First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Pria dari masa lalu


__ADS_3

Rara Sekarang Sedang sibuk-sibuknya Mendirikan Tendanya tiba-tiba ada pria yang mendekat


" Sini aku bantu " Ujar Pria tadi sambil memegangi tenda Rara


" Terimakasih Banyak" Ucap Rara sambil tersenyum Tipis


" Iya tidak mengapa " Balasnya Lembut


" Namaku Luhan, kau Rara kan " Ujar Luhan sambil melihat wajah Rara


Luhan.



" Kenapa kau bisa tau namaku " Tanya Rara penasaran, sedangkan pria tadi hanya tersenyum tanpa menjawab


" Ra tolong bantuin aku " Ujar Ayla yang sedang kesusahan Mendirikan tendanya


" Baiklah " Ujar Rara sambil berjalan kearah Ayla


Sedangkan Luhan hanya tersenyum kecil melihat Rara yang berjalan pergi


" Akhirnya aku menemukan mu " Ujarnya pelan sambil tersenyum ke arah perginya Rara


" Baiklah Anak-anak Karna sekarang masih siang jadi bapak akan adakan lomba mencari Selendang " Ujar Guru sambil mengangkat selendang yang ia bawa


" Tim Pertama David, Ayla, Rara dan Luhan "


" Kalian akan mencari Selendang warna merah dan ini petanya " Tambah guru sambil memberikan Peta kepada David


" Dan Untuk Tim Kedua Sisil, Ayub, Akil, peaw " Ujar guru lagi


" Baiklah teman-teman Ayo kita segera Berangkat " Ujar David sambil pergi duluan diikuti oleh Ayla, Rara dan Luhan


" Jalannya di bagi menjadi dua sisi " Ujar Ayla saat mereka sampai di pertengahan hutan


" Di peta tertulis di sebelah kanan tapi kenapa aku rasa yang sebelah kiri yang benar " Ujar David sambil membolak-balikkan kertas petanya


" Ikuti saja petunjuknya Vid " Ujar Ayla menginginkan


" Umhh Bagaimana kalo kita bagi dua kelompok yang satu ke kiri yang satunya lagi ke kanan " Ujar David sambil melihat kearah teman-temannya, Sedangkan teman-temannya hanya tersenyum Mengerti


" Baiklah karna semua sudah setuju, aku akan membagi dua tim, tim kiri Ayla dan Luhan sedangkan Tim kanan Aku dan Rara " Ujarnya Sambil tersenyum penuh Arti sedangkan yang lain hanya memandang malas David


" Sudah Ku duga " Ujar Rara da Ayla dalam Hati


" Baiklah, Ayo Luhan " Ujar Rara sambil menarik tangan Luhan


" Eh Ra kau Salah menarik Orang, Aku yang seharusnya satu tim denganmu " Ujar David tidak terima


" Aku tidak mau " Jawab Rara tanpa menghiraukan Ucapan David

__ADS_1


" Dah " Ujar Rara berjalan duluan


" Aiss Ra " Teriak David


" Sudahlah Vid, ayo kita jalan " Ujar Ayla sambil melangkah duluan


Sedangkan David hanya Menggerutu kesal


" Kalo aku tau akan menjadi seperti ini, aku pasti tidak akan mengajukan rencana gila tadi " Ujar David Kesal


Di dalam Hutan Saat David dan Ayla sedang berjalan, tiba-tiba Ayla terjatuh ke dalam Lubang yang dalam


" Ay, Tunggu aku " Ujar David


" Ahhh " Teriak Ayla Saat ia merasakan kakinya tidak menginjak apapun dan hanya teriakan David yang ia dengar


"Tolong aku Vid" Teriak Ayla ketakutan


" Ayla Kau tidak apa-apa " Ujar David Khawatir


" I Iya, tapi cepat tolong aku Vid, A aku takut " Ujar Ayla Takut-takut


" Tunggu sebentar Aku ambil Tali dulu " Ujar David dengan cepat mengobrak-abrik Tasnya


Saat ia mendapatkan Talinya ia dengan Cepat menurunkannya ke arah Ayla


" Tangkap Talinya Ay " Ujar David cepat


" I iya " Jawab Ayla


" Baiklah 1, 2, 3 " Teriak David sambil menarik talinya


Dan Setelah Ayla hampir naik ke atas, tanpa David sadari ternyata ia terlalu menariknya dengan kencang


