First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Bekerja Sama


__ADS_3

"Untuk kali ini saja, aku mau tidur dengan mu!" Ucapan Rayhan membuat ia mendapatkan tatapan tajam dari Rara


"Jangan salah sangka dulu Sayang, Aku bersumpah aku tidak akan macam-macam!" Ujar Rayhan masih dengan ke dua jari yang terangkat ke atas


"Aku hanya mau tidur berdua saja ngga lebih!" Ujarnya lagi


"Ayolah Ra, Sekali ini saja aku janji!"


"Hufff Baiklah!"


Dan disinilah mereka sekarang, Tidur berdampingan di atas ranjang tanpa melakukan apapun.


"Ra, Apa kau belum tidur!"


"Sudah!"


"Tidurlah ini sudah larut!" Ujar Rayhan Meraih badan Rara untuk dipeluk


"Aku harus menahan diri!" Batin Rayhan berusaha menutup matanya


07:35 Pagi


"Pagi!" Ujar Rara di dapur saat ia melihat Rayhan yang sedang berjalan ke arahnya


"Pagi, Kau hari ini tidak ke sekolah?" Tanya Rayhan


"Tidak, Aku sudah ijin kemarin kalo hari ini aku tidak akan ke sekolah!"


"Benarkah?" Tanya Rayhan semangat


"Iya!"


"Hari ini Banyak sekali yang kau masak!"


"Sedang ingin dan kebetulan banyak bahan masakan di kulkas!"


"Oh!"


"Bagaimana?" Ujar Rara meminta pendapat


"Seperti biasa!"


"Tck, Seperti biasa itu apa?" Ujar Rara kesal


"Lumayan!"


"Setiap aku masak pasti kamu hanya bilang Lumayan, Lumayan dan Lumayan aku mau dengar jawaban yang pasti Rey!" Ucap Rara kesal


"Masakan ku Enak atau tidak enak?"


"Jawab yang Jujur!" Ujar Rara keras kepala


"Enak!" Cicit Rayhan Pelan


"Apa, Aku tidak dengar!"


"Enak!" Geram Rayhan kesal


"Apa, Apa?"


"MASAKAN MU SANGAT ENAK RA!" teriak Rayhan Kencang dengan Wajah yang merona


"Oh, Thanks you!" Ujar Rara Tersenyum Lebar sedangkan Rayhan ia hanya memutar matanya kesal tanpa menghentikan suapan di mulutnya.


...****************...


Kring Kring Kring


"Hello!"

__ADS_1


"Apa, Baiklah saya akan ke sana!" Ujar Ayla pergi dengan tergesa-gesa


"David, Kau ngapain di sini!"


"Hey Ay, Kau datang ke sini juga?" Tanya David mabuk


"Iya, Dasar!" Ujar Ayla memukuli Kepala David


"Awh!"


"Terimakasih banyak yah pak, sudah nelpon dan jagain teman saya!"


"Tidak apa-apa, Sebaiknya kau menelpon orang yang bernama Rara, Dia dari tadi bergumam nama orang itu!" Ujar Barternya


"Oh, iya pak sekali lagi Terimakasih!" Ujar Ayla sambil memapah David pergi dari sana


"Kenapa kau sangat bodoh Vid!" Ujar Ayla sambil mengemudikan mobilnya


"Aku Sangat Mencintainya Ay!" Ujar David setengah sadar


"Tapi dia tidak mencintaimu Vid, Sadarlah Jangan menyiksa dirimu hanya karna cinta mu bertepuk sebelah tangan!"


"Aku tau!" Ujar David sebelum alam mimpi menjemputnya


"Cobalah Buka hatimu untuk wanita lain, mungkin nanti kau akan menemukan kebahagiaan mu Vid!" Saran Ayla


"Vid!"


"David, Tck Dia malah tidur!" Kesal Ayla saat orang yang ia ajak bicara sudah pingsan alias tidur


...****************...


"Hati-hati dijalan Rey!"


"Nanti kalo kamu sudah nyampe jangan lupa hubungin aku!"


"Aduh, Enaknya punya pacar!" Goda salah satu teman Rayhan sedangkan Rayhan ia hanya memutar matanya bosan


"Kalian!" Tunjuk Rayhan ke arah teman-temannya


"Berbalik!" Ujar Rayhan Memutar jarinya, Mereka yang mengerti apa yang ingin dilakukan Rayhan hanya bisa menahan Seringainya


"Cepatlah!" Ujar mereka membalikkan badan sedangkan Rara hanya menekuk alisnya bingung


"Mereka kenapa?"


