
"Dengan kamu berterimakasih pun itu sudah cukup buatku!" Goda Galih
"Bangsat kau!"
"Hahahaha Andai saja tadi aku tidak berakting mungkin saja tadi suaraku yang paling keras di antara ratusan manusia di sana Rey!"
"Hm!" Gumam Rey Malas
"Sial Panas di pipiku masih terasa sangat perih!" Ujar Galih mengelus pipinya
"Bukankah wanita itu terlalu bersemangat tadi!"
"Sudahlah, biarkan tamparan itu menjadi ucapan perpisahan kalian!" Ujar Rayhan terkekeh pelan
"Hah, sudahlah yang penting aku sudah tidak ada urusan dengannya!"
"Aku tidak yakin itu adalah pertemuan terakhir kalian!"
"Maksudmu?" Bingung Galih
"Kristal itu wanita gila, Dia tidak akan pergi begitu saja apa lagi dengan penghinaan yang kau ucapkan tadi!" Ujar Rayhan
"Heh, Bahkan walupun dia mau balas dendam, dia tidak akan mampu Menyentuhku Rey!" Ujar Galih sombong
"Terserah!"
"Oh iya, aku mau menanyakan sesuatu ke pada mu!" Ucap Galih
"Apa!"
"Apa kalian Mengenal Nadia?"
"Dia Teman dekat Rara dan dia teman satu angkatan denganku waktu SMP!"
"Kenapa?"
"Apa kau sedang mengincarnya?" Tanya Reyhan
"Tidak, Bagaimana bisa aku mengincarnya saat aku sudah mendapatkan nya!" Balas Galih Menyeringai
"Oh, jadi teman kencan yang mereka bilang kemarin adalah kau!"
"Apa dia kemarin membicarakan ku? apa saja yang dia bilang!" Tanya Galih berbinar
"Dia bilang kau Jelek!" Ucapan Rayhan membuat Galih melemparinya dengan bantal Sofa
"Bangsat!"
Ditempat lain.
"AAAA!" Teriak Kristal masih terus menghancurkan Se isi kamarnya
"Bangsat kalian semua!"
"Aku tidak akan membiarkan kalian menang begitu saja!"
"Tidak terkecuali kau Galih!" Geram Kristal dengan air mata yang terus menetes
Flashback.
"Maaf sayang, tadi aku sedikit lama!" Ujar Kristal Tersenyum ke arah galih yang sedang membelakangi nya
"Ah, Tidak mengapa, Aku tau kok kamu sedang sibuk!" Ujar Galih menghadap kristal dengan tersenyum palsu
"Apa kamu sudah baikan?"
"Lumayan!"
"Kalo begitu, ayo kita pulang!" Ujar Kristal mengandeng Lengan Galih sambil berjalan keluar UKS
"Sayang?"
__ADS_1
"ya!"
"Ayo kita ke apartemen mu!" Ujar Kristal dengan malu-malu
"Baiklah!"
"Dasar wanita murahan!" Batin Galih Menyeringai
BRAK ( Suara Pintu berbenturan dengan tembok yang di buka paksa )
Kristal dan Galih terus-menerus berciuman, tanpa mengindahkan suasana sekitarnya bahkan pakaian Kristal kini sudah terbuka sepenuhnya, Galih terus menciumi dan menggigit leher Kristal dengan keras membuat ******* dan teriakan Kristal keluar.
"Bisakah kalian berhenti!"
"Tck!" Decak Galih menghentikan ciumannya sedangkan Kristal, ia dengan cepat memakai kembali bajunya
"Kau benar-benar mengganggu Rey!" Ucapan Galih membuat Kristal melihat ke arah tatapan Galih
"Kau!" Kaget Kristal
"Kenapa kau ada disini!"
"Keluar!" Ujar Kristal geram
"Heh, Apa kau belum memberi tau nya?" Ujar Rayhan memandang Galih malas
"Aku tadi ingin memberi tau nya tapi bersenang-senang sedikit tidak apa kan!" Ujar Galih berjalan ke arah Rayhan sambil mengeluarkan rokok dari sakunya
"Kau kejam sekali!" Balas Rayhan terkekeh
"Apa maksud kalian?" Ujar Kristal bingung dengan apa yang terjadi
"Ka kalian saling mengenal?"
"Jawab Aku brengsek!" Teriak Kristal frustasi sedangkan Rayhan dan Galih hanya memandang Datar ke arah Kristal
"Lebih Baik kau menjelaskan kepadanya Sepupu!" Ucapan Rayhan membuat Kristal terteguh
"Hufffff, Sangat-sangat merepotkan!" Ujar Galih menghisap kuat rokok yang ada di sela jarinya
"Seperti yang kau dengar Rayhan adalah Sepupuku dan aku mendekati mu hanya karna sebuah misi yang diberikan dia kepadaku!" Ujar Galih santai
"Ja jadi selama ini, Kau berpura-pura?" Ujar Kristal tidak kuasa menahan tangis
"Hm!"
