
Bulan dan Tahun terus berganti dan tahun penentu kelulusan pun akhirnya tiba.
"Bagaimana Ra, Apa kamu sudah tau dimana kamu akan lanjut kuliah nanti?" Tanya Ayla sambil membereskan alat tulisnya karna bel pulang sekolah sudah berbunyi
"Entahlah Ay, Aku belum memutuskan tapi Orang tua ku mau aku kuliah di Luar negri
"Benarkah? Sayang sekali kalo kau benar-benar kuliah di luar negri artinya kita tidak bisa satu sekolah lagi!" Sedih Ayla
"Ayolah, Walaupun kita tidak satu kampus bukankah kau ada David yang menemanimu!" Goda Rara menyenggol badan Ayla sedangkan Ayla hanya bisa tersipu malu
"Aku tidak menyangka jika kalian pada akhirnya akan menjalin hubungan yang lebih dari Sahabat!" Senyum Rara
"Namun aku senang akhirnya dua orang yang aku sayangi menemukan cinta mereka!"
"Ayolah Ra, jangan terus-terusan menggoda ku!" Kesal Ayla mengerucutkan bibirnya
"Iya-iya Maaf!" Kekeh Rara namun kekeha nya langsung berhenti saat handphonenya berdering
"Aku duluan yah Ay, Rayhan sudah menunggu dibawah!" Senyum Rara mengambil tasnya dan secepat kilat pergi meninggalkan Ayla
"Hati-hati Ra!" Teriak Ayla
"Andai Saja kau tau Ra, butuh waktu berbulan-bulan untuk menyadarkan David kalo dia tidak akan bisa bersama mu!" Batin Ayla
"Dan Butuh waktu berbulan-bulan juga untuk membuat dia beralih mencintaiku!" Lanjutnya.
"Hay!" Ujar Rara semangat setelah memasuki Mobil Rayhan
"Apa kau lapar?"
"Iya!"
"Kalo begitu, ayo kita pergi makan dulu!" Ujar Rayhan menjalankan Mobilnya dengan pelan
"Bagaimana Kegiatan mu hari ini?" Tanya Rayhan setelah mereka sampai di restoran
"Seperti biasa, Ngga ada yang spesial!"
"Benarkah?"
"Iya!"
"Apa ngga ada pria yang mencoba untuk mendekati mu?"
"Tidak ada Rey!" Ujar Rara memutar matanya bosan, setiap ketemu pasti yang ditanya tentang itu terus
"Kamu ngga bohong kan?"
__ADS_1
"Ngga Rey!"
"Aku tidak mungkin bilang kalo ada pria yang mencoba mendekati ku kan, Aku tidak mau melihatnya mengamuk!" Batin Rara ngeri Saat ia mengingat beberapa tahun lalu Saat terakhir kali ia berkata jujur Anak orang di pukuli sampai babak belur oleh Rayhan
Flashback
Duduk di bawah pohon dengan ditemani berbagai macam Snack dan eskrim sangat cocok dengan cuaca yang cerah seperti ini.
"Apa tidak ada pria yang mencoba untuk mendekati mu?" Tanya Rayhan memandangi Rara yang terus-menerus memakan eskrim nya
"Ummmm, Ada!" Ujar Rara Jujur
"Siapa?"
"Adik kelas, dia mengungkapkan perasaannya dan aku sudah menolaknya!" Ungkap Rara tanpa mengetahui Perubahan wajah Rayhan
"Setelah kamu menolaknya apa yang dia bilang!"
"Ummm Saat itu dia!" Gantung Rara sambil mengingat kejadian itu
"Ah dia bilang, dia akan menunggu aku lajang!" Kekeh Rara merasa lucu saat ia mengingat wajah adik kelasnya yang terlalu polos
"Siapa namanya?"
"Aldo!" Jawab Rara tanpa memperdulikan ekspresi Rayhan ia terus-terusan menyendok eskrim nya
Tidak terpikirkan oleh Rara saat keesokan harinya ia melihat Wajah adik kelasnya itu yang babak belur dan tiba-tiba saja Dia menjaga jarak dengan Rara.
"Kasihan sekali, lihat mukanya itu pasti sakit kan!"
"Iya, Aku dengar dia di serang tadi malam!"
