
Rayhan, Kamu mau makan apa untuk nanti malam?" Tanya ibunya mendekati Rayhan yang sedang duduk di luar teras
"Terserah ibu, apapun yang ibu masak aku suka!" Ujar Rayhan tersenyum terpaksa
"Baiklah, ibu pergi masak dulu kalau begitu!"
"Ibu!" Panggil Rayhan menarik tangan ibunya
"Apa ibu tidak rindu dengan Rama?"
"Tentu saja ibu rindu sama Rama, Tapi tenang saja kemarin Rama bilang ia baik-baik saja!"
"Benarkah, Apa Rama menelpon kemarin?"
"Iya!"
"Boleh aku berbicara dengan Rama Bu, Aku juga merindukannya!"
"Boleh, tunggu ibu ambil handphone dulu!"
01:23 Siang
"Tck, Kau bisa pelan-pelan atau tidak!" Bentak Rama ke Kristal
"Ini sudah pelan-pelan Tuan Muda!" Ujar Kristal kesal
"Ada apa dengan Perempuan itu, dia memukul wajahku dengan menggunakan kakinya!" Geram Rama kesal
"Dia Sahabat dekat Rara, Wajar jika dia begitu karna dia melihat kita bermesraan tadi!"
"Nah sudah selesai, Aku taruh ini dulu!" Ujar Kristal meninggalkan Rama sendiri di dalam kamar
"Tumben ibu menelpon!" Batin Rama saat nama ibunya tertera di sana
"Halo ibu, Ada apa?"
"Apa belum selesai bermain-main nya?" Ujar Rayhan dingin
"Oh Rayhan!" Ujar Rama terkekeh kecil
"Apa kau sedang bertanya?" Balas Rama
"Balas pertanyaan ku Rama, Apa rencana mu?" Ujar Rayhan menahan amarahnya
"Aku hanya mau kau menjaga ibu, karna selama ini kau terlalu bahagia sehingga melupakan aku dan ibu!" Ujar Rama tajam
"Apa kau gila?"
__ADS_1
"Kau yang gila dasar lemah!" Ujar Rama sadis
"Lebih baik kau akhiri permainanmu Rama, Jangan ganggu orang-orang ku, atau aku akan!" Ujar Rayhan memperingatkan
"Oh kau sedang mengancam ku?" Ujar Rama terkekeh geli
"Kau sedang bicara dengan siapa, bahagia sekali sampai-sampai suara mu terdengar diluar sana!" Ujar Kristal
"Kristal!" Gumam Rayhan kaget
"Benar sekali Dia kristal, Mantan mu ternyata boleh juga Kaka!" Ujar Rama
"Kau, apa yang kalian rencanakan HA!" Bentak Rayhan
"Wow tenang Kaka, apa kau se takut itu!" Ujar Rama dan tanpa melanjutkan ucapannya iapun memutuskan sambungan telpon
"Sial!" Geram Rayhan saat Rama memutuskan telpon nya
"Dari mana kalian mengetahuinya?" Tanya Nadia
Sekarang Nadia, Layla, Latika dan Wulan sedang telponan tanpa melibatkan Rara karna tujuan mereka adalah berbicara tentang Rara dan Rayhan jadi tidak mungkin kan mereka mengundang Rara di dalam acara telponan mereka.
"Kemarin aku dan Wulan melihat mereka bermesraan di taman!"
"Brengsek ternyata mereka berani terang-terangan seperti itu!" Geram Latika kesal
"Ayolah Guys, Kucing mana sih yang tidak mau ikan asing!" Ujar Nadia santai dan teman-temannya pun mengangguk setuju
"Jadi bagaimana kondisi Rara di sana?" tanya Wulan khawatir
"Sejauh ini sih Rara baik-baik saja, Dan untungnya ada senior Luhan yang selalu ajak dia keluar!" Ujar Nadia bersemangat membuat teman-temannya heran dengan perubahan wajah Nadia
"Ah semoga saja itu bisa membuat dia lupa dengan si Brengsek itu!" Ujar Nadia berharap
"Aku benar-benar tidak mengira kalo Rayhan juga akan termakan oleh rayuan Kristal!" Ujar Nadia menghela nafas
"Juga?" Ujar Wulan dan Layla bingung
"Ah, tidak tadi aku salah bicara hehehe!" Ujar Nadia gugup
"Kau tidak pandai berbohong, Latika ada apa sebenarnya?" Tanya Wulan cepat
"Oh, Itu karna Prianya Nadia yang bernama Galih itu juga pernah berpacaran dengan Kristal!" Ujar Latika
"Ya ampun benarkah?" Ujar Layla kaget
"Ternyata banyak juga pria yang ia gaet!"
