First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Berkelahi


__ADS_3

Sedangkan Rara Saat mendengar Ucapan Rayhan tadi, ia langsung berbalik pergi meninggalkan Rayhan


" Melarikan diri heh " Rayhan Menyeringai, Rara terus saja berjalan melihat-lihat buku tanpa menghiraukan Rayhan


Sedangkan di tempat lain David sedang duduk di kantin dengan Ayla di depannya


" Kenapa kau harus menarik ku Ay, Biarkan saja aku bertengkar dengan si Brengsek itu " Ujar David malas


" Kalo kau Bertengkar dengannya nanti kelas kita jadi hancur dan bukan itu saja nanti guru-guru bukan hanya akan membawamu dan Rayhan tapi juga akan membawa Rara " Ujar Ayla sambil memakan makanannya sesuap


" Kenap " Ujar David terpotong


" Karna Rara alasan kalian berkelahi " Sambung Ayla memotong ucapan David


" Hah sudahlah " David hanya Menghela nafas lelah


Teng teng


" Ayo cepat Vid kita sudah masuk " Ujar Ayla sambil memegang tangan David yang sedang makan


" Umk, iya-iya " Ujar David dengan mulut penuh makanan


Setelah David minum, merekapun langsung bergegas ke kembali ke kelas


" Rara " Teriak Ayla saat melihat Rara dan Rayhan yang baru keluar dari Perpustakaan, Sedangkan Rara hanya tersenyum saat menyadari yang memanggilnya adalah Ayla


" Kalian tidak ke kantin, dan malah ke perpus " Ujar Ayla Heran


" Iya, Karna tadi aku Membawa Bekal jadi sekalian saja makan di perpus " Ujar Rara sambil Tersenyum, sedangkan Rayhan hanya Menyeringai ke arah David


" A apa, kau bawa bekal ? Kenapa kau membawakannya bekal " Ujar David Kesal


" Sudahlah ayo kita masuk dulu nanti aku akan jelaskan " Ujar Rara sambil berjalan pergi ke kelas tanpa menghiraukan David yang marah di belakangnya


" Aku harus memberikanNya Alasan yang masuk akal agar David tidak marah-marah lagi " batin Rara


Setelah Bel Pulang sekolah tiba, David langsung menengok kearah Bangku Rara


" Ra kau hutang penjelasan " Ujar David sambil menatap datar Rara


" Karena dia mau membuatkan bekal untuk kekasihnya, apakah itu tidak boleh " Ujar Rayhan sambil berjalan masuk kedalam kelas Rara


" Aku tidak menanyai mu " Ujar David ketus

__ADS_1


" Keh, Ayo Ra kita pulang " Ujar Rayhan sambil memegangi tangan Rara


" Tidak boleh, Rara akan pergi denganku " Ujar David sambil memegang tangan kiri Rara


" Ra kau belum menjelaskan apa yang terjadi tadi " Ujar David sambil memandang Rara dalam


" Lepas " Ujar Rayhan Menahan Amarah


" Kalo aku tidak mau " Tantang David


" Heh Brengsek " Ujar Rayhan melepaskan tangan Rara dan langsung Meninju Pipi kiri David


BUGH


Saat melihat kejadian itu, Rara dan Ayla otomatis langsung melebarkan mata mereka kaget, untung saja kelas mereka sudah Kosong sehingga tidak ada yang melihat kejadian barusan


" Aku peringatkan Kau, Jangan Pernah sekalipun kau Menantang ku " Ujar Rayhan


" Keh "


BUGH


" Jangan Kau pikir, aku takut kepadamu " Ujar David sambil memukul Pipi kanan Rayhan, dan setelah apa yang dilakukan David, Rayhan pun langsung Melayangkan Pukulan bertubi-tubi di muka David


" Rayhan Stop " Ujar Rara sambil memegangi tangan Rayhan, namun ia malah terhempas menjauh karna kekuatan tangan Rayhan


" RAYHAN BERHENTI KU BILANG " Teriak Rara sambil menatap tajam Rayhan


Rayhan pun langsung Bangun dari atas tubuh David yang sudah Babak belur, Tanpa Memperdulikan Rayhan Rara pun langsung mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Rayhan


