
"Aneh, Kenapa harus malu bukankah kita sepasang kekasih?" Tanya Rayhan
"Tetap saja tidak sopan berbicara seperti itu di hadapan banyak orang Rayhan!" Cicit Rara masih dengan kekesalannya
"Sudahlah, ayo kita keluar!" Ajak Rara berdiri dari duduknya
"Tunggu sebentar!" Tahan Rayhan Memegangi tangan Rara dan
CUP
Dengan cepat Rayhan mengecup sekilas bibir Rara dan itu membuat Rara malu setengah mati.
"Me mesum!" Ujar Rara gugup sedangkan Rayhan dengan cepat menarik tangan Rara pergi meninggalkan Restoran tersebut dengan tertawa senang
Tanpa mereka sadari Ada seseorang yang melihat mereka dari jauh.
"Tck!" Decak nya kesal saat ia melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Rayhan dan Rara
"Sampai kapan kita harus menunggu?"
"Aku sudah benar-benar muak melihat wajah sumringah mereka!" Geram Kristal mengadu ke Luhan sedangkan Luhan ia hanya duduk sambil meminum minuman Alkohol nya
"Maaf taun, Saya sudah mencoba menghalangi namun orang ini terus-menerus memaksa masuk!" Ujar Satpam rumah
"Hm, Kau boleh pergi!" Ujar Luhan kepada Satpamnya
"Kenapa kau selalu bersemangat sekali Kristal!" Ujar Luhan santai
"AKU MAU RENCANA YANG KITA SUSUN SEGARA KITA LAKSANAKAN!" Teriak Kristal mencurahkan semua emosinya
"Tenanglah, Jangan terburu-buru tunggu sebentar lagi!"
"Sebentar lagi itu kapan?"
"Huffff!" Luhan bangun dari duduknya sambil menghela nafas lelah dan tanpa disangka-sangka ia dengan cepat mencekik leher Kristal dengan kuat
"Jangan sekali-kali kau menguji kesabaran ku Nona, Aku tidak segan-segan membunuhmu disini jika kau terus-menerus berbuat ulah di rumahku!" Ujar Luhan dengan suara beratnya
"Akh, Maaf Maaf a aku minta maaf!" Ujar Kristal yang sebentar lagi kehabisan nafas, Luhan pun melepaskan cengkraman nya membuat Kristal terjatuh
"Apa Pria ini gila!" Batin Kristal ngeri saat ia tadi hampir saja mati
"PERGI!"
"Sebelum aku bergerak kau tidak diperbolehkan untuk bergerak duluan!" Ujar Luhan dingin, mendengar perintah dari Luhan kristal pun dengan cepat bangun untuk melarikan diri
__ADS_1
Hari dimana kelulusan pun tiba.
"Jadi Bagaimana Ra, kau benar-benar akan lanjut di luar negri?" Tanya Ayla
"Iya, Kalo kalian?" Tanya balik Rara ke Ayla dan David
"Kami akan tetap disini!" Ujar David mewakili Ayla
"Kalian akan satu kampus?"
"Benar!"
"Tck, kalian buat iri saja!" Ujar Rara kesal
"Memangnya kau tidak satu kampus dengan pria posesif mu itu Ra!" Ujar David
"Tidak, nilai Rayhan tidak cukup untuk bisa kuliah di luar negeri!" Ujar Rara lemas
"Sudah ku duga, IQ pacar mu itu dibawah rata-rata!" Ujar David tertawa senang
"COBA KATAKAN SEKALI LAGI!" Tiba-tiba saja bulu kuduk David merinding saat ia mendengar suara Rayhan yang tiba-tiba saja terdengar
"Ra, Aku mendengar suara suamimu!" Cicit David takut-takut
"Aku juga mendengarnya, dia ada di belakang mu!" Bisik Rara tersenyum kecil saat ia melihat Kekasihnya yang berdiri tegak dengan wajah yang menakutkan
"Jaga Ucapan mu!" Ujar Rayhan setelah ia duduk di samping Rara
"Tck Ra, Kenapa kau tidak bilang kalo akan ada orang asing yang akan bergabung dengan kita!" Ujar David kesal
"Sudahlah Vid, tidak bisakah kau berdamai dengan Rayhan!" Ujar Ayla sedangkan David ia hanya menggelengkan kepalanya jika ia menolak berdamai
"Berdamai, mimpi saja dia menghina kalo aku jelek dulu!" Batin David malas masih mengingat kata-kata Rayhan yang menghina dirinya dulu
"Jadi rencananya kau mau berangkat kapan Ra?" Tanya Ayla
"Mungkin Bulan depan!"
