First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Sepupu Nadia


__ADS_3

Dan banyak lagi bisikan-bisikan ibu-ibu yang membuat Rayhan tersenyum senang sedangkan Rara terus saja menunduk dengan semburan merah di pipinya, ia merasa sangat malu karna ibu-ibu disana mengira ia dan Rayhan pasangan suami istri.


"A a ayo Rey, kita pergi bayar!" Ujar Rara gugup


"Ah, baiklah!"


"Ada membernya mbak!" tanya kasir disana


"tidak ada!"


"Sisa kembaliannya tidak mau beli ini mbak, ini lagi masa promo!" Ujar Kasir


"Ini saja!" ujar Rara menaruh produk yang ia yakini itu adalah permen


"Terimakasih!" Ujar Kasir memberi barang belanja dan dengan cepat Rayhan pun mengambilnya


"Baiklah, sekarang kita mau kemana?" Ujar Rayhan setelah mereka masuk kedalam mobil


"Pulang saja Rey!" Balas Rara


"Baiklah!"


Di dalam mobil yang lain.


"Sial, Rencanaku yang sudah ku susun dengan sangat baik hancur begitu saja!" Ujar Luhan mencengkram kuat setir mobilnya


Ia tadi melihat Sosok Rara dan Rayhan yang sedang berbelanja di dalam supermarket, niatnya tadi ia mau turun berbelanja namun saat ia melihat Rara dan Rayhan yang sedang berbelanja ia pun mengurungkan niatnya.


...****************...


"Nadia, apa kau benar-benar mencintai Galih?' Ujar Latika penasaran


"Kenapa kau tanya hal itu?"


"Aku hanya merasa ada yang ganjal dari hubungan kalian!" Ujar Latika


"Seperti biasa Latika, kau benar-benar Peka!" Ujar Latika terkekeh kecil


"Jadi jawaban mu?"


"Entahlah!" Ujar Nadia Cuek


"Jawab yang benar Nad!" Ujar Latika kesal saat mendengar Nadia yang menjawab acuh tak acuh


"Aku tidak tau Latika, dulu memang aku sangat mencintainya Namun saat aku tau dia mengkhianati ku entah kenapa Rasa itu memudar, Mungkin" Ujar Nadia melihat ke arah pemandangan di luar Cafe


"Jadi selama ini?" Tanya Latika lagi


"Aku hanya mengikuti naluri seorang perempuan saat dihadapkan dengan pria tampan!" Ujar Nadia kejam


"Kau kejam sekali Nad!" Ujar Latika


"Mau bagaimana lagi Latika, dia tidak pernah mau membagi kisah hidupnya dengan ku!"


"Dia tidak mau jujur kepada ku, Jadi wajar-wajar saja kan aku bersikap kejam!" Ujar Nadia Meminum Kopinya

__ADS_1


Sebenarnya dari hati Nadia yang terdalam ia sangat mencintai Galih, namun ia selalu menekan rasa cintanya karna suatu alasan yaitu karna diri galih sendiri yang membuat keraguan Nadia muncul.


Setelah Rayhan dan Rara Makan sekarang mereka sedang duduk di depan televisi dengan berbagai macam Snack di depan mereka.


"Ra apa kau tidak memiliki Permen?" Ujar Rayhan mencari-cari permen di kresek belanja mereka tadi


"Tadi aku sudah membelinya, coba cari lagi!" Ujar Rara masih fokus dengan drama yang ia tonton


"Ini?" Ujar Rayhan mengangkat produk yang berbentuk segi empat untuk di perlihatkan ke arah Rara


"Iya itu!" Balas Rara dan Rayhan pun tanpa pikir panjang merobeknya


"I i ini bukan Permen Ra!" Ujar Rayhan gugup


"Terus apa?"


"Ini!" Rayhan pun mengangkat produk itu agar Rara bisa melihatnya dengan jelas


"Ko ******!" Ujar Rara kaget


"Hm!"


"A a aku tidak tau kalo bungkusan warna pink i itu ternyata bukan permen!" Ujar Rara salah tingkah


"Tidak apa-apa Ra, Bagus jika kau beli ini!" Ujar Rayhan Menyeringai kearah Rara membuat Rara menelan ludahnya gugup


Cafe Kriss.


