First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Rayhan dan Rama


__ADS_3

"Kenapa kau datang kesini!" Ujar Sinta dengan mata yang mulai berkaca-kaca


"Maafkan aku Sinta!" Ujar Bram dengan cepat memeluk mantan istrinya itu karna ia tau jika ia tidak memeluk Sinta pasti akan mengamuk seperti dulu


"Ka ka kau membuang ku, kau membuang ku dan Rama kau jahat Bram kau sangat jahat!" Ujar Sinta memukul-mukul punggung Bram


"Aku sungguh menyesal Sinta, kumohon maafkan aku!" Ujarnya lagi tanpa mengendurkan pelukannya dan beberapa menit kemudian Sinta pingsan


"Ibu!" Teriak Rayhan dan Rama berbarengan


"Cepat, Rama telpon dokter keluarga dan Rayhan ambilkan air dan kompres!" Ujar Bram dan dengan cepat mengendong Sinta keatas kamar agar bisa membaringkan Sinta di sana


Beberapa menit kemudian dokter keluarga yang Rama panggil datang.


"Bagaimana Apa dia baik-baik saja?"


"Dia baik-baik saja, dia hanya sedikit shook dan capek sehingga membuatnya pingsan tadi!" Jelas Dokter tersebut


"Terimakasih Dok!"


"Rama ikut aku!" Ujar Rayhan menatap tajam wajah Rama dan berjalan keluar dari kamar ibunya


"Ada apa?" Tanya Rama saat mereka sudah ke lantai bawah dan mereka yakin percakapan mereka ini tidak akan menggangu waktu istirahat ibunya


"Apa kau sudah gila HA!" Ujar Rayhan keras dan mendorong dada Rama dengan keras sehingga membuat Rama mundur beberapa langkah


"Kenapa kau bekerja sama dengan Wanita itu!"


"Kau Ingin membuat hubungan Kakak mu sendiri hancur HA!" Ujar Rayhan keras menggenggam leher baju Rama dengan kuat


"Aku hanya ingin memberikan mu sedikit pelajaran!" Ujar Rama datar


"Bangsat!" Dan dengan cepat pukulan Rayhan mendarat mulus di pipi Rama membuat Rama terjatuh di atas lantai


"Bangun kau bangsat!" Ujar Rayhan dan terus-menerus memukuli wajah Rama, Rama yang tidak tinggal diam pun mulai membalas pukulan dari Rayhan


mereka terus-menerus saling memukul hingga.


"Berhenti Kalian!" Ujar Bram tajam membuat mereka berdua berhenti dari acara tinju meninju mereka


"Apa kalian gila, kalian adalah saudara!"


"Dia membuat hubungan ku hancur ayah, dia berkerja sama dengan musuh ku untuk menghancurkan ku!" Ujar Rayhan kesal


"Apa itu benar Rama!" Tanya Bram namun Rama hanya diam membisu membuat Bram menghela nafas lelah


"Seharusnya kau tidak melakukan itu terhadap saudara kembar mu sendiri Rama, dia Kakak mu!"


"Dan Rayhan kau seharusnya bicara baik-baik dengan adik mu bukannya membuat keributan seperti ini!" Ujarnya lagi


"Maaf ayah!" Ujar Rama menyesal


"Kau seharusnya Meminta maaf kepada kakak mu!" Ujar Bram namun Rama tidak mengeluarkan suaranya sama sekali membuat Bram menghela nafas panjang


"Lebih baik kau memperbaiki semuanya!" Ujar Bram berbalik pergi meninggalkan kedua anaknya


...****************...

__ADS_1


"Apa Rara ada?"


"Bukankah kau senior waktu SMA dulu!" Ujar Galih yang turun dari arah tangga


"Galih?" Ujar Luhan


"Kau mengenal ku?" Tanya Galih sedikit kaget


"Eh senior!" Ujar Nadia yang baru juga turun dari atas


"Cari Rara?" Tanyanya dan hanya dijawab anggukkan oleh Luhan


"Aku panggilkan dulu kalo begitu!" Ujar Latika yang dari tadi sudah berdiri di sana


Di dalam kamar, Rara Sekarang masih di atas ranjang dengan buku novel di tangannya.


Rara sekarang sedang membaca novel dengan memakai kaos polos putih dengan celana jeans pendek sampai paha.


