
"Jangan terlalu lama!" Ucapannya dan setelah itu iapun keluar
melihat Rayhan yang sudah pergi, Rara pun menghela nafas panjang.
"Dasar mesum!" Gumam Rara dengan semburan merah di wajahnya yang tidak bisa ia tutupi
Ruang makan.
"Rey, Mana Rara?" Tanya Nadia yang sedang asik dengan dorama yang ia tonton
"Masih di atas!" Balas Rayhan berjalan ke arah Meja makan
"Kenapa kalian lama sekali turun, ini sudah jam 12 loh!" Ujar Nadia penasaran sedangkan Rayhan tidak berniat sedikitpun untuk menjawab
"Kau ini seperti orang yang belum pernah mengalaminya saja!" Balas Nadia yang duduk di sebelahnya
"Tck, Mengalami apa?" Tanya Nadia kesal saat ia tau arah pembicaraan Latika
"Selamat pagi!" Ujar Rara yang baru datang
"Tumben kau pakai liponsos Ra?" Ujar Nadia heran
karna setahunya jika bukan pergi ke acara penting, Rara tidak pernah sekalipun pakai yang namanya Make up.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Nadia membuat Rara menunduk malu sedangkan di arah meja makan Rayhan berusaha menyembunyikan senyumannya.
"Kau nih benar-benar yah!" Ujar Latika kesal dengan pertanyaan yang dilontarkan Nadia
"Kenapa?" Balas Nadia masih dengan ketidak Pekaannya
"Kau tidak lihat wajah Rara, dia hampir pingsan!" Ujar Latika malas
"Ya ampun Ra, Kau demam!" Teriak Nadia heboh saat ia melihat wajah dan telinga Rara yang memerah
"Ti tidak Nad, aku baik-baik saja!" Balas Rara gelagapan
"Benarkah?"
"Bisakah kau berhenti?" Tanya Latika sudah benar-benar kesal dengan sikap Nadia
"Humm kau kenapa sih, dari tadi memarahi ku terus!" Ujar Nadia dengan Wajah yang antar kesal dan kasihan pada dirinya sendiri
"Makanya jadi orang itu jangan bodoh!" Balas Latika tidak perduli
Rara yang masih berdiri bodoh di sana pun berjalan mendekati Rayhan yang sedang menyantap makanannya.
"Ini semua salah mu!" Tuduh Rara kesal ke Rayhan Karna akibat dari perbuatan Rayhan membuat ia menjadi pusat perhatian siang ini
Sedangkan Rayhan yang melihat muka merajuk Rara, hanya bisa tersenyum kecil.
"Sudahlah sayang, ayo makan!" Ujar Rayhan menyodorkan Roti selai yang sudah ia bikin tadi
"Oh iya, Wulan, Layla, Galih dan Rama sudah sampai tadi pagi!" Ujar Latika
"Benarkah? Syukurlah jika mereka sudah sampai dengan selamat!" Balas Rara lega
Ting tong.
__ADS_1
Suara Bell rumah membuat mereka mengalihkan pandangan ke arah pintu masuk.
"Ada tamu!" Ujar Nadia
"Iya, Sudah tau!" Balas Latika cuek
"Jika sudah tau, sana kau buka pintunya!"
"Kenapa harus aku?" Ujar Latika tidak terima
"Karna kau tidak sibuk!"
"Aku? Bukankah kalian juga tidak sibuk?" Balas Latika tidak terima membuat Nadia menghela nafas panjang
"Rara sedang makan, Rayhan tidak mungkin mau membuka pintu dan aku sedang sibuk dengan Dorama ku Sedangkan kau hanya duduk dari tadi tidak melakukan apapun!" Ucapan Nadia sukses membuat Latika ternganga tidak percaya
"Hah, sudahlah malas meladeni mu!" Ujar Latika pasrah, iapun segera berjalan menghampiri pintu yang terus saja berbunyi
Ting tong.
"Iya sebentar!" Teriak Latika kesal
"Kau?" Ujar Latika kaget
"Hay!"
"Ayo masuk!" Ujar Latika mempersilahkan, mereka pun berjalan beriringan ke dalam rumah
"Siapa Latika?" tanya Nadia penasaran
Mendengar suara yang familiar di telinganya, Nadia Pun membalikkan tubuhnya ke arah asal suara.
