First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Kedatangan Rayhan Asli


__ADS_3

Kenapa Rara belum pulang!" Ujar Rayhan kesal saat ia melihat jam yang sebentar lagi akan menunjukan jam 9 malam


"Tenanglah Rey!"


"Dari pada kau gelisah terus menerus, bukankah kau menjelaskan sesuatu dulu kepada kita?" Ujar Galih tersenyum sadis ke arah Rama


"Rayhan?" Ujar Rara yang baru saja datang


Melihat Rara yang baru saja datang dengan cepat Rayhan berlari ke arah Rara dan dengan cepat ia memeluknya.


"Aku sangat merindukanmu!" Ujar Rayhan mempererat pelukannya namun ia sangat kaget saat Rara mendorongnya dengan kasar


PLAK


"Jangan memelukku dasar Mesum!" Geram Rara setelah menampar wajah Rayhan membuat Rayhan terdiam


"Untuk apa kau datang kesini, Apa belum cukup kau memeluk dan tidur dengan wanita mu itu!"


"Kau menjijikkan!" Ujar Rara tajam


"Kenapa teman kalian menyeramkan sekali?" Ujar Galih pelan


"A a aku pun tidak menyangka Rara akan seperti itu jika marah!" Ujar Nadia takut-takut


"Untung Nadia tidak seperti itu!" Batin Galih merinding


Setelah Rara mengatakan itu ia dengan cepat berjalan melewati Rayhan yang masih berdiri kaku di depannya.


"Kau!" Ujar Rara kaget saat ia melihat orang yang berwajah sama seperti Rayhan


"Halo Kakak ipar!" Ujar Rama mengangkat tangannya sambil Menyeringai kearah Rara membuat Rara menengok kebelakang dan Rayhan benar saja Rayhan yang ia tampar tadi masih berdiri disana namun sekarang Rayhan sedang menatap tajam dirinya


"Ka ka kau!" Sebelum Rara selesai dengan ucapannya, Rayhan dengan cepat mengendong Rara naik ke atas


"Semoga beruntung Kakak ipar!" Ujar Rama masih dengan Seringainya


Sedangkan Latika, Nadia dan Galih hanya bisa terdiam membisu dan tentu saja mereka berharap semoga Rara tidak dibunuh oleh Rayhan.


Didalam kamar.


BRAK


Setelah membuka pintu kamar Rara dengan kakinya dan menutupnya kembali dengan kakinya, Rayhan dengan kasar melempar Rara ke atas ranjang.


"Re Rey tunggu Umm!" Ucapan Rara terpotong karna Rayhan dengan cepat menciuminya


"Rey tunggu dulu!" Ujar Rara menahan nafas saat Rayhan menggigit kuping dan lehernya


"Akh sakit!" Cicit Rara saat Rayhan menggigit keras leher Rara membuat tanda disana

__ADS_1


"Rey, Apa kau Sio anjing!" Ujar Rara emosi


"Ya aku sio anjing, dan apa kau Sio monyet sampai-sampai kau sama bodohnya dengan monyet!" Ujar Rayhan geram


"Ma maaf Rey, a aku tidak tau kalo kau memiliki saudara kembar!"


"Tck Setelah menampar dan mengatakan jijik kepada ku, apa kau hanya akan meminta maaf saja!"


"Kau terlalu menganggap remeh aku Ra!" Ujar Rayhan dan dengan cepat ia melanjutkan apa yang ia lakukan tadi, Rara yang awalnya memberontak mulai menikmati apa yang dilakukan Rayhan


Namun ketokan di pintu membuat kegiatan panas mereka terusik.


"Re Rey a ada yang datang!" Cicit Rara pelan mencoba mendorong Rayhan untuk menjauh


"Tck, SIAPA!" Teriak Rayhan kesal karna aktifitasnya terganggu, ia pun berdiri untuk menghampiri pintu sialan itu


"Ada apa?" Tanya Rayhan dengan tatapan tajam nya


"Apa aku mengganggumu?" Ujar Rama tersenyum kecil karna ia berhasil mengganggu kesenangan kakaknya


"Jika tidak ada hal penting, pergilah!" Ucap Rayhan dengan cepat menutup pintu kamar namun dengan cepat Rama menahannya


"Apa kau tidak mau memperkenalkan aku dengan Kakak ipar ku!"


