First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Bertengkar


__ADS_3

Tut Tut Tut


"Halo!" Dan suara Nadia sukses membuat Galih yang tadinya diam merampas cepat handphone Rama


"Apa yang kau!" Ujar Rama ingin protes namun ia urungkan niatnya saat melihat amarah Galih yang tidak terkendali


"Kenapa kau tidak mengangkat telpon ku HA!" Ujar Galih keras


"Galih?" Ujar Nadia Bingung


"Ya ini aku!"


"Kenapa kau bicara keras seperti itu, Kau tidak memiliki rasa malu?" Ujar Nadia kesal


"YA BENAR AKU TIDAK MEMILIKI RASA MALU HANYA KAU YANG MEMILIKI RASA MALU!" Teriak Galih menjadi-jadi


"Kau sudah benar-benar Gila Galih!" Balas Nadia menekan suaranya saat suara Galih terus saja meninggi


"Ya aku gila, aku sangat gila apa lagi saat melihat kau dengan pria itu aku semakin gila NADIA!" Dan ucapan Galih sukses membuat Nadia mengerutkan keningnya bingung


"Maksudmu apa?"


"Tidak usah sok dungu Nadia, Apa kau kira aku tidak tau apa saja yang kau lakukan disana!" Ujar Galih dingin


"Terserah apa yang kau bilang, yang aku tau aku tidak pernah bersama pria lain disini!" Balas Nadia berusaha tenang


"Cuihh tidak usah menutup-nutupinya Bangsat aku tau kau tidak cukup dengan satu pria namun seharusnya kau memiliki sikap yang Berkelas bukan malah menjadikan dirimu murahan seperti ini!" Dan Ucapan Galih sukses membuat Nadia naik pitam


"Apa kau bilang? Heh kau menyebut diriku murahan, Lucu sekali Tuan Galih apa kau tidak menyadari kalau ucapan mu itu lebih cocok untuk dirimu sendiri?" Ujar Nadia mengeram marah


"Apa maksudmu?"


"Aku tau kau itu bodoh namun setidaknya jangan jadi Dungu galih!" Ujar Nadia sebelum Galih menjawabnya Nadia lebih dulu menyelanya


"Jangan Memaksa ku untuk mengatakan hal yang membuat mu malu nantinya Galih!" Jawab Nadia dingin


"Heh dasar kau wanita murahan, bangsat, tidak tau ma!" Belum selesai Galih menyelesaikan Ucapannya Nadia lebih dulu menutup teleponnya membuat Galih membanting handphone Rama tanpa sadar


Sedangkan Rama yang masih berdiri di sana hanya berdiri diam dengan pandangan yang baru saja ia lihat.


Galih yang sedang marah ingin menghancurkan apapun yang ada di dalam kamarnya namun sebelum ia melakukannya ia dikagetkan oleh keberadaan Rama disana.


"A apa yang kau lakukan disini?" Ujar Galih kaget


"Apa kau sinting?" Tanya Rama datar setelah memproses apa yang terjadi Galih pun meminta maaf karna apa yang ia lakukan tadi

__ADS_1


"He handphone mu!" Ujar Galih melihat kearah handphone yang sudah pecah disana


"Ma maaf tadi aku reflek!" Ujarnya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Hm!" Setelah bergumam tidak jelas Rama pun memungut handphonenya dan keluar dari kamar Galih


Setelah Rama keluar suara pecahan dan benturan pun terdengar.


...****************...


"Lama sekali kau ambil Handphone Nadia!" Ujar Latika saat Nadia baru datang


"Ada sedikit masalah tadi!" Balas Nadia


"Ada apa?" Tanya Rara penasaran


"Tidak ada apa-apa, tadi hanya orang gila yang sedang salah sambung!" Jawab Nadia sedikit kesal


"Baiklah ayo kita pergi!" Ujar Nadia berjalan keluar duluan dan diikuti oleh mereka


"Silahkan!" Ujar Kriss membukakan pintu mobil untuk Latika


"Terimakasih!"