"Kenapa Kau lakukan ini kepada ku, selama ini aku dengan tulus mencintaimu Galih!" Tangis Kristal
"Aku tidak pernah mencintaimu!"
"Te terus selama ini yang kita lakukan, apakah tidak ada artinya buatmu?"
"Ayolah, Kau terlalu memandang tinggi dirimu!" Ujar Galih tanpa rasa bersalah
"Kau sama dengan wanita-wanita lain yang ku tiduri selama ini!" Tambahnya
"KAU!" Teriak Kristal menghampiri Galih untuk menamparnya, Namun belum sempat tangan Kristal sampai ke pipi galih tangannya sudah di cengkram oleh Galih
"Kenapa kau marah? Bukankah hal itu sudah biasa untukmu?" Tanya Galih membuang kasar tangan Kristal
"Bercinta tanpa melibatkan perasaan!" Bisik Galih kejam ke telinga Kristal
"Aku benar-benar mencintaimu Galih, Aku sangat mencintaimu!"
"Aku bahkan Sangat mempercayaimu, aku memberikan semua hatiku hanya untukmu Tapi kenapa kau begitu kejam kepada ku!" Ujar Kristal bergetar karna menahan tangis
"Wao Benarkah, Kalo begitu aku ucapkan Terimakasih Banyak Nona Kristal karna kau sudah melibatkan Perasaan dalam hubungan palsu ini!" Ujar Galih Menyeringai dan dengan cepat tangan Kristal menampar pipi Galih
PLAK
"Aku akan mengingat penghinaan ini!" Ujar Kristal berbalik pergi
__ADS_1
...****************...
"Besok, Aku akan pergi!" Ujar Rayhan pelan
"Hm!"
"Kau akan mengantar ku, ke bandara kan?"
"Hm!"
"Setalah ini aku tidak akan bertemu dengan mu setiap hari!"
"Hm!"
"Kamu jangan macam-macam Saat aku tidak ada!"
"Hm!"
"Apa kau tidak sedih?"
"Hm!"
"Kenapa kau terus-terusan bergumam tidak jelas seperti itu Ra!" Kesal Rayhan mengambil kuaci di pangkuan Rara
"Kembali kan Kuaciku Rey!" Teriak Rara dengan Kesal
"Jawab yang benar saat aku bertanya Ra!"
"Ayolah, Bukan kah kita sudah berjanji bahwa kau akan mengunjungi ku sekali dalam seminggu!" Ujar Rara malas
"Jadi untuk apa kau harus berlebihan seperti itu!" Tambahnya mengambil paksa kuaci yang di pegang Rayhan
"Tck, Kau ini bikin orang kesal!" Ucap Rayhan dan dengan cepat meraih leher Rara untuk mendekatkan wajah mereka
"Apa yang kau lakukan?" Bingung Rara
"Aku mau makan Kuaci!" Ujar Rayhan pelan dan dengan cepat ia melahap bibir Rara
"Rey!" Ujar Rara di sela-sela cium yang diberikan Rayhan
"Akh!" Teriak Rara saat ia merasakan Rayhan yang tiba-tiba saja menggigit kuat bibirnya
"Rey!" Ujarnya setelah ia mendorong Rayhan untuk menjauh
"Apa kau Sio Anjing!" Kesal Rara
"Habisnya kau dari tadi mengacuhkan ku!" Ujar Rayhan terkekeh pelan saat ia melihat Bibir Rara yang mengkilat karna air ludah dan ada sedikit goresan dibibir bawahnya
"Kenapa Wulan dan yang lain cepat sekali balik!" Tanya Rayhan
"Karna waktu ijin sekolah mereka sudah habis, jadi besok harus pergi ke sekolah lagi!"
"Oh!"
"Jadi Hari ini kau hanya sendirian di rumah!"
"Iya!"
"Apa aku boleh nginap?" Tanya Rayhan berharap
"Tidak boleh!"
"Memangnya kenapa!"
"Besok bibi akan ke sini!"
"Aku janji sebelum fajar besok muncul aku akan pergi dari sini!" Ujar Rayhan Mengangkat kedua jarinya bentuk V
"Tetap saja Rey Itu bahaya, aku tidak mau menerima resiko untuk itu!"
"Ayolah Ra, Kau pelit sekali!" Ujar Rayhan bermanja
__ADS_1