
"Tidak mungkin Raja Cemburu dan posesif seperti dia akan diam saja saat mendengar berita mengejutkan itu kan!"
"Ya tuhan tolong lindungi kami semua!" Batin Galih ngeri
"Karna Rayhan yang seperti ini sangat menyeramkan, dia seperti hewan yang siap menerkam orang-orang!" Batinnya lagi
"Jadi Luhan mencintai Rara!" Batin Rama tidak menyangka dengan fakta yang ia dengar barusan
...****************...
"Aku sudah selesai mandi, aku duluan yah!" Ujar Rara meninggalkan sahabat-sahabatnya disana, dia harus cepat pergi sebelum sahabat-sahabatnya itu menanyakan hal yang tidak-tidak lagi.
Tok tok tok
Suara Ketukan di pintu mengangetkan Rara yang sedang berganti pakaian di kamarnya, ia kira mungkin saja itu Wulan dan Latika yang masih ingin mendengarkan penjelasan dari nya
"Buka saja Wul, Aku tidak menguncinya!" Ujar Rara malas tanpa membalikkan badannya karna sekarang ia sedang berusaha me resleting bajunya
"Ayolah teman-teman tidak ada penjelasan yang bisa aku sampaikan, Aku kan sudah bilang kami hanya pergi ke studio lukisan, dia menembakkan dan aku menolaknya itu saja!" Ujar Rara tanpa membalikkan badannya namun tiba-tiba Rara terdiam kaku saat ia merasakan hembusan nafas seseorang di lehernya dan pelukan yang mengerat di pinggangnya namun belum sempat ia berontak sebuah suara lebih dulu menghentikannya
"Jangan bergerak!" Ujar Rayhan dingin, mendengar suara Rayhan membuat tubuh Rara merinding untuk sesaat
"Apa kau menyukai pria itu!"
"Ti tidak Rey, kau salah paham aku sudah menolaknya!" Balas Rara cepat
"tidak ada artinya kau menolak Ra, Yang menjadi pertanyaan ku adalah apa kau menyukai senior mu itu!" Ujar Rayhan dengan nada rendah yang menakutkan
"Tidak, a a aku hanya mencintaimu Rey!"
"Terus Kenapa kau pergi dengan pria lain jika kau tidak menyukainya Ra!" Balas Rayhan menggigit kuat bahu kecil Rara membuat Rara kesakitan
"Ah Ma maafkan aku Rayhan, a a aku tidak akan melakukannya lagi!" Cicit Rara pelan saat Rayhan mulai menelusuri kulitnya dengan kecupan-kecupan dan jilatan yang membuat Rara merinding
"Berani sekali kau, pergi kencan dengan pria lain!" Geram Rayhan menarik Rara ke arah ranjang
Posisi mereka sekarang Rayhan yang duduk di atas ranjang dengan Rara yang juga duduk di atas pahanya, ia terus saja menyiksa tubuh Rara dengan Kecupan dan gigitan yang ia berikan.
"Re Rey Jangan seperti ini Akh!" Namun ucapan Rara terpotong dengan sentuhan-sentuhan lembut yang diberikan Rayhan di area sensitifnya, Rara yang sudah tidak kuat pun pasrah dengan apa yang akan dilakukan Rayhan.
...****************...
"Bagaimana apa Rara sudah membuka pintunya?" Tanya Nadia saat ia melihat Wulan yang sedang berjalan kearah mereka
"Tidak, aku takut terjadi apa-apa dengannya!" Balas Wulan cemas
"Dari tadi aku mengetok pintu kamar, namun Rara belum juga membuka pintunya aku jadi khawatir!" Ujar Wulan
__ADS_1
"Semoga Rara baik-baik saja!" Ujar Latika
"Apa kamar itu tidak memiliki kunci cadangan lain?"
"Woe aku bertanya ke kalian berdua dari tadi!" Teriak Wulan kesal ke arah Galih dan Rama
"Hilang!" Balas Rama malas
"Tck, Mau bagaimana lagi, kalian berdua pergi dobrak pintu kamar itu!" Pinta Wulan
"Tidak bisa!" Ujar Galih dan Rama berbarengan
"Kenapa?"