"Kriss!" Ujar Nadia kaget
"tumben kau datang kesini?"
"Aku sedang ada urusan di dekat sini, jadi aku sekalian mampir!" Balas Kriss
Tentu saja Urusan yang ia bilang tadi bohong, ia hanya datang karna ia merindukan wajah cantik Latika, yang terus-menerus muncul dalam pikirannya.
"Benarkah?" Ujar Nadia curiga
"Hentikan Wajah curigaan mu itu Nadia!"
"Bagaimana aku tidak curiga Sepupu, Dari dulu aku meminta mu untuk mampir ke sini saja kau tidak mau!"
"Sudahlah, Bukankah seharusnya kau senang Sepupu mu datang!" Ujar Latika
Mendengar Suara Latika entah kenapa membuat Kriss sangat bahagia, Apa lagi Latika secara tidak langsung mewakili apa yang ingin dia ucapkan.
"Senang, Benar aku sangat senang, apa lagi aku sangat senang dengan HADIAH yang di berikan sepupuku kemarin!"
"Hadiahnya SANGAT SANGAT indah yah sepupu!" Ujar Nadia dengan menekan kata-katanya
Mendengar ucapan Nadia membuat Kriss menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena ia tau hadiahnya kemarin pasti akan membuat Nadia marah besar.
Namun mau bagaimana lagi, kemarin ia hanya memiliki satu tas Gucci, itupun karna ia tidak sengaja membawanya ke Cafe.
__ADS_1
"Sudahlah, Ayo Kriss duduk bergabung dengan kami!" Ujar Latika berjalan Kembali ke depan Tv dan tentu saja Kriss berjalan mengekorinya
"Kau mau minum apa?" Tanya Latika
"Air putih saja!" Balas Kriss tersenyum hangat
"Baiklah tunggu sebentar!"
Dan Sekali lagi Hati Kriss sangat senang saat pujaan hatinya pergi Mengambilkannya minuman.
Namun Senyumannya seketika itu pula luntur saat ia melihat tatapan intimidasi yang di berikan Nadia kepadanya.
Cekrek.
"Kau sedang apa?" Ujar Rara saat melihat Rayhan yang memfoto Nadia dan Kriss
"Tidak ada apa-apa!" Balas Rayhan dengan seringai yang muncul dengan sendirinya
"Terimakasih!" Ujar Kriss saat Latika memberinya air minum
"Santai saja!" Balas Latika
"Kau bawa apa sepupu?" Ujar Nadia penasaran melihat bungkusan yang di bawa Kriss
"Ah ini, Bukan apa-apa!" Ujar Kriss cepat membuat Tatapan curiga Nadia muncul
"Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Kau aneh!" Ujar Nadia setelah itu ia kembali memfokuskan dirinya ke dorama yang ia tonton
Saat Nadia sedang santai-santainya menikmati Dorama kesukaannya ia tidak tau jika di negara lain, ada seorang pria yang sedang uring-uringan saat melihat Foto yang dikirimkan oleh sepupu tercintanya.
"Bangsat kau Nadia, berani sekali kau berselingkuh!" Geram Galih kesal
ia dari terus saja menelpon Nadia namun tidak di angkat sekalipun dan itu membuat pikiran negatif yang ada di otak Galih terus menjadi-jadi.
"Kenapa aku merasakan firasat yang tidak enak dari tadi!" Nadia merinding
...****************...
"Apa kau memiliki nomor telpon Wul!" Dan ucapan Rama menggantung saat ia masuk ke kamar Galih yang sudah seperti kapal pecah
"Ada apa dengan mu?" Tanya Rama heran namun Galih tidak sekalipun membalas pertanyaan Rama
"Aku bertanya kepada mu Sepupu!" Ujar Rama sedikit kesal karna ia di acuhkan
"Tidak ada!" Balas Galih datar
"Kalo begitu beri aku nomor Nadia, aku akan meminta dari dia!" Ujar Galih menghampiri Galih
Tanpa mengatakan apapun galih pun memberikan Handphonenya ke tangan Rama.
"Dia tidak akan mengangkatnya!" Ujar Galih dingin
"Kenapa?"
"Karna dia sedang asik dengan selingkuhannya!" Ucapan Galih membuat Rama bingung iapun dengan cepat menyalin nomor Nadia ke dalam handphonenya
__ADS_1