First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Menyusul Rara


__ADS_3

"Ayolah Sepupu, bantu aku sekali ini saja!" Ujar Galih memohon


"Apa kau tidak merindukan Kekasihmu di sana?" Tanya Galih memancing


"Sekalian kan kau juga bisa bertemu dengan Rara untuk sekedar berciuman atau memadu kasih mungkin!" Ujar Galih memprovokasi dengan me monyong-monyong kan bibirnya


"Stop, Kau kira aku seperti dirimu yang hanya mementingkan pelepasan!" Ujar Rayhan berdiri meninggalkan Galih


"Dasar pura-pura tidak butuh pada hal Mau banget!" Gumam Galih menyindir


"JANGAN HABISKAN SABUN MU REY!" Teriak Galih saat Rayhan hampir memasuki kamarnya


BRAK


Bunyi pintu yang di banting Rayhan membuat Galih tertawa ngakak.


Kampus.


"Kau juga masuk jurusan Teknik mesin!" Ujar David kaget saat ia sadar kalo yang berdiri di belakangnya adalah Rayhan


"Hm!"


"Wah, aku tidak menyangka kalo aku akan terus diikuti oleh mu!" Ujar David setelah selesai mendaftar namun ia masih melihat Rayhan yang mendaftar Dari samping


"Bisakah kau menyingkir!"


"Tck, Aku tidak menghalangi jalan mu, Jika mau mendaftar daftar saja!" Ujar David Kesal


"Mimpi apa aku semalam, sampai-sampai harus satu jurusan dengannya!" Gumam David berjalan menjauhi kerumunan


"Halo Sayang, Apa kau belum selesai mendaftar?" Tanya David


"Sebenar lagi, Kau duluan saja ke tamannya nanti aku nyusul!" Ujar Ayla


"Halo Vid, nanti lagi yah di sini berisik sekali, Bye!" Ujar Ayla mematikan telponnya


...****************...


"Kau ngapain disini!" Ujar Galih murka


"Kau kira hanya kau yang akan berkuliah disini?" Ujar Kristal pergi meninggalkan Galih setelah ia selesai mendaftar


"Awas kau, aku belum membuat perhitungan atas apa yang telah kau lakukan ke Nadia!" Ujar Galih menahan amarahnya


Ditempat lain Nadia sekarang sedang duduk di Cafe yang akhir-akhir ini menjadi tempat langganannya.


"Kopi tanpa gula sedikit susu datang!" Ujar Salah satu pelayan di sana


"Terimakasih!" Ujar Nadia tersenyum


"Ada apa? Senyum mu tidak selebar biasanya!" Ujar pelayan Cafe tersebut


"Ada sedikit masalah!" Cicit Nadia pelan


"Tunggu, setelah aku selesaikan pekerjaan ku kau boleh ceritakan masalahmu!" Ujar Pria itu pergi meninggalkan Nadia


Beberapa jam kemudian.


"Nah, Sekarang ceritakan!"


"Pacarku Berselingkuh Kriss!" Ujar Nadia lesu


( Kriss. )

__ADS_1



"Dari mana kau tau?"


"Selingkuhannya mengirimi ku video bercinta mereka!"


"Terus apa kamu percaya?" tanya Kriss


"Tentu, dia ada di dalam video itu bagaimana mungkin aku tidak percaya Kriss!" Ujar Nadia dengan Mata yang berkaca-kaca


"Apa kau sudah mendengarkan pembelaan dari kekasih mu?"


"Belum!"


"Terus kenapa kau harus menyiksa dirimu Nona, Seharusnya kau harus mendengarkan penjelasan dari Kekasihmu!" Ujar Kriss


"Jika Kekasihmu memiliki penjelasan yang masuk akal, kau tidak akan berada disini dengan muka memelas mu itu!" Ujar Kriss Terkekeh mendengar Ucapan Kriss Entah kenapa membuat Nadia semangat kembali


"Betul juga, Seharunya aku mendengarkan dulu penjelasan dari Galih kemarin!" Batin Nadia


"Bye Kriss Aku pulang dulu, Thanks atas saran mu!"


"Ya, Hati-hati dijalan!" Ujar Kriss melambaikan tangannya kearah pintu keluar Cafe


...****************...


"Tuan Orangnya sudah datang!" Ujar pelayan mengantar tamu ke hadapan Luhan


"Hey Rama, Bagaimana kabarmu?" Ujar Luhan


"Baik, Bagaimana kabarmu?"


"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja!"