" Ra berhenti dulu " Ujar Rayhan Mengikuti Rara yang tidak memperdulikannya


" Ku bilang berhenti Ra, kenapa kau terus tidak memperdulikan ku " Ujar Rayhan


" RA " Teriak Rayhan dan membuat Rara langsung menghentikan langkahnya


" Kenapa, Kau ingin memukulku, seperti apa yang kau lakukan pada David " Ujar Rara Menatap dingin Rayhan


" Bukan Begitu, dia yang memancing ku duluan " Ujar Rayhan sambil memegangi Tangan Rara


" Benar, David emang Memancing mu duluan, tapi kau yang mulai memukulnya " Ujar Rara sambil Menghempaskan Tangan Rayhan


" Lebih baik untuk saat ini kita jaga jarak " Ujar Rara Menghembuskan Nafas lelah

__ADS_1


" Tidak, tidak boleh " Ujar Rayhan sambil mencengkram Bahu Rara


" Le lepaskan Rey, kau menyakiti ku " Ujar Rara kesakitan


" Ikut dengaku " Ujar Rayhan sambil menarik tangan Rara dan setibanya mereka di parkiran, Rayhan pun langsung mengangkat tubuh Rara untuk menaiki Motor Sport nya


" Kita mau kemana Rey ? " Tanya Rara


" Diamlah, Nanti kau akan tau " Jawab Rayhan sambil Memakai kan Helm ke kepala Rara


" Kau tidak memakai Helm " Ujar Rara saat Melihat Rayhan menyalakan motor tanpa memakai Helm


" Helm Cuman Hiasan Ra agar tidak ditahan polisi, Aku kan sudah pernah cerita kalo aku seorang Pembalap " Ujar Rayhan sambil menyalakan Mesin Motornya


" pegangan " Ujar Rayhan, dan seketika itupun Rayhan Mendecih Bosan saat Rara malah memegangi bajunya


" Lingkarkan Tanganmu seperti ini " Ujar Rayhan sambil menarik tangan Rara untuk melingkari Perutnya sehingga membuat Badan Rara lebih dekan dengan punggung Nya


Rayhan pun menjalankan Motornya dengan Kecepatan Penuh


" Rey Pelan-pelan, a aku takut " Ujar Rara sambil memeluk kencang pinggang Rayhan


" Pelan, ini sudah sangat pelan Ra " Jawab Rayhan santai


" Ini hukuman mu, karna kau tadi ingin menjauh dariku " Ujar Rayhan Sambil Menyerigai saat merasakan, Rara yang semakin memeluknya kencang


" Kau tinggal disini ? BukanNya Pelatihmu sudah menyiapkan Penginapan yang mewah buat kalian semua " Ujar Rara sambil melihat-lihat Rumah Rayhan yang Kecil namun kesan Mewah dan elegan tidak hilang darinya


" Memang pelatih sudah menyiapkan Penginapan yang mewah buat kami, tapi aku meminta untuk tinggal sendiri, dengan alasan Orang tuaku sudah menyiapkan Rumah buatku, dan itu tidak sepenuhnya alasan yangku buat Ra, karna memang ini rumahku, Rumah yang Orang tuaku bikin untukku sewaktu aku kecil, dan baru sekarang aku bisa memakainya " Ujar Rayhan panjang lebar sambil Melepaskan Helm di kepala Rara dan memeganginya untuk turun dari motor


" Ayo, Aku tunjukan isi rumahku " Ujar Rayhan sambil menyatukan tangannya dengan tangan Rara


Sesampainya mereka di dalam rumah Rayhan, Rara langsung merasa Nyaman dan kagum saat melihat Dekorasi di dalam rumah Rayhan yang begitu mewah


" Disini sangat Nyaman " Ujar Rara sambil mendudukan dirinya di sofa Rayhan


" Kalo kau mau, kau boleh tinggal bersama ku disini " Ujar Rayhan sambil tersenyum lebar, dan seketika itupu Rara langsung menunduk malu


" Ah aku lupa, seharusnya kita menikah dulu, baru membicarakan tinggal bersama kan " Ujar Rayhan Tersenyum kecil


" Me menikah " Ujar Rara gugup


" Hm, kau tidak berpikir aku Hanya ingin berpacaran saja dengan mu kan " Ujar Rayhan sambil menatap tajam Rara yang menunduk, Dan saat mendengar suara dingin Rayhan, rarapun secara otomatis langsung menggelengkan kepalanya cepat

__ADS_1


" Bagus " Ujar Rayhan Tersenyum


__ADS_2