
Mulai dari Kening, pipi, hidung dan terakhir bibir namun Rayhan tidak hanya mencium melainkan menghisap, menggigit bibir kecil Rara, ia mencurahkan semua rasa rindunya dalam ciumannya, sedangkan Rara gelagapan mengimbangi ciuman Rayhan.
"Su sudah Rey!" Ujar Rara di sela-sela ciuman Rayhan
"Ummhh!" Gumam Rayhan tanpa mengindahkan ucapan Rara
Setelah Beberapa Menit kemudian Rayhan baru menghentikan Ciuman panasnya.
"Bibirmu kenapa Ra!" Ujar Rayhan terkekeh geli, Rara yang mengerti apa yang Rayhan katakan dengan cepat menutup bibirnya
"Ka kau yang lakukan!" Ujar Rara kesal saat merasakan bibirnya yang sudah membengkak
"Tentu saja, Hanya aku yang bisa membuatnya seperti ini!" Ujar Rayhan mengelus pelan bibir Rara sambil tersenyum senang sedangkan Rara hanya bisa menggerutu kesal
Dikamar.
"Nad, percayalah padaku itu video lama!" Ujar Galih menenangkan Nadia yang terus saja mengeluarkan air matanya
"Walaupun itu video lama, kau tetap saja sudah tidur dengan wanita lain Galih apa lagi wanita itu Kristal!" Ujar Nadia memukuli dada Galih dengan keras
"Akh, percayalah pada ku sayang itu hanya nafsu belaka, tidak ada cinta!" Ujar Galih Memegangi tangan Nadia
"Setelah bertemu dengan mu, aku benar-benar sudah tidak tidur dengan wanita lain lagi, percayalah!" Ujar Galih menyakinkan
"Terus Kristal!"
"Dia hanya masa lalu bagiku Dan aku tidak mencintainya mau itu dulu ataupun sekarang!"
"Dulu aku memacarinya hanya karna disuruh oleh Rayhan jadi aku hanya manfaatkan nya jadi jangan berpikir yang macam-macam tentang aku dan ****** itu sayang!" Ujar Galih menjelaskan, mendengar penjelasan dari Galih membuat perasaan Nadia kian membaik
"Ta tapi kau menikmatinya!" Ujar Nadia Kesal
"Ayolah sayang, siapa sih yang tidak menikmatinya saat kita melakukan itu!" Ujar Galih tersenyum menggoda kearah Nadia
"Tck, Mesum!" Ujar Nadia memukul pelan dada bidang Galih
"Ayolah, apa kau tidak mau mencoba nya sayang?!" Tanya Galih menggoda sedangkan Nadia hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum
...****************...
"Dia ada di kota ini!" Ujarnya membuat Rama mengangkat kepalanya
"Apa dia sudah bertemu dengan mu atau dengan Orang tua mu!" Ujar Luhan Menyeringai saat ia melihat Rama yang menghentikan tangannya saat ia bermain game
__ADS_1
"Tck, Bisakah kau diam!" Ujar Rama kesal
"Aku hanya bertanya, apa dia sudah bertemu kalian atau Kekasihnya lebih penting dari pada kalian!" Ujar Luhan
BRAK
"Lebih baik kau diam Luhan!" Ujar Rama setelah membanting stick gamenya dan langsung pergi meninggalkan Luhan sendirian
"Dasar Tempramen!" Ujar Luhan Terkekeh geli saat melihat kepergian Rama
Ditempat lain.
"Kalian sudah baikan?" Tanya Latika heran sambil menggigit rotinya Namun pertanyaan Latika seperti angin lalu karna Baik Nadia maupun Galih tidak ada yang mau menjawab mereka terus saja menempel dan berciuman di atas sofa ruang tamu
"Bisakah kalian berhenti!" Ujar Latika Kesal jika kalian bernafsu lakukan di kamar jangan ganggu aku yang sedang nonton Tv disini!" Gerutu Latika kesal
"Tck, Kau mengganggu sekali!" Ujar Galih setelah selesai berciuman dengan Nadia
"Kalian yang mengganggu!" Ujar Latika kesal dan pergi meninggalkan mereka
"Ada apa dengan teman mu?" Tanya Galih bingung
"Entahlah, Cium aku lagi sayang!" Ujar Nadia memonyongkan bibirnya dan Galih dengan senang hati meraup kembali bibir Nadia
"Lakukan di dalam kamar jangan buat aku risih dengan pemandangan menjijikan kalian berdua!" Ujar Rayhan tentu saja yang memukulnya tadi adalah Rayhan
"Kalian sudah turun!" Ujar Latika yang kembali membawa Kacang dan minuman di tangannya
"Aku pikir kalian tidak akan turun sampai besok!" Ujar Latika berjalan melewati Rayhan dan Rara untuk duduk kembali di kursinya yang sempat ia tinggalkan tadi
Mendengar ucapan Latika membuat Rara seketika itu langsung menunduk malu karna ia tau kemana arah ucapan Latika.