__ADS_1
"Bukan hanya itu Guys, Kekasihnya Nadia juga ketauan memadu kasih dengan kristal di hotel malam dan pagi saat keberangkatan kami, itu juga menjadi alasan kenapa dulu galih tidak mengantar Nadia ke bandara!" Ucapan Latika membuat Layla dan Wulan membulatkan mata mereka tidak habis pikir
"Latika, bisakah kau diam!" Ujar Nadia kesal
"Hehehe sorry!" Ujar Latika dengan senyuman lebarnya
"Ternyata mereka suka berbagi!" Ujar Layla tertawa ngakak
"Apa yang kau tertawa kan Layla!" Ujar Wulan bingung
"Apa kalian tidak merasa kalo, Rayhan dan Galih sangat lucu!" Ujar Layla
"Mereka berbagi seorang ****** untuk berdua, Pada hal mereka memiliki wajah yang cukup tampan dan sangat mudah mereka mendapatkan Wanita tapi kenapa mereka harus memakai wanita yang sama!" Ujar Layla membuat ketiga temannya mengangguk-angguk setuju
"Dan juga Apa kau ingat kemarin Wul?"
"Apa?"
"Bukankah Kemarin dia bertanya siapa kamu, bukankah itu agak aneh!" Ujar Layla mengingat kejadian kemarin
"Kalau dipikir-pikir memang sedikit aneh sih, dia tanya siapa aku pada hal aku dari kecil kenal dia!" Balasnya bingung
"Tidak usah dipikirin mungkin saja dia bilang begitu agar kita tidak usah ikut campur urusan dia!" Ujar Nadia masuk akal
"Betul, Ada benarnya juga kata Nadia!" Ujar Latika setuju
"Namun se brengsek brengsek nya Rayhan aku yakin dia tidak akan bertanya seperti itu, jika memang dia tidak mau aku ikut campur urusannya pasti dia akan langsung bilang bukan urusan ku!" Batin Wulan
Semakin hari rencana Luhan berjalan seperti apa yang ia rencana kan, Rara sekarang lebih banyak bersamanya dan lambat laut Rara pasti akan melupakan Rayhan ia yakin nanti pada akhirnya Rara akan melupakan Rayhan dan akan berbalik kepadanya.
Namun tidak ada yang tau bahwa Rara setiap hari tidak pernah sekalipun ia melupakan Rayhan, ia hanya berusaha tersenyum agar orang-orang terdekatnya tidak merasa sedih pada hal sebenarnya hatinya sangat hancur.
Dan di sana Rayhan dengan susah payah mencari kesempatan untuk pergi dari rumahnya untuk menemui Rara untuk menjelaskan bahwa selama ini Rama yang menyamar jadi dirinya karna ia yakin bahwa Rencana Rama pasti melibatkan hubungannya dengan Rara, namun ibunya selalu berhasil mencegahnya hingga membuat ia melakukan hal yang mungkin nanti akan menyakiti Rama.
"Maafkan aku Rama, kau yang membuatku sampai melakukan ini, Sudah cukup satu bulan ini waktu bermain-main mu!" Ujar Rayhan memencet tombol telepon untuk menelpon Seseorang di sana
"Halo, Ayah!"
...****************...
"Rey, Apa kau benar-benar tidak mau ikut aku!" Ujar Galih
"Mungkin saja perasaan mu akan kembali lagi saat kau bertemu Rara nantinya!" Ujar Galih pelan ke arah Rama yang duduk di sofa sambil memainkan rubiknya
"Sejak kapan dia hobi memainkan rubik!" Batin Galih heran
"Aku tidak membutuhkan wanita yang bernama Rara itu, sudah cukup kristal yang ada di samping ku!" ujarnya acuh tak acuh
__ADS_1
"Kalo begitu aku pergi dulu!" Ujar Galih meninggalkan Rama sendirian