
Nada berbicaranya terdengar seperti menggoda, sebenarnya Rayhan hanya bergurau saat mengatakan itu.
"A aku tidak nakal"
"Aku mencintaimu Rara. Tidak! Bahkan aku sangat mencintaimu Sayang"
Sesampainya mereka di rumah.
"Sudah hampir malam, kenapa kalian lama sekali pulang?" Tanya Latika
"Apa kalian pergi kencan dulu?" Ujar Nadia yang datang dengan cemilannya
"Nad jangan terus-menerus makan cemilan, kau mau badan mu gemuk dan akhirnya Galih meninggalkan mu!" Ujar Latika saat melihat akhir-akhir ini sahabatnya itu suka sekali dengan cemilan
"Jangan Sebut-sebut nama pria bangsat itu lagi Latika!" Geram Nadia tidak selera
"Kenapa? Apa kalian bertengkar lagi?" Tanya Latika penasaran, Nadia hanya membalasnya dengan bergumam tidak jelas
"Rey, apa kau yang mengirimi Galih Foto itu?" Ujar Nadia malas sambil berjalan duduk ke depan tv
"Hm!"
"Sudah ku duga, Kau nih benar-benar!" Ujar Nadia mau marah namun saat ia melihat wajah datar Rayhan iapun mengurungkan niatnya
"Ah sudahlah, kau dan Galih sama-sama kutu kupret!" Ujar Nadia kesal
"Oh iya Rey, kau lupa membawa handphone mu yah?" Tanya Latika setelah teringat sesuatu
"Dari tadi Handphone mu berisik sekali, sampai-sampai terdengar di dalam kamar ku!"
Ucapan Latika sukses membuat Rayhan berjalan pergi ke atas untuk melihat siapa yang meneleponnya.
"Ayah ada apa?" Tanya Rayhan setelah menelpon kembali nomor yang menelponnya
"Rayhan, Perusahaan ayah di Jepang mengalami masalah tolong bantu ayah mengatasinya!"
"Ayah tidak bisa meninggalkan kan ibumu yang sedang sakit!" Lanjutnya lagi saat ia tidak mendengar jawaban dari anaknya
"Baiklah!" Jawab Rayhan singkat
"Baiklah, bersiap-siaplah besok kau akan pergi dengan sekertaris ayah!" Ujarnya dan mematikan sambungan telpon itu
"Kau akan pergi?" Tanya Rara yang baru saja tiba di dalam kamar
"Hm, Ada masalah di perusahaan jadi aku harus ke Jepang besok!" Ujar Rayhan berjalan kearah Rara dan dengan cepat memeluknya
"Mulai besok, aku akan merindukan aroma ini!" Ujarnya menghirup wangi Coklat Vanila yang keluar dari badan Rara
__ADS_1
"Baik-baik disini, jangan bersikap nakal saat aku tidak ada!" Dan Ucapan Rayhan sukses membuat Rara memutar matanya malas
"Iya-iya Tuan Posesif!" Balas Rara pelan
"Kau bilang apa? Kau bilang aku Posesif!" Ujar Rayhan berpura-pura kaget
"Hum, kau benar-benar pria yang posesif!" Rara tersenyum manis
"Baiklah kau harus dihukum karena sudah mengatai kekasih mu posesif!" Rayhan bersiap ******* bibir Rara namun usahanya hari gagal karna Rara dengan cepat melarikan diri dari pelukan Rayhan.
"Aku lapar, aku mau turun duluan!" Ujar Rara berlari keluar kamar Meninggalkan Rayhan sendirian
"Kabur heh!" Gumam Rayhan Tersenyum Nakal
Pagi hari terasa sangat berat buat Rara untuk bangun dari tidur nyamannya, karna tadi malam ia begadang sangat larut hanya untuk mendengarkan cerita keluh kesah dan hujatan-hujatan yang keluar dari mulut Nadia untuk Galih.
Hingga membuat ia dan Latika tidak bisa pergi kemana-mana, Sebagai sahabat yang baik bukankah akan tidak baik jika mereka meninggalkan Nadia yang sedang sakit hati?!
Setelah menguatkan hatinya akhirnya mata yang cantik itu terbuka dengan perlahan.
Kosong.
