
"Maaf Sayang, Bagaimana kalo kita lanjut di atas kamar!" Balas Rama yang menyamar jadi Rayhan
"Dengan senang hati, tapi aku mau gendong depan!" Manja Kristal
"Ah baiklah, Tuan putri!" Ujarnya mengendong Kristal melewati Galih
"Ha Halo Ra!" Ujar Galih namun belum sempat Galih bicara Rara sudah matikan telpon nya
Sedangkan di tempat lain Rayhan baru saja sadar.
"Rara!" Gumam Rayhan setelah bangun dari rumah sakit
"Ka kau sudah bangun!" Ujar Ibu Rayhan Senang
"Dok Dokter anak saya sudah bangun!" Ujarnya berteriak dan dengan cepat Dokter dan suster datang untuk memeriksa
"Anak ibu sudah agak membaik, namun sebaiknya dia di rawat disini untuk beberapa hari!"
"Terimakasih Dokter!"
"Maafkan ibu Rayhan, ibu kembali menyakitimu!" Ujarnya menangis
"Tidak apa Bu!" Balas Rayhan menenangkan
"Sudah berapa lama aku disini!"
"Kau tidak sadarkan diri dalam dua hari, kata dokter akibat terlalu keras benturan sehingga membuat otak mu mengalami beberapa masalah!" Ujarnya
"Baiklah, Oh iya ibu dari kemarin aku mau nanya mana Rama!"
"Apa dia tidak menemani ibu!"
"Rama pergi mengganti kan mu agar kuliah mu di sana tidak bolong!" Ucapan Ibunya membuat Rayhan tidak tenang
"Apa yang kau rencanakan Rama!" Batin Rayhan
08:34 Pagi
"Ra kenapa muka mu pucat sekali!" Ujar Nadia heran
"Matamu juga bengkak!"
"Oh, mungkin karna tadi malam aku nonton dorama sampai larut malam!" Ujar Rara tersenyum manis, ia tidak mungkin kan bilang kalo ia menangis semalaman karna sudah dikhianati oleh Rayhan
"Tumben kamu mau nonton dorama, ku kira hanya Nadia yang tergila-gila dengan dorama!" Ujar Latika menggigit rotinya
"Sudahlah ayo makannya di percepat, Jangan sampai kita terlambat!" Ujar Rara memperingati
Beberapa menit kemudian mereka selesai dengan Sarapan paginya Dan ketika mereka mau masuk ke dalam mobil tiba-tiba ada yang memanggil
__ADS_1
"Ra kau mau berangkat ke kampus?" Tanya Luhan yang baru sampai
"Iya, ini aku mau berangkat!"
"Bareng aku saja bagaimana?"
"Tidak usah Luhan, terimakasih aku pergi bersama Nadia dan Latika saja!" Ujarnya menolak
"Kamu Pergi saja bersama Senior Ra, Aku dan Latika kebetulan mau pergi ke suatu tempat dulu!" Ujar Nadia
"Kemana? Aku ikut!" Ujarnya
"Tidak bisa, ini urusan aku dan Latika!" Ujar Nadia membuka pintu mobilnya
"Dah Ra!" dengan cepat meninggalkan Rara dan Luhan
"Ada apa dengan mereka!" Batin Rara bingung
"Ada apa dengan mu Nadia, Kau mau Rayhan ngamuk karna kau membantu seorang pria untuk mendekati Rara!" Ujar Latika menakut-nakuti
"Dan aku ingat, hari ini aku hanya pergi ke kampus ngga ada urusan penting juga!"
"Tidak usah mengungkit-ungkit nama bajingan itu Latika!" Geram Nadia marah
"Loh kenapa?"
"Karna dia sudah berselingkuh lebih tepatnya kembali ke pelukan mantannya!"
"Kau tau dari mana Nad, kau jangan bawa gosip setau ku, Rayhan sangat mencintai Rara!" Ujar Latika mencoba berfikir positif
"Awalnya aku mencoba tidak percaya namun tadi malam saat aku telpon nan dengan Galih aku mendengar suara *******, aku kira aku salah dengan sampai aku dengar ada nama kristal!" Ujar Nadia
"Dan akhirnya aku paksa Galih untuk bercerita dan ternyata benar seperti yang aku bilang tadi!"