"Ayolah Ra, Kita semua sudah dewasa jadi wajar jika melakukan itu sebelum menikah kan!" Ujar Latika tersenyum senang saat menggoda Rara
"Lihat Nadia, Dari tadi pagi dia sangat bernafsu!" Kekeh Latika membuat Nadia memandangi nya dengan tajam
"Mungkin jika kita tidak ada disini, ia sudah memakan Galih bulat-bulat!" Ucap Latika tanpa menghiraukan tatapan tajam dari Nadia
"Nadiaaa Kau!"
"Hahaha Iya-iya Maaf, Aku cuman bercanda!" Ujar Latika tersenyum lima jari saat melihat wajah merona dan marah Nadia
"Kalian mau kemana?" Tanya Galih saat ia melihat Rayhan yang sudah rapi serta Rara yang memakai dress cantik
__ADS_1
"Kami mau keluar sebentar!" Ujar Rayhan menarik tangan Rara untuk pergi
"Hati-hati Ra!" Teriak Nadia
"Jangan bawa teman kami ke hotel!" Teriak Nadia dan Latika bersamaan dan seketika itu pula mereka langsung tertawa bersama saat menyadari kekompakan mereka.
"Dan Kalian!" Ujar Latika memandang tajam wajah Galih dan Nadia
"Jika kalian mau melakukan hal mesum lebih baik kalian pergi dari sini!" Ujar Latika Tajam melihat perubahan raut wajah dari Latika, Nadia pun dengan cepat menarik tangan Galih Untuk pergi dari sana.
...****************...
"Wah lihat, Aku baru pertama kali datang kesini!" Ujar Rara senang
"Lihat di sana ada orang yang menjual gula-gula!" Ujar Rara menarik tangan Rayhan untuk pergi ke kedai seorang penjual
"Apa kau mau mencobanya?" Tanya Rara saat mereka selesai membeli gula-gula manis itu
"Mau!" Balas Rayhan Menyeringai
"Ini!" Ujarnya berniat menyuapi Rayhan namun Rayhan dengan kejahilannya bukan gula-gula saja yang ia makan bahkan jari Rara pun tidak lepas dari emuta nya membuat tubuh Rara menegang kaku
"Ka kau memakan!" Ujar Rara setelah mengatasi kegugupannya
"Kenapa? Apa aku tidak boleh makan?" Tanya Rayhan pura-pura tidak tau
"Ti tidak, Sudahlah ayo kita naik wahana!" Ujar Rara menarik tangan Rayhan untuk mengikutinya
"Kau tidak mau naik wahana Kereta gantung?" Tanya Rayhan bingung karna yang ia tau semua perempuan saat sampai di area wahana bermain mereka akan langsung ke kereta gantung sedangkan Rara malah menariknya ke rumah hantu
"Tidak Rey, Kereta gantung sudah sering aku naiki jadi hari ini aku mau ke rumah hantu!" Ujar Rara Semangat
"Apa kau tidak takut?"
"Tidak!" Ujar Rara percaya diri
"Baiklah kalo begitu ayo kita masuk!" Ucap Rara bersemangat
"Tunggu sebentar!" Ujar Rayhan menahan tangan Rara
"Kamu harus janji dulu kalo kamu Nanti tidak akan teriak apa lagi takut!" Ujar Rayhan Tajam
"Ayolah Rey, Ini cuman mainan anak-anak apa lagi ini terang benderang begini mana ada hantu sih!" Ujar Rara menyepelekan
__ADS_1
"Baiklah kalo begitu aku pegang ucapan mu!" Ujar Rayhan menarik tangan Rara untuk masuk