
"Wulan!" Teriak Rara bahagia dan dengan cepat ia berlari kearah Wulan
"Kau kapan datang? kenapa tidak menghubungi ku!" Ujar Rara Setelah memeluk erat sahabatnya itu
"A a aku ba baru tiba, Ra mereka?" Tanya Wulan gugup dan Rara hanya tersenyum menanggapi kegugupan sahabatnya itu
Dan disinilah mereka sekarang duduk dengan nyaman di sofa depan tv.
"Wulan, Layla ini Rama saudara kembar Rayhan Dan Rama mereka Adalah sahabat-sahabat ku!" Ujar Rara memperkenalkan
"Ha Hay Rama, Maaf sebelumnya karna aku sudah memukulmu!" Ujar Wulan Meminta maaf dengan menyesal
"Dua kali!"
"Maksudnya?" Ujar Wulan Bingung
"Dua kali kau memukuli ku!"
"Makanya aku minta maaf!"
"Tidak ada kata maaf dalam kamusku!"
"Jadi!"
"Aku ingin kau menuruti semua permintaan ku dalam satu bulan!" Ujar Rama tajam
"A a apa itu terlalu berlebihan!" Ujar Wulan tidak terima
"Ternyata kau tidak bersungguh-sungguh untuk meminta maaf yah, Sayang sekali!" Ujar Rama terkekeh menantang
"Tck Baiklah, Cuman satu bulan!" Ujar Wulan malas
"Terserah lah dia mau bilang apa, aku kan cuman beberapa hari disini jadi setelah itu kami tidak akan bertemu lagi dan otomatis perjanjiannya ngga nyampe satu bulan kan!" Batin Wulan tersenyum kecil namun senyumannya itu dilihat oleh Rama
"Oh iya Kakak, aku mau minta satu permintaan!" Ucapan Rama membuat semua orang memusatkan perhatian kepada dirinya
"Apa?"
"Aku mau menggantikan dirimu untuk satu bulan ke depan!"
"Untuk?"
"Tentu saja untuk menyiksa seseorang!" Ujar Rama Menyeringai ke arah Wulan dan seketika itupun membuat Wulan mengumpat dalam hati
"Baiklah dengan senang hati!" Ujar Rayhan
__ADS_1
Rayhan bukannya senang karna Rama akan menyiksa Wulan, ia hanya senang karna jika Rama menyamar jadi dirinya otomatis ia tidak perlu pulang kan, jadi ia bisa terus berada disini bersama Rara.
Dan Ucapan Rayhan membuat Wulan memandangi nya dengan tajam, dan tentu saja dengan segala umpatan batinnya.
"Nah karna kita semua sudah ngumpul disini, bagaiman kalo besok kita pergi refreshing ke Pulau pribadi milik Rayhan dan Rama!" Ujar Galih memberi usul
"Pulau pribadi, memangnya Kalian punya Pulau pribadi di negara ini?" Ujar Nadia penasaran
"itu Pulau milik ayah kami, dan sudah lama kami tidak pergi ke sana!" Ujar Rama
"Jika begitu bukankah artinya pulau itu angker karna seperti yang kau bilang tadi kalian sudah lama tidak pergi ke sana bukan?!" Ujar Wulan masuk akal membuat Rama menghela nafas malas
"Walaupun kami sudah lama tidak pergi kesana, namun disana ada orang kepercayaan kami yang urus dan mereka tidur disana!" Jelas Rama Malas
"Oh iya, Kenapa kalian jarang pergi ke sana?" Tanya Latika penasaran, namun Rayhan dan Rama memilih tidak menjawabnya, Galih yang mengerti situasinya dengan cepat menanggapi pertanyaan Latika
"Sudahlah tidak usah banyak tanya!"
"Bagaimana apa semuanya setuju?" Tanya Galih dan dibalas anggukan setuju oleh yang lain
...****************...
"Ya ampun Pulau ini benar-benar indah!" Ujar Layla kagum
"Iya, disini benar-benar sangat indah bahkan air lautnya pun benar-benar jernih!" Ujar Latika
"Ayo!" Teriak Latika yang lari lebih dulu ke arah pantai dan dengan cepat diikuti oleh Layla, Wulan, Nadia dan Rara
ketika kelima gadis itu pergi bersenang-senang ke pantai, ke tiga pria disana sedang bersantai di kursi panjang pantai dengan di temani oleh minuman beralkohol rendah, sambil melihat ke arah gadis-gadis tadi yang sedang sibuk bermain air.
