
"Jaga dirimu baik-baik, Bulan depan aku akan ke sini lagi!" Ujar Rayhan berjanji ke Rara sedangkan Rara hanya menanggapi nya dengan senyuman dan lambaian tangan
Setelah Rayhan dan Galih sudah benar-benar masuk Rara, Nadia dan Latika pun berbalik pergi meninggalkan area bandara.
"Tunggu apa anda Tuan Rayhan?" Tanya Salah satu petugas maskapai di sana
"Iya!"
"Tolong anda keluar sebentar!"
"Untuk?"
"Ada gadis yang bernama Rara yang ingin bertemu diluar katanya penting!"
"Hm, Baiklah!" Tanpa merasa curiga Rayhan dengan cepat pergi Keluar
"Sepupu kau mau pergi kemana!"
"Rara mencari ku!" Ujar Rayhan singkat
"Tck, Permisi pak apa tidak ada gadis yang bernama Nadia yang mencari ku?" Tanya Galih tersenyum ramah
"Dimana Rara!" Ujar Rayhan bingung iapun mengeluarkan Handphonenya untuk menelpon Rara namun baru saja ia mau menelpon tiba-tiba ada yang memukuli nya dari belakang membuat ia terjatuh dan pingsan
"Sekarang giliran mu Rama!" Ujar Luhan saat ia melihat Rayhan yang terjatuh dari jauh
"Baiklah!"
...****************...
"Semoga saja Rayhan sampai dengan selamat!" Batin Rara menenangkan dirinya karna dari tadi hatinya sangat tidak enak
"Sudahlah Ra, Kau terlalu berlebihan!" Ujar Latika
"Mungkin saja dari tadi kau merasa tidak enak karna kau selalu memikirkan hal negatif!" Ujar Latika
"Lihat Nadia, Dia bahkan tidak perduli Kekasihnya sudah sampai apa belum!" Ujar Latika melirik Nadia yang sedang menonton dorama sambil ngemil kripik
"Ayolah Guys, Jangan menyindirku seperti itu!" Ujar Nadia kesal
"Emangnya kau tidak khawatir dengan suami mu?" Tanya Latika heran
"Khawatir? Untuk apa Khawatir diakan hanya pergi dan bulan depan pasti akan kesini lagi kan!" Ujar Nadia santai
"Wah wah wah benar-benar wanita sejati!" Ujar Latika bertepuk tangan ria
"Apa kau tidak takut dia berselingkuh!"
"Jika dia mampu, ya silahkan kan masih banyak Pria-pria tampan diluar sana!" Ujar Nadia santai
"Kau santai sekali, Bukankah kau sangat Bucin saat Kekasihmu ada disini kemarin, kenapa sekarang seperti orang yang tidak perduli!" Ujar Latika heran
"Bucin Bucin gini aku masih punya otak Latika!"
"Tapi jika Galih benar-benar selingkuh bukankah kau akan rugi besar? Secara kan kau sudah memberikan Keperawanan mu kepada!" Ucapan Latika seketika berhenti saat Nadia menutup mulutnya dengan cepat
"a aku mendengar kalian mendesah kemarin!" Ujar Latika Gugup saat ia melihat Nadia yang seperti singa
__ADS_1
"Tck, Itu hanya kepuasan tangan dan mulut kamu tau!" Ujar Nadia kesal membuat Latika dan Rara membulatkan mulut mereka tidak percaya
"Dengar Nona-nona, Aku tidak mungkin memberikan sesuatu yang berharga untuk si kutu kupret itu!" Ujar Nadia memutar matanya bosan
"Aku hanya mencari kesenangan dengannya!"
"Dia bilang video itu video lama, Apakah aku sebodoh itu sampai-sampai tidak lihat tanggal di bawah video!" Ujar Nadia kesal
"Tapi tidak apa-apa aku akan memaafkannya, karna dia mau jauh-jauh kesini untuk membujuk ku!"
"Namun jika aku tau dia memadu kasih lagi dengan Perempuan lain, lihat saja aku akan menyiksa dirinya sampai mati!" Ujar Nadia tertawa lepas membuat Rara dan Latika merinding
"Nadia sudah gila Ra!" Batin mereka berdua
...****************...
"Ukhh!" Rintih Rayhan bangun dari tempat tidurnya
"Siapa di sana?" Ujar Rayhan saat ia mendengar suara langkah kaki yang mau mendekat
"Rey!"
"I ibu!" Ujar Rayhan kaget
"Apa kau rindu dengan ibu?" Ujarnya dengan makanan di nampan yang ia bawa
"Tentu aku sangat merindukan ibu!" Ujar Rayhan memeluk ibunya.
"Akhirnya sampai juga!"
"Sepupu kau mau kemana?" Ujar Galih saat ia melihat Rayhan yang langsung pergi keluar rumah
"Hay Sayang, Kami sudah Sampai!" Ujar Galih tersenyum kearah Rara
"Oh Syukurlah!"
"Rayhan mana?" Ujar Rara yang tiba-tiba datang
"Kenapa dia belum menelpon ku?"
"Entahlah tadi baru saja kita sampai dia langsung pergi, mungkin ada urusan yang mendesak!" Ujar Galih mendengar Ucapan dari Galih Rara pun mengangguk mengerti
"Terus kau, apa tidak ada hal mendesak yang ingin kamu lakukan?" Tanya Nadia
"Pacarku lebih penting!" Balas Galih tersenyum lima jari
"Syukurlah kamu masih ingat kata-kata itu!"
...****************...
"Kau Kristal?" Tanya Rama yang baru saja sampai di Cafe
"Iya, Apa kau Rama!"
"Hm!"
"Ternyata kalian benar-benar mirip!" Ujar Kristal Terkagum-kagum
__ADS_1
"Akan aneh rasanya jika saudara kembar tidak mirip!" Ujar Rama datar
"Oh betul juga!"
"Jadi bagaimana apa kita akan mulai rencananya sekarang!" Ujar Kristal Menaik turunkan kakinya ke kaki Rama mencoba untuk menggoda
"Ternyata kau memang ******!" Ujar Rama tersenyum culas sedangkan Kristal hanya memutar matanya malas
"Baiklah Ayo!" Ujar Rama berdiri mengulurkan tangannya agar di terima oleh kristal dan kristal dengan senang hati menerimanya
Cekrek.
"Ibu kenapa aku bisa berada disini?" Tanya Rayhan bingung
"Kamu tidak ingat?" Ujar Ibu Rayhan dan Rayhan hanya menggelengkan kepalanya
"Tidak!"
"Kau dipukuli oleh seseorang saat di bandara dan ada orang yang menelpon ibu, katanya kau pingsan di sana!"
"Apa!" dengan cepat Rayhan mencari-cari Handphonenya
"Ibu tidak lihat handphone ku?" Tanya Rayhan cepat
"Tidak!"
"Bagaimana ini aku harus kembali!" Ujar Rayhan frustasi
"APA!"
PRANG.
"KAU TIDAK BOLEH PERGI, KAU TIDAK BOLEH MENINGGALKAN IBU LAGI!" teriak ibu Rayhan Histeris memecahkan semua piring dan gelas yang ia bawa tadi
"Ibu ibu Tenang!" Ujar Rayhan mencoba menggapai ibunya agar ibunya tidak mencoba menyakiti dirinya sendiri
"LEPASKAN AKU!" teriak ibu Rayhan dan tanpa sengaja mendorong Rayhan hingga kepala anaknya terbentur kepala Ranjang
"Re Rey!" Ujarnya tersadar kembali
"Ya tuhan, Da darah!" Pekik ibu Rayhan saat ia menyentuh belakang kepala anaknya
Sedangkan ditempat lain.
"Ada apa dengan mu Rey, Sudah dua hari namun kau tak pernah menghubungiku!" Ujar Rara
"Lebih baik aku telpon duluan saja!" Batin Rara mengambil keputusan namun sebelum ia menelpon tiba-tiba ada foto masuk dan betapa kagetnya ia saat melihat semuanya foto Rayhan dan kristal yang sedang bermesraan, Foto di Cafe, pegangan tangan, Ciuman bahkan pergi ke Hotel.
Seketika itu pula air mata Rara jatuh.
"Tidak, aku tidak percaya foto ini aku harus menanyakan nya langsung!" Ujar Rara menghapus air matanya namun Rayhan tidak sekalipun mengangkat telpon darinya
"Halo, Galih apa Rayhan ada?" Ujar Rara
"Ha Apa, Re re Reyhan pergi keluar Ra, dia tidak ada di rumah!" Ujar Galih gugup
"Ah Rey, kau menggigit bibirku!" Teriak manja Kristal
__ADS_1
"Itu mereka!" Batin Rara dengan berurai air mata