" 1 2 3 " Ujar David sambil menarik kedua tangan Ayla, sehingga Ayla tidak memiliki keseimbangan dan langsung Terjatuh menimpa David Saat David menariknya dengan keras


" Ahhh " Teriak Ayla dan David


Dan beginilah Posisi David Dan Ayla sekarang, Dengan David yang dibawah dan Ayla yang menimpanya di atas


Seketika itupun Ayla dan David langsung Mendudukan tubuh mereka saling membelakangi, untuk mengontrol Detak jantung mereka yang menggila dan Mengontrol Wajah mereka yang memerah Panas


" A a aayo kita lanjutkan Perjalanan kita " Ujar David Gugup setelah Mengontrol Ekspresi wajahnya


" Ba baiklah " Jawab Ayla sambil berjalan mengikuti David


Sedangkan di tempat lain Rara dan Luhan Sedang Berjalan beriringan dengan Rara yang berjalan duluan dan Luhan yang mengikutinya dari belakang


" Ra apakah kau ingat denganku ? " Tanya Luhan Memecahkan keheningan


" Ingat, kau Luhan yang membantuku memasang tenda tadi kan " Ujar Rara tanpa menghentikan langkahnya karna ia sedang sibuk melihat-lihat isi hutan

__ADS_1


" Bukan itu Ra " Ujar Luhan terkikih geli


" Benar-benar tidak pernah Berubah " Ujar Luhan Sambil tersenyum lembut


" Terus apa ? " Tanya Rara lagi


" Apakah kau masih mengingat Anak kecil berambut Merah yang kau selamatkan di dekat danau ? " Tanya Luhan


" Umhhh, Anak kecil berambut merah ? " Tanya Rara pada dirinya sendiri


" Iya waktu itu kau berumur Enam tahun dan pria itu berumur Tujuh tahun " Ujar Luhan mengingatkan Rara


" Ah apakah kau Anak kecil Berambut merah yang menangis sambil berjalan masuk ke dalam danau waktu itu ? " Tanya Rara dengan kaget


" Iya " Jawab Luhan Sambil tersenyum lega


Dan Jawaban Luhan itu membawa kembali ingatan dimana pertama kali mereka bertemu


" Ibu, ayah tunggu aku " Ujar Luhan Kecil menangis, sambil berjalan masuk kearah danau namun tiba-tiba ia merasakan tangan kecil yang menarik tangannya


" Lepaskan " ujar Luhan kecil sambil menarik tangannya kasar


" Ano Kau mau apa, hari sudah sore, kata ibu tidak boleh mandi sore hari " Ujar Rara kecil menuduk dengan pipi memerah karna dinginnya air danau serta terpaan angin sore


" Bukan urusanmu " Ujar Luhan Sambil berjalan masuk kembali kearah Danau


" Anak Nakal " Ujar Rara pelan


" Apa " Ujar Luhan Kesal karna tadi ia mendengar Rara yang mengatainya Anak Nakal


" A anak Nakal, Kata ibu jika Anak yang tidak mau mengikuti ucapan orang lain, itu artinya ia Anak nakal " Ujar Rara kecil polos


" Kau terus saja bilang Ibu, ibu, ibu apakah kau Sedang mengejekku " Teriak Luhan Kesal


" Kenapa kau marah, akukan Hanya mengatakan ibu, kalo kau tidak suka aku akan merubahnya menjadi Nenek, bagaimana ? " Tanya Rara Tersenyum manis, Sedangkan Luhan yang melihat senyuman manis Rara, entah kenapa detak jantung nya langsung menggila


Apakah Luhan Jatuh cinta, Oh terlalu dini untuk ia merasakan apa itu cinta kan


" Siapa nama mu ? " Tanya Luhan Menghela nafas Bosan


" Aku tidak tau Anak Seumurannya masih saja Polos " Ujar Luhan tersenyum mengejek


" Ra Ra " Jawab Rara sambil tersenyum lembut


" Nama yang Jelek " Ujar Luhan Kasar, Sedangkan Rara langsung menundukan Wajahnya menahan tangis


" Nama yang Jelek dan Cengeng " kata Luhan Lagi


" Tapi aku suka " Tambah Luhan, dan tiba-tiba Rara langsung mengangkat kepalanya kaget


" Aku Luhan " Ujar Luhan Sambil mengulurkan tangannya ke arah Rara sedangkan Rara dengan gugup menerima uluran tangan Rayhan

__ADS_1


" Tanganmu dingin " Ujar Luhan


__ADS_2