Itulah yang di lihat Rara saat pertama kali matanya terbuka "Kemana Rayhan?" Batinnya mengernyitkan dahinya.
"Rey!" Panggil Rara dengan suara serak khas baru bangun tidur
Rara melihat seisi kamar dan penglihatannya terpaku pada sebuah memo di bawah gelas minuman yang ada di meja samping tempat tidur
Setelah aku pergi aku tidak memperbolehkan mu untuk bergadang lagi, dan ingat pesan ku kemarin kau tidak boleh dekat-dekat dengan pria mana pun terutama senior mu itu.
Aku sudah mengambil ciuman selamat pagi ku.)
^^^Reyhan^^^
Setelah membaca isi dari memo yang ditinggal Rayhan, Rara hanya bisa tersenyum dan tentu saja ia dengan langkah pelan pergi ke kemar mandi, berniat memulai harinya tanpa ada Rayhan disisinya.
...****************...
"Datang kesini!" Ujar Pria dengan rambut putih namun jika dilihat dengan jelas sebenarnya itu warna silver
"Kemana?" Ujar Wanita di seberang dengan kesal
"Kampus!" Setelah mengatakan itu panggilan itupun di akhiri
"Cantiknya, siapa itu?"
"Apa dia Mahasiswi baru?"
__ADS_1
"Aku belum pernah melihat wajahnya!"
"Bukankah dia manis, Muka kecilnya sangat cocok dengan model rambut pendeknya!"
Dan Masih banyak lagi suara-suara yang mengiringi langkah kaki Wulan saat ia masuk lebih dalam ke arah Kampus elit itu.
"Tck, Dimana sih dia!" Geram Wulan kesal
Rama hanya bisa tersenyum kecil saya ia melihat Wulan yang celingak-celinguk di bawah halaman kampus.
Namun saat melihat tatapan pria yang terus saja melihat kearah Wulan membuat Rama berdecak kesal.
Entah mengapa dia sangat kesal saat Pria-pria memperhatikan Wulan, Namun pandangannya teralihkan saat ada pesan masuk dari Wulan
From : Wanita Kasar
Kau dimana? Aku sudah ada di dalam kampus.
Setelah, Rama mengirim balasan iapun tersenyum kecil saat melihat Wulan yang sedang kesal dibawah.
BRAK.
"Bisakah kau tidak usah menyuruh ku datang kesini lagi?" Ujar Wulan sedetik setelah ia membuka kasar pintu masuk di area atap kampus
"Eh, kau mewarnai rambutmu?" Ujar Wulan kaget saat melihat Rama yang merubah model dan warna rambutnya.
"Apa aku terlihat tampan?" Ujar Rama Menyeringai ke arah Wulan
"Biasa saja!" Balas Wulan berjalan mendekat
"Jadi tuan, apa yang ingin anda minta kepada hamba?" Ujar Wulan bergerak seperti sedang berada di dalam drama kolosal yang sering ia tonton
"Aku mau kau temani aku disini!"
"Apa kau gila?"
"Ya ampun aku juga ada kegiatan di kampus ku, aku tidak mungkin datang capek-capek kesini hanya untuk menemani mu!"
"Kau ingin membuat Nilai mata kuliah ku jelek Ha!"
"Tidak usah bersandiwara di depan ku, Aku tau hari ini dosen kalian tidak datang!" Balas Rama Cuek
"Apa kau kira di atas sini tidak bisa melihat apa saja yang terjadi di kampus mu? Jangan lupa kampus kita berdampingan!" Lanjut Rama lagi dengan seringai andalannya
Kadang Wulan ingin mengutuk kedua kampus ini yang senang sekali membangun kampung bersebelahan.
"Ti tidak mungkin kan kau bisa melihat hanya karna kau berdiri disini, Walaupun kampus kita bersebelahan, jika dilihat dengan mata pun pasti tidak akan terlalu jelas bukan?" tanya Wulan
__ADS_1
"Memang benar, Tapi aku memiliki ini!" Ujar Rama mengangkat teropong nya hingga membuat Wulan mengutuk Rama dalam hati
"Jadi ayo duduk manis disini Budakku!" Ujar Rama dengan wajah kejamnya membuat Wulan meneguk ludahnya dengan susah payah.