First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Bertukar


__ADS_3

"Entahlah kenapa permainan ini menjadi permainan yang sangat mesum!" Ujar Layla pelan ke telinga Wulan dan Wulan pun membenarkan perkataan temannya itu


"Aku tidak tau!" Ujar Rama santai


"Maksudmu?"


"Aku tidak tau siapa nama orang yang aku tiduri dulu!"


"Apa kau sedang hilang ingatan?" Ujar Galih kesal karna ia tidak percaya dengan apa yang diucapkan Rama mendengar ucapan Galih membuat Rama menghela nafas panjang


"Pertama kali aku melakukan itu di bar, bisa di bilang aku melakukannya dengan pelacur!" Ujar Rama santai tanpa menyadari ucapannya itu membuat semua orang memandanginya terkejut


"Ternyata kau benar-benar seorang predator kawan!" Ujar Galih bertepuk tangan


"Aku adalah seorang pemain!" Ujar Rama dengan bangganya hingga membuat Wulan menatap sinis dirinya


...****************...


"Aku akan merindukan kalian!" Ujar Rara Memeluk Wulan dan Layla


"Jaga dirimu baik-baik, Jika dia selingkuh jangan ragu untuk meninggalkan nya!" Ujar Wulan setelah menatap tajam Rayhan


"Setelah kalian sampai jangan lupa hubungi kami!" Ujar Nadia


"Apa kami benar-benar tidak perlu mengantar kalian ke bandara?" tanya Latika


"Iya, tidak usah nanti kami hubungi kalian jika sudah mendarat!" Balas Layla


"Jangan sampai ketahuan!" ujar Rayhan memandang ke arah Rama


"Tentu!"


"Enak sekali punya saudara kembar, andai saja aku memiliki saudara kembar!" Ujar Galih meratapi nasib


"Untuk apa kau ingin punya saudara kembar!" Tanya Wulan bingung


"Kau tidak lihat Rayhan, dia jadi punya waktu banyak untuk bersama Rara karna Rama menggantikan dirinya!" Ujar Galih kesal


"Bersyukurlah kau tidak memiliki saudara kembar Sepupu!" Ujar Rama menyela


"Kenapa?"


"Jika tidak kasihan saudara mu nanti karna harus memiliki saudara kembar yang bodoh sepertimu!" Ujar Rama sadis membuat Galih menatapnya dengan tajam


"Sudah, Sudah ayo kita pergi!" Ucap Wulan


"Bulan depan datang ke sini lagi yah, kita pergi refreshing lagi!" Ujar Rara tersenyum manis


"Benarkah? apa kita akan refreshing ke pulau itu lagi?" Ujar Layla berbinar


"Iya!" Ujar Rara mengangguk-angguk kan kepalanya


"Benarkan Rey?" Tanya Rara


"Hm!"


"Syukurlah jadi kemarin bukan liburan terakhir kita di pulau itu!" Ujar Nadia Tidak kalah senang

__ADS_1


"Dah, kami pergi dulu!" Ujar Wulan melambaikan tangannya berjalan pergi dan di ikuti oleh Galih, Rama dan Layla


Setelah Galih, Rama, Wulan dan Layla pergi tinggallah mereka ber empat di rumah itu.


"Huffff,, Sekarang bagaimana kalo kita berempat pergi ke Cafe dekat sini?" Tanya Nadia memulai percakapan


"Tidak, kalian pergi saja sendiri dan jangan ajak-ajak Rara!" Ujar Rayhan datar


"Tck, kenapa kau posesif sekali Rey!" Ujar Latika malas


"Ingat, aku belum meminta penjelasan dari kalian berdua karna sudah repot-repot menjodohkan Rara dengan Senior kalian itu!" Ujar Rayhan Tajam membuat Latika dan Nadia kaget


"Ka ka kau tau dari mana!" Ujar Nadia takut-takut


"Ra, kau kasih tau Rayhan?" Gumam Nadia pelan dan Rara hanya menggelengkan kepalanya tidak tau


"Kalo begitu dari mana dia bisa tau!" Ujar Latika pelan dan sekali lagi Rara hanya mengangkat bahunya


"Tidak usah bisik-bisik, Aku tau semua yang berhubungan dengan Rara!"


