
"Ka kau, Kenapa bisa tiba-tiba ada di sini?" Tanya Ayla yang terkejut dan gugup
"Kau saja yang terlalu asik dengan dunia mu sehingga tidak menyadari aku datang!" Ujar David tanpa merasa bersalah sedangkan Rara hanya terkekeh pelan saat melihat wajah gugup Ayla
"Oiya kalian akan dukung siapa di turnamen nanti?" Tanya Ayla setelah menetralisir jantungnya yang berdetak kencang tadi
"Apakah aku mempunyai penyakit jantung?" Batin Ayla
"Aku tidak mendukung siapa pu!" Ujar David kesal
"Kenapa bisa begitu?" Bingung Ayla
"Karna mau aku dukung tim lawan ataupun di tim sekolah kita, itu sama saja aku mendukung saingan cinta ku!" Batin David lesu
"Oh Kalo aku sih tau kamu pasti ngga akan mau dukung tim kita!" Kekeh Ayla menahan tawa karna mengingat ada Luhan yang jadi ketua bola basket sekolahnya
"Tapi aku bingung kau kan bisa dukung tim lawan walaupun itu adalah penghianatan!" Ujar Ayla
"Terus kalo kau Ra, Kau akan dukung tim mana?" Tanya Ayla
"Tentu saja dia akan dukung tim lawan Ay!" Jawab David Kesal
"Kenapa tim lawan?" Balas Ayla heran
"Karna Rayhan ada di tim lawan!"
"Ha benarkah itu Ra?" Kaget Ayla saat mendengar fakta yang di ungkapkan David
"Iya, itu benar!" Jawab Rara tersenyum kecil
"Wah Ternyata filing ku benar!" Ujar Rara
"Filing?"
"Iya, aku tau sekali liat saja kalo Rayhan itu anak Basket!"
"Kenapa bisa begitu?"
"Kalian tidak lihat Rayhan yang begitu tampan itu tidak mungkin dia tidak ada Sebuah tim!" Ucapan Ayla membuat David kesal setengah mati
"Awalnya aku pikir mungkin Rayhan memiliki tim Sepakbola, Tim Band Musik, Atau tim Basketball dan ternyata salah satu tebakanku benar!" Ujar Ayla semangat
"Ternyata benar kata orang-orang kalo sebuah tim hanya pantas untuk Pria Tampan!"
"Tck, Kamu bisa ngga sih jangan memuji tu pria sampah!" Kesal David
"Lah kenapa? aku kan hanya ngomongin faktanya saja!"
"Terserah kau lah Ay!" Ujar David meninggalkan Ayla dan Rara
"Itu anak kenapa? sensi sekali hari ini!" Ujar Ayla ke Rara, sedangkan Rara ia hanya mengangkat bahunya tidak tau
__ADS_1
"Benar-benar tuh anak, kenapa ia selalu membahas pria-pria tampan bahkan Rayhan si kutu kapret itupun dia anggap tampan, apa otak dan matanya bermasalah!" Ujar David sambil menendang botol plastik di depannya
"Padahal di dekatnya ada pria yang paling tampan, tapi dia tidak pernah tuh memuji ataupun memuja aku!" Ujarnya lagi
"Lah aku tidak tau, saking kesalnya aku berjalan tadi sampai-sampai aku tidak menyadari sekarang aku berada di halaman belakang sekolah!"
"Ternyata pemandangan di sini Indah juga, dan cukup sejuk!" Ujarnya menutup mata sambil merasakan angin namun itu tidak bertahan lama saat ia mendengar suara yang tidak asing
"Lakukan seperti apa yang aku bilang!" Ujar orang itu
"Iya-iya aku tau, kau semakin lama semakin menyebalkan tau ngga!" Ujar Orang di seberang telepon
"Aku tidak mau tau, Jika rencana ini gagal kau akan tau sendiri akibatnya!" Balas Orang itu menutup telponnya
"Rencana?" Ujar David
"Kau kenapa!"
"Rencana apa yang kau maksud Luhan?" Tanya David memotong ucapan Luhan
"Bukan urusanmu!" Ujar Luhan meninggalkan David
"Dasar Aneh!" Gumam David pelan melihat Luhan yang menjauhi
Ditempat lain Kristal tidak henti-hentinya mengumpat kesal dan hal itu membuat galih memandang heran Kristal.
