
"Dia senang sekali!" Cibir Latika
"Kenapa kau bahagia sekali Nad?" Tanya Wulan Heran
"Tentu saja harus bahagia Wulan, Karna besok pasti banyak pria-pria tampan di sana!" Ujarnya kegirangan
"Dasar, Terus Mau kau kemana kan teman kencan mu kemarin Nad!" Ujar Layla
"Ayolah, aku hanya mau mencuci mataku sesekali!" Cemberut Nadia
"Jadi Ra, Kau akan dukung siapa besok?" Tanya Layla penasaran
"Aku dukung!"
"Kamu tidak akan mengkhianati Sekolah mu bukan!" Goda Wulan
"Aku!" Bingung Rara melirik Reyhan dan tiba-tiba ia meneguk air liurnya saat ia melihat tatapan tajam Rayhan
"Jangan berlebihan menatapnya Rey!" Ujar Latika menahan tawa
"Rara pasti akan mendukungku, iyakan Ra!" Paksa Rayhan
"Aku tidak mau Rara ngedukung si bajingan itu, Walaupun itu sekolah nya!" Batin Rayhan Kesal saat mengingat Wajah Luhan
"Iya, Aku Akan ngedukung Rayhan!" Ucapan Rara membuat Rayhan tersenyum senang sedangkan teman-temannya memutar mata mereka bosan
"Dasar BUCIN!" Ujar Latika
"Bravo, Itulah Cinta!" Ujar Nadia bertepuk tangan sedangkan teman-temannya sekali lagi hanya memandang Nadia dengan Tatapan Aneh
"Nih anak kesambet apaan sih!" Batin Mereka
...****************...
"Jangan Lupa dengan Rencana kita besok!"
"Iya-iya aku tau!" Ujar Kristal Malas
"Jika rencana pertama gagal lakukan rencana ke dua!"
"Baiklah, Tapi aku bingung dari dulu apa sih motif mu!" Ujar Kristal
"Bukan Urusan mu!"
"Apa kau punya dendam pribadi dengan mereka berdua? Atau kau jatuh cinta dengan si ****** itu?" Ujar Kristal dan dengan cepat pria itu mencekik lehernya
"Apa kau gila?" Teriak Kristal terbatuk-batuk
"Le pas hah!" Ujar Kristal kehabisan nafas langsung jatuh tertunduk setelah cengkraman di lehernya tidak ada lagi
"APA KAU GILA HA!" Teriak Kristal kesal
"Jangan panggil Rara dengan sebutan ****** karna disini yang pantas dengan sebutan itu hanya kau!" Ujar pria itu dingin
"Sial, Kenapa semua pria menyukai ****** itu!" Batin Kristal Marah
__ADS_1
"Seharusnya aku yang di cintai dan dipuja!" Lanjut Kristal
"Lakukan Perkejaan mu dan jangan banyak bicara!" Ujarnya setelah itu ia meninggalkan Kristal sendirian
"BANGSAT!" Teriak Kristal setelah pria itu pergi dan dengan cepat ia merusak dan melempar semua yang ia lihat
Hari Turnamen pu datang dan sekarang Rara, Latika, Wulan, Nadia, Layla, dan Ayla pun sedang duduk di bangku paling depan agar bisa melihat dengan jelas jalannya pertandingan.
"Hay Para Gadis-gadis Cantik!" Ujar David yang baru datang
"Hay Vid, Akhirnya kau datang juga!" Ujar Rara
"Apa kau dari tadi sedang menunggu ku?" Tanya David berbinar
"Bukan cuma aku, Kita semua menunggu mu dari tadi!" Ujar Rara tersenyum
"Oh!" Balas David lemas
"Cepatlah duduk Vid, kau menghalangi pandangan ku ke arah lapangan!" Ujar Ayla
"A Ah Sorry!" Ujar David setelah sadar dari kekecewaannya
...****************...
"Kita duduk di sini saja Sayang!" Ujar Kristal mengandeng lengan Galih
Galih dan kristal sekarang duduk di bangku paling belakang dan paling atas, sehingga mereka bisa melihat semua orang-orang yang datang ke turnamen itu.
"Sial, Bukankah itu Nadia!" Batin Galih saat melihat Nadia yang sedang bercengkrama bersama teman-temannya
"Jangan sampai dia melihatku!" Batinnya Resah
"Sayang, Apa kau punya Masker?" Tanya Galih
"Ada, Untuk apa?" Tanya Kristal dan mengambil masker mulut di tasnya
"Aku Sedikit Flu!" Jawab Galih setelah menerima masker
Setelah beberapa menit kemudian Pertandingan pun dimulai.
