First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Ngebut


__ADS_3

"Ma maafkan aku" Rara mulai terisak, dia sangat takut ketika Rayhan membentaknya seperti tadi. Tapi Rara juga tidak bisa ikut marah karena Rayhan membentaknya, bagaimanapun juga ini semua adalah salah Rara


"Hei keparat! Jangan berani-beraninya kau memarahi Rara!" Luhan berusaha bangkit, terlihat jelas dari sudut bibir ada darah yang mengalir disana. Rayhan yang tidak terima dipanggil dengan sebutan seperti itu langsung berbalik, tangannya kembali mengepal dengan kuat.


Mata keduanya saling bertatapan, kedua tangan mereka juga saling mengepal, sorot kebencian satu sama lain terlihat begitu nyata diantara keduanya.


"Kau boleh memukulku atau bahkan membunuhku, tapi jangan harap kau bisa menyakiti hati wanita yang kucintai!" Luhan berlari dengan cepat ke arah Rayhan, dia tidak bisa melihat Rara yang dibentak Rayhan seperti tadi, hatinya ikut merasakan tersayat.


Bugh! Bugh! Bugh!


Tangan kiri nya memegang erat kerah baju Rayhan, sedangkan tangannya yang satu lagi dia gunakan untuk menghajar habis-habisan wajah tampan pemuda itu.


Rara sendiri semakin tersentak mendengar pengakuan gila Luhan di hadapan Rayhan, dia tidak menyangka jika Luhan mengatakan hal tersebut di depan kekasihnya.


Entah iblis apa yang kembali merasuki kedalam diri Rayhan, dirinya sangat murka mendengar pernyataan Luhan. Dengan tangkas, dirinya menangkis pukulan Luhan


Bugh! Bugh! Bugh! Bugh!


Rayhan yang sudah gelap mata langsung mendorong tubuh Luhan hingga terjatuh, dengan bertumpu pada kedua lututnya, dirinya menekan tubuh Luhan. Secara bergantian, tangannya yang mengepal memukul tanpa ampun wajah putih pucat Luhan, bahkan darah mulai mengalir tanpa henti dari sudut bibir Luhan


"Hentikan! Kalian ini siapa? Jangan ribut disini!" beberapa penjaga mulai berdatangan, mereka menarik tubuh Rayhan agar menjauh dari pemuda yang sedang dihajarnya, Luhan sendiri juga ikut ditahan.


"Kalian ini Kenapa membuat keributan disini?! "Pergi kalian dari sini!"


Security-security itu menyeret dengan kasar tubuh Rayhan dan Luhan, pakaian keduanya sudah sangat berantakan dengan darah yang tercetak jelas dikedua wajah tampan mereka.


"Lepaskan! Aku bisa jalan sendiri" Rayhan berontak dan merapikan cardigan nya.


"Singkirkan tangan kalian!" Luhan juga ikut melepaskan diri dari cengkraman penjaga sekolah tersebut, dirinya langsung berjalan santai menghampiri superbike miliknya.


"Ada-ada saja membuat kericuhan disekolah kita"

__ADS_1


"Tapi mereka berdua tampan sekali yah"


"Jadi mereka ribut karena gadis itu? Kalau tidak salah dia adalah Mahasiswa disini kan?"


"Dan jika tidak salah ingat, pria yang satunya adalah senior disini!" Bisiknya


Beberapa siswa-siswi mulai beradu opini tentang keributan yang terjadi, mereka memandang sinis ke arah Rara yang hanya terus diam mematung.


"Ayo kita pulang!" Rayhan menggandeng tangan Rara dengan erat, Rara menuruti perintah Rayhan. Rara tahu jika Rayhan masih kesal dan marah padanya.


"Kau ini benar-benar menyebalkan Rara" suara Rayhan yang begitu berat bahkan dirinya sulit bernapas akibat darah yang memenuhi kedua lubang hidungnya, hatinya masih sangat sesak dan amarahnya belum hilang sepenuhnya.


"Ma maafkan aku" ucap Rara lirih, air mata nya kembali menggenang dan hatinya pun ikut bersedih.


Selama dalam perjalanan menuju kediaman, Rayhan sama sekali tidak menoleh sedikitpun ke arah gadisnya yang terus saja menunduk. Mobil yang Rayhan kendarai melaju dengan sangat cepat, tangannya yang berpegangan erat pada pegangan setir mobil dengan pijakan kaki pada pedal gas yang sama sekali tidak mengendur. Rayhan menaikkan kopling mobilnya, membuat mobil bermesin 6 silinder twin-turbo tersebut seakan melayang dari aspal. Spidometer mulai mencapai 5000 rpm, pemuda Tampan itu sama sekali tidak melirik ke arah spion mobil, membuat banyak pengendara lainnya ikut merasa terganggu.


Jangan tanya di mana Rayhan mendapatkan Mobilnya, karna kemarin baru saja ia meminta ke ayahnya untuk membelikan ia mobil.


Itulah Orang kaya.


"..."


"Ma maafkan aku, i ini salahku" air mata Rara mulai menetes membasahi pipi gembul nya.


"..."


"Ja jangan diam saja Ray Rayhan, ma maafkan aku" Rayhan bingung harus berbuat apa, semakin dia terisak maka semakin Rayhan mempercepat laju mobilnya. Bahkan sudah beberapa kali mobil Rayhan menyenggol mobil lain dan mendapatkan banyak sekali klakson dari mobil lain yang berada dibelakangnya.


"Ra Rayhan, ki kita bisa menabrak mobil lain. Kumohon, ku kurangi kecepatannya" Rara terus saja mengemis agar Rayhan mau melambankan laju mobilnya.


"Kurasa itu lebih baik jika kita menabrak mobil lain, kita akan mati bersama. Aku, akan mati bersama gadis yang kucintai" suara dingin Rayhan terdengar sangat berat, tatapan matanya kosong, dirinya sama sekali tidak memandang ke arah Rara.

__ADS_1


"A aku mencintaimu Rayhan" Rara semakin meremas kuat lengan Rayhan, dirinya kesulitan untuk bernapas karena masih menangis sesenggukan.


"Cinta? Cinta katamu?! Kau bahkan berpelukan dengan pria lain, Rara!" Rayhan membanting setir saat membelok, dia sama sekali tidak mempedulikan nyawa nya saat ini. Otaknya sudah tidak bisa berpikir sehat, pikirannya masih terbayang-bayang saat Rara dipeluk oleh Luhan?


"Ma maafkan a aku, a aku tidak akan mendekatinya lagi" Rara menutup wajahnya yang sudah memerah dengan kedua telapak tangan putihnya, hidung mancungnya yang mungil juga ikut-ikutan memerah karena dia terus saja menangis.


Ditariknya napas panjang-panjang oleh Rayhan, dia mengurangi kecepatan mobilnya lalu segera menepi ke pinggir jalan. Rayhan merubah posisinya menghadap Rara lalu menarik gadis itu kedalam pelukannya.


"Sudahlah jangan menangis lagi" telapak tangan besarnya membelai lembut helaian rambut Rara. Setelah Rayhan pikir-pikir, tidak ada gunanya juga dia berlama-lama marah pada gadisnya ini. Rayhan juga tidak mau melihat Rara yang terus-terusan menangis.


"Ssstttt aku tidak marah lagi, maafkan jika aku membentak mu Sayang" Rayhan mengecup berkali-kali kedua pipi Rara secara bergantian, bibirnya ikut merasakan rasa asin dari air mata kekasihnya.


"Ma maafkan aku" Rara merentangkan kedua tangannya dan membalas pelukan kekasihnya, wajah manisnya bersembunyi tepat didepan dada bidang Rayhan


"Aku memaafkan mu Sayang, sekarang berhentilah menangis"


"Su sungguh?"


"Hm. Berjanjilah untuk yang terakhir kalinya bahwa kau tidak akan dekat-dekat dengan si Keparat tadi?"


"A aku berjanji" Ujar Rara


"Pintar, jangan diulangi lagi"


"Ti tidak akan, k-kau juga tidak akan mengulanginya lagi bu bukan?"


"Apa maksudmu?"


"Jangan membentak ku seperti tadi, a aku takut"


Seketika Rayhan tertawa mendengar ucapan Rara dia semakin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Kenapa tertawa?" Rara mengerucutkan bibirnya, dirinya semakin meringkuk didalam dekapan Rayhan


"Hm. Aku tidak akan membentak mu jika kau tidak nakal seperti tadi" Rayhan menggesekkan dagunya di kepala Rara


__ADS_2