"Ada apa dengan mu!" Tanya Galih saat melihat kristal yang terus menerus mengumpat
"Jangan menutupinya dariku Kristal!"
"Hufff Baiklah, Sebenarnya aku memiliki hubungan dengan seseorang dan seseorang itu menyuruhku melakukan sesuatu yang menurutku itu sangat merepotkan!"
"Siapa Seseorang itu?" Tanya Galih penasaran
"Ah sudahlah, kenapa kita harus membahas hal yang tidak penting sih!"
"Bagaimana kalo kita bahas tentang kita saja?" Ujar Kristal memegangi tangan Galih sambil menunduk malu
"Ah iya, Kamu benar!"
...****************...
"Bagaimana?"
"Benar apa katamu, dia di suruh seseorang!"
"Tck, Siapa Orang itu?"
"Dia belum mengungkapkannya!"
"Bagaimana bisa kau tidak tau siapa orang itu!"
__ADS_1
"Tck, Dengar Tuan tidak mungkin aku paksa dia untuk bilang siapa dalangnya, bisa-bisa dia curiga!"
"Hm!"
"Tapi ada sesuatu yang ingin aku sampaikan!" Ujarnya mengambil jeda
"Dia dan orang itu memiliki rencana!"
"Rencana apa?"
"Nah masalahnya aku pun belum tau rencana apa yang dia maksud!"
"Tck, apa kau ingin mati Galih!"
"Aku masih ingin menikah, jadi jangan mengancam ku dengan kata-kata Mati Kakak!" Ujar Galih
"Dan Bisakah permainan mata-mata ini di hentikan?"
"Kenapa?"
"Karna waktuku terbuang sia-sia hanya untuk bersama wanita itu!"
"Kenapa kau mengeluh, bukankah kau menyukai semua wanita!" Ujarnya
"Jangan So, Polos aku tau kau menikmati itu semua!" lanjutnya
"Kau bahkan sudah menidurinya bukan? Apakah kau tidak takut dia hamil dan kau akan tiba-tiba menjadi ayah!" Kekehnya
"Itu tidak mungkin, Bagaimana bisa dia hamil jika aku selalu pakai pengaman dan aku tidak mau mengisi rahim wanita yang tidak perawan!" Ujar Galih menghisap rokok nya kuat-kuat
"Benar-benar Playboy sekali adikku ini!" Ujarnya terkekeh
"Jadi cepatlah hentikan ini semua, aku benar-benar sudah bosan!"
"Cepat sekali bosan mu"
"Mau bagaimana lagi dia menguras semua Uangku dan stamina ku!" Ujar Galih kesal dan kekesalan Galih hanya di balas oleh tawa yang mengisi ruangan itu
Disisi lain Rara sekarang sedang berdiri dengan Luhan yang sedang duduk di atas motornya tidak lupa suara-suara Mobil dan motor yang mengiringi percakapan mereka.
"Ayolah Ra, Aku antar kamu pulang!" Ujar Luhan
"Tidak usah Luhan, aku bisa pulang sendiri rumah ku pun tidak jauh dari sini!" Tolak Rara lembut
"Apa kau tidak mau berdua-duaan dengan ku karna kau takut seseorang melihat kita?" Ujar Luhan lesu
"Bukannya begitu tapi, Ya sudah lah kalo begitu!" Ujar Rara pasrah sedangkan Luhan tersenyum senang mendengarnya
Tadi setelah pulang sekolah Rara tidak langsung pulang ke rumah, ia mampir dulu di toko kue coklat vanila kesukaannya namun setelah itu karna ia tidak melihat hawa keberadaan taksi dengan terpaksa ia pulang jalan kaki, ia pikir mungkin nanti jika ia terus berjalan ia akan dapat menemukan taksi namun naasnya sampai sekarang dia masih tidak menemukan taksi, sampai akhirnya ia dikagetkan dengan Motor yang berhenti di sebelahnya dan ternyata itu adalah Luhan.
"Baiklah sini pakai helmnya!" Ujar Luhan membantu memasangkan helm ke kepala Rara
__ADS_1
"Ini tinggi sekali Luhan!" Ujar Rara saat ia tidak bisa naik ke atas motor