"Siapa? Apakah preman?"
"Kurasa bukan, karna Kalo memang itu preman pasti dia akan membawa lari dompet atau motornya tapi yang ku tau semua barang-barangnya masih utuh tanpa tersentuh!"
Bisik-bisik itu terus menyerang telinga Rara hingga saat ia pulang ke rumahnya dan bertemu lagi dengan Rayhan keesokan harinya ia melihat Tangan Rayhan yang diperban.
Setelah ia memaksa Rayhan untuk jujur baru lah ia mengetahui bahwa yang membuat Aldo babak belur adalah Rayhan.
"Kenapa kau lakukan itu Rey!" Ujar Rara menahan tangis
"Di dia hanya anak kecil, Aku pun sudah menolaknya!"
"Kenapa kau harus mempermasalahkan itu!"
"Dia mencoba untuk merebut mu Ra!" Ujar Rayhan Tajam
__ADS_1
"Dia hanya anak kecil, dan jika ia benar-benar berniat untuk merebut ku aku Tidak mungkin menerimanya!"
"Tidak ada yang tau masa depan Ra!"
"Kau tidak percaya pada ku!" Pecah sudah tangis Rara saat ia mendengar ketidak percayaan Rayhan padanya
"Jawab aku Rey, apa kau tidak percaya pada ku?" Tanya Rara namun Rayhan terus-menerus bungkam tanpa mau menjawab pertanyaan Rara
Rara yang sudah terlanjur marah dan kecewa kepada Rayhan, iapun langsung meninggalkan Rayhan.
Beberapa hari pun berlalu yang membuat Rara menjauh dari Rayhan dan hubungan merekapun lama-kelamaan merenggang.
Sampai Akhirnya Rayhan yang memaksa masuk ke dalam rumah Rara dan meminta maaf terus menerus barulah mereka berbaikan.
Pada akhirnya sekarang Rara memutuskan kalo ia tidak akan jujur tentang adanya pria yang mencoba mendekatinya.
Namun Rara tidak tau kalo setelah kejadian itu Rayhan mengutus mata-mata di sekitar Rara, untuk mengetahui siapa yang mau merebut Rara nya.
Sudah Berbulan-bulan ia selalu baku hantam dengan pria yang mendekati Rara dan jika ia tidak ada atau sedang sibuk ia akan menyuruh teman-temannya atau orang suruhannya untuk memukuli pria-pria itu, karna Rayhan tidak setiap hari ada di sini.
Dan tentu saja Rayhan melakukan Aksinya tanpa di ketahui oleh Rara, ia tau jika ia memukuli Pria-pria itu sehari setelah mereka menyatakan cinta ke pada Rara pasti Rara akan curiga, jadi Rayhan akan melakukan aksinya seminggu setelah kejadian itu.
"Kau Berbohong lagi Ra!" Batin Rayhan memandangi wajah damai Rara yang sedang menyuap makanan ke mulut
"Ah iya, Rey kau mau lanjut kemana nanti?" tanya Rara
"Entahlah, mungkin aku akan mengikuti mu!"
"Kalo begitu belajarlah yang giat, karna mungkin nanti aku akan masuk ke Universitas luar negri!" Goda Rara
"Tick, tidak bisakah kau kuliah di sini-sini saja?" tanya Rayhan kesal
"Kau tau sendiri orang tua ku Rey!"
"Hm, dengan otak aku yang dibawah Rata-rata ini pasti aku tidak akan bisa satu kampus dengan mu Ra!" Kesal Rayhan
"Ayolah, walaupun kita tidak satu kampus nantinya bukankah masih ada telpon untuk berkomunikasi!" Kekeh Rara
"Tetap saja itu tidak sama Ra!"
"Apanya yang tidak sama Rey, jika kamu kangen tinggal telpon dan jika kamu ingin melihat wajahku kamu tinggal Video Call!"
"Tapi Telponan dan Video Call tidak bisa ciuman Ra!" Ucapan Spontan Rayhan membuat Rara gelagapan
"REY!"
"Kenapa Ra?"
__ADS_1
"Orang-orang akan mendengar ucapan mu!" Balas Rara kesal sedangkan Rayhan hanya terkekeh senang saat ia melihat wajah kesal Rara bercampur malu