"Ra, ada senior dibawah!" Ujar Latika yang baru saja masuk ke dalam kamar


"Untuk apa dia datang kesini!" Ujar Rara bingung sedangkan Latika hanya mengangkat bahunya tidak tau


"Baiklah, ayo kita turun!"


"Kau akan turun seperti itu?" Ujar Latika bingung


"Tentu, memangnya kenapa?"


"Turun dengan Rambut yang diikat asal-asalan dan baju kaos seperti itu!" Ujar Latika lagi


"Eh, Ra tunggu!"


Sesampainya dibawah.


"Luhan!" Panggil Rara


"Hay!"


"Tumben datang pagi-pagi di hari Minggu, bukankah hari ini tidak ada kelas?" Tanya Rara


"Aku hanya mau mengajakmu ke suatu tempat Ra, maukah kau pergi?" Ujarnya tersenyum lembut


"Sekarang?" Tanya Rara


"Iya, sekarang!"


"Oh baiklah, aku siap-siap dulu kalo begitu!" Ujar Rara berbalik pergi


Sebenarnya Rara sangat malas pergi hari ini Karna ia hanya ingin leha-leha saja di dalam kamar namun ia tidak mungkinkan menolak permintaan Luhan, apa lagi dia sudah datang kesini pagi-pagi dengan rapi seperti itu.


"Hufff, Aku hanya ingin membaca Novel saja!" Batin Rara sedih


Setalah beberapa menit iapun turun.


"Ayo kita pergi!" Ujar Luhan bahagia sedangkan Rara hanya mengangguk dan tersenyum paksa


Sedangkan di sisi lain.

__ADS_1


"Ikut dengan ku!"


"Kemana?" Ujar Rama malas


"Ke kota, kau harus jelaskan semuanya ke pada Rara di sana!"


"Besok saja, Aku malas!" Ujar Rama berniat meninggal Rayhan namun baru beberapa langkah ia pergi, Rayhan dengan cepat menarik kerah bajunya lagi


"Berhenti kau brengsek!" Geram Rayhan kesal


"Aku menyuruhmu memperbaiki apa yang sudah kau kacaukan, kamu malah acuh tak acuh!" Ujar Rayhan dengan mata yang memerah karna marah melihat Rayhan yang emosi Rama pun menepis tangan Rayhan dari kerah bajunya


"Bisakah kau tenang KAKAK!" Ujar Rama menekan kata terakhirnya membuat Rayhan terteguh untuk sesaat


"Jangan menguji kesabaran ku Rama, lebih baik kau ikut dengan ku jika tidak aku akan membuat kekacauan disini!"


"Aku tidak perduli jika itu akan membuat ayah dan ibu turun dari atas sana!" ancam Rayhan dengan menatap tajam Rama


...****************...


"Bagaimana Cantik kan?"


"Wah iya lukisannya cantik-cantik sekali!" Ujar Rara berbinar


"Aku tidak tau kalo hari Minggu, pameran lukisan akan dibuka!"


"Ini pameran lukisan milikku Ra!" Ujar Luhan Terkekeh


"Ka kau bisa melukis?" Ujar Rara tidak percaya


"Tentu saja bisa, ayo aku tunjukkan yang lainnya!"


"Ini lukisan apa?" Ujar Rara tertarik saat ia melihat tulisan dibawahnya


"Peri kecil?" Gumam Rara bingung


"Coba kamu lihat baik-baik itu apa?" Ujar Luhan


"Kenapa wajah di lukisan ini sangat tidak asing!" Batin Rara


"A a apa ini aku?" Ujar Rara gugup dan Luhan hanya membalasnya dengan senyuman


"Iya!"


"Bukankah kita hanya bertemu satu kali waktu itu!"


"Benar, kita hanya bertemu satu kali, tapi wajahmu selalu muncul dalam ingatan ku!" Ujar Luhan meraih tangan Rara untuk ia cium


"Ra, Aku sangat mencintaimu, Maukah kau pacaran dengan ku?" Ujar Luhan bersungguh-sungguh


"Ma maaf Luhan!" Ujar Rara menarik tangannya kembali


"A aku!"


"Apa kau masih mencintainya!" Ujar Luhan sakit hati namun Rara tidak menjawabnya


"Sekali lagi maafkan aku Luhan!" Ujar Rara merasa bersalah dan itu membuat Luhan mengepalkan tangannya

__ADS_1


__ADS_2