
Cafe Kriss
"Kalian disini!" Ujar Rama setelah ia sampai
"Hah hah Kau cepat sekali Sepupu, Aku Hampir mati di dalam mobil tadi!" Ujar Galih dengan wajah pucat dan nafas ngos-ngosan
"Kalian kenapa?" Tanya Nadia bingung
"Dia hah dia!" Sebelum Galih menyelesaikan Ucapannya mulut galih sudah lebih dulu Rama sumpal dengan roti yang ada di meja ke empat gadis di situ
"Kenapa kalian kesini sih, kalian ini mengganggu waktu gadis-gadis tau ngga!" Ujar Wulan kesal
"Maaf kalo waktu ngerumpi kalian kami ganggu!" Balas Rama menarik salah satu kursi di sana dan iapun duduk de samping Wulan
"Sayang, Aku sangat tertekan!" Ujar Galih ingin memeluk Nadia namun sebelum niatnya terlaksana Nadia dengan cepat mendorong kening Galih dengan kedua jarinya mengisyaratkan agar tidak boleh mendekat
"Tck, Kau pelit sekali sayang!" Ujar Galih menekuk wajahnya
"itu hukuman karena kalian berdua sudah mengganggu kami!" Balas Nadia sadis
Sedangkan di rumah.
Setelah Rama dan Galih pergi Rayhan dan Rara sekarang sedang berpelukan di dalam kamar.
"Kalo aku tau kamu akan pulang hari ini, aku akan membuatkan mu Makanan enak tadi!" Ujar Rara mengangkat kepalanya untuk melihat wajah tampan kekasihnya itu
"Kejutan!" Ujar Rayhan mengecup bibir Rara pelan hingga membuat Rara mengerucutkan bibirnya
"Kenapa kesal?" Ujar Rayhan tersenyum kecil sambil mencubit pelan pipi Kekasihnya itu
"Aku mau lagi!" Ujar Rara memonyongkan bibirnya minta di Cium
"Dasar nakal!" Kekeh Rayhan dan iapun mulai menciumi bibir kekasihnya itu
"Keluarkan Lidahmu Ra!" Ujar Rayhan masih dengan menempelkan kedua bibir mereka
"Seperti ini?" Ujar Rara sambil menjulurkan lidahnya
"Pintar!" Balas Rayhan dengan suara beratnya dan tanpa menunggu waktu lama iapun dengan cepat Menghisap kuat lidah Rara
"Ummk Re Rey!" Racau Rara saat Rayhan terus bermain dengan lidahnya membuat ia kehabisan nafas Membuat Rayhan dengan enggan melepaskan ciumannya
__ADS_1
"Manis!" Ujar Rayhan tersenyum Melihat Rara yang sedang menghirup udara kasar setelah ia melepaskan ciumannya
"Jorok!" Ujar Rara dengan wajah ngeri membuat Rayhan tertawa lepas
"Itu, Ciuman Orang dewasa sayang!" Ujar Rayhan menarik tubuh Rara untuk ia peluk kembali
Cafe Kriss 04:45 Sore
"Apa kalian gila, Kenapa kalian meninggal Rara sendirian di rumah!" Ujar Nadia kesal dengan kelakuan kedua pria itu
"Tenanglah sayang! Di rumah ada Rayhan jadi kamu tidak perlu khawatir!" Ujar Galih membuat semua cewek-cewek di sana menghela nafas lega
"Syukurlah kalo begitu!" Ujar Wulan pelan
"Dan kalian! kenapa datang kesini?" Ujar Wulan memandang tajam Rama
"Tadinya sih aku tidak berniat datang kesini, tapi karna tadi!"
"Kami hanya ingin datang! Apa tidak boleh? Apa di tempat ini ada larangan khusus untuk laki-laki agar tidak datang ke sini?" Ujar Rama memotong ucapan Galih
"Terserah lah!" Ujar Wulan malas
Hari semakin larut, Dan Rayhan masih saja terjaga dari tidurnya, Ia melihat sekilas Wajah damai Rara yang sedang tidur di sampingnya, Ia menatap lurus ke depan mengingat kembali apa yang ia sepakati dengan Luhan kemarin.
Mereka berdua akan balapan mobil dan motor dua hari lagi, Tanpa sepengetahuan Rara ia akan mempertaruhkan hubungan mereka di pertandingan nanti.
Flashback.
