
"Wulan!" Panggil Rama
"Apa?"
"Jika aku menembak mu disini, apa kamu akan menerima ku?" Ujar Rama serius membuat Wulan terdiam
"Ka kamu bercanda kan?" Wulan tidak percaya dengan apa yang ia dengar
"Aku serius Wulan, Jadi apa jawaban mu!" Ujar Rama Bersungguh-sungguh
"Akhirnya kalian berdua pulang juga!" Ujar Nadia saat melihat Rayhan dan Rara yang baru saja masuk ke dalam rumah
"Kalian ini bikin kami khawatir saja tau, Emangnya kalian dari mana saja sih?, jam segini baru pulang!" Ujar Latika
"Ah, Tadi kami hanya melihat-lihat suasana pantai saja kok, Maaf yah sudah membuat kalian Khawatir!" Ujar Rara tersenyum dan berjalan mendekati Nadia, Layla dan Latika yang sedang duduk di sofa menonton acara gosip sedangkan Rayhan langsung menghampiri kulkas untuk mengambil minuman
"Eh Wulan mana?" Ujar Rara bingung karna ia tidak melihat sahabatnya itu
"Entahlah, mungkin sedang Kencan dengan Rama!" Ucapan Latika Membuat Rara terkejut
"APA! Apa mereka sedekat itu?" Ujar Rara tidak percaya dengan yang apa ia dengar, karna mengingat pertemuan pertama Rama dan Wulan yang sedikit ekstrim
"Ah apa kalian tidak tau! Akhir-akhir ini sahabat kita itu sering pergi keluar dengan Saudara kembarnya Rayhan, Jadi Pasti mereka berdua ada Udang di balik Bakwan!" Ujar Nadia membuat Semua orang menatapnya
"Udang di balik Batu Sayang!" Ujar Galih yang sedang duduk di meja makan sambil bermain game
"Tapikan aku maunya Bakwan bukan Batu!" Ujar Nadia membuat teman-temannya memandangi nya dengan Aneh
"Bagus sekali, jika benar Rama dan Wulan jadian kalian akan jadi saudara ipar Ra!" Ujar Layla membuat Semua orang mengangguk-anggukan Kepala mereka
"Ah iya, Besok kami akan pulang Ra, Apa Rayhan sudah memberitahu mu?" Ujar Layla dan Rara hanya mengangguk
"Iya tadi dia sudah memberitahu ku!" Ujar Rara pelan
"Jadi bagaimana? Apa kau akan ikut pulang bersama ku sepupu?" Ujar Galih menaruh kembali handphonenya di saku
"Hm, Aku tidak bisa terus-menerus merepotkan Rama kan?" Ujar Rayhan malas
__ADS_1
"Syukurlah kau sadar jika kau itu merepotkan!" Ujar Rama yang sedang berjalan mendekat bersama Wulan
"EHEM, apa ada sesuatu yang terjadi?" Ujar Galih saat ia melihat Wulan dan Rama yang sedang bergandengan tangan membuat Wulan melepaskan tangannya dari genggaman Rama setelah itupun Wulan berjalan kearah Sahabat-sahabatnya
"Tck, Kau benar-benar membosankan Galih!" Ujar Rama kesal karna ucapan Galih tadi membuat Wulan pergi
"Ah iya, ada satu yang ingin aku tanyakan kepada mu Rama!" Ujar Galih serius membuat semua orang disana menatapnya
"Kau selalu menggantikan Rayhan ke kampus, apakah itu tidak menggangu Aktivitas kuliahmu sendiri?" Lanjut Galih bingung
"Hm, mau bagaimana lagi, aku sudah terlahir pintar!" Ujar Rama ambigu sambil duduk di kursi meja makan depan Galih
"Maksudmu?"
"Aku sudah lulus kuliah 2 tahun yang lalu!" Dan Ucapan Rama membuat semua orang disana membulatkan matanya kaget
"Ya ampun, Apa benar kau se pintar itu!" Ujar Latika kaget
"Akhirnya aku benar-benar bisa bertemu dengan pria ter pintar di dunia!" Lanjutnya Kagum
"Kau Beruntung sekali Wulan, kau mendapatkan Pria tampan dan juga pintar seperti Rama, Sedangkan Aku Hah!" Ujar Nadia menghela nafas, hingga membuat Rama Menyeringai ke arah Galih dan tentu saja itu membuat Galih kesal bukan main
Tahun sudah berganti dan berbagai macam musim juga terus saja datang, dan hari ini adalah hari dimana Rara, Nadia, dan Latika Menyelesaikan studi mereka (Wisuda).