"Semangat Rayhan!" Teriak Nadia, Layla, Wulan, dan Latika Sedangkan Rara ia tidak bersuara sama sekali, Karna mana mungkin ia terang-terangan ngedukung Tim Lawan kan.
Sejauh ini Poin di antara dua tim, terus saling mengejar dan sekarang tibalah waktu penentu siapa Tim yang akan menang.
Priiittttt (Suara Peluit sudah di tiup)
"Selamat kepada Sekolah High school dari tim Narmada!" Teriak pemandu acara
"Yeyyyy!" Sorak semua pendukung
"Sayang aku ke toilet dulu sebentar yah!" Ujar Kristal ke Galih
"Iya, Jangan Lama-lama!" Ujar Galih namun sebelum Kristal pergi jauh tiba-tiba Galih Mengeluh sakit
"Kepalaku kenapa tiba-tiba sakit sekali!" Ujar Galih memegangi kepalanya
__ADS_1
"Kamu kenapa Sayang?" Tanya Kristal khawatir
"Aku merasa pusing, Sayang bisakah kau duduk dulu sebentar? aku mau bersandar di pundak mu, sebentar saja!" Ujar Galih lemah sedangkan Kristal dengan cepat menduduki dirinya kembali untuk menemani Galih
...****************...
"Boleh saya pinjam Mic nya sebenar?" Tanya Rayhan kepada pemandu acara
"Oh Baiklah!"
"Baiklah Teman-teman disini Saya Rayhan dari ketua tim Narmada!" Suara Rayhan membuat seisi ruangan terdiam untuk mendengarkan ucapan yang ingin di sampaikan Rayhan
"Maaf sebelumnya karna sudah mengganggu waktu teman-teman yang ada disini!"
"Saya hanya mau menyampaikan sesuatu yang amat sangat penting untuk saya!" Ujar Rayhan tersenyum ke arah Rara yang memandang bingung Rayhan.
"Gawat, Bagaimana ini Rayhan sebentar lagi akan mengatakan itu!" Batin Kristal Resah namun ia tidak bisa bergerak saat Galih masih terus bersandar di pundak nya
"Sayang, Apa kau sudah baikan?" Tanya Kristal
"Belum, Entah kenapa Kepalaku makin Sakit!"
"Kalo begitu ayo kita pergi ke UKS!" Ujar Kristal cepat
"Tidak, Tidak usah Sayang!" Tolak Galih
"Aku hanya ingin bersandar dan memeluk mu seperti ini!" Ujar Galih dan tanpa sepengetahuan Kristal ia kini sedang Menyeringai
"Rara!" Ujar Rayhan membuat Rara membulatkan matanya lucu sedangkan Rayhan hanya tersenyum saat ia melihat wajah Rara yang Kaget
"Aku tau sebenarnya aku tidak perlu melakukan ini Karna sejak dari dulu kamu hanya milikku!" Ujar Rayhan Pede sedangkan Teman-teman Rara hanya memandang Aneh dan Malas Ke arah Rayhan
"Namun, Aku harus tetap mengatakan ini agar pria-pria jelek yang sedang berharap kepadamu menjauh!" Ucapan Rayhan membuat David Naik pitam
"APA? Pria jelek katanya!" Geram David
"Cuihh Apa dia tidak memiliki Kaca!" Ujarnya lagi
"Ra, Maukah kamu Menjadi Kekasihku?" Ujar Rayhan setelah menerima Bunga yang dikasih teman-teman basket nya, Ucapan Rayhan membuat Teriakan dari berbagai arah terdengar
"Wah Romantis sekali!"
"Aku penasaran siapa itu Rara!"
"Itu, itu yang ada di layar itu Rara!"
"Bukankah dia di Kelas A!"
"Wah Dia cantik sekali!"
"Mereka berdua cocok sekali!"
Dan masih banyak lagi Ucapan-ucapan yang dilontarkan Penonton di sana.
"Terima, Terima, Terima!" Teriak Salah satu anggota tim Rayhan dan seketika itupun Orang-orang mengikuti Teriakan tersebut agar Rara menerima Rayhan, sedangkan Rara setelah menetralisir jantungnya yang tiba-tiba menggebu-gebu dan setelah mengatasi kekagetannya iapun mengangguk Malu-malu
__ADS_1
Dari Reaksi Rara tersebut mengundang Sorakan Orang-orang serta membuat Rayhan Tersenyum Bahagia.