
"Ya ampun!" Teriak Nadia yang sudah kembali masuk kedalam rumah
"Ada apa?" Ujar Rara yang kaget saat mendengar teriakan ke arah pintu masuk
"Kriss menghadiahi Latika tas Gucci!" Ujar Nadia heboh dan Ucapan Nadia membuat Latika yang sedang minum hampir saja tersendat
"Ya ampun, Mana?" Ujar Rara menghampiri Nadia
"Dasar Sepupu Kampret, dia memberi Latika Tas Gucci sedangkan aku hanya menerima Sebuah Panci!" Geram Nadia mengepalkan tangannya kesal
"Apakah benar aku mendapatkan tas mahal?" Ujar Latika yang sudah selesai makan dan sedang berjalan mendekati Rara dan Nadia
"Mungkin hadiah kita tertukar Nad!" Ujar Nadia tidak percaya
"Lihat Nama mu Bahkan sangat terpampang jelas disini Latika, Bagaimana bisa tertukar!" Ujar Nadia kesal menunjuk kertas kado yang bertuliskan nama Latika disana
"Tapi aku bingung, kenapa dia memberi Latika tas mahal!" Ujar Rara
"Atau Jangan-jangan dia ada rasa dengan latika!" Dan Ucapan Rara sukses membuat Latika membulatkan matanya lucu
"Ti tidak mungkin Ra, Kami saja baru kemarin bertemu!" Ujar Latika menyanggah
"Cinta tidak memandang berapa hari perkenalan kawan!" Ujar Nadia menatap Latika dengan tatapan menggoda
"Ya ampun kalian ini!" Balas Latika memutar matanya bosan dan tanpa mengatakan apapun lagi ia berjalan ke arah Televisi yang masih menyala hingga membuat Rara dan Nadia saling memandang dengan tatapan nakal
Hari sudah semakin larut dan Latika, Nadia dan Rara memutuskan untuk pergi ke kamarnya masing-masing.
Saat Rara membuka pintu kamarnya ia terpaku melihat Rayhan yang sudah terlelap tidur dengan nyaman di atas ranjangnya.
Melihat itu, Rara pun bergerak dengan pelan kearah ranjang dan mencoba menaikinya dengan pelan-pelan agar Rayhan tidak terbangun dari tidur nyetaknya.
Namun tiba-tiba tangan Rara ditarik hingga membuatnya berbaring menimpa badan Rayhan.
"Kenapa lama sekali kau datang!" Ujar Rayhan dengan suara paruh
karna terlalu lama menunggu kedatangan Rara hingga membuat Rayhan ketiduran.
"Maaf karna Tadi aku keasikan bicara dengan Latika dan Nadia jadi lupa ada kamu disini!" Ujar Rara terkekeh pelan
"Tck, Sudahlah ayo tidur!" Ujar Rayhan sangat mengantuk
__ADS_1
Setelah membenarkan posisi tidurnya Rara pun tertidur di pelukan Rayhan.
Keesokan paginya.
Rayhan terus saja menciumi wajah Rara tanpa henti hingga membuat Rara yang masih terlelap dalam tidurnya sedikit terusik.
"Bangun pemalas!" Ujar Rayhan pelan saat Rara belum juga membuka matanya
Mendengar suara yang menyuruhnya bangun, Rara pun dengan perlahan membuka matanya.
Dan pemandangan pertama yang Rara liat setelah ia membuka mata ialah wajah tampan Rayhan yang sedang tersenyum manis.
"Akhirnya tuan putri bangun juga!" Ujar Rayhan menyeringai saat melihat bibir Rara yang sudah membengkak karna kelakuannya tadi Sedangkan Rara yang terusik tidurnya hanya menggeliatkan tubuhnya
"Selamat pagi!" Ujar Rara tersenyum manis
"Ini sudah siang sayang!" Balas Rayhan terkekeh kecil tidak lupa ia juga memberikan kecupan manis di kening sang pacar
"APA!" Kaget Rara dengan cepat ia mengambil handphone di atas meja kamarnya untuk melihat jam
"A a aku tidur sampai jam 11 siang!" Ujar Rara tidak percaya
"Makanya kalo tidak mau telat bangun jangan begadang!"
Cup
"Umm, Rey kau!" pekik Rara kaget
"Kenapa kau tiba-tiba mencium ku!" Ujar Rara menutup mulutnya yang dicium Rayhan tadi
"Kau terlalu manis sayang!" Balas Rayhan menyeringai dan mengangkat tangan Rara
pelan-pelan Rayhan menarik tangan Rara dan menaruhnya di atas benjolan yang ada di dalam selimutnya.
Rara yang sadar akan apa yang ia pegang dengan cepat menarik tangannya namun karna kekuatan pria lebih besar iapun tidak bisa menarik keluar tangannya.
"Ah Shitttt!" Leguh Rayhan saat tangan Rara yang bergerak-gerak di bawah sana menimbulkan sensasi aneh pada dirinya
Pergelangan tangan Rara dicengkram keras oleh Rayhan di atas sesuatu yang Rara tahu pasti apa. Tanpa perlu cermin, dia yakin apa warna kulitnya kala itu. Tangannya bergerak berusaha lepas, mengirimkan erangan pada Rayhan. Dan rangsangan.
"Kau mau melakukannya seperti itu?" lelaki itu bernafas dengan berat
__ADS_1
Gelengan cepat yang di lakukan oleh Rara membuat Rayhan tertawa lepas, dan tentu saja juga diiringi Nakal yang di lakukan Rayhan di mata indah Rara membuat Rara kesal dengan semburan merah dipipinya.
"Reyhan!" gadis itu mencubit perut Sasuke yang meskipun keras oleh otot tetap bisa merasakan sakit.
Rayhan meringis nyeri, tapi tidak berhenti terkekeh. Kakinya yang ditutupi jeans panjang mengusap kaki telanjang Hinata dengan seduktif. "Kau menyenangkan dimanapun aku bersamamu, terutama kemarin," lelaki itu menahan jari Rara yang tetap sukses mencubitnya.
Telapak kakinya masih nakal menyusuri kaki Rara naik dan turun dengan pandangan penuh cinta.
"He hentikan itu" Ujar Rara hampir menangis.
Ciuman lembut diterima bibirnya yang bengkak.
"Setelah Studi kita selesai maukah kau menikah dengan ku" Tanya Rayhan menatap wajah Rara lembut
mendengar Pertanyaan yang di ucapkan Rayhan membuat Rara membulatkan matanya dengan wajah memerah di ikuti oleh detak jantung yang menggila.
"Ka ka kau Melamar ku?" Balas Rara gugup
"Benar, aku melamar mu!"
"Rara Will you marry me?" Ujar Rayhan bersungguh-sungguh dan tanpa berlama-lama lagi Rara pun mengangguk dengan kuat dengan wajah yang sangat bahagia
"Yes, I Would!" Ujarnya membuat senyum Rayhan mengembang sempurna
Dan tentu saja setelah mendengar jawaban Rara, Rayhan pun langsung membawa Rara dalam ciuman lembutnya.
Setelah beberapa menit kemudian Rayhan melepaskan Ciumannya, dan iapun terkekeh geli saat melihat Bibir Kekasihnya yang sudah benar-benar membengkak.
"Kenapa?" Tanya Rara bingung saat ia mendengar tawa merdu Rayhan
Mendengar pertanyaan Rara, Rayhan pun mengambil tangan Rara dan menaruhnya di atas bibir bengkak Rara.
"Kau yang melakukannya!" Ujar Rara memukuli dada bidang Rayhan dengan kesal kesal saat ia merasakan bibirnya yang membengkak sempurna
"Tentu saja Sayang, hanya aku yang bisa dan cuman aku!" Ujar Rayhan memegangi tangan Rara dengan seringai di wajahnya, hingga membuat Rara menenggelamkan wajahnya malu kedalam selimut melihat itu membuat seringai Rayhan semakin lebar dan godaan-godaan yang di ucapkan Rayhan pun semakin menjadi-jadi.
"Apa kau lapar? Kau tidur terlalu lama tadi!" Ujar Rayhan akhirnya setelah selesai menggoda Rara sedangkan Rara hanya membalasnya dengan anggukan kepala mengiyakan
"Kalo begitu ayo kita turun!" Ujar Rayhan bangun dari ranjang
"Ka kau duluan saja Rey, aku mau merapikan diri dulu!" Balas Rara masih tidak bergerak dari ranjang
__ADS_1
"Ah, Baiklah!"
Setelah merapikan sedikit penampilannya Rayhan pu bersiap-siap keluar dari kamar namun pergerakannya berhenti di ambang pintu sebentar.