First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Kepulangan Rayhan


__ADS_3

Luhan hanya terus menatap punggung Rara yang perlahan menghilang dari balik kaca besar cafe tersebut, tangannya sedikit mengepal keras, dan dada nya sedikit terasa sesak.


"Aku tahu kau menghindari ku, tapi aku tidak akan menyerah"


Jatuh Cinta.


Mungkin itulah dua kata yang tepat untuk mencerminkan perasaan Luhan pada Rara. Semenjak Rara memberikan pertolongan kecil pada Luhan dulu, semenjak itulah Luhan merasa tertarik pada diri Rara. Luhan merasa diri Rara seperti ibu nya yang telah meninggal dunia 10 tahun lalu. Mulai dari tutur kata Rara yang lemah lembut, tatapan mata Rara yang sendu namun mampu menggetarkan hati, serta sikap dan sifat perilaku Rara yang membuat Luhan semakin ingin meraihnya.


Walaupun Luhan sadar satu hal, Rara adalah kekasih dari Rayhan, Tapi sedikitpun itu tidak membuat Luhan menyerah, dia tidak merasa takut pada pria liar seperti Rayhan, justru itu semakin membuat dirinya merasa tertantang untuk mendapatkan Rara lebih tepatnya, merebut Rara dari pelukan Rayhan


Malam harinya.


"Bagaimana kabar mu disana Sayang?" Ujar Rayhan di seberang sana


"Aku baik Rey, Kamu?"


"Aku baik-baik saja disini!" Balas Rayhan tersenyum kecil


"Tunggu aku yah, setelah ini semua selesai aku janji aku akan pulang menemui mu!" Ujar Rayhan disana


"Jangan lama-lama!"


"Kenapa? Apa kamu sangat merindukanku?" Tanya Rayhan tersenyum nakal


"Ja jangan tersenyum seperti itu Rey, kau menakutkan!" Dan Ucapan Rara pun membuat Rayhan tertawa lepas


"Baiklah sayang, tidurlah jangan terlalu bergadang!" Ujar Rayhan


"Baiklah!"


"Dah!" Setelah itu Rayhan pun menutup sambungan teleponnya


Suasana pagi yang hiruk pikuk memenuhi Bandara Internasional itu. Tampak pemuda berambut Hitam keluar dari pintu kedatangan pesawat luar negeri. Ia mengenakan jas hitam dengan bulu-bulu di bagian kerah leher dan kaos berwarna biru, dipadu dengan celana jeans hitam dan sepatu kets putih. Ia tampak sedang menikmati lagu-lagu karena di kedua telinganya menggantung headphone yang terhubung dengan ipod biru di tangan kanannya. Tas ransel putih menempel di punggungnya, sedangkan tangan kirinya menjinjing travel bag berwarna coklat. Pemuda itu berjalan menyusuri lobi bandara yang terlihat ramai.


Pemuda itu berjalan dengan santainya kearah pintu keluar dan menuju lobi tunggu di bandara. Begitu ia menapakkan kaki dari pintu kaca otomatis, udara dingin yang sejuk dari AC langsung menerpa wajahnya yang putih dan tampan.


"Rey!" Teriak Rama dari kejauhan berjalan mendekatinya


"Dari mana kau tau aku akan pulang hari ini? Dan Kau datang kesini untuk menjemput ku?" Tanya Rayhan mengernyit bingung karna ia tidak yakin jika saudara kembarnya ini akan dengan senang hati datang menjemputnya.

__ADS_1


"Aku tidak mau, Tapi mau bagaimana lagi Ayah memerintahkan ku untuk menjemput mu!" Ujarnya kesal


"Benar-benar menganggu waktu tidurku saja!" Rama Menguap


"Kau tidak memberitahukan Rara jika aku akan pulang kan?" Ujar Rayhan penuh selidik.


"Tck Kau tenang saja, aku tidak memiliki waktu luang hanya untuk memberitahukan kekasihmu itu!" Ujarnya berjalan kearah mobil yang terparkir rapi di depan sana


"Baiklah, ayo kita pulang!" Ujar Rama menyalakan mesin mobilnya


"Tidak, Antarkan aku dulu ke suatu tempat!"


"Apartemen Luhan?" Gumam Rama saat mereka sudah tiba disana


"Hm, Kita akan bertemu dengan kawan lama mu!" Ujar Rayhan berjalan turun dari mobil


"Eh, Rey tunggu!"


