First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Hukuman


__ADS_3

"Suami mu baru saja pergi ke atas, Dari tadi dia terus saja menggerutu tidak jelas karna tidak bisa menghubungi nomor mu!" Ujar Nadia sambil memakan kripik kentangnya


Mendengar Ucapan Nadia, Rara dengan cepat merogoh kantong nya untuk mengambil handphonenya.


Dan benar saja ternyata handphonenya kehabisan Daya.


"Aku terlalu fokus dengan tugas-tugas tadi!" Batin Rara mengingat


"Aku ke atas dulu yah Nadia!" Ujar Rara berjalan cepat ke lantai tas Meninggalkan Nadia yang masih melanjutkan acara nonton Tv nya


...****************...


Didalam kamar bernuansa Putih ini, terbaring sepasang kekasih di ranjang berukuran sedang ber-sprei Cream. Sang pria yang tak henti-hentinya mencumbu sang wanita sejak 20 menit yang lalu.


Tadi Setelah Rara memasuki kamar tadi ia langsung dikagetkan dengan tarikan kuat yang dilakukan oleh Rayhan kepadanya.


Rayhan sangat marah, bahkan belum sempat ia jelaskan, Rayhan sudah terlebih dulu mencumbunya dan membaringkannya di atas Ranjang.


Seperti sekarang ini, Rayhan terus saja mencumbunya tanpa ampun membuat Rara kelabakan.


Lidah Rayhan terus bergerak menuruni leher kekasihnya. Kilatan air liang dan bekas kemerahan yang ditorehkan Rayhan pada leher putih mulus Rara, membuat banyak sekali tanda kepemilikan disana.


Sedangkan Rara sendiri hanya terus melenguh pelan, dia menggunakan satu tangannya untuk menutup mulut mungilnya yang terus mengeluarkan *******.


Nadia sedang berada diruang tamu mungkin disana juga sekarang sudah ada Latika, Rara takut jika Sahabatnya tiba-tiba saja masuk ke dalam kamarnya dan memergoki Rara yang sedang bermesraan dengan Rayhan.


Sebenarnya Bisa saja Rara mengunci pintu kamarnya agar dia bisa bersiap jika sahabat-sahabatnya datang, tapi jika ia melakukan itu pasti Mereka akan curiga.


Pada hal Rara sudah melarang keras dan memperingatkan Rayhan agar tidak menyentuhnya jika Nadia dan Latika masih bangun, tapi tetap saja sifat keras kepala yang dimiliki Rayhan membuat kekasihnya itu bersikukuh dan tetap memaksa untuk mencumbu dan menyerang dirinya.


Dengan sentuhan dan belaian lembut, Rayhan memasukkan tangannya ke dalam kemeja dan bra yang dikenakan Rara, meremas dan memainkan sebuah benda kenyal dan besar yang berada didalam sana.


Rayhan juga mencubit dan menarik-narik ****** Rara yang mulai memerah secara bergantian.


"Lihat aku Sayang!" bisik Rayhan, Rara langsung menolehkan kepalanya untuk menatap Rayhan dengan mata sayu


"A a apa?" kini wajah Rara sudah merah padam akibat ulah kenakalan kekasihnya.


"Tidak apa-apa" Rayhan menyeringai, karna ia berhasil membuat Kekasihnya diliputi oleh kabut gairah dan tanpa menunggu waktu lama lagi Rayhan pun langsung menyambar bibir Rara ********** dengan kasar.


Lidahnya masuk ke dalam rongga mulut Rara, menekan dan memelintir lidah gadisnya dengan penuh nafsu. Mulut keduanya yang terbuka lebar membuat banyak air liurnya melumer dari sudut bibir,

__ADS_1


Rayhan bahkan dengan sengaja banyak mengeluarkan air liurnya lalu menumpahkannya ke dalam mulut mungil Rara.


"Emhhh Rayhan" Rara mendorong wajah Rayhan dan menjauhi bibir mereka berdua, mulutnya dipenuhi oleh air liur Rayhan bahkan ada yang sampai tertelan oleh Rara.


"Itu hukuman mu karna sudah membuatku khawatir tadi!" Ujar Rayhan menyeringai saat melihat ekspresi aneh yang ditunjukkan Rara


"Jangan menunjukkan wajah aneh seperti itu Sayang!" Ujar Rayhan terkekeh pelan


"Kau keterlaluan!" Balas Rara dengan Wajah memelas


Rayhan pun tersenyum puas melihat wajah memelas Rara, dia pun mengecup lembut pipi gembul Rara yang sudah memerah layaknya buah tomat yang sudah matang.