"Kenapa, Apa kau merindukannya?" Tanya Luhan Terkekeh geli sedangkan Rama hanya membalasnya dengan wajah datarnya


"Saudara tercinta mu sangat sehat bahkan mungkin lebih dari kata sehat!" Ujar Luhan Menyeringai kearah Rama


"Tentu, dia harus sehat agar dia tidak terus-menerus menyusahkan orang lain!" Ujar Rama tajam


"Bagaimana, apa kau mau menemuinya?"


"Tidak, Sekarang Belum waktunya untuk aku menemuinya!" Ujar Rama


...****************...


"Bagaimana kabarmu hari ini?"


"Seperti biasanya Rey, aku baik!" Ujar Rara tersenyum kearah layar handphone


"Kamu?"


"Sangat buruk!"


"Kenapa? apa telah terjadi sesuatu?"


"hariku sangat buruk karna tidak ada kau disamping ku!" Ujar Rayhan sedangkan Rara hanya bisa tersenyum lega saat Hal-hal Negatif yang ia pikirkan tadi tidak terjadi


"Aku merindukanmu!" Ujar Rayhan


"Aku tau!".


"Apa kau juga merindukan ku?"

__ADS_1


"Menurutmu!" Ujar Rara menggoda Rayhan


"Tck, Jawab yang benar Ra!" Ujar Rayhan kesal


"Iya Sayang, Aku juga Sangat sangat merindukanmu!" Balas Rara tersenyum manis


"Syukurlah!" Balasan Rayhan membuat Rara tertawa geli


"Cobalah berdoa, siapa tau keinginan mu akan terkabul!"


"Do,a Apa?"


"Hm, Sekarang apa yang kau inginkan!"


"Aku ingin!" Rara menghentikan ucapannya


"Aku ingin kau ada disini!" Ujar Rara sambil me nyengir tanpa rasa bersalah karna ia tau jika ia berdoa seperti itu pasti do,Anya tidak akan terkabul


"Tck Kau nih!" Ujar Rayhan Memutar matanya bosan saat ia melihat Rara yang tersenyum lima jari


"Bagaimana, Apa do,aku itu akan terkabul!" Goda Rara


"Ummm mungkin!" Dan Jawaban Rayhan membuat gelak tawa Rara kembali terdengar sedangkan Rayhan hanya bisa menggeleng kan kepalanya saat melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Kekasihnya itu.


"Kalo begitu tidurlah Ra, siapa tau do,amu besok akan terkabul!"


"Umm, Baiklah aku juga sudah mulai mengantuk!" Ujar Rara


"Tidurlah kalo begitu, jangan lupa pergi cuci kaki mu dulu sebelum tidur!"


"Siap Boss!" Balas Rara semangat


"Bye!"


"Bye-bye!"


"Bagaimana, kita berangkat sekarang?" Ujar Galih setelah melihat Rayhan yang sudah selesai berbicara dengan Rara


"Apa kau sudah memberi tau Nadia!" Ujarnya


"Belum, bagaimana bisa aku memberi taunya saat semua nomor dan akun media sosial ku sudah ia blok semua!" Ujar Galih kesal


"Hm, Kasihan sekali!" Ejek Rayhan berjalan pergi mendahului Galih membuat galih kesal bukan main


Pagi hari di dalam kamar Rara.


Pagi ini entah kenapa Rara tidak berniat sekalipun untuk membuka matanya apa lagi bangun dari tempat tidurnya, ia sudah terlanjur nyaman dengan Ranjangnya ditambah lagi hari ini adalah hari Minggu, Namun Khayalannya sedikit terusik karna tiba-tiba cahaya masuk ke dalam kamarnya.


"Tck, Latika jangan buka gordennya aku masih mau tidur!" Ujar Rara menutupi matanya dari cahaya yang menerobos kedalam kamarnya beberapa detik kemudian tangannya di tarik dengan paksa sehingga membuat ia mau tidak mau membuka matanya


"Tck, Latika!" Ujarnya kesal dan betapa kaget nya ia saat ia membuka mata bukan wajah Latika yang ia lihat melainkan wajah Rayhan Kekasihnya


"Rey, Kau disini?" Ujar Rara membangunkan dirinya dengan cepat


"Bagaimana, apa sekarang do,amu sudah terkabul!" Ujar Rayhan


Setelah Mendengar ucapan Rayhan dengan cepat Rara Memeluk erat tubuh Rayhan.


"Aku sangat Merindukanmu!" Ujar Rara


"Aku tau!"


"Tck, Kau mengikuti ku!" Ujar Rara kesal saat (Aku tau) yang sering ia ucapkan kini dipakai oleh Rayhan

__ADS_1


"Aku sangat merindukan mu sayang!" Ujarnya menciumi wajah Rara


__ADS_2