"Apakah ada hal yang mendesak sehingga bisa membuat dua tuan muda ini mau menginjakkan kaki untuk datang kesini?" Ujar Luhan Menyeringai kearah dua saudara kembar itu


"Lama tidak berjumpa Rama!" Lanjutnya lagi


"Cukup berbasa-basi nya, Aku minta kau tidak usah ganggu dan dekat-dekat sama Rara!" Ujar Rayhan saat mengingat jika selama ia tidak ada di sini, Luhan selalu mencoba mendekati Rara di mana pun itu. Kalian jangan lupa kalo Rayhan memiliki mata-mata untuk mengikuti Rara dimana pun itu


"Kenapa aku harus menuruti permintaan mu?" Luhan berjalan mendekati Rayhan hingga membuat mereka berdiri berhadapan dengan saling memandang dengan tajam


"Aku tidak meminta, Aku menyuruhmu!" Atmosfer disekitar itu tiba-tiba berubah berat Membuat Rama gelagapan takut-takut kedua pria itu saling baku hantam disini


"Apa Hak mu?" Ujar Luhan masih dengan mempertahankan muka datarnya


"Kau tanya apa hak ku? Heh apa kau lupa jika Rara adalah kekasihku!" Ujar Rayhan menyeringai


"Hanya kekasih kan? Bukan Suami!" Balas Luhan membalas menyeringai


"Bangsat kau!" Tiba-tiba Rayhan mencengkram kerah baju Luhan membuat Rama dengan cepat melerai mereka


"Berhenti kalian, Tidak bisa kah kalian tenang!" Ujar Rama menghela nafas kesal


"Tidak usah pakai kekerasan untuk mengakhiri permasalahan ini, Aku punya ide bagaimana jika kalian!" Dan Ucapan Rama membuat Rayhan dan Luhan Terdiam membisu

__ADS_1


...****************...


"Rayhan!" Teriak Rara kaget saat ia melihat Rayhan yang sedang berjalan masuk kedalam rumah


"Aku sangat merindukanmu!" Memeluk Rayhan


"Aku juga merindukanmu!" Balas Rayhan mengusap kepala Rara lembut "Kenapa kau tidak mengabari ku, jika aku tau kau datang hari ini pasti aku akan menjemputmu ke bandara!" Ujar Rara merajuk tanpa menyadari situasi disekitarnya


"EHEM!" Dan suara batuk Galih akhirnya menyadarkan Rara


"Ternyata Kakak ipar sangat manis sekali!" Ujar Rama yang masih berdiri di belakang badan Rayhan setelah mengetahui situasinya iapun melepaskan pelukannya dan menjauh sedikit membuat Rayhan mendecak kesal.


"Mana Wulan?" Tanya Rama saat matanya tidak melihat Wulan


"Wulan, Layla, Nadia dan Latika sudah pergi ke Cafe!"


"Tck, kenapa dia ngga ngabarin!" Ujar Rama kesal berjalan masuk sambil memencet handphone nya untuk menelpon Wulan


"Kau sudah berbaikan dengan Nadia?" Tanya Rayhan


"Yah, akhirnya dia mau memaafkan aku setelah seribu kali aku memohon!"


"Kenapa kau tidak bilang kalo pria itu sepupunya?"


"Kau tidak bertanya!" Balas Rayhan cuek berjalan melewati Galih untuk naik ke lantai atas dan tentu saja dengan tangan yang juga menarik Rara agar mengikutinya ke atas.


Dan Jawaban Rayhan Sukses membuat Galih Kesal "Sial sekali aku harus memiliki sepupu yang menyebalkan seperti dirinya!" Batin Galih kesal menatap punggung Rayhan yang sedang berjalan


"Kalian Dimana?" Tanya Rama kesal


"....!"


"Sherlock cepat!" Ujar Rama mematikan panggilan telepon itu dan dengan cepat Rama pun berjalan keluar dari rumah


"Eh, Rama kau mau kemana? Aku ikut!" Teriak Galih berlari mengikuti Rama


Ia tidak mungkin kan, hanya berdiam diri di rumah tanpa ada yang menemani jadi lebih baik ia mengikuti kemana Rama pergi.


"Kita mau kemana?" Tanya Galih setelah memasang seatbelt nya namun Rama tidak menjawab, ia hanya menyalakan mesin mobilnya dan dengan cepat meluncur pergi.

__ADS_1


__ADS_2