
Beberapa puluh menit kemudian.
"Ya ampun kenapa menyeramkan sekali di dalam sana!" Ujar Rara yang sudah keluar dari dalam rumah hantu
"Bukankah kau bilang tidak takut tadi!" Ujar Rayhan kesal karna waktunya terbuang percuma hanya untuk memukuli semua hantu didalam sana.
"A a aku kan tidak tau, kalo didalam sana akan se menyeramkan itu!" Ujar Rara tersenyum canggung
"Sudahlah ayo kita naik wahana itu saja!" Ujar Rayhan bersabar sambil menarik tangan Rara menuju Kereta gantung
"Ternyata sebentar lagi matahari turun Rey!" Ujar Rara Saat melihat jam ditangannya yang sebentar lagi menunjukan jam 6
"Iya, Aku begitu akan lebih bagus kita naik wahana ini agar kita bisa melihat matahari terbenam!" Ujar Rayhan tersenyum kearah Rara
"Ayo masuk!" Ujar Rayhan saat tiba giliran mereka untuk naik
Ketika mereka sudah berada di atas tiba-tiba saja kereta gantungnya berhenti.
"Loh kenapa berhenti, apa keretanya Rusak!" Ujar Rara bingung
"Tidak, Kereta gantung ini memang akan diam selama beberapa menit!" Ujar Rayhan tersenyum kearah Rara
"Kenapa?"
"Aku tidak tau, tapi mungkin mereka mau orang-orang melihat pemandangan lebih lama lagi sebelum keretanya turun!" Ujar Rayhan
"Dari mana kau tau?" Tanya Rara bingung
"Aku hanya menebak!" Ujar Rayhan
"Benarkah?"
"Benar Sayang, Lihat mataharinya sudah terbenam!" Ujar Rayhan menunjuk kearah matahari yang tenggelam
"Cantik kan?"
"Wah iya cantik sekali!" Ujar Rara berbinar
"Aku tidak mungkin bilang kepada mu kalo aku dulu pernah datang ke sini!" Batin Rayhan melihat wajah ceria Rara
"Ra!" Panggil Rayhan membuat Rara beralih menatap Rayhan
"Ada apa Rey!"
"Aku dengar ada mitos yang mengatakan jika kita berciuman dengan wanita yang kita cintai di atas wahana kereta gantung, kita akan bersama selamanya!"
"Benarkah?" Ujar Rara
"Iya, Maukah kau berciuman dengan ku?"
"A a apa!" Belum selesai Rara menjawab dengan cepat Rayhan menyatukan bibir mereka berdua, Rara yang masih dalam kekagetannya lambat laut mulai menikmati Ciuman mesra yang diberikan Rayhan dan ia juga mulai membalas
"Aku sangat mencintaimu!" Ujar Rayhan setelah mengakhiri ciumannya karna kereta gantung mulai berputar kembali
"Aku juga sangat mencintaimu Rayhan!" Balas Rara tersenyum manis
__ADS_1
"Kita pulang?" Tanya Rayhan saat mereka sudah berada dibawah
"Iya!" Balas Rara dengan anggukan kepala
"Hari ini aku sangat sangat bahagia!" Ujar Rara Memeluk erat lengan Rayhan sedangkan Rayhan hanya mengelus pelan pipi Rara dengan lembut tanpa menyadari dari kejauhan ada seseorang yang sedang memperhatikannya.
"Kau sendirian saja?" Tanya Rara heran saat melihat hanya Latika yang ada di depan Tv
"Begitulah!"
"Aku ke atas dulu!" Ujar Rayhan berjalan duluan ke atas kamar melihat Rayhan yang sudah pergi Rara pun mulai menanyai Latika lagi
"Terus Galih dan Nadia mana?"
"Sedangkan buat anak!"
"A a apa!" Ucapan Latika membuat Rara kaget bukan main
"Jangan bercanda Latika!" Tegur Rara kesal
"Aku tidak bercanda Ra, Kau lihat saja di kamar, mereka melakukannya seharian!" Ujar Latika kesal
"Bahkan aku tidak bisa tidur siang gara-gara suara mereka, kalo aku tau aku pasti akan mengikuti kalian tadi, dari pada terjebak disini!"
