First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Saingan cinta 2


__ADS_3

Rara Pun Sampai ke Sekolah Barunya Yang begitu Megah dan Sampai Rara tidak bisa Mengontrol Ekspresi wajahnya, Sekarang ia sedang membulatkan Matanya lucu dengan Sedikit membuka Mulutnya


Tanpa ia sadari ada seorang pria yang berjalan mendekat ke arahnya


" Hay " UjarNya


" Ha Hay " Ujar Rara menunduk gugup


" Mau daftar masuk ya " Tanya pria itu


" Iya " Ujar Laura sambil tersenyum


" Kalo gitu kita sama "


" Halo namaku David " UjarNya sambil tersenyum


David.



" Ah Halo aku Rara " Ujar Rara tersenyum manis


" Ayo kita masuk Aku Sebenarnya sudah datang terlebih dahulu kemarin dan aku juga sudah tau bagaimana ruang belajar dan dimana kantin berada, Mau aku tunjukan " Ujar David sambil melihat Rara


" Ah Terimakasih " Ujar Rara Gugup karna ditatap seperti itu


David hanya bisa tersenyum Lebar saat Rara langsung Mengatakan terimakasih


" Ini ruangan kelas kita nanti, tapi aku tidak tau apakah kita berdua akan bertemu di ruangan yang sama dan aku harap kita nanti Satu Kelas " Ujarnya


" Sangat Rapi bukan Ayo aku tunjukan dimana letak Kantin Nya " Ujar David sambil Menggandeng Tangan Rara


" Nah kalo disini Kantin Kita Megah Bukan Seperti kaya di Kafe-kafe Mahal "


Rara hanya bisa Membulatkan matanya Saking kagumNya ia dengan sekolah barunya


" Sudahlah jangan berlebihan Nanti matamu bisa Jatuh ke lantai " Ujar David Ketawa Pelan


Rara langsung mengembalikan Ekspresi wajahNya dan langsung Menunduk malu


" Kamu Berasal dari mana " Ujar David


" Aku dari Hokkaido " Jawab Rara


" Kalo aku dari Hayakawa " Ujar David


" Kamu Ngga terlalu suka bicara yah " Tanya David Sambil Memajukan Wajahnya ke arah Rara


" Ngga ko " Rara menggeleng cepat sambil menjauhkan Wajahnya agar tidak terlalu dekat dengan David

__ADS_1


" Aku hanya Belum terbiasa bicara sama orang yang baru pertama kali kenalan " Ujar Rara Tidak enak hati


" Oh aku kira karna kamu tidak nyaman dengan ku " Ujar David sambil Tersenyum lebar


" Kalo gitu ayo kita pulang, kayanya sudah cukup kita berkeliling karna hari sudah sore juga " Ujar David


" Umh "


" Kamu Tinggal dimana biar aku Antar " Ujar David sambil memakai Helm Nya


" Ah Ngga Usah, Aku Bisa pulang sendiri ko " Ujarnya rara sambil tersenyum lembut


" Ngga Usah Malu ayo " Ujar David sambil Membantu Rara naik ke motornya


" Te terimakasih "


" Hm " David Pun Mengendarai motornya kencang Tanpa menyadari kalo Rara sangat ketakutan di belakang


" Ra rumah kamu dimana "


" Lurus aja david nanti kalo udah nyampe Belokan langsung berhenti Saja" ujar Rara kencang


Tiba-tiba David memberhentikan Motornya dan tanpa sadar Rara Pun Memeluk Erat Perut David


" Apakah disini " Ujar David sedikit gugup karna tiba-tiba Rara Memeluknya


Setelah motor berhenti, Rara Melepaskan tangannya di pinggang David sambil melihat apakah ini beneran rumahnya atau bukan


" Kamu tinggal sendiri "


" Engga di dalam Ada Pelayan ko "


" Oh kalo gitu aku pergi dulu Ra sampai ketemu Besok " UjarNya sambil Memakai helm dan langsung mengendarai motornya dengan cepat


" Untuk hari berikutnya aku tidak akan Menaiki Motor David lagi " Ujar Rara sambil Membenarkan Rambutnya yang Kusut


Saat Rara ingin Mulai Berbaring Untuk tidur, tiba-tiba ia mendengar Telponnya Berdering