"Bagaimana jika kalian berdua bertanding saja!" Ujar Rama setelah berhasil melerai kedua pria itu
"Maksudmu?" Ujar Luhan
"Kalian bertanding Balap mobil di puncak gunung, Siapa pun yang menang akan bersama dengan Rara dan Untuk yang kalah harus menerima kekalahannya dengan Lapang dada dan tidak boleh lagi mengganggu kehidupan satu sama lain! Bagaimana?" Ujar Luhan memberi ide
"Baiklah, Aku mau tapi aku tidak mau balap mobil saja, Aku mau Kita bertanding Balap mobil dan Motor!" Ujar Luhan Tajam kearah Rayhan hingga membuat seringai Rayhan terlihat
"Siapa takut!" Ujar Rayhan menantang
"Ingat, Aku pasti akan menang!" Ujar Luhan tersenyum mengejek kearah Rayhan
"Kita lihat saja nanti!" Ujar Rayhan berbalik pergi meninggalkan Apartemen itu.
__ADS_1
Flashback end
Hari pertandingan Rayhan dan Luhan pun datang.
Brum
Suara mobil yang baru saja datang mengalihkan perhatian semua orang disana. dan Mereka langsung bersorak saat tau jika yang datang adalah Orang yang akan bertanding sebentar lagi.
"Aku pikir kalian tidak akan datang!" Ujar Luhan tersenyum mengejek sambil bersandar ke motor balap kesayangannya.
"Kami tidak se pengecut itu kawan!" Ujar Rama membuat Seringai Luhan mengembang
"Baiklah, Kita tidak usah bertele-tele lagi! Bagaimana jika kita mulai saja pertandingannya?" Ujar Luhan tersenyum palsu
Mereka pun sudah berada di garis start untuk babak pertama mereka akan bertanding Balap mobil.
"Bersiap, dan!"
Dooorrrrr
Suara tembakan yang terdengar nyaring sebagai pertanda pertandingan dimulai. Rayhan menginjak pedal gas dengan sigap, mobilnya melaju dengan kecepatan penuh. Tangan besar nya mengeratkan pegangan pada setir mobil setelah melihat tikungan tajam yang pertama. Dengan melakukan steer hard sewaktu akan membelok untuk meluncur.
Saudara kembar Rama itu langsung melakukan banting kemudi ke kanan sebelum mobil nya menerjang jurang. Rayhan masih dengan setia melakukan counter steering untuk mempertahankan laju luncuran, jika tidak maka mobilnya akan oleng akibat tidak seimbang. Rayhan juga telah bersiap untuk tikungan selanjutnya, oto-otot nya semakin mengencang disertai kekuatan adrenalin yang semakin membuncah, Dia akan kembali bersiap untuk drift.
Rayhan memacu dengan kecepatan penuh bertujuan agar lintasan yang dilaluinya tanpa meluruskan mobil selama beberapa saat ketika bagian depan mengayun. Ray juga telah bersiap untuk menginjak pedal gas agar roda belakang tetap meluncur. Rayhan masih berusaha untuk mengontrol kombinasi antara gas dan setir, menjaga bagian belakang agar tetap meluncur dan terus men-drift pada lintasan lurus.
Dia terus melakukan itu berulang kali ketika akan menikung, begitu juga dengan Luhan. Keduanya saling mengadu kecepatan, dan mempertahankan laju mobil dengan trik yang sudah di kuasai.
Mesin V8 3.8 twin-turbo yang dikendarai Rayhan mulai menyemburkan tenaga hingga mencapai 903 kekuatan kuda, dan top speed yang mulai mencapai 217 mph membuat Rayhan semakin optimis dan bersemangat bahwa dirinya yang akan menang.
Beberapa menit kemudian akhirnya Mobil Rayhan muncul terlebih dahulu, dan ia dinyatakan menang.
"Galih!" Panggil Rara berjalan turun
"Rayhan dan Rama mana?" Lanjutnya Bingung saat ia tidak melihat Kekasih dan adik kekasihnya itu
"Entahlah, Mungkin mereka sedang pergi ke rumah orang tuannya di pusat kota!" Ujar Galih yang sedang menonton Dorama kesukaan Nadia sambil tiduran di Paha kekasihnya itu
__ADS_1
"Kenapa dia tidak memberitahu ku!" Ujar Rara pelan sambil menggigit apel yang ia ambil di meja makan tadi