"Benarkah, kalo begitu semoga nanti kau Bisa cepat dapat teman baru!" Ujar Ayla
"Jangan Khawatir Ay, di sana aku tidak sendirian ko!"
"Benarkah, Jadi kau akan pergi dengan siapa?" Tanya Ayla penasaran
"Dengan Latika dan Nadia!" Ujar Rara senang
__ADS_1
"Wao, aku tidak menyangka kalo Latika dan Nadia ternyata sangat pintar!" Ujar Ayla kagum
"Mereka berdua dari dulu memang sangat pintar jadi aku tidak kaget ataupun heran lagi kalo mereka akan lanjut ke Luar negeri!"
"Terus, Wulan dan Layla bagaimana?" Tanya Ayla penasaran
"kalo Mereka berdua akan tetap disini!" Ujar Rara sedangkan Ayla membalasnya dengan anggukan mengerti
"Syukurlah kalo begitu, artinya nanti kamu tidak akan kesepian!" Ujar Ayla ikut senang
"Iya!" Balas Rara ikut tersenyum senang sedangkan kedua pria yang se dari tadi duduk disebelah mereka masih saja saling melempar tatapan tajam.
Tidak terasa hari keberangkatan Rara, Latika, dan Nadia pun tiba Dan Banyak teman-teman mereka yang bersedia meluangkan waktu untuk melepas kepergian mereka.
"Hati-hati Di Negara Orang yah Kalian!" Ujar Layla memegang tangan ketiga sahabatnya
"Jangan Lupakan kami!" Lanjut Wulan
"Ayolah, bagaimana bisa kami akan melupakan kalian!" Ujar Latika tersenyum kecil
"Siapa yang tau saat kalian ke asikan main di sana atau saat kalian banyak mendapatkan teman baru bisa berpaling dari kami kan!" Balas Wulan sedangkan Rara, Latika dan Nadia hanya bisa memutar mata mereka bosan
"Kami janji, persahabatan kita tidak akan pernah putus!" Ujar Nadia mengangkat tangannya seperti orang yang sedang bersumpah
"Oiya, Kalian jangan lupa sering-seringlah pulang!" Ujar Ayla menimpali sedangkan mereka hanya mengangguk tersenyum kearah Ayla
"Oh iya, David mana?" Tanya Rara saat ia tidak dapat menemukan David
"Dia telat bangun, sekarang sedang dalam perjalanan ke sini!" Ujar Ayla Kesal saat mengingat jika Kekasihnya tadi pagi, sangat susah untuk di bangunkan sehingga membuat ia pergi tanpa mengajak David
"Bisakah kalian Semua berbalik!" Suara Rayhan membuat mereka memusatkan perhatian mereka ke Rayhan
"Untuk apa?"
"Beri aku dan Rara sedikit Privasi!" Balas Rayhan
"Jangan Lama-lama!" Ujar Mereka beberapa langkah menjauhi Rara dan Rayhan serta membalikkan badan mereka
"Re Rey!" Ujar Rara menahan tangis saat melihat wajah Rayhan sebenarnya dari tadi Rara sudah ingin menangis namun karna ia tidak mau teman-temannya ikutan menangis jadi dia sebisa mungkin menahannya
"Sini Peluk aku!" Ujar Rayhan merentangkan tangannya dan dengan cepat Rara masuk ke dalam pelukan Rayhan sambil menangis keras
"Nanti di sana jangan pernah bergaul dan lirik pria lain!" Ujar Rayhan setelah beberapa saat ia selesai menenangkan Rara dan Ucapannya membuat ia mendapatkan pukulan keras dari Rara
"Ouch Ra, Sakit!" Ujar Rayhan pelan
__ADS_1
"Makanya kamu kenapa terus berkata seperti itu!" Ujar Rara kesal sambil menghapus sisa-sisa air matanya yang tumpah
"Iya-iya Aku minta maaf!" Kekeh Rayhan Meraih kembali tubuh Rara untuk dipeluk.