First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Dijebak


__ADS_3

"Ra, Aku sangat mencintaimu!" Ujar Rayhan serius


"Aku tau!" Jawab Rara tersenyum kecil


"Tck, seharusnya kau bilang Aku juga mencintaimu Rey, Begitu Ra!" Ujar Rayhan kesal


"Aku juga mencintaimu Rayhan!" Ujar Rara menangkup wajah Rayhan sambil tersenyum melihat wajah Rara yang sudah kembali tenang Rayhan pun tiba-tiba menutup mata Rara dengan telapak tangannya


"Rey, Apa yang kau lakukan?" Bingung Rara


Tanpa menjawab pertanyaan dari Rara, Rayhan dengan pelan menutup matanya ingin mencium bibir Rara.


Namun Kegiatan Rayhan di ganggu oleh David yang tiba-tiba datang.


"Bisakah kau tidak mesum di depan hal layak!" Ujar David malas


Mendengar Suara David, Rara dengan cepat menurunkan tangan Rayhan dari kedua matanya.


"David akhirnya kau datang juga, kukira kamu tidak bisa mengantar kepergian ku!" Ujar Rara


"Mana mungkin aku tidak mengantar kepergian sahabat terbaikku ini!" Ujar David mengacak rambut Rara namun baru beberapa detik ia menaruh tangannya di atas kepala Rara, ia harus mengeluh sakit saat tangannya ditepis kasar oleh Rayhan


"Nih, orang posesif sekali!" Batin David kesal


"Akhirnya kau datang, dari tadi kami menunggu mu!" Ujar Ayla yang sedang berjalan ke arah mereka


"Maaf Sayang, Tadi aku terjebak macet!"


"Macet dalam mimpi mu?"


"Iya-iya maaf!" Ucap David memegangi tangan Ayla


"Ahhh, Romantisnya!" Sahut Nadia yang tiba-tiba datang disusul oleh Latika, Layla dan Wulan


"Oh iya Nad, Gebetan mu tidak datang mengantar kepergian mu?" Tanya Latika heran


"Bukan Gebetan lagi Latika, mereka sudah pacaran!" Ujar Wulan


"Iya, Pacar mu tidak datang?"


"Entahlah, Aku telpon dari tadi tidak di angkat!" Ujar Nadia sedih


"Sudahlah mungkin dia lagi sibuk!" Ujar Rara menenangkan


"Walaupun dia sedang sibuk, seharusnya dia lebih mengutamakan Nadia!" Ujar Layla kesal

__ADS_1


"Sudahlah, tidak usah di bahas lagi, ayo kita pergi sebentar lagi pesawatnya akan berangkat!" Ujar Latika memperingati teman-temannya


"Pelukan sebelum berpisah!" Ujar Layla merentangkan tangannya dan merekapun berpelukan ber enam kecuali Rayhan dan David


"Sampai Jumpa lagi teman-teman!" Ujar mereka menahan Tangis


"Dah!" Ujar Latika, Rara dan Nadia sambil berjalan masuk ke arah pintu masuk


"Aku akan merindukanmu!" Gerak bibir Rayhan tanpa mengeluarkan suara sedangkan Rara yang mengerti hanya bisa tersenyum


Setelah Rara sudah benar-benar masuk, Rayhan menggenggam kotak kecil yang ia pegang di balik saku celananya.


Sebenarnya tadi ia ingin memberi sesuatu ke Rara namun semuanya jadi canggung gara-gara kedatangan David.


"Ka kau, kenapa menatapku seperti itu!" Gugup David saat ia melihat Rayhan yang menatapnya dengan tatapan tajam


"Ayo sayang kita pergi, ada Serigala yang mau mengamuk!" Ujar David Pelan menarik tangan Ayla pergi sedangkan Rayhan setelah David kabur ia hanya bisa menghela nafas panjang


"Cepat Pulang Ra!" Gumam Rayhan pelan menggenggam Erat kotak kecil di kantongnya


Hufff Hahh Hahhh


"Dimana Nadia?" Ujar Galih baru datang dengan nafas yang hampir habis


"Bangsat kau Rey, Kenapa kau tidak membangunkan ku!" Ujar Galih Emosi


"Kau sendiri yang tidak mau bangun tadi!" Ujar Rayhan dengan Galih yang terus mengikutinya


"Seharusnya kau lebih berusaha membangunkan ku, Lihat gara-gara kau aku tidak bisa mengantar kepergian Nadia!"