"Kriss kami pulang dulu!" Ujar Nadia berdiri dari tempat duduknya


"Ini sudah Sore Brother!"


"itu apa?" Ujar Nadia saat melihat bungkusan yang dibawa Kriss


"I ini oleh-oleh untuk kalian berdua!" Ujar Kriss dengan semburan merah tipis di pipinya


"Tumben kau memberiku oleh-oleh!" Ujar Nadia dengan wajah bingung


"Cafe ku sedang promo, ini untuk mu dan ini untuk Latika!" Ujar Kriss


"Wah terimakasih banyak, aku kira aku tidak dapat!" Ujar Latika tersenyum senang melihat senyum Latika tiba-tiba rasa gugup yang sudah ia hilangkan muncul kembali


"Sa sama-sama!"


"Ka kalian hati-hati di jalan!"


"A a aku kebelakang dulu!" Ujar Kriss undur diri


"Eh Kriss, kenapa cepat-cepat sekali ingin pergi!"


"kau tidak antar kami keluar!" Ujar Nadia


"Tidak bisa antar, Kepala ku sedang sakit!" Ujar Kriss mencari alasan


"Hahh kau ini banyak sekali penyakit lebih baik kau cepat-cepat pergi periksa ke dokter deh!" Ujar Nadia setelah menghela nafas panjang

__ADS_1


"Jika kau memiliki banyak penyakit seperti ini, takutnya nanti tidak ada wanita yang mau bersama mu!" Ujar Nadia dan Ucapan Nadia sukses membuat Galih gelagapan


"Ti tidak Bu bukan begitu Nad, Tadi aku!"


"Sudahlah kami pergi dulu, hari sudah mau gelap!" Ujar Nadia memotong ucapan Kriss


"Eh Nad, tunggu dulu!" Ujar Kriss mengikuti Nadia dan Latika yang sudah keluar dari Cafenya namun sayangnya Nadia sudah berlalu pergi


"Bagaimana ini, bagaimana jika Latika mengira aku penyakitan!" Ujar Kriss lemas


...****************...


"Re Rey, Jangan seperti ini!" Cicit Rara pelan saat Rayhan menggerayangi tubuhnya


Mereka masih duduk di depan televisi dengan Tv yang masih menyala namun mereka sama sekali tidak menonton acara yang ada di dalam Tv itu karna Rayhan hanya asik dengan remasan-remasan di dalam kaos lengan pendek milik Rara.


Sedangkan Rara terus saja menggeliat risih saat Rayhan tanpa henti menyentuh badannya.


"Re Rey, nanti ada yang datang!" Ujar Rara mencoba menghentikan pergerakan tangan Rayhan


"Tidak akan ada yang!" Ucapan Rayhan terpotong saat mereka mendengar suara mesin mobil yang berhenti di luar rumah


"I itu mereka!" Ujar Rara dengan cepat merapikan bajunya yang tadi sudah compang-camping


"Tck!" Cepat sekali mereka datang!" Batin Rayhan kesal


"Kalian, nonton apa?" Tanya Nadia yang baru saja datang


"Kau tidak punya mata?" Ujar Rayhan ketus


"Kau ni, kenapa? Aneh sekali!" Ujar Nadia terheran-heran


"Ra apa kau memasak?" Tanya Latika


"Aku lapar sekali!"


"Itu ada di meja makan!"


"Apa dorama yang aku tonton sudah main!" Ujar Nadia duduk bergabung dengan Rara dan Rayhan dan hal itu sukses membuat mood Rayhan kembali buruk


"Tck, Aku naik ke atas!" Ujar Rayhan pergi tanpa melihat lagi kebelakang


"Sutt Ra, ada apa dengan suami mu?" Ujar Nadia pelan


"Apa dia kalah lotre? kenapa wajahnya asam sekali!" Dan ucapan Nadia membuat Rara tersenyum kaku


"Itu karna kalian mengganggu kesenangannya!" Batin Rara


"Oh iya, Latika mana oleh-oleh yang dikasih Kriss tadi?"


"Masih di dalam mobil!" Jawab Latika masih sibuk dengan makanannya


"Aku pergi ambil yah?"


Nadia pun berjalan pergi ke luar rumah untuk mengambil hadiah yang Kriss kasih tadi, karna dia sangat penasaran apa hadiah mereka sama.

__ADS_1


__ADS_2