First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Mendatangi


__ADS_3

Sedangkan Rara hanya Memiringkan kepalanya bingung dengan apa yang Luhan Ucapkan.


Tak (Luhan menyentil kening Rara karna gemes)


"Ah kenapa kamu, memukulku?" Ujar Rara sambil meraba keningnya yang di sentil Luhan tadi


"Makanya Kenapa Kamu tidak pakai kaos tangan di cuaca dingin seperti ini!" Ujar Luhan


"Oooo hehehe kemarin Rara menghilangkan kaos tangannya!" Ujar Rara tertawa kecil


Melihat Rara Yang tertawa entah mengapa jantung Luhan Berdetak dengan cepat lagi, namun bukan detak yang menyakitkan ini seperti detak jantung yang menyenangkan.


"Bisakah besok kau datang ke sini lagi?" tanya Luhan berharap


"Baiklah!" Ujar Rara tanpa pikir panjang


"Tapi Luhan harus berjanji dulu kalo Luhan tidak akan masuk ke dalam sana lagi yah!" Ujar Rara Tersenyum manis sambil mengangkat kelingkingnya membuat janji, Sedangkan Luhan hanya memandang Rara sebentar sebelum menghela nafas panjang dan ikut menautkan jari kelingkingnya


"Setelah itu kau tak pernah lagi datang ke sana" Ujar Luhan setelah mengenang kenangan masa kecil mereka


"Maaf, karna setelah itu aku dan keluargaku pindah rumah!" Ujar Rara merasa bersalah


"Tidak mengapa, Aku mengerti kok!" Ujar Luhan tersenyum sambil mengusap kepala Rara pelan


Tanpa menyadari ada seseorang yang sedang mengambil gambar mereka berdua.


"Oh iya, ternyata kau Sekolah di sini juga?" Tanya Rara penasaran


"Iya, Aku Senior kalian!" Ujar Luhan


"Kenapa cepat sekali jadi senior aku kira kita seumuran atau cuman beda setahun!" Ujar Rara kembali berjalan begitupun Luhan yang kembali mengikuti Rara


"Iya Sebenarnya aku beda satu tahun dengan mu!" Ujar Luhan tersenyum kecil


"Terus kenapa bisa kamu jadi senior?" Ujar Rara bingung


"Entahlah mungkin karna aku memiliki kepintaran di atas rata-rata!" Ujar Luhan terkekeh geli dengan ucapannya sendiri


"Benarkah?" Ujar Rara


"Iya!" Ujar Luhan tersenyum


"Hebatnya aku bisa bertemu senior yang pintar!" Ujar Rara Bercanda


"Lebih hebat lagi aku yang ketemu Wanita tercantik di kota ini!" Ujar Luhan balas bercanda dan perjalanan merekapun dihiasi dengan candaan-candaan yang membuat mereka tertawa lepas

__ADS_1


Di Sisi lain Rayhan sedang menahan emosinya karna baru saja ia melihat foto Ayla dan pria lain di hutan, Membuat Pikiran-pikiran Negatif Muncul di otak Rayhan.


Ingin sekali Rayhan membanting Handphone nya sekarang juga jika ia tidak ingat bahwa Dia membutuhkan handphone nya nanti.


"Rey, Ayo kita latihan lagi!" Ujar seseorang di dalam Area Basket itu


Mereka sekarang sedang latihan Basket untuk turnamen nanti, dan sekarang Rayhan sedang duduk sambil memegang botol minumnya.


tanpa pikir panjang Rayhan membuka botol minumannya dan langsung menuangkan air mineral dingin itu ke kepalanya.


Berharap agar kepalanya kembali mendingin karna dari tadi kepalanya terasa panas.


"Baiklah, Anak-anak Karna Permainannya sudah selesai dan sebentar lagi malam jadi sekarang kita kebagian bersih-bersih dan memasak dan tentu saja mencari kayu bakar!" Ujar Guru semangat


"Baiklah Untuk Kayu bakarnya, Sebagian Siswa cowok bisa mencari kayu bakar dan sebagainya bisa bersih-bersih disini sedangkan Untuk memasak Itu tugasnya Siswi Cewek!" Ujar Guru


"Bagaimana Murid-murid setuju?"


"Setuju pak!"