"Jadi kalian jangan pernah sekali-kali melakukan hal gila itu lagi, jika tidak!" Ujar Rayhan dingin menggantungkan ucapannya dengan memandang tajam wajah kedua sahabat Rara itu


"I iya kami tau!" Ujar Nadia setelah menelan ludahnya paksa


"Ayo Latika kita pergi ke Cafe!" Ujarnya sambil menarik pergi Latika dari sana dan tinggalkanlah Rayhan dan Rara saja di rumah itu


"Kau keterlaluan Rey, Lihat mereka pergi dengan ketakutan!" Ujar Rara kesal


"Syukurlah jika mereka takut, itu agar mereka tidak memiliki ide sampah seperti itu lagi sayang!" Ujar Rayhan berjalan kearah sofa meninggalkan Rara yang masih berdiri disana


...****************...


"Akhir-akhir ini aku sibuk!"


"Baiklah, jadi kau mau pesan apa?"


"Seperti biasa dan satu Teh hijau!" Ujar Nadia


"Tumben kau pesan teh hijau!"


"Itu untuk temanku!"


"Teman mu, mana dia?!"


"Dia sedang parkir mobil, sebentar lagi dia datang!"


"Itu dia!" Ujar Nadia menunjuk arah pintu masuk Cafe dan entah kenapa jantung Kriss tiba-tiba berdebar kencang saat ia melihat Latika


"Astaga, Sakit jantungku kambuh!" Ujar Kriss pergi meninggalkan Nadia


"Sejak kapan Kriss punya penyakit jantung!" Gumam Nadia bingung


"Eh Latika, Aku sudah memesan milikmu!"


"Oh syukurlah, aku benar-benar haus!" Balas Latika sambil melihat-lihat dekorasi Cafe tersebut


Beberapa menit kemudian pesanan mereka pun datang.

__ADS_1


"Ini pesanan kalian!" Ujar Kriss menaruh minuman Nadia dan Latika


"Terimakasih!" Ujar Latika


"Oh iya Nadia, perkenalkan ini Kris!"


"Oh Hay, aku Latika!" Ujar Latika mengulurkan tangannya dan dengan cepat Kriss pun meraih tangan Latika untuk bersalaman


"Kriss!" Ujar Kriss berusaha tenang walaupun sebenarnya ia sangat gugup


"Kriss adalah Sepupuku!" Ujar Nadia


"Apa, Kau memiliki sepupu disini?" Ujar Nadia kaget


"Iya, dia dari keluarga ibuku!"


"Apa aku tidak pernah cerita kalo aku punya Saudara disini!" Ujar Nadia dan Latika pun hanya menggelengkan kepalanya


"Oh iya, ternyata aku belum menceritakannya kepada mu!" Kekeh Nadia pelan


"Ternyata dulu aku hanya cerita ke Layla!" Dan Ucapan Nadia itu membuat Latika memandangi nya dengan kesal


"Dasar itu pun kau lupa!"


"Sorry!" Balas Nadia menyengir


"Kalian teruskan mengobrol aku permisi dulu!" Ujar Kriss undur diri dia harus cepat-cepat pergi dari sana kalo tidak jantungnya akan meledak


"Kenapa cepat sekali mau pergi!"


"Ayo duduk dulu sama kita, Iyakan Latika?" ujar Nadia menanyakan persetujuan sahabatnya itu dan Latika hanya menganggukkan kepalanya setuju


"Ti tidak usah, aku mau pergi ke belakang Saja, Mah ku kambuh!" Balas Kriss dan berjalan meninggalkan Nadia dan Latika


"Sejak kapan dia memiliki riwayat sakit Mah!" Ujar Nadia bingung


...****************...


"Rey, di kulkas tinggal ini!" Ujar Rara memperlihatkan bahan masakan yang sangat sedikit ke arah Rayhan yang sedang asik menonton Tv


"Apa aku harus pergi belanja saja!" Gumam Rara


"Rey, aku mau pergi belanja bahan masakan dulu!" Ujar Rara bersiap pergi


"Tunggu, Aku ikut!" Ujar Rayhan mematikan siarannya agar ia bisa mengikuti Rara


"Aku hanya pergi sebentar Rey!"


"Aku tetap mau ikut!" Ujar Rayhan keras kepala membuat Rara menghela nafas panjang


"Baiklah, ayo kita pergi!" Ujar Rara berjalan pergi


Supermarket.


"Lihat-lihat mereka manis sekali!" Ujar salah satu ibu-ibu disana


"Iya, andai saja suamiku seperti dia!" Balas yang lain

__ADS_1


"Sudah tampan, muda, tinggi, penyayang lagi!"


"Iya, sangat jarang pria mau menemani Istrinya pergi berbelanja seperti itu!"


__ADS_2