Kring


" Halo Ra " Ujar Latika, Wulan, Nadia, dan Layla Serentak


" Halo " Ujar Rara sambil Melambaikan Tangan Nya


" Ra bagaiman Lo disana apakah Sekolahmu Sangat Bagus Kata Orang-orang Sekolah di kota sangat Mewah " Ujar Wulan


" Iya Di sini sangat Mewah bahkan Toilet Nya pun Terbuat dari emas " Ujar Latika ngeledek


" Woe gua ngga nanya lu "

__ADS_1


" Tapikan gua juga sekolah di Kota, cuman beda Sekolah doang sama Rara kan " Ujar Latika Sombong


" Kau " Ujar Wulan terhenti karna Rara langsung memotong Pertengkaran mereka


" Iya, bagus Wul Aku Pun sampai melongo saat liat Sekolah disini Nanti aku kasih liat yah " Ujar Rara sambil tersenyum


" Oh iya Ra Saat Kamu Pergi Rey " Ujar Nadia terpotong Karna Layla langsung Bilang


" Okey Guys lebih baik kita semua tidur karna besok kita akan Masuk ke Sekolah, Jangan Lupa Bangun Pagi Kalo tidak Nanti kena hukuman di hari pertama Bye " Ujar Layla


" Eh tunggu dulu Layla, Nad tadi kamu mau bilang apa "


" Ngga ada Ra Sudah lupakan Saja, Sudah ah aku juga mau tidur ngantuk " UjarNya sambil Menguap dan menutup telpon


" Baiklah guys dah " Uja Mereka semua


Setelah Video mereka Mati Layla pun langsung menelpon Nadia


" Nad lu kenapa sih, sudah gua kubilang jangan bahas Rayhan di depan Rara, Lu mau Rara mengingat Kejadian Itu lagi "


" Tapi Layla Bagaimana jika Itu semua salah paham kamu juga liat kan bagaiman hancur Nya Rayhan saat Rara pergi "


Sedangkan di ujung sana orang yang mereka bicarakan sedang Merenung dan Mengingat Perkataan yang ingin di ucapkan Nadia tadi


" Aku tau Kamu ingin Membicarakan Rayhan Nad Tapi syukurlah Kamu Tidak memberitahu ku, Setidaknya dengan Beberapa tahun aku bersekolah disini aku bisa melupakan Rayhan dan mungkin sekarang Rayhan sedang Bahagia dengan KekasihNya " Ujar Rara sambil Berbaring dengan Nyaman


Dan Tanpa Rara tau kalo Rayhan Jauh di sana sangat Hancur Bahkan Sekarang Kamar Rayhan Sangat Berantakan di tambah lagi dengan adanya Asap rokok yang Memenuhi kamarnya


" Kenapa Ra Kenapa " Ujar Rayhan Sambil Meninju Lantai kamarnya Hingga Tangan Nya pun Berdarah


Ibu dan Bapak Rayhan Sangat sibuk mereka selalu Keluar kota untuk urusan Bisnis dan Rayhan selalu sendiri kecuali pada pagi sampai sore hari karna saat itu ada bibi pelayan yang mengurus Rumah


Rayhan Sangat Frustasi karna kepergian Rara ia mulai mencoba hal yang tidak seharusnya ia coba seperti Ngerokok Bahkan meminum minuman keras


Rayhan mulai menutup matanya karna mengantuk dan agar kesedihannya tentang Rara Lenyap


Sedangkan disisi lain Di Rumah David yang bergaya Eropa, David sedang Duduk sambil memainkan Pianonya sesekali ia menyenandungkan Lagu


Dan Sesekali ia akan tersenyum malu saat ia mengingat pertemuannya dengan Rara


Saat itu ia melihat ada Gadis yang sangat polos melihat Gedung Sekolah seperti anak kecil hingga membuat ia Tersenyum kecil


Dan saat ia mengingat Senyum Rara kepadanya entah kenapa hati David sangat bahagia


" Ada apa denganku " Ujar David sambil Tersenyum manis


" Apakah aku Jatuh cinta ? Tapi aku baru ketemu Rara Setengah hari yang lalu " UjarNya sambil menggelengkan kepalanya


" Hah sudahlah " Ujarnya sambil memainkan tangannya untuk menghasilkan Bunyi yang indah dari pianonya

__ADS_1


"Seharusnya aku meminta nomor telpon nya tadi!" Batin David


"Rara!" Ujar David bergumam lagi, ia tersenyum sambil mengingat Rara


__ADS_2