"A a aku tidak tau Nadia akan memberikan itu pertamanya ke Galih!" Gumam Rara kecil tidak habis pikir
"Biarlah Ra, kita sudah dewasa jadi wajar saja kan!" Ujar Latika masih dengan mata yang fokus ke arah Televisi
"Dan juga aku sudah filing kalo Nadia cepat atau lambat pasti memberikan Perawan nya ke Galih!"
"Kenapa?" Ujar Rara penasaran
"Latika, Jangan Bicara seperti itu tentang Nadia!" Ujar Rara memperingati
"Aku Hanya Membicarakan Fakta Ra!" Ujar Latika membela diri
"Hah, Sudahlah aku ke atas dulu!" Ujar Rara meninggalkan Latika
Rara naik keatas dan saat membuka pintu kamarnya tiba-tiba ia merasakan tarikan yang sangat kuat dari dalam kamar.
"Rey!" Ujar Rara kaget saat Rayhan tiba-tiba memeluknya dari belakang
"Besok, aku akan pergi!" Ujar Rayhan menciumi puncak Rara
Besok Rayhan akan pergi, karna besok waktunya kembali masuk kuliah
"Kau jangan keluyuran disini yah!" Ujar Rayhan masih dengan terus memeluk Rara
"Iya sayang, aku janji tidak akan keluyuran saat kamu tidak ada di samping ku!" Ujar Rara membalikkan badannya agar bisa berhadapan dengan Rayhan
"Aku tidak mau jauh darimu!" Ujar Rayhan
"Bagaimana aku tetap disini selama sebulan!" Ujar Rayhan
"Tidak boleh!"
__ADS_1
"Kenapa?"
"Pendidikan itu penting, jadi kamu harus pulang!" Ujar Rara
"Hm, Baiklah!" Ujar Rayhan lesu
"Oh iya, ini bukalah!" Ujar Rayhan merogoh kantong jaketnya dan memberikan sesuatu ke Rara
"Apa ini?"
"Ci cincin!" Ujar Rara kaget
"Iya, itu cincin pengikat jadi kamu akan terus menjadi milikku!" Ujar Rayhan mengambil cincin yang dipegang Rara dan dengan cepat memakaikannya ke jari Rara
"Cantik sekali!" Ujar Rara berbinar melihat cincin yang melingkar di jarinya
"Ingat yah Ra, itu sekaligus cincin tunangan kita jadi kamu harus menjaganya baik-baik!"
"Tu tunangan!" Ujar Rara gugup
"Iya sayang, kau tidak berpikir aku bisa cukup dengan menjadi pacar saja kan!"
"Harapan terbesarku, adalah menjadikan kamu istriku!" Ujar Rayhan memeluk Rara
"Terimakasih, Aku Mencintaimu!" Ujar Rara mencium bibir Rayhan membuat Rayhan kaget namun ia dengan cepat menguasai kekagetannya terbukti sekarang dia membalas dengan ganas ciuman Rara.
"Baiklah kita lakukan Rencana kita besok!" Ujar Rama
"Akhirnya rencana yang ku buat bertahun-tahun akan segera terlaksana!" Ujar Luhan menghisap kuat Rokok yang ada di jarinya
"Tapi aku mau merubah sedikit dari rencana mu!" Ujar Rama membuat Luhan menekuk alisnya tidak mengerti
"Maksudmu?"
"Aku mau kau tidak menyekap Rayhan!"
"Tck, perkataan bodoh apa yang kau ucapkan jika aku tidak menyekap dia bagaimana aku bisa menjalankan rencana ini!" Kesal Luhan
"Bawa saja Rayhan ke rumah ibuku, karna aku tau ibuku seperti apa!" Ujar Rama
"Baiklah, lakukan saja apa yang kau mau!"
...****************...
"Hati-hati di jalan Rey!" Ujar Rara Memeluk Rayhan yang sebentar lagi take off
"Kalo sudah sampai jangan lupa hubungin aku secepatnya!" Ujar Rara setelah melepaskan pelukannya
"Aku merasakan Firasat buruk!" Ujar Rara pelan
"Sudahlah Kaka ipar, Kau ini Parnoan sekali!" Ujar Galih
"Tenang saja selagi aku masih ada, Calon suami mu aman bersamaku!" Ujar Galih berbangga diri
"Ya ampun, Suamiku keren sekali!" Ujar Nadia melebih-lebihkan membuat Latika memandang bosan mereka berdua
__ADS_1
"Sudahlah lebih baik kalian berdua masuk, karna sebentar lagi kalian akan Take off!"
"Baiklah!"