kau mau menjauhi Berandalan itu " Ujar David Tersenyum senang
" Jangan Bicara seperti itu Vid " Ujar Ayla memperingati
Sedangkan Rara tidak memperdulikan ucapan David, ia hanya melihat ke bawah halaman sekolah, karna Siswa-siswi sudah mulai berdatangan
Dan Saat Rara masih melihat kebawah ia dikagetkan dengan Rayhan yang menatapnya, dengan Cepat Rara langsung mengalihkan Pandangannya ke depan papan tulis, menghindari Tatapan Rayhan
" Baiklah, Anak-anak sekarang duduk di tempat kalian masing-masing karna ibu ingin memberi taukan informasi yang penting " Ujar Guru di atas
__ADS_1
" Minggu depan sekolah kita akan Mengadakan Acara Kemping bersama sebelum Ujian " Ujar Guru dan seketika itupun disambut oleh Sorakan gembira para Murid
Sedangkan Rara, ia tidak menghiraukan Ucapan Guru di atas, pikirannya terus tertuju ke Rayhan
" Apakah caraku sudah benar, Menghindari Rayhan sejauh mungkin " Tanya Rara pada dirinya sendiri
" Ra apa yang kau Pikirkan " Ujar Ayla menyadarkan Rara
" Ah, Tidak kenapa-kenapa Ay " Balas Rara sambil tersenyum lembut
" Kau dengar apa yang di Ucapkan Guru kita tadi, sekolah kita mengadakan Kemping Bersama " Ujar Ayla Semangat
" Senangnya Akhirnya kita bisa Refreshing sebelum Ujian " Ujar Ayla Senang, Sedangkan Rara hanya Tersenyum kecil saat melihat wajah gembira Ayla
" Baiklah, Langsung saja kita mulai pembelajaran nya " UjarNya sambil memulai menerangkan materi yang dibawakannya
Waktu pulang sekolah pun tiba
" Ra, Aku duluan yah soalnya supirku sudah menungguiku dibawah " Ujar Ayla sambil melambaikan tangannya pergi, dan hanya di balas oleh Rara dengan lambaian tangan juga
" Aku juga Ra, pergi duluan, karna Sekarang aku ada les piano " Ujar David sambil membereskan Alat tulisnya
" Dah " Ujar David sambil melambaikan tangannya
" Dah, Hati-hati " Ujar Rara menggelengkan kepalanya saat melihat David yang hampir saja menabrak murid lain
Setelah Membereskan Alat tulisnya, Rara langsung keluar kelas sendirian karna teman-temannya sudah berada keluar duluan tadi, entah kenapa Rara merasa takut saat melihat Lorong sekolah yang begitu sepi
Dan Saat Rara ingin berlari pergi tiba-tiba ada yang menarik tangannya ke dalam kelas
" Rayhan, apa yang kau lakukan " Ujar Rara saat ia tau bahwa orang yang menarik tangannya adalah Rayhan, Sedangkan Rayhan tidak mengeluarkan Suara sedikitpun
" Lepaskan Tanganku Rey " Ujar Rara menarik-narik tangannya
" Diam Ra, Jangan Membuatku Kehilangan kesabaran " Ujar Rayhan
Sesampainya mereka di dalam kelas, Rayhan langsung melepaskan Cengkraman tangannya
" Kau menyakitiku Rey " Ujar Rara sambil mengelus-elus Tangannya yang memerah
__ADS_1
" Menyakitimu, Keh sadarlah Ra, Bukan aku yang menyakitimu, namun kau yang dengan teganya terus menyakitiku " Bentak Rayhan sambil mencengkram Bahu Rara kuat-kuat