"Tck, Baiklah!" Ujar Rayhan menahan kesal dan dengan cepat Rama masuk kedalam ruangan tersebut


"Sebelumnya aku minta maaf karna sudah membuat ke salah pahaman antara kalian berdua!"


"Sebenarnya sebulan ini aku yang sudah menyamar jadi Rayhan dan tentu saja yang selama ini main wanita aku, bukan dia!" Ujar Rama menunjuk Rayhan


"Ti tidak apa-apa Rama, aku sudah memaafkan mu!" Ujar Rara Tersenyum tulus membuat Rama memalingkan wajahnya agar tidak ada yang melihat semburan merah di pipinya, ia malu


"Sial, ternyata calon kakak ipar ku sangat manis!" Ujar Rama terkekeh pelan, Rayhan yang mendengarnya pun dengan cepat menarik Rama agar keluar dari kamar


"Sudahkan? Ayo saatnya kau pergi!" Ujar Rayhan kesal


"Wow wow bisakah kau menarik ku dengan benar?" Ujar Rama yang kaget saat Rayhan menarik kerah bajunya


"Dah Kakak ipar!" Ujar Rama melambaikan tangannya sedangkan Rara hanya tersenyum melihat kelakuan mereka berdua


Setelah mendorong Rama keluar dari kamar, Rayhan tanpa mengucapkan apapun langsung membanting pintu didepan wajah Rama.


"Kakak ada yang ingin!" Belum sempat Rama berucap wajahnya langsung dihadiahi pintu oleh Rayhan


"Dasar posesif!" Ujar Rama kesal


Sedangkan didalam.


"Kenapa kembali lagi?" Ujar Rara bingung karna ia pikir mereka akan sama-sama turun ke bawah

__ADS_1


"Kita belum menyelesaikan apa yang kita lakukan tadi!" Ujar Rayhan menyeringai membuat Rara ngeri


...****************...


"Akhirnya sampai juga!" Ujar Layla lelah


"Wulan, Layla!" Teriak Nadia senang saat ia melihat kedua sahabatnya yang baru datang


"Sahabat-sahabat ku!" Teriak Latika berlari untuk memeluk Wulan dan Nadia


"Aku kira kalian akan tiba nanti sore!" Ujar Nadia tersenyum senang


"Kejutan!" Ujar Layla semangat


"Ya ampun, kami sangat merindukan kalian bertiga!"


"Eh Mana Rara!" Ujar Wulan bingung karna hanya kedua temannya ini saja yang menyambutnya tadi


"Dia ada di atas!"


"Eh guys, ada sebuah rahasia yang perlu kau tau, Ternyata selama ini!"


"KAU!" Teriak Wulan memotong ucapan Nadia


"Dasar kau bangsat!" Ujar Wulan geram berjalan menuju Rama yang baru saja turun dari lantai dua kamar Rara, sedangkan Rama yang Sedang asik main handphone tidak tau kalo ada Wulan yang siap menerjangnya


"Dasar kau tidak tau diri!" Ujar Wulan memukul kepala Rama


"Awh, KAU!" Ujar Rama tajam ke arah Wulan


"Kau kau APA HA!" Teriak Wulan melotot tajam


"Dasar kau, bangsat, keparat!" Geram Wulan terus-menerus memukuli badan Rama membuat Wulan, Nadia, Layla dan Galih terdiam tidak berani melerai


"Ya ampun, Galih cepat lerai mereka!" Ujar Latika khawatir dengan kondisi Rama yang terus saja dipukuli oleh Wulan dengan malas Galih pun mendekati mereka berdua


"Lepas Wulan!" Ujar Galih menangkap tangan Wulan yang terus-menerus memukuli badan Rama


"Lepas tangan mu Galih, atau kau mau aku membunuhmu seperti dia!" Ujar Wulan dengan mata melotot


"Oh a ah, si silahkan lanjutkan!" Ujar Galih melepas kembali tangan Wulan yang ia pegang tadi membuat Rama menatap horor dirinya dan dibalas oleh Galih dengan tatapan minta maaf


"Sini kau Bangsat!"


"Ada apa ini!" Ujar Rayhan menghentikan Wulan yang siap menerjang Rama lagi


"Ka Kakak tolong aku!" Ujar Rama berlari ke arah Rayhan dengan mata yang hampir menangis


"Ka ka kalian!" Ujar Wulan kaget bukan main

__ADS_1


__ADS_2