"Baiklah ayo mulai!" Teriak Guru dengan semangat dan seketika itupun siswa-siswi langsung berpencar


"Ra, Sini aku bantu!" Ujar Luhan Gercep saat melihat Rara yang sedang mengangkat ember berisi air Sendirian


"Tick Dasar, So Banget tuh cowok!" Ujar David kesal saat melihat Luhan yang Sedang ngebantu Rara


Saat David Mau pergi melabrak Luhan tiba-tiba Pikiran Jahilnya muncul dan dengan cepat ia mengeluarkan Handphonenya.


Cekrek


"Kita lihat apa si posesif Rayhan akan terbakar saat melihat ini!" Ujar David Tersenyum jahat


"Vid, Kau sedang apa cepat bantu aku!" Ujar Ayla Kesal saat melihat Senyuman bodoh David


"Ah hehehe Maaf Maaf!" Ujar David mendekati Ayla


Sedangkan di tempat lain Rayhan langsung meminta ijin ke pelatihnya untuk pulang duluan.


"Pak, Boleh saya pergi duluan?" Ujar Rayhan


"Apa ada urusan yang mendesak?" tanya pelatih dan di bals anggukan Rayhan


"Baiklah, Tapi besok sore jangan lupa kita ada latihan lagi!" Ujar pelatih


"Terimakasih pak!" Ujar Rayhan langsung berbalik pergi dengan cepat

__ADS_1


"Sial!" Ujar Rayhan dengan kepalan tangan yang sangat kuat


Di sisi lain Rara dan teman-teman sedang duduk melingkari api unggun sambil bermain permainan dan bernyanyi.


"Baiklah Anak-anak Karna besok kita akan siang kita semua pulang jadi malam ini kita harus memainkan banyak permainan dan tidak boleh ada yang tidur duluan!" Ujar guru semangat dan di sambut teriakan bahagia murid-murid juga


Beberapa jam pun terlewatkan dan tepat jam 11 malam Rara sudah mulai mengantuk.


"Ay, Sebenarnya kita akan bangun sampai jam berapa sih?" tanya Rara setengah mengantuk


"Haaaahhh Aku pun bingung Ra, sekarang aku sangat merindukan bantal dan guling ku!" Ujar Ayla sambil menguap ngantuk


"Kenapa Guru kita semangat sekali!" Rutuk Ayla dan Rara berbarengan


Tiba-tiba Luhan mengangkat tangan.


"Pak, Saya mau memberi usulan!" Ujar Luhan


"Silahkan!" Ujar Guru


"Berhubung sekarang jam 11 Bagaimana kalo kita mempersilahkan siswi yang mengantuk untuk pergi tidur duluan!" Ujar Luhan


"Ah benarkah, Bapak tidak menyadari kalo sekarang sudah jam 11 malam!" Ujar guru sambil tertawa


"Baiklah untuk siswi-siswi yang sudah mengantuk kalian boleh pergi duluan namun untuk siswa-siswa tidak boleh ada yang bergerak kita harus mengadang semalaman!" Ujar Guru sambil Mengangkat Minuman kalengnya


"Dan siswi-siswi yang belum mengantuk juga boleh ikut duduk disini!" Tambah guru dan di hadiahi teriakan gembira oleh anak muridnya


Setelah itu Luhan Memandangi Rara sambil tersenyum dan di balas senyuman juga dari Rara.


"Terimakasih!" Ujar Rara menggerakkan mulutnya tanpa suara dan di bals anggukan Luhan sedangkan David hanya memandang kesal keduanya


Tanpa pikir panjang Ayla dan Rara langsung pergi ke dalam tenda masing-masing.


Karna Tenda banyak yang lebih maka banyak Siswa-siswi yang tidur sendiri dalam satu tenda, seperti Ayla dan Rara mereka tidur sendiri-sendiri.


Setelah Rara masuk tenda tanpa pikir panjang Rara langsung membaringkan tubuhnya tanpa menutup dengan benar pintu tendanya.


Dalam Hitungan menit Rara pun langsung masuk kedalam alam mimpi tanpa menyadari ada seseorang yang masuk kedalam tendanya.


"Hah, tidurlah dengan nyenyak karna besok kau dalam masalah besar!" Ujar Rayhan sambil membelai wajah Rara dan iapun langsung membaringkan dirinya di samping Ayla


Yah Orang yang diam-diam masuk itu tentu saja Rayhan.


Sedangkan Rara tidak terganggu sedikitpun dengan keberadaan Reyhan, Bahkan ketika Rayhan memeluknya pun ia tidak bergerak.

__ADS_1


__ADS_2