"Ya ampun dia benar-benar brengsek, Kasihan sekali Rara!"
"Iya, jadi kita harus pura-pura tidak tau, karna yang ku lihat tadi pagi Rara tidak mau kita tau kalo dia sedang sedih!"
"Untungnya Ada Senior Luhan yang datang tadi, setidaknya Rara masih ada pria yang mau memberikan sandaran untuknya!" Ujar Nadia prihatin
"Terus, apa kita harus diam saja dengan apa yang dilakukan bajingan itu!"
"Sebenarnya aku mau membalas tapi aku takut Rara akan semakin sedih jika kita memperbesar masalah ini!" Ujar Nadia dan dibalas anggukan setuju dari Latika
"Semoga saja Wulan dan Layla tidak melihat apa yang dilakukan Rayhan Karna aku takut dengan tempramen Wulan seperti itu pasti Rayhan akan tewas!" Ujar Latika
"Ya kita berdoa saja, semoga itu tidak terjadi!"
...****************...
__ADS_1
"Layla apa aku salah lihat!" Ujar Wulan
Sekarang Wulan dan Latika sedang berbelanja kebutuhan mereka di supermarket dekat taman jadi mereka bisa melihat aktifitas orang-orang di taman dari dalam supermarket.
"Ada apa?" Ujar Layla setelah membayar belanjaannya
"Lihat Bukankah itu Rayhan?"
"Iya itu Rayhan, tapi dia dengan siapa itu!" Ujar Layla namun beberapa detik kemudian mata mereka membulat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat
"Bangsat!" Geram Wulan berjalan keluar dari supermarket
"Eh Wul, Tunggu aku!" Teriak Layla mengikuti Wulan
"Kau, memang bangsat!" Ujar Wulan dan tiba-tiba melayangkan tinjunya ke arah pipi Rama
"Ya ampun!" Teriak Kristal karna kaget melihat Rama yang sudah tersungkur jatuh ke tanah
"Bangun kau BANGSAT!" Teriak Wulan emosi
"Tck, Sial!" Ujar Rama menyeka darah disudut bibirnya
"Kau wanita bar-bar, siapa kau kenapa datang-datang langsung meninju orang HA!" Ujar Rama kesal
"Heh Kau tanya siapa aku? Aku adalah Dewi kematian untuk mu!" Dan dengan cepat Wulan Menendang wajah Rama dengan kakinya hingga membuat Rama pingsan ditempat, Kristal yang melihat itupun berdiri kaku tanpa bergerak sedikitpun
"Cuih dasar lemah!"
"Dan Kau Penyihir, kau memang pantas jadi ******, ayo Layla kita pergi!" Ujar Wulan meninggalkan mereka berdua
"Berani-beraninya dia menghianati Rara, Tidak akan ku ampuni!" Geram Wulan
"Sudahlah Wul, tadi kau sudah membuatnya K,O dengan sekali tendangan!" Tawa layla
"Apa yang kau tertawa kan bodoh, seharusnya kau ikut membantuku tadi!" Ujar Wulan kesal
"Tidak usah aku bantu kau pun sudah bisa mengurus dia sendirikan!" Ujar Layla tersenyum lima jari sedangkan Wulan hanya menghela nafas panjang
"Apa Rara sudah mengetahuinya yah!" Ujar Wulan pelan
"Mungkin, Bagaimana kalo kita tanya!"
"Tidak, jangan lebih baik kita tanya Nadia dan Latika saja!" Ujar Wulan
"Baiklah!"
Entah bagaimana kabar Rara sekarang, Rayhan bersumpah apapun yang terjadi nanti, jika ia kembali ia akan menghafal nomor telepon Rara.
Ingin Rasanya Rayhan berlari keluar dari rumah ini namun saat ia mendengar sumpah dari ibunya jika ia pergi ibunya akan bunuh diri kemarin, mungkin Rayhan sudah dari kemarin pergi dari sini.
__ADS_1
Namun ia tidak bisa melakukannya karna ia tau bagaimana tabiat ibunya, ibunya sangat nekat dari dulu tidak berubah, itulah alasan yang membuat ayah dan ibunya berpisah karna ibunya yang terlalu memaksakan kehendak dan selalu menuntut ayahnya sehingga membuat ayahnya memutuskan pergi membawa Rayhan dan meninggalkan Rama bersama ibunya.