"Kenapa hari ini kau terlambat pulang?" Tanya Rayhan masih dengan memeluk erat pinggang Rara


"Tadi di kampus banyak sekali Tugas tambahan, dan terpaksa deh aku harus tinggal sedikit lebih lama di perpustakaan!"


"Terus kenapa kau susah sekali di hubungi?"


"Baterai Handphone ku habis Rey!"


"Hah Sudahlah ayo kita tidur!" Ujar Rayhan mencoba menutup matanya


"Re Rey?" Panggil Rara pelan


"Kita tidak la lanjutkan yang tadi?" Ujar Rara malu


Mau bagaimana lagi, Rara sudah sangat panas sekarang hanya karna sentuhan yang dilakukan oleh Rayhan tadi.


Mendengar Ucapan Rara seketika itupun seringai Rayhan terpampang.


"Apa kah kau mau melanjutkannya?" Rayhan menggoda dengan tangan yang mulai aktif kembali menyentuh badan Rara membuat Kekasihnya menahan nafas karna kelakuan nakalnya


"Jawab aku Sayang, Apa kau mau melanjutkan kegiatan ini?" ujarnya dengan mengigit telinga Rara pelan


Rara yang mendapatkan perlakuan seperti itu mau tidak mau hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Melihat kekasihnya yang mengangguk mengiyakan, Rayhan pun dengan cepat merubah posisi mereka dengan posisi Rara di Bawah dan Rayhan di atas.


Di ruangan putih itu kini hanya terdengar suara *******-******* dan erangan, mereka melakukannya seperti tidak ada hari esok.


Sedangkan di ruang bawah.

__ADS_1


"Rara mana?" Tanya Latika yang baru saja pulang


"Di atas!"


"Kalian pergi kemana saja tadi?" Tanya Nadia kepo


"Hanya ke Cafenya terus ke Apartemennya!" Dan Ucapan Latika sukses membuat Nadia menatapnya dengan tatapan penuh selidik


"Ka kau pergi ke Apartemennya?" Ujar Nadia tidak percaya


"Memangnya kenapa?"


"Aku saja keluarganya tidak tau jika dia ada apartemen disini, Aku kira dia selama ini hanya tidur di Cafenya saja!" Ujarnya Nadia


"Apa kau kira Sepupu mu semiskin itu?" Tanya Latika Heran dan Nadia pun mengangguk mengiyakan


"Tentu saja aku akan berpikir begitu, Apa lagi saat aku tau dia datang kesini tanpa uang dan fasilitas yang diberikan bibi dan paman ku!" Ujar Nadia


"Kenapa bibi dan paman mu tidak memberikan fasilitas untuk anaknya?" Tanya Latika heran


"Karna si bodoh itu menolak perjodohannya!" Ujar Nadia Santai


"Oh iya, bagaimana dengan kalian? apa sudah ada kemajuan?" Tanya Nadia berbinar


"Tidak!" Balas Latika cuek


"Kenapa tidak, kau bahkan sudah pergi ke Apartemennya Kriss!"


"Apa sih yang otak bodoh mu ini pikirkan!" Ujar Latika mentoel kepala Nadia


"Pergi ke Apartemennya bukan berarti harus bersama kan!"


"Terus bilang kepada ku, kenapa kalian tidak bersama?"


"Ayolah Nadia, kami baru bertemu beberapa hari, tidak mungkin kan aku langsung menerimanya!" Ujar Latika malas


"Dia menembak mu dan kau menolaknya?" Ujar Nadia dengan wajah kagetnya


"Ya ampun kasihan sekali Sepupu ku itu, Setelah berabad-abad dia akhirnya menyukai seorang wanita dan sekarang dia harus menelan pil pahit karna harus di tolak!" Ujar Nadia dengan ekspresi Lebay nya membuat Latika memandangi nya dengan wajah aneh


"Tidak usah lebay Nad, aku juga tidak langsung menolaknya!" Ucapan Latika membuat Nadia terdiam

__ADS_1


"Aku tidak menolaknya maupun menerimanya, aku hanya bilang aku akan pikirkan dulu!" Ujar Latika santai


"Syukurlah jika seperti itu, Sepupuku masih ada harapan!" Ujar Nadia menghela nafas lega


__ADS_2