"Itu salah mu sendiri, kenapa tadi malam harus pergi ke Bar dan mabuk-mabukan!" Balas Rayhan tidak perduli sambil memasuki mobil sport nya, serta ia dengan cepat meninggalkan Galih sendirian


"Sial!" Teriak Galih menendang-nendang angin di sekitarnya


Flashback.


"Satu Lagi!" Ujar Galih meminta satu gelas minuman beralkohol lagi


"Hay, Mau ku temani tampan!" Ujar Wanita Cantik dengan pakaian kurang bahan, Galih yang tidak perduli dengan kondisi sekitar terus saja meminum-minuman nya


Suara bising dari Musik yang menghantam bar itu dengan diiringi bunyi orang-orang yang sedang berjoget, berbicara dan bercinta membuat David semakin tenggelam dalam alkoholnya.


"Apa kau sendirian!" Ujar Wanita itu lagi sambil mendekatkan Wajah mereka mau mencium wajah Galih


"Sorry Nona, Dia datang bersama ku!"

__ADS_1


"Oh, Maaf ku kira dia datang sendiri!" Ujarnya pergi meninggalkan sedangkan orang itu hanya tersenyum Menyeringai


"Hari ini adalah Awal dari kehancuran kalian!" Batin Kristal memandangi wajah Galih yang terlelap karna mabuk


"Apa hari ini dia memesan kamar?" Tanya Kristal ke bartender di sana


"Tidak Nona, Dia hanya datang minum!"


"Apakah masih ada kamar yang kosong!"


"Tidak tau Nona, jika nona mau sebuah kamar nona harus memboking nya dulu!" Ujar Bartender


"Carikan aku kamar yang kosong!" Ujar Kristal memberi uang yang cukup banyak, tentu saja ia menyogok Bartender itu


"Baik Nona!" Ujarnya dan dengan cepat ia menelpon seseorang


"Kamar 113 di lantai dua nona!" Ujarnya sambil memberi Kunci yang ia pegang


Kristal terus memapah Galih ke arah kamar yang ia pesan tadi.


Sesampainya mereka di dalam kamar, Kristal langsung menghempaskan Galih ke arah Ranjang.


"Kau berat sekali!" Gumam Kristal capek


"Tapi tidak apa, ini sepadan dengan apa yang akan aku dapat nanti!" Ujar Kristal dengan Menyeringai lebar


"Ayo sayang kita lewati hari yang indah malam ini!" Ujar Kristal membuka bajunya dan baju Galih sebelum ia selesai membuka baju Galih tiba-tiba saja Galih Memegangi tangan Kristal


"Apa yang kau lakukan!" Ujar Galih setengah Sadar, dalam penglihatannya antara wajah Kristal dan Nadia yang ia lihat


"Melakukan hal yang nikmat!" Ujar Kristal menggoda Galih dengan cepat mencium bibir Galih sedangkan Galih ia yang belum benar-benar sadar hanya bisa tersenyum senang saat orang yang ia anggap Nadia mencium dengan terburu-buru.


Keesokan harinya sebelum fajar datang Galih di kagetkan dengan adanya Kristal yang sedang tertidur tenang disebelahnya.


"Dasar ******!" Teriak Galih marah


"Tck, Bisakah kau tidak teriak seperti itu Galih!" Ujar Kristal membuka matanya


"Bukankah kau menikmatinya semalam!"


"Tck Mimpi saja kau, Sial sekali aku harus bercinta dengan ****** seperti mu lagi!" Ujar Galih memandang jijik Kristal, Kristal yang merasa terhina dengan perkataan Galih pun dengan cepat menaruh tangannya di dada Bidang Galih


"Benarkah!" Ujar Kristal Mengusap-usap Area sensitif Galih dan mau tidak mau itu membuat Nafas Galih memberat


Galih yang memang pada dasarnya sulit untuk menahan nafsu bejatnya apa lagi sejak ia mengenal Nadia ia mulai meninggalkan dunia malamnya Serta mencoba untuk menahan Nafsunya Dan sekarang Tanpa di komando nafsu nya pun Naik dengan cepat saat ia merasakan Perasaan Nikmat yang sudah jarang ia rasakan.

__ADS_1


__ADS_2