"Aku tidak menyangka kalo kau akan menyamar jadi Rayhan!" Ujar Galih memecahkan keheningan diantara mereka
"Bukankah kau sangat bodoh Sepupu!" Ujar Rama Terkekeh pelan
"Pada hal kita sering main bertiga, tapi kau tetap tidak bisa membedakan kami berdua!"
"Sebenarnya saat sampai rumah dulu, aku sudah mulai curiga namun aku selalu menepis nya, karna aku tau kau tidak mungkin mau menghancurkan kebahagiaan Rayhan dengan berpura-pura menjadi dirinya dan ternyata semua kecurigaan ku benar!" Ujar Galih meminum alkoholnya membuat Rama terdiam membisu sedangkan Rayhan hanya duduk diam mendengarkan semua perkataan yang keluar dari sepupu dan adiknya
"Jadi apa alasanmu berbuat seperti itu Rama? dan siapa yang ada di balik ini semua!"
"karna aku tau kau tidak mungkin punya pikiran seperti ini pasti ada yang menyuruhmu kan?" Ujar Galih
"Aku!"
"Hanya ingin!" Balas Rama pelan tanpa memberikan penjelasan yang pasti membuat Rayhan menutup matanya sejenak dan dengan cepat ia bangun pergi meninggalkan Rama dan Galih
__ADS_1
"Eh, kau mau pergi kemana sepupu?" Tanya Galih bingung dan Rayhan terus saja berjalan tanpa menghiraukan perkataan Galih sedangkan Rama ia menatap minuman yang ia pegang dengan sendu
"Maaf aku tidak bisa memberi tau kalian alasan dibalik ini semua, karena dia juga sahabatku!" Batinnya
Setelah puas dengan air laut tadi Sekarang mereka sedang di pemandian air panas yang ada di Pulau itu.
"Ra, aku lupa menanyakan sesuatu kemarin!" Ujar Nadia
"Bagaimana kencan mu dengan senior kemarin?"
"Kencan apa Nadia, Kami tidak kencan!"
"Terus apa? bukankah jika pria dan wanita pergi berduaan artinya kalian sedang berkencan?"
"Tunggu dulu Apa maksud kalian, Senior itu siapa?" Tanya Wulan bingung
"Dia pria tampan yang sedang mengejar Rara!" Ujar Latika
"Wao, aku tidak tau Rara memiliki pria lain disini!" Ujar Layla Terkekeh pelan
"Jadi Ra, Cepat jelaskan!" Ujar Nadia kekeh
"Ayolah temen-teman Kami hanya pergi ke studio lukisan miliknya, ngga ada yang spesial!" Bantah Rara kesal
"Dan bukankah kalian berdua yang memaksa aku untuk berdekatan terus dengan Luhan!" Ujar Rara menunjuk Nadia dan Latika
"Iya-iya terserah kau lah, Jadi apa yang terjadi dengan kalian berdua?"
"Tidak ada!" Ujar Rara berbohong
"Jangan Bohong Ra, Cepat ceritakan kepada kami!" ujar Latika meminta penjelasan
"Dia mengungkapkan perasaannya!" Ujar Rara lelah
"Terus?"
"Terus apa lagi, tentu saja aku menolaknya!"
"Yah sayang sekali, pada hal Senior Luhan sangat tampan!" Ujar Nadia menyayangkan
"Sudahlah, Kau kira Rara seperti dirimu yang tidak bisa melihat pria tampan apa!" Ujar Latika membuat Nadia kesal
Tanpa mereka sadari di samping pemandian air panas Wanita ada pemandian air panas untuk pria juga dan disana kebetulan ada Rayhan, Rama dan Galih.
Dan sialnya percakapan mereka tadi di dengar semua oleh ke tiga pria itu.
__ADS_1
"Re rey, kau tidak apa-apakan?" Tanya Galih dengan gugup saat ia melihat Rayhan yang duduk dengan tenang sambil menutup matanya seperti tidak terjadi apapun Namun Galih tau kalo saat ini Rayhan pasti sangat marah.