Dua mobil, satu mobil di tempati oleh Nadia, Rara dan Reyhan


"Sepertinya benar apa yang kita bicarakan kemarin Nad!" Ujar Rara setelah mereka memasuki mobil


"Benarkan kata ku, aku ini sangat Peka jadi aku sangat tau jika Sepupuku itu menyukai Latika!" Ujar Nadia berbangga diri


"Latika si tidak pekaan itu, sangat sangat tidak peka terhadap pria yang menyukainya!" Lanjut Nadia meremehkan sedangkan Rara hanya menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan perkataan Nadia


Di antara persahabatan mereka ber lima Nadia adalah sahabat mereka yang sangat tidak peka


Sedangkan Latika adalah yang paling Peka di antara mereka namun entah kenapa Jika menyangkut perasaan Latika sangat tulalit dibandingkan Nadia.


"Nad, tadi aku sedikit mendengar kau bertengkar di atas!"


"Apa kau bertengkar dengan Galih!" Ujar Rara pelan karna tadi saat ia mau memanggil Nadia yang lama di dalam kamar ia sedikit mendengar percakapan yang dilakukan Nadia


"Yah begitulah!" Balas Nadia cuek


"Apa kalian baik-baik saja?"


"Kami tidak baik-baik saja!" Balas Nadia

__ADS_1


"Kenapa?"


"Entahlah aku pun tidak tau, mungkin karna dia sedang halusinasi hingga membuat ia mengatakan kalo aku memiliki pria lain disini!" Ujar Nadia masih memainkan Handphonenya


Mendengar Ucapan Nadia membuat Rara menyadari jika pertengkaran yang terjadi antara galih dan Nadia itu pasti ada campur tangan Rayhan.


"Kau benar-benar kejam Rey!" Ujar Rara dengan hanya menggerakkan bibirnya tanpa bersuara ke arah Rayhan


Rayhan yang mengerti apa yang diucapkan oleh Rara pun hanya tersenyum kecil.


Rayhan tau jika ia mengirim foto tadi pasti itu akan membuat pertengkaran antara Galih dan Nadia akan terjadi.


Namun mau bagaimana lagi, Karna Galih memohon padanya untuk menceritakan kegiatan Nadia ia hanya melaksanakan tugas sebagai sepupu yang baik kan.


"Toh bukan salahnya juga, Galih kan tidak bertanya siapa pria yang ada di dalam foto!" Batin Rayhan tersenyum geli saat membayangkan Galih yang sudah pasti mengamuk


Mereka sekarang sedang menuju kearah area pertandingan Basket karna seperti yang di katakan Kriss kalo hari ini, ada pertandingan disana.


"Apa nanti pertandingan antar anak sekolah?" Tanya Latika kepada Kriss yang sedang menyetir


"Bukan, lebih tepatnya nanti pertandingan antar kampus!"


"Ha benarkah!" Ujar Latika semangat, ia sangat senang bila ada pertandingan antar kampus karna yang ia tau pertandingan antar kampus sangat menegangkan


"Dan di sana banyak Orang-orang berpengaruh yang juga menonton!" Dan Ucapan Kriss membuat Latika sangat penasaran dengan pertandingan itu


Sesampainya mereka di area pertandingan.


"Wah banyak sekali orang yang datang!" Ujar Nadia terkagum-kagum


"Iya, ini seperti pertandingan Bola saja!"


"Tidak heran jika banyak yang datang, karna di dalam juga banyak orang-orang berpengaruh yang datang!" Ujar Kriss menimpali


"Orang-orang berpengaruh?"


"Iya, didalam ada Wali kota, Pengusaha-pengusaha hebat bahkan artis pun juga ada!"


"Wao, jika memang seperti itu jangan membuang waktu lagi, Ayo kita pergi!" Ujar Latika berjalan lebih dulu dan tentu saja setelah itu Mereka mengikutinya


Setelah mereka sampai di tempat duduk mereka.


"Eh Ra, Latika bukan kah itu ketua yayasan di kampus kita?" Ujar Nadia menunjuk orang di tempat duduk paling depan


"Ketua yayasan Yang tidak memiliki rambut itu?" Ujar Latika membuat Rara dan Latika menahan tawa mereka

__ADS_1


"Kau nih, jangan asal mengatai orang seperti itu!" Tegur Rara


"Aku Kan hanya bicara jujur!" Gumam Latika


__ADS_2