"Mereka tidak mau mengganggu privasi Ketuanya!" Ujar Rayhan dengan cepat mencium Bibir Rara


Rara yang masih dilanda kebingungan langsung membulatkan matanya kaget dengan apa yang dilakukan Rayhan


"Ra Ray, Kau!"


"Kenapa?"


"Kau melakukannya di depan orang banyak!" Ujar Rara malu-malu saat ia melihat banyaknya Orang-orang yang berlalu lalang di sana


"Namanya juga anak muda!"


"Kau!"


"Auch, Ra Sakit!" Ujar Rayhan manja


"Ayolah Ketua, Kau cengeng sekali!" Ujar Salah satu anggota tim Rayhan


"Diam kau!" Kesal Rayhan dan itu sukses membuat semua orang di sana tertawa


"Baiklah, Waktunya Hampir habis!"


"Kau tidak mau berpelukan?" Tanya Rayhan membuka tangannya agar Rara bisa memeluknya, Rara pun dengan cepat masuk kedalam Pelukan Rayhan

__ADS_1


"Nanti saat aku tidak ada kau jangan Nakal dan jangan dekat-dekat dengan pria lain!"


"Iya!"


"Apa lagi pria yang bernama Luhan dan David itu, Aku tidak mau kamu dekat-dekat dengan mereka berdua!" Perintah Rayhan


"Iya!"


"Ketua Ayo, Sudah waktunya kita pergi!"


"Hm!"


"Jaga dirimu baik-baik!" Ujar Rayhan mengacak rambut Rara pelan Sedangkan Rara hanya tersenyum manis melambaikan tangannya ke arah Rara


"Aku akan datang lagi!" Ujar Rayhan setengah keras sebelum ia berjalan masuk ke arah pintu masuk bandara


"Dah Rey!" Gumam Rara sedih


...****************...


"Aku ingin berkerja sama dengan mu!"


"Maksudmu?"


"Aku ingin bekerja sama dengan mu untuk menjauhkan Rayhan dari Rara!" Ujar Kristal Lantang


"Wow Wow Tenang Nona, Kenapa kau bersemangat sekali!" Ujar Luhan Terkekeh geli


"Ternyata kau sangat plin-plan yah!"


"Maksudmu!" Ujar Kristal bingung


"Dulu saat kau pindah sekolah kau ogah menuruti permintaan ku untuk mendekati Rayhan dan saat itu entah kenapa kau tiba-tiba saja ingin memiliki Rayhan hanya karna kau terpikat dengan Wajah tampan Rayhan, Kau tau Saat itu kau seperti anjing yang menemukan tulang!" Ledek Rayhan


"Dan Kemarin kau kembali Ogah-ogahan menuruti perintahku, hanya karna kau sudah memiliki tulang yang lebih bagus, Terus kenapa sekarang kau Ingin mengambil kembali Tulang yang telah kau buang Nona!" Ujar Luhan tersenyum culas


"Tidak usah mengungkit-ungkit Mereka!"


"Kenapa?"


"Apakah, Cinta kalian akan pupus hanya karna Dia sepupunya Rayhan!"


"Ka Kau tau?"


"Ternyata benar yah!" Ujar Luhan Menyeringai saat ia melihat Wajah kaget Kristal


"Dulu Aku memang sedikit curiga dengan kekasih mu itu tapi aku terus mengacuhkannya karna aku pikir, itu bukan urusan ku!"


"Namun aku tidak menyangka dia ada sangkut pautnya dengan kegagalan dalam rencanaku!" Ujar Luhan kesal


"Apa yang kau curigai?" tanya Kristal cepat


"Dulu aku curiga kalo Dia tidak mungkin mencintaimu, pasti dia hanya memanfaatkan mu!" Ungkap Luhan


"Alasannya?" Tanya Kristal


"Ayolah Nona, Tidak ada di dunia ini Pria yang mau Nerima wanita yang sudah tidak Perawan!" Ledek Luhan membuat Emosi Kristal naik


"Kalo begitu kalo Rara sudah tidak perawan lagi, apa kamu akan tetap mencintainya?"


"Rara!" Ujar Luhan tersenyum tipis saat ia mengingat wajah lembut Rara


"Aku akan terus mencintainya apapun keadaannya!"


"Tck Tidak usah basa-basi lagi, Aku datang ke sini hanya karna ingin mengajak kau berkerja sama untuk menjauhkan mereka, bukan untuk mendengarkan ungkapan cinta gila mu itu!" Ujar Kristal menggeram marah


"Baiklah Aku setuju, Namun nanti kau tidak boleh mundur!" Ujar Luhan Menyeringai


"Tidak akan!" Jawab Kristal berbalik pergi

__ADS_1


__ADS_2