"Ra apa Rayhan, tidak akan datang?" Ujar Latika
(Latika, Nadia, Galih, Kriss, Wulan, Rama, Layla) sedang duduk di taman kampus sambil menikmati Minuman mereka.
Setelah Ketiga Wanita itu selesai melakukan acara pemindahan toga itu, mereka pun berakhir dengan duduk bersama di taman kampus.
"Dia bilang, dia sedang sibuk!" Ujar Rara lesu
"Ada apa dengan Sepupu mu Galih, Hari ini kan Adalah hari yang sangat berarti buat Rara, Dia malah tidak datang!" Ujar Nadia kesal
"Tenanglah sayang, Aku juga tidak tau!" Ujar Galih
"Apa jangan-jangan Rayhan marah, karna Minggu kemarin Rara tidak menghadiri acara wisudanya yah?" Ujar Latika masuk akal
__ADS_1
"Kekanak-kanakan sekali, Kan Rara sudah bilang dia kemarin sedang Gladi!" Ujar Nadia kesal
"Sudahlah, Teman-teman Rayhan mungkin benar-benar ada yang sangat mendesak disana!" Ujar Rara menenangkan kedua sahabatnya itu
"Apa Jangan-jangan Rayhan SELINGKUH!" Dan Ucapan Latika membuat semua orang Terkaget-kaget
"Latika, bisa ngga sih Lo jangan bikin kita semua serangan jantung, Dari tadi selalu bilang Jangan-jangan yang mengiring opini jika Rayhan melakukan hal yang buruk saja!" Ujar Wulan mulai kesal dengan Sahabatnya itu
"Yah, aku kan hanya beropini saja, apa kah itu salah!" Ujar Latika memandang wajah kekasihnya (Kriss) hingga membuat Kriss tersenyum hangat melihat wajah memelas kekasihnya itu
Tiba-tiba Rama melihat jam tangannya, Dan mengatakan.
"Lebih baik kita pulang saja, Hari sudah mau gelap!" Ujar Rama berdiri dari duduknya
Merekapun berdiri dan berjalan ke arah parkiran untuk pulang,
Beberapa menit kemudian mereka semua sampai, Rara masuk duluan dan ketika ia masuk semuanya gelap namun tidak menunggu waktu lama tiba-tiba lampu menyala sendiri.
Dan Rara membulatkan matanya lucu saya melihat di depan sana Rayhan tersenyum lembut Berdiri dengan Memegangi Seikat bunga mawar besar berjalan ke arah Rara.
"Will you marry me!" Ujar Rayhan menyodorkan Kotak kecil berisikan Cincin emas di sana. Hingga membuat Rara terharu
"Ya aku mau!" Ujarnya Memeluk Rayhan dan dibalas oleh Rayhan dengan erat
"Aku merindukanmu!" Ujar Rayhan menghirup aroma tubuh Rara, Dan setelah itu Rayhan pun mencium Bibir Rara dengan penuh kasih membuat orang-orang yang sedang menonton dari tadi iri
"Oh, So Sweet nya!" Ujar Nadia yang sedang berdiri mengapit lengan Galih namun saat ia melihat kesamping ternyata ada sepanjang kekasih eh bukan tapi dua pasang kekasih yang sedang berciuman juga Yaitu Rama dan Wulan serta Latika dan kriss
"Apa-apaan ini aku tidak bisa kalah dari mereka!" Batin Nadia kesal
"Galih Cepat cium aku!" Ujar Nadia memaksa
"Eh!" Bingung Galih
"Tck, Kau lama!" Dan Nadia Pun dengan cepat menarik wajah kekasihnya itu untuk ia cium duluan karna Galih yang Tidak kunjung menciumnya
"Sial, Apa mereka benar-benar tidak merasa malu!" Ujar Layla kesal karna ke empat sahabatnya sedang berciuman dengan pasangan mereka
__ADS_1
"Seperti nya aku harus mencari kekasih mulai sekarang!" Ujar Layla dengan semburan merah di pipinya.
...END...