"Badan ku sakit!" Ujar Galih memberi alasan
"Aku tidak mungkin menganggu singa yang sedang dalam masa kawin kan!" Batin Galih tersenyum aneh
"Terus kau?"
"Tidak ada alasan!" Ujar Rama Masa bodoh
"Tck, Kau!" Ujar Wulan Menunjuk wajah Rama kesal
"Apa?"
"Hah sudahlah!" Ujar Wulan lelah
Namun ada hal lain yang membuatnya mau tidak mau harus membuka matanya yaitu saat ia merasakan pelukan di perutnya.
"Ya tuhan apa yang aku lakukan kemarin!" Batin Rara membulatkan matanya
"Sudah bangun!" Suara Rayhan mengalun merdu di telinga Rara, suara khas pria bangun bangun membuat Rara merinding seketika
"I i iya!" Jawab Rara gugup sedangkan Rayhan ia lebih menempelkan badannya ke punggung telanjang Rara membuat kedua kulit mereka beradu
"A a aku mau turun!" Ujar Rara gugup namun pergerakannya terhenti ketika Rara merasakan sakit di area intimnya saat ia mencoba menggerakkan badannya
"Ah!" Rintihan Rara membuat Rayhan memunculkan Seringainya
"Sepertinya kau bahkan tidak bisa bergerak!"
"Aku terlalu bersemangat kemarin!" Ujar Rayhan menciumi wajah Rara
"Ka ka kau keterlaluan Rey!" Ujar Rara dengan semburan merah di pipinya
"Itu akibatnya jika kau tidak bisa menjaga jarak dengan pria lain!" Ujar Rayhan turun dari ranjang
__ADS_1
"Apa kau tidak ingin mandi?" tanya Rayhan yang sedang bersiap-siap pergi mandi
"Sepertinya kaupu tidak bisa pergi ke kamar mandi yah!" Gumam Rayhan pelan
"Baiklah berhubung aku yang membuatmu hingga jadi seperti ini, jadi aku akan membantumu!" Ucap Rayhan dan tanpa peringatan ia mengendong Rara ala bridal style
"Eh Re Reyhan kau mau apa?" Ujar Rara kaget dan reflek iapun mengalungkan tangannya di leher Rayhan
"Mandi bersama!"
"A a aku tidak mau, aku bi bisa sendiri!"
"Lepaskan aku Rey!" Ujar Rara namun Rayhan tetap saja berjalan memasuki kamar mandi tanpa memperdulikan ucapan Rara
...****************...
"Besok kita akan pulang!" Ujar Rama memulai percakapan di meja makan
"Yahh, Pada hal aku masih mau disini!" Ujar Nadia cemberut sambil memakan roti lapisnya
"Tenang sayang bulan depan kita pasti akan datang ke sini lagi!" Ujar Galih membuat Nadia berbinar
"Tentu saja, Benarkan Rama?" Ujar Galih memandangi wajah Rama yang sedang asik dengan bubur hangatnya
"Aku tidak tau!" Ujar Rama cuek
"Tck percuma saja kau tanya dia Galih, isi mulut dia itu cuman, lebih baik kau tanya Rayhan saja!" Ujar Wulan memandang sinis Rama
"Benar apa yang kau bilang, tapi mana Rayhan?" Ujar Galih bingung
"Mungkin dia masih tidur!"
"Kenapa?" Ujar Rayhan yang baru saja turun dari lantai atas
"Apa tadi kau begadang? lama sekali kau turun!" Ujar Wulan sedangkan Rayhan hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Wulan
"Apa pertanyaan ku lucu?" Tanya Wulan pelan ke arah Layla, Nadia dan Latika saat ia melihat senyuman ambigu yang ditunjukkan Rayhan
"Mungkin!" Balas Layla
"Oh iya, Rara mana kenapa dari kemarin sore dia tidak keluar kamar bahkan makan malam pun ia tidak muncul!" Ujar Layla bingung
"Apa dia sakit!"
"Aku akan pergi lihat!" Ujar Nadia berniat pergi namun tangannya segera di cekal oleh Galih
"Jangan ganggu dia!"
__ADS_1
"Kenapa?" Tanyanya
"Rara sedang memulihkan diri, jadi jangan ganggu dia!" Ujar